Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.818 views

Si OBOR yang Tersohor, Kolonisasi Cina terhadap Indonesia

Di bawah ini tulisan dari seorang Muslimah yang berusaha membahasakan bahasa politik tingkat tinggi dengan bahasa yang bisa dijangkau oleh para perempuan. Selamat membaca. 

-----------------------------------------

Media lagi rame bahas OBOR. Sebagai anggota komunitas emak berdaster yg kerjaannya muter melulu di dapur-kasur-sayur, naluri kepo akhirnya muncul juga.

Yang pertama terlintas adalah obor yg semacam kayu dan mudah terbakar, biasa digunakan untuk penerangan. Eh tapi ternyata obor ini bukan yang itu, ya.

OBOR yang sedang tersohor ini adalah One Belt One Road (OBOR). Disebut juga Belt and Road Inisiative (BRI). OBOR adalah proyek 
Cina untuk menghubungkan perdagangan antar negara di Asia dan Eropa, menjadi satu jalur besar seperti jalur sutera (The Silk Road) di masa lampau.

Ide OBOR berawal dari Presiden Xi Jinping untuk meggunakan simpanan devisa Cina yang melimpah untuk memberi pinjaman, -alias utang-, kepada negara berkembang. Pinjaman utang ini diberikan dalam bentuk proyek pembangunan infrastruktur yang akan melibatkan perusahaan-perusahaan Cina. Dengan demikian, cadangan devisa menjadi lebih produktif, di samping industri Cina juga bisa memiliki pasar baru.

Dalam 13th Five-Year Plan, dijelaskan bahwa OBOR bertujuan untuk membangun masyarakat Cina makmur pada 2020 dengan output per-kapita dua kali lipat dari 2010 ke 2020. Harapannya, ini mewujudkan ‘China’s dream’, yakni dalam konteks internasional mewujudkan ‘the great revival of the Chinese nation’.

OBOR diluncurkan pada waktu yang tepat, dimana mayoritas negara-negara Asia memang sedang membutuhkan pembangunan infrastruktur demi memperlancar perekonomian. Long story short, Indonesia ikut ngiler juga dengan pinjaman dari Cina ini, yang katanya adalah 'pinjaman lunak'. Di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-2 OBOR, 26 April lalu, Indonesia resmi menandatangani 23 kesepakatan kerjasama antara pemerintah Cina dan Indonesia.

Terus masalahnya apa?

Pertama adalah soal hukum dalam pandangan Islam. Halah, udah belasan tahun tinggal di Barat, kok masih aja ngomongin agama Islam? Iya lah, kan kita muslim. Mau di Indonesia, di Makkah, di London-Paris-Berlin, muslim tetep kudu terikat syariat Islam. Dalam Islam, utang dengan riba sudah jelas haram.

Kedua, adalah soal siapa yang diuntungkan. Cina jelas untung, minimal dalam 3 hal; 
1. Dana devisa yang diputer jadi pinjaman tersebut tetap produktif. 
2. Tersedia lapangan kerja baru untuk tenaga kerja Cina yang melimpah, untuk dipekerjakan di proyek-proyek di negara-negara penerima utang. 
3. Memperkuat pengaruh Cina dalam geopolitik global. Iya, lah, mana ada orang yang ngutang lebih berkuasa dan berwibawa daripada yang ngasih utang?

Nah, untuk Indonesia sebetulnya OBOR ngga ada keuntungannya. Kecuali untuk segelintir orang, seperti pibumi makelar proyeknya.

Karena:

1. Proyek-proyek tersebut mensyaratkan kerjasama dengan perusahaan Cina. Alat mesin, barang-barang produksi, semua dari Cina. Harus melibatkan tenaga kerja Cina. Kerjasama semacam ini disebut sebagai Turnkey Project. Pemerintah setempat tinggal “menerima kunci,” karena semuanya sudah dibereskan Cina.

2. Selain membanjirnya tenaga kerja Cina, proyek OBOR juga banyak menimbulkan petaka bagi negara bantuan. Fenomena ini disebut sebagai jebakan utang Cina (The China’s Debt Trap). Misalnya Sri Lanka.

Ceritanya, pada 2013, Sri Lanka membangun Mattala Rajapaksa International Airport (MRIA). Pembangunan bandara ini didasari atas kebutuhan bandara baru untuk menggantikan bandara Colombo yang sudah melampaui batas kemampuannya. Bandara ini kemudian dibangun dengan pelabuhan, kawasan industri dan proses ekspor, pusat eksibisi, stadion kriket dan area hotel dan liburan yang terkoneksi satu sama lain dengan jalan tol terbaik di Sri Lanka.

Setelah beberapa bulan berjalan, ternyata permintaan akan penerbangan tersebut hanya sedikit. Menurut data pemerintah, pada 2014 hanya ada 3.000 penerbangan dan melayani 21.000 penumpang, atau hanya sekitar 7 penumpang per penerbangan. Keadaan serupa terjadi juga di pelabuhan.

Sebagai konsekuensi karena gak mampu bayar pokok utang maupun bunganya, Juni 2016, Pemerintah Sri Lanka membuat perjanjian dengan Pemerintah Cina berupa ekuitas (menyerahkan lahan untuk disewa) pelabuhan selama 99 tahun kepada Cina. Bandar udara akhirnya dijual kepada India untuk membayar pinjaman kepada Cina, namun menilik mekanisme ekuitas, bukan tidak mungkin di masa depan kedua infrastruktur ini akan jatuh ke tangan Pemerintah Cina secara penuh. Protes terus didengungkan oleh penduduk sekitar karena kuatir pelabuhan akan dijadikan pangkalan militer oleh Cina untuk mengontrol kawasan di Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

Di Malaysia, PM Mahathir juga ngebet pengen melepaskan Malaysia dari jeratan utang RRC. Dia malah sempat bilang kepada Presiden Filippine, Rodrigo Duterte, agar menghindar dari jebakan utang Cina. Mahathir menyatakan Najib Razak menggadaikan Malaysia kepada China.

Malangnya, Malaysia sendiri akhirnya tak bisa lepas dari cengkeraman Cina. Paling banter Mahathir hanya bisa merundingkan kembali proyek-proyek besar itu untuk memperkecil biayanya. (Baca: Malaysia Cannot Escape From China, It's Too Late; Forbes, 20/4/2019).

Di Afrika, Cina juga berhasil mengambil-alih sebuah pelabuhan di Djibouti karena tidak bisa membayar utang. Langkah ini membuat waspada Amerika Serikat (AS) karena Djibouti adalah pangkalan utama pasukan AS di Afrika.

3. Jadi wilayah jajahan baru. Tanpa upaya memahami penjajahan Cina melalui OBOR, maka nasib Indonesia terancam hanya akan jadi pemasok bahan mentah bagi produsen-produsen global. Akhirnya, Indonesia hanya jadi konsumen, bukan produsen.

4. Penguasaan sumber daya alam dan ekonomi. Jika OBOR dibiarkan, dalam jangka waktu ke depan, Indonesia berpotensi besar terperangkap dalam orbit ekonomi Cina. Terkurasnya kekayaan alam Indonesia, banjirnya produk Cina hingga mematikan produk lokal, menyempitnya lahan dan lapangan pekerjaan bagi anak bangsa ini, bisa terjadi akibat ekspansi ekonomi Cina.

Sikap Sebagai Muslim

Muslim di Indonesia sepatutnya tidak menghalalkan riba demi pembangunan infrastruktur. OBOR membuka ancaman besar bagi Indonesia, yaitu tergadainya negeri ini ke dalam jebakan utang dan hegemoni asing penjajah. Indonesia adalah negeri kaya sumber daya manusia dan sumber daya alam, semestinya dikelola berdasarkan syariah Islam.

Begitu pun orang-orang kafir tidak boleh diberi jalan untuk menjajah dan menguasai Indonesia. Allah Swt berfirman: “Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang mukmin” (An-Nisa’ [4]: 141)

Sudah saatnya Indonesia dikelola berdasarkan syariah Islam, untuk menyelamatkan umat, mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat, dan hidup berkah dalam ridho-Nya.

*Diringkas dari Kolonisasi China Melalui OBOR Sudah Berjalan (Mustafa A. Murtadlo, Forum Komunikasi Ulama Aswaja Jabodetabek; dengan perubahan dan tambahan di beberapa bagian) oleh Fira (Colchester, UK). (rf/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Rabu, 01 Apr 2020 08:27

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Rabu, 01 Apr 2020 07:19

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

Selasa, 31 Mar 2020 22:15

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Selasa, 31 Mar 2020 22:05

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Selasa, 31 Mar 2020 21:52

Rumah Masjid

Rumah Masjid

Selasa, 31 Mar 2020 21:18

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Selasa, 31 Mar 2020 21:15

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Selasa, 31 Mar 2020 20:17

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Selasa, 31 Mar 2020 20:10

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Selasa, 31 Mar 2020 19:12

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Selasa, 31 Mar 2020 19:11

Menyikapi Pandemi Covid-19

Menyikapi Pandemi Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 18:34

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

Selasa, 31 Mar 2020 18:20

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Selasa, 31 Mar 2020 17:49

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Selasa, 31 Mar 2020 17:35

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selasa, 31 Mar 2020 16:23

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

Selasa, 31 Mar 2020 15:14

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Selasa, 31 Mar 2020 14:53

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 14:10

Koalisi Masyarakat Sipil: Darurat Sipil Corona Tidak Tepat

Koalisi Masyarakat Sipil: Darurat Sipil Corona Tidak Tepat

Selasa, 31 Mar 2020 13:48


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X