Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.545 views

Memahami Paham Sekularisme dalam Undang-undang Ormas

Oleh: Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH. 

(Tim Ahli KAPU Partai Bulan Bintang)

Perppu Ormas yang telah disahkan menjadi Undang-Undang adalah manifestasi keinginan politik, bukan keinginan hukum. Tidak dapat dipungkiri, bahwa kekuatan Partai Politik yang mendukung Perppu menjadi Undang-Undang adalah sepaham dengan pemerintah.

Di sisi lain, Partai Politik yang menolak adalah sepaham dengan Ormas-Ormas Islam yang kemudian mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Namun, sekarang telah kehilangan obyeknya, karena telah didahului oleh putusan DPR yang menyetujui menjadi Undang-Undang.

Di antara dua kelompok tersebut terdapat kelompok yang "memahami kebijakan Presiden" yakni Dewan Pimpinan MUI. Perlu dimengerti bahwa di tingkat pimpinan MUI, pendapat juga terbelah menjadi dua, ada pihak yang pro dan ada pihak yang kontra, yang berujung diformulasikannya perbedaan tersebut dalam wujud mengakomodasi pendapat kedua belah pihak.

Keputusan akhir Dewan Pimpinan MUI yang kemudian disampaikan dalam RDPU DPR RI didahului dengan pernyataan "MUI dapat memahami kebijakan Presiden RI yang menerbitkan Perppu Ormas..." Selebihnya bersifat normatif belaka dengan memberikan penegasan terhadap apa yang sebenarnya sudah jelas.

Penulis secara pribadi memandang keberadaan Perppu sampai dengan menjadi Undang-Undang tidak sejalan dengan tumpuan hukum yang berasaskan keadilan, kepastian dan kemanfaatan.

Semua argumentasi teoretis yuridis telah penulis sampaikan secara resmi saat pemberian Keterangan Ahli Hukum Pidana di sidang Mahkamah Konstitusi. Penulis dalam posisi sebagai Ahli yang dihadirkan oleh para Pemohon.

Penulis juga "dapat memahami" perbedaan sikap para pimpinan MUI. Namun, penulis berseberangan dengan sikap resmi Dewan Pimpinan MUI tersebut.

Menurut pendapat penulis, frasa "dapat memahami" tidak dapat dimaknai lain, sepanjang tidak dimaksudkan adanya kesamaan wujud pikiran antara Dewan Pimpinan MUI dengan pemerintah. Dengan demikian, dapat dikatakan sikap resmi Dewan Pimpinan MUI memiliki pandangan yang relatif sama dengan pemerintah.

Sejatinya, Undang-Undang Ormas harus dikritisi dengan serius, karena dapat menegasikan ajaran agama Islam. Substansi Pasal 59 ayat (4) huruf c sangat multi tafsir dengan tambahan frasa "paham lain". Subjektifitas pemerintah akan sangat dominan menentukan adanya "paham lain" yang bertujuan mengganti atau mengubah Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Tegasnya, berpotensi mengancam eksistensi syariat Islam.

Pada kasus pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pemerintah mendalilkan HTI telah mengusung paham kekhalifahan untuk mengganti/mengubah Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Padahal kekhalifahan adalah bagian dari perintah agama dan telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Kemudian diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin hingga khalifah Ottoman Turki. Dapat dikatakan, secara langsung maupun tidak langsung, Perppu Ormas pada saat itu telah menegasikan ajaran agama dalam hal kekhalifahan.

Lebih lanjut, Undang-Undang Ormas sangat berpotensi menjadikan Pemerintah termasuk dalam eksponen perspektif sekuler. Eksponen perspektif sekuler, cenderung menjaga ke"paripurna"an agama.

Mengutip pendapat Jose Casanova, paham sekularisme mengimplementasikan tiga kemungkinan.

Pertama, sekularisasi bermakna diferensiasi dan spesialisasi yang memisahkan ranah agama dan negara, ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Kedua, sekularisasi bermakna sebagai representasi merosotnya keyakinan agama, sehingga agama sama sekali kehilangan otoritasnya .

Ketiga, sekularisasi bermakna privatisasi, yang mempostulatkan bahwa agama diletakkan dalam ranah privat. Dengan kata lain, agama berada dalam posisi marginal dalam kekuasaan atau proses modernisasi.

Ditinjau dari perspektif tipologi kekuasaan organik, penguasa atas nama negara memberikan dukungan dan akomodasi terhadap kelompok agama. Penguasa menjadikan tokoh-tokoh agama, baik sebagai representasi kepentingan kelompok agama maupun sebagai badan penasehat negara. Agama hanya berstatus simbolik dan formalistik belaka.

Indonesia bukankah menganut paradigma sekuler, melainkan paradigma simbiotik. Antara agama dan negara saling membutuhkan dan bersinergi. Pasal 29 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 adalah landasan konsitusional yang mengakui adanya hukum Agama dan dengannya negara harus menghormati dan mengambil nilai-nilai universalnya guna mewujudkan kemashlahatan dan menolak kemudharatan.

Terdapat banyak teori yang mendukung sinergitas antara agama dan negara. Teori dimaksud adalah teori receptio in complexu, teori receptio a contrario, teori pluralisme (derajat kuat), teori lingkaran konsenteris, dan teori eksistensi hukum Islam.

Penulis juga merumuskan teori "Solvasisasi (Pelarutan) Hukum" yang merupakan salah satu novelty dalam penelitian disertasi hukum.

Lebih lanjut, penulis sangat mengkhawatirkan terjadinya kemerosotan agama dan agama tidak lagi menjadi rujukan dalam pemecahan masalah.

Patut untuk diperhatikan bahwa "tiada kebenaran yang mendua" (Tan Hanna Dharma Mangrwa). Begitupun dalam menilai Undang-Undang Ormas.

Jadi, tidak tepat adanya sikap mengakomodasi antara yang pihak yang pro dan pihak yang kontra terhadap setuju atau tidak setuju Perppu menjadi Undang-Undang yang kemudian dipilihlah kata "dapat memahami". Wallahu'alam. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25

Senator Republik Desak Presiden Joe Biden Tetapkan Taliban Sebagai Kelompok Teroris

Senator Republik Desak Presiden Joe Biden Tetapkan Taliban Sebagai Kelompok Teroris

Rabu, 15 Sep 2021 20:15

Tentara Pemerintah Yaman Tewaskan 80 Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 2 Hari Pertempuran Di Marib

Tentara Pemerintah Yaman Tewaskan 80 Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 2 Hari Pertempuran Di Marib

Rabu, 15 Sep 2021 20:00

Yunani Akan Kirim Sistem Rudal Patriot Ke Arab Saudi

Yunani Akan Kirim Sistem Rudal Patriot Ke Arab Saudi

Rabu, 15 Sep 2021 19:45


MUI

Must Read!
X