Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.737 views

Ilusi Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

DALAM sebuah talkshow di kanal Youtube, Ganjar Pranowo berterus terang akan dirinya yang gemar untuk melihat video porno. Menurutnya, sebagai orang dewasa tentunya hal yang wajar. Lantas ia mempertanyakan salahnya dimana?

Tentunya tidak layak adanya pengakuan demikian di kanal youtube yang bisa diakses banyak orang. Berikut ini ada beberapa hal yang patut dicermati bersama.

Pertama, bahwa zinanya mata adalah dengan memandang hal - hal yang diharamkan. Padahal menjaga pandangan mata akan mampu menghadirkan manisnya ketaatan kepada Sang Khaliq. Pandangan mata merupakan salah satu anak panah dari sekian banyak anak panah syetan. Tentunya pandangan mata yang diarahkan kepada hal - hal yang baik akan membekas pada kejiwaan seseorang guna menumbuhkan kebaikan pula. Sebaliknya, pandangan mata yang diarahkan kepada hal - hal yang jelek bahkan sebuah kekejian akan membekas pada kejiwaan seseorang guna menumbuhkan kejelekan pula. Berulangnya berupa ketagihan melihat hal - hal yang berbau porno merupakan kegelapan pada jiwa manusia.

Kedua, terkait dampak pengakuan yang dipublish di media. Seorang publik figur termasuk seorang pejabat akan sedikit banyak memberikan pengaruh pada hitam dan putihnya warna sebuah masyarakat. Pengakuan akan kebiasaan melihat hal - hal yang porno tersebut akan memberikan batu sandungan atas upaya pemberantasan pornografi dan pornoaksi. Betapa tidak?! Apa yang dilakukan seorang pejabat akan dijadikan tameng untuk mengelak dari proses hukum dengan pernyataan "itu pejabat saja menonton video porno". Kalau sudah demikian, akan mustahil dilakukan pemberantasan terhadap pornografi dan pornoaksi.

Miris sekali, ada sebuah berita yang dilangsir oleh www.jateng.idntimes.com, tertanggal 4 Desember 2019, bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan hadiah laptop kepada salah satu siswa yang berterus terang mengaku pernah menonton video porno. Pengakuan jujur siswa tersebut guna menjawab pertanyaan Ganjar tentang siapa yang pernah menonton hal - hal yang porno. Parahnya, alasan yang dikemukakan oleh siswa tersebut adalah untuk eksplorasi. Bahkan, Ganjar pun memberikan arahan supaya saat melihat hal - hal yang porno didampingi oleh guru.

Tidak ada lagi perasaan bersalah apalagi berdosa ketika mengakses konten - konten yang berbau porno. Seolah ada pengukuhan legitimasi kebebasan pribadi mengakses konten berbau porno. Parahnya dunia pendidikan yang semestinya bisa membentuk generasi manusia seutuhnya baik dari sisi iman taqwanya dan penguasaan sainstek, justru terdapat arahan untuk pendampingan bereksplorasi pornografi dan pornoaksi. Bukannya melarang siswa mengakses konten porno dan menjelaskan keharaman serta bahayanya. Pertanyaannya, kalau di dalam dunia pendidikan sudah tercemari konten porno, lantas siapakah yang layak diberikan tanggung jawab untuk memberi pembinaan akhlaq kepada generasi?

Ketiga, kalau merujuk kepada UU Pornografi Tahun 2008 Bab IV tentang Pencegahan Bagian kesatu Pasal 17 berkaitan dengan peran pemerintah, dinyatakan: "Pemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi". Faktanya yang terjadi adalah sebuah paradoks. Apakah aturan itu dibuat memang untuk dilanggar?

Sesungguhnya kalau kita berbicara mengenai penegakkan hukum ada 3 pilar yang merupakan satu kesatuan. Ketaqwaan individu, adanya kontrol masyarakat dan peran pemerintah dalam memberikan sangsi, ketiganya mutlak diperlukan dalam menjamin lurusnya penerapan hukum. Pilar yang paling berperan penting adalah pemerintah. Alasannya semua perangkat kenegaraan dimilikinya. Semua kewenangan ada di tangannya.

Rusaknya pemerintah akan berdampak luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rusaknya pemerintah dalam bentuk perilaku penguasa dan para pejabat serta undang - undang yang digulirkannya. Dan disinilah letaknya ilusi atas upaya penegakkan hukum dan moral.

Selama demokrasi yang dijadikan aturan di dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, maka penegakkan hukum yang adil hanya menjadi impian kosong. Termasuk dalam hal pemberantasan pornografi dan pornoaksi.

Dengan alasan kebebasan berperilaku, dijadikan sebagai tameng untuk membenarkan penyimpangan - penyimpangan yang dilakukannya. Dengan alasan HAM, dijadikan sebagai alibi untuk mengakses hal - hal yang yang berbau porno.

Sudah saatnya Indonesia sebagai negeri muslim terbesar ini mengakhiri ilusi pemberantasan pornografi dan pornoaksi. Demokrasi dengan asas kebebasannya hanya menyuguhkan kerusakan dan dekadensi moral. Dengan kembali kepada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menerapkan aturan Islam secara paripurna akan mampu dicetak kepribadian individu rakyat yang bertaqwa, kuatnya kontrol masyarakat dan pemerintah yang tegas, bersih dan berwibawa dalam menegakkan hukum. Walhasil, pemberantasan pornografi dan pornoaksi bisa diwujudkan dengan baik demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang diliputi keimanan dan ketaqwaan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 11/07/2020 05:00

Presiden Gadungan