Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.331 views

Nasihat Terbuka untuk Ma'ruf Amin

Oleh: Athian Ali M. Da'i.

Sejak "memaksakan diri" (seperti dinyatakan Mahfud MD) untuk dicalonkan sebagai cawapres, terlebih setelah munculnya berbagai pernyataan kontroversial, belum pernah saya menjumpai Tokoh Masyarakat, Ulama, Cendekiawan dan juga Ummat pada umumnya, kecuali rasa kekecewaan dan penyesalan mereka terhadap berbagai sikap dan pernyataan Ma'ruf Amin. Sosok yang dulu sempat menjadi panutan dan harapan ummat.

Saya pribadi yang sedikit banyak mengenal bahkan pernah beberapa kali bersentuhan dalam menangani berbagai upaya menyelamatkan akidah ummat, sangat terkejut melihat perubahan yang bersangkutan akhir-akhir ini.

Terpanggil oleh harus bisa membuktikan rasa cinta kepada sesama mukmin seperti mencintai diri sendiri (Al Hadist) juga demi terhindar diri dari ancaman "lafii khusrin", maka saya laksanakan kewajiban "tawaa shau bil haq" kepada saudara Ma'ruf Amin terkait beberapa dari sekian banyak sikap dan pernyataannya yang mudah-mudahan hanya lahir dari kekhilafan akibat terlalu semangatnya mengejar mimpi jadi wapres.

Saudara Ma'ruf Amin...

Beberapa sikap dan pernyataan "aneh" saudara yang karenanya saya merasa wajib untuk mengingatkan saudara, di antaranya :

PERTAMA: Saya sangat terkejut membaca pernyataan saudara ketika dimintai tanggapan terhadap hasil Ijtima Ulama II, yang secara resmi menyatakan dukungan sepenuhnya kepada pasangan bakal Capres-cawapres Prabowo-Sandi, dimana saudara menyatakan "Ya saya kira enggak ada masalah" karena para Ulama yang mendukung Jokowi-Ma'ruf adalah orang-orang yang memiliki keilmuan tentang Islam" Ulamanya benar-benar Ulama, Kiyai dan itu mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, jadi enggak ada masalah " (REPUBLIKA, Senin 17 September 2018, hal.3 kol.2)

"Mafhum mukholafah" atau - pengertian yang terkandung di balik pernyataan saudara tersebut, bahwa para Ulama, Kiyai yang tergabung dalam Ijtima Ulama, bukanlah Ulama dan kiyai yang sesungguhnya.

Hinaan terhadap para Ulama seperti ini tentu saja tidak layak dinyatakan oleh seorang Ulama. Saya yakin, hinaan sekeji itu tidak akan pernah saudara lakukan jika saja saudara tidak dalam posisi seperti sekarang sebagai cawapres, karena sebagian dari para Ulama yang saudara rendahkan tersebut adalah mereka yang sebelumnya sangat setia berjuang bersama saudara di MUI.

Jika hinaan tersebut dimaksudkan untuk agar ummat tidak memilih Capres-cawapres saingan saudara dan tetap memilih saudara, maka sikap tersebut menurut hemat saya malah justru yang akan menyebabkan sebagian ummat yang dulu mengagumi dan mendukung penuh akan berbalik seratus delapan puluh derajat!

Di lapangan, saya menyaksikan sendiri, betapa banyaknya ummat yang sudah meninggalkan bahkan mencemooh saudara. Semua itu disebabkan karena mereka melihat saudara semakin kehilangan "jati diri" sebagai Ulama yang pernah melekat dengan diri saudara sebelumnya.

KEDUA: Dengan sangat fasih dan terkesan tanpa beban sedikit pun, saudara kini mengucapkan selamat natal. Sesuatu yang boleh jadi seumur hidup belum pernah saudara ucapkan. Bahkan saudara dulu pernah mengarahkan ummat untuk tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut.

Sebagai orang yang sekian lama berada di MUI bahkan sempat menjadi Ketua Umum MUI, tentunya saudara sangat mafhum konsekuensi syariat Alloh SWT dari ucapan tersebut. Bisa terancam akidah, jika diucapkan dengan penuh keyakinan bahwa mereka selamat dengan memperingati kelahiran Isa al Masih sebagai anak Tuhan.

Haram, jika diucapkan tanpa keyakinan mereka selamat dengan keyakinan seperti itu. Boleh, jika terpaksa karena mengancam nyawa, bukan hanya sekedar mengancam jabatan,apalagi mengancam jabatan yang baru menjadi harapan atau bahkan hanya sebatas impian.

KETIGA: Pengadilan telah menetapkan Ahok bersalah karena terbukti menghina Al Maidah 51. Saudara saat itu bahkan sempat menjadi sosok sentral yang menggerakkan para ulama dan ummat agar ber "jihad" untuk mempidanakan Ahok. Saudara sendiri begitu bersemangat merealisasikan "Jihad" yang saudara kumandangkan, di antaranya dengan hadir sebagai saksi ahli yang memberatkan.

Kini, "naudzubillah" saudara malah dengan menampakkan wajah penuh penyesalan, meminta maaf kepada Ahok dan menyatakan kekecewaan dan penyesalan saudara telah menjadi salah seorang saksi Ahli yang memberatkan Ahok sehingga yang bersangkutan masuk penjara.

Artinya, saudara ingin menyatakan Ahok atau siapa pun tidak layak dihukum karena menghina ayat suci Al Qur'an? Benarkah pernyataan ini keluar dari hati sanubari saudara? Jika benar, tidak takutkah akidah saudara terancam di mata Alloh SWT?

Sejauh inikah syahwat kekuasaan telah mengantarkan keimanan meluncur dari standar keimanan yang paling mendasar, kewajiban mencintai Alloh dan Rasulnya, mengalahkan cinta kepada dunia dan segala isinya (Al Baqarah 165, At Taubah 24) menjadi sebaliknya?

KEEMPAT: Terkait dengan dukungan terhadap Capres-cawapres, saudara di antaranya menyatakan, Saya kira semua orang boleh (mendukung Capres-cawapres tertentu) itu (pilihan) masing-masing kan; "Jadi, kita masing-masing saja ya, lakum dinukum wa liya din, bagimu agamamu, bagi kami agama kami, lakum capresukum, walana capresuna, bagimu capresmu, bagi kami capres kami" Pernyataan yang saudara ungkapkan di kediaman saudara di Jl.Situbondo 12 Menteng, Senin 5 November 2018, membuat saya semula kurang percaya jika itu keluar dari mulut saudara.

Bagaimana mungkin seorang Ma'ruf Amin membuat qiyas - analogi - sesat seperti ini, dengan menganalogikan pemilihan Capres-cawapres seperti memilih Agama? Saudara harusnya mafhum, jika seruan dalam surah Al Kafirun itu tertuju kepada orang-orang kafir, bahwasanya jika mereka tetap memilih kafir, maka Alloh SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk menyatakan "Lakum dinukum wa liya din" lalu apakah dengan analogi ngawur tersebut saudara ingin menyatakan yang memilih Jokowi-Ma'ruf adalah orang-orang yang beriman, sementara yang memilih Capres-cawapres Prabowo Sandi adalah orang-orang kafir? Atau sebaliknya? Ya Alloh..apa sebenarnya yang terjadi dengan diri saudara?

KELIMA: Menjadi cawapres adalah pilihan saudara yang harus dihormati oleh semua pihak. Namun pilihan yang konon sangat "memaksakan diri" itu seharusnya tidak mengubah sedikit pun kepribadian saudara sebagai muslim apalagi sebagai Ulama.

Setiap mu'min pasti bercita-cita ingin bisa mengakhiri hidup kelak dalam husnul khotimah. Saya dan insya Alloh ummat berharap mudah-mudahan saudara kelak husnul khotimah.

Karenanya sebagai saudara seiman yang mencintai saudaranya semata-mata karena Alloh SWT, izinkan saya menyampaikan nasihat saya yang mungkin terakhir:

Bertaubatlah, lalu berusahalah meraih harapan menjadi wapres (yang boleh jadi hanya sebuah mimpi) dengan tetap istiqomah di jalan Alloh SWT. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
New Normal Saat Angka Covid-19 Tinggi dan Tanpa Vaksin, Mardani: Bunuh Diri Massal Namanya

New Normal Saat Angka Covid-19 Tinggi dan Tanpa Vaksin, Mardani: Bunuh Diri Massal Namanya

Rabu, 27 May 2020 11:17

Delapan Tahun Cerol-SS23000, Solusi Sertifikasi Halal di Masa Pandemi Covid-19

Delapan Tahun Cerol-SS23000, Solusi Sertifikasi Halal di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 27 May 2020 10:35

Peraturan Gubernur Anies, Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta Tanpa SIKM

Peraturan Gubernur Anies, Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta Tanpa SIKM

Rabu, 27 May 2020 09:45

Habib Bahar dan Said Didu, Dua Ikon Perlawanan Baru

Habib Bahar dan Said Didu, Dua Ikon Perlawanan Baru

Rabu, 27 May 2020 07:32

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X