Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.581 views

Menyembuhkan Bengkak APBN dengan Sistem Ekonomi Islam

Oleh: Ragil Rahayu, SE

 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mengalami defisit sebesar Rp 200,23 triliun hingga akhir September 2018. Defisit ini mencapai 1,35% dari PDB. Salah satu faktor yang menyebabkan defisit APBN adalah pelemahan nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) akibat perang dagang AS-China. Kurs Rupiah dipatok Rp13.400/Dolar AS. Namun ternyata tahun ini Rupiah meluncur ke titik terlemahnya sejak 1998 yakni Rp 15.235/Dolar AS.

Defisit ini tampak mengerikan bagi masyarakat. Angka defisit Rp 200 triliun itu harus ditutup dengan utang baru, atau pencetakan mata uang. Semuanya memiliki risiko yang harus ditanggung dalam jangka panjang. Baik itu beban bunga maupun devaluasi Rupiah. Namun pemerintah tampak "tenang" menyaksikan kondisi ini. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan bahwa defisit APBN tak boleh dijadikan isu politik. Defisit ini dianggap wajar karena masih di bawah prediksi pemerintah. Sebelumnya pemerintah menetapkan defisit anggaran untuk tahun berjalan maksimal sebesar 2,19 % terhadap PDB. Jadi angka Rp200 triliun (1,35%) itu masih aman. Bahkan defisit ini lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yakni sebesar Rp 272 triliun.

APBN Rawan Guncang

Sikap tenang pemerintah didasari pemahaman tentang konsep APBN. Indonesia menganut konsep anggaran defisit, yakni belanja lebih besar daripada penerimaan. Konsep ini dianggap realistis karena sering melesetnya target penerimaan pajak. Juga anggaran defisit dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi karena belanja lebih besar untuk modal dan investasi. Maka dari tahun ke tahun, APBN indonesia selalu defisit.

APBN surplus (penerimaan lebih besar daripada belanja) justru dianggap melemahkan pertumbuhan ekonomi. APBN defisit dianggap wajar asalkan masih dalam batas aman. Misal rasio utang tidak sampai 60% PDB. Maka dengan rasio utang Indonesia saat ini yang mencapai 30% PDB masih dianggap aman. Padahal realitanya, utang yang besar itu telah membebani rakyat karena target pajak yang terus digenjot demi membayar cicilan plus bunga utang.

Selain itu, bengkaknya APBN dikarenakan melesetnya asumsi kurs Rupiah terhadap Dolar AS. APBN selalu dirancang dengan kurs Rupiah terhadap Dolar AS. Karena setiap perubahan kurs akan berdampak pada komponen APBN. Pada RAPBN 2019, kurs Rupiah dipatok Rp15.000/Dolar AS. Jika Rupiah terus melemah (karena perang dagang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir), asumsi kurs ini tak akan tepat lagi. APBN pun akan bengkak lagi. Kondisi ini menunjukkan rentannya Rupiah terhadap Dolar AS. Setiap perubahan sedikit saja pada Dolar AS pasti berdampak pada APBN Indonesia.

Keperkasaan Dolar AS terhadap Rupiah dan mata uang negara-negara di dunia dimulai ketika AS secara sepihak membatalkan Perjanjian Bretton Woods melalui Dekrit Presiden Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971, yang isinya antara lain, Dolar AS tidak lagi dijamin dengan emas. ‘Istimewanya’, dollar tetap menjadi mata uang internasional untuk cadangan devisa negara-negara di dunia. Pada titik ini, berlakulah sistem baru yang disebut dengan floating exchange rate atau fiat money. Dengan sistem fiat money, Dolar AS mengontrol semua mata uang dunia. Bahkan Yuan yang merupakan mata uang terkuat di Asia saja babak belur menghadapi perang dagang dengan AS. Apalagi Indonesia yang neraca perdagangannya dengan AS defisit, sangat mudah terguncang dengan permainan Dolar AS.

Obat agar APBN Kuat

APBN akan kuat jika memiliki struktur yang stabil dan menggunakan mata uang yang independen (tidak dikendalikan mata uang asing misalnya Dolar AS). Inilah profil APBN khilafah. Struktur APBN Khilafah stabil karena ditopang oleh pos penerimaan maupun belanja yang bersifat tetap karena merupakan hukum syara'.  Besaran nominal tiap pos bersifat dinamis dan ditentukan oleh kepala negara, yakni Khalifah. RAPBN khilafah memang dibuat tahunan namun tidak terpaku pada tahun fiskal. Jika dalam perjalanan butuh penyesuaian, akan dilakukan sesegera mungkin oleh Khalifah. Tanpa menunggu tahun berikutnya. Misalnya ketika terjadi bencana, paceklik atau perang. Khalifah akan segera merevisi APBN untuk memenuhi kebutuhan mendadak tersebut.

Revisi ini bisa dilakukan dengan mudah karena khilafah memiliki sumber penerimaan yang tetap berdasar syariat yakni : 1) Fai’ [Anfal, Ghanimah, Khumus]; (2) Jizyah; (3) Kharaj; (4) ‘Usyur; (5) Harta milik umum yang dilindungi negara; (6) Harta haram pejabat dan pegawai negara; (7) Khumus Rikaz dan tambang; (8) Harta orang yang tidak mempunyai ahli waris; (9) Harta orang murtad. Inilah pendapatan tetap negara, ada atau tidaknya kebutuhan. Jadi khilafah tidak tergantung pada pajak yang membebani rakyat. Sayangnya, ketika tiada khilafah, penerimaan ini tidak bisa diperoleh Indonesia karena sumberdaya alam dikuasai oleh korporasi asing. Sistem ekonomi kapitalis mengesahkan penguasaan bumi, air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya oleh swasta. Akibatnya rakyat dipaksa membiayai sendiri APBN dengan dana pajak.

Khilafah juga mempunyai pos penerimaan tidak tetap yang bersifat instrumental dan insidental. Bersifat instrumental, karena Islam menetapkan kepada kaum Muslim fardhu kifayah untuk memikul kewajiban pembiayaan, ketika dana tidak ada di Baitul Mal. Disebut insidental, karena tidak diambil secara tetap, bergantung kebutuhan yang dibenarkan oleh syara’ untuk mengambilnya. Yang termasuk penerimaan insidental adalah pajak (hanya dikenakan pada orang kaya), pinjaman (dalam negeri dan non ribawi) dan sedekah dari kaum muslim.

Selain itu, APBN khilafah disusun dengan mata uang dinar (emas) dan dirham (perak). Pemberlakuan mata uang emas akan menghilangkan dominasi Dolar AS. Dolar tidak dijadikan patokan mata uang dunia. Justru dunia dikondisikan untuk menggunakan emas sebagai standard mata uang.  Dengan demikian Dolar AS tak akan mampu mengatur mata uang khilafah. Justru ketika negara-negara di dunia sepakat menggunakan emas,  Dolar AS tak akan lagi menjadi patokan mata uang.

Tak Cukup Sistem Moneter Islam

Indonesia bisa menjadi negara yang kuat APBN-nya jika menerapkan sistem ekonomi Islam secara kaffah. Bukan hanya sistem moneternya. Sistem moneter Islam tak bisa diterapkan secara parsial. Karena mata uang Islam yakni dinar dan dirham hanyalah salah satu bagian dari sistem ekonomi Islam.

Dinar tidak akan kuat jika ekonomi didominasi asing, negara tergantung pada impor dan praktik ribawi masih menjadi pilar ekonomi. Maka sistem ekonomi kapitalis harus dibersihkan total dari Indonesia dan diganti sistem ekonomi Islam kaffah. Barulah APBN akan sehat wal afiat. Masalahnya, maukah kita, siapkah kita jika praktik ekonomi ribawi ini benar-benar diganti dengan sistem ekonomi sesuai syariat? (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Jum'at, 15 Feb 2019 11:33

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Kamis, 14 Feb 2019 19:56

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Kamis, 14 Feb 2019 19:45

Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian

Kamis, 14 Feb 2019 19:36

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

Kamis, 14 Feb 2019 17:15

X Files

X Files

Kamis, 14 Feb 2019 17:00

Yang Gaji Kamu Siapa?

Yang Gaji Kamu Siapa?

Kamis, 14 Feb 2019 15:20

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Kamis, 14 Feb 2019 14:20

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Kamis, 14 Feb 2019 12:07


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 14/02/2019 15:20

Yang Gaji Kamu Siapa?