Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.943 views

Amerika Serikat Benar-Benar Teroris Pengecut

Jakarta (voa-islam.com) Sejatinya Amerika Serikat itu negara terkutuk. Negara yang paling banyak menumpahkan darah manusia. Negara yang paling banyak membunuh dan membantai manusia tanpa sebab dan alasan yang  jelas. Sepanjang sejarah.

Negeri itu lahir diatas genangan darah dan tumpukan mayat, serta terjadi perang yang dahsyat, sesama penduduknya alias perang saudara. Selama ratusan tahun, sebelum menjadi sebuah negara merdeka, tak henti-henti perang terjadi diantara mereka, dan bahkan Amerika Serikat memiliki sejarah yang sangat kelam, di mana terjadi pembataian dan genocide terhadap penduduk asli, orang-orang Indian.

Bagaimana Amerika Serikat bisa dijuluki dan menjadi rujukan sebagai negara kampiun demokrasi yang selalu menjunjung hak-hak asasi manusia. Bagaimana Amerika Serikat yang sering menumpahkan darah manusia bisa dijuluki sebagai penjaga hak-hak asasi manusia (HAM)?

Sudah berapa banyak manusia yang sudah dibunuh dan dibantai oleh Amerika Serikat? Tetapi, banyak manusia yang tidak berakal dan primitip masih menjadi Amerika Serikat sebagai kiblat demokrasi dan penjaga hak asasi manusia.

Betapa masih banyak orang-orang yang dungu, sekarang masih mengagung-agungkan Amerika Serikat sebagai bangsa yang lebih mulia dengan bangsa lainnya. Bangsa yang lebih beradab, dan bangsa yang besar, sebagai "super power".

Ketika terjadi peristiwa WTC di New York, Manhattan, begitu dahsyatnya opini yang disebarkan melalui media, dan menuduh pelakunya Usamah bin Ladin, dan Taliban. Kemudian, Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, memaklumkan perang terhadap Afghanistan, dan mengatakan perang yang dijalankan itu sebagai "Crussade", alias "Perang Salib".

Sejak itu, nafsu membunuh Presiden Bush, menggelegak, sampai ke ubun-ubun, mendeklarasikan perang global melawan terorisme. Mengeluarkan dana triliun dollar digunakan memerangi terorisme, yang tak lain, mereka ini adalah para aktivis Islam, yang menolak sistem "Barat"  yang kafir itu.

Presiden Bush dengan sangat jelas-jelas mengatakan, bersama Amerika Serikat atau menjadi musuh Amerika Serikat. Karena itu, seluruh dunia memaklumkan perang terhadap terorisme, yang sejatinya para aktivis Islam yang lebih "puritan" dalam cita-cita menegakkan Islam.

Sejak itu, genderang perang terus ditabuh oleh Presiden Bush, dan dilanjutkan oleh penggantinya, sampai hari ini. Bush melakukan invasi ke Afghanistan, Irak, dan sejumlah negara lainnya, yang dituduh sebagi dalang dan pendukung aksi terorisme. Termasuk Indonesia yang membuat undang-undang terorisme, dan kemudian Densus 88, membunuhi para aktivis Islam, tanpa bukti yang memadai, dan hanya sekadar tuduhan.

Sekarang terjadi bom kembar di Boston, Massachusetts, Senin kemarin, saat berlangsung marathon, sudah menimbulkan kegemparan yang begitu dahsyat. Seakan di Boston sudah terjadi perang dan pemboman yang begitu luar biasa. Opini media begitu luas. Seperti air bah. Pemboman di Boston itu, kemudian disimpulkan sebagai tindakan teroris. Tak kurang seperti Presiden Barack Obama, sudah mengutuk tindakan pengeboman itu, dan menuduh sebagai tindkan teroris terkutuk. 

Peristiwa di Boston yang menewaskan beberapa gelintir orang, dan melukai tak lebih dari 100 orang itu, sudah dianggap sebagai peristiwa yang dahsyat? Tetapi, bandingkan dengan invasi Amerika Serikat ke Irak, yang setiap meluncurkan rudal balistik jenis Tomhawk, dari kapal induk mereka di Teluk, dan dilanjutkan dengan perang darat, dan berapa korban manusia, terutama rakyat Irak, yang tewas?

Bandingkan peristiwa di Boston dengan agresi militer Amerika Serikat ke Afghanistan? Berapa banyak rakyat Afghanistan yang tewas dan terbunuh oleh tentara sekutu? Amerika Serikat dan Sekutunya menerjunkan 150 ribu pasukan dilengkapi dengan peralatan militer yang sangat modern. Hanya guna menghadapi negara miskin, yang mayoritas rakyatnya buta huruf. Tetapi, Amerika Serikat menggunakan kekuatan militernya secara massive.

Sungguh sejatinya Amerika Serikat itu negara terkutuk dan pengecut. Jika Presiden Barack Obama mengatakan pelaku bom kembar di Boston, sebagai teroris sebagai pengecut, sejatinya yang pengecut itu, adalah negara Amerika Serikat, serta pemimpin-pemimpinnya.

Amerika Serikat penjarah, perampok, penjajah, dan pembunuh, serta bermental pengecut. Tidak layak mendapat julukan sebagai penjaga demokrasi dan hak-hak asasi manusia, karena pada dasarnya secara fakta Amerika Serikat dan pemerintahannya, terus-menerus tangannya berlumuran darah, terutama darah kaum muslimin.

Tetapi, media-media yang ada, terutama media  yang sudah dikuasai jaringan yahudi dan nasrani itu, selalu memutarkan balikkan fakta, dan menuduh Muslim. Termasuk media-media di Jakarta yang dimiliki kalangan nasrani memutarkan balikkan fakta. Memang mereka para pengecut. Wallahu'lam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Jum'at, 26 Nov 2021 16:54


MUI

Must Read!
X