Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.957 views

Nasihat Terbuka untuk Ma'ruf Amin

Oleh: Athian Ali M. Da'i.

Sejak "memaksakan diri" (seperti dinyatakan Mahfud MD) untuk dicalonkan sebagai cawapres, terlebih setelah munculnya berbagai pernyataan kontroversial, belum pernah saya menjumpai Tokoh Masyarakat, Ulama, Cendekiawan dan juga Ummat pada umumnya, kecuali rasa kekecewaan dan penyesalan mereka terhadap berbagai sikap dan pernyataan Ma'ruf Amin. Sosok yang dulu sempat menjadi panutan dan harapan ummat.

Saya pribadi yang sedikit banyak mengenal bahkan pernah beberapa kali bersentuhan dalam menangani berbagai upaya menyelamatkan akidah ummat, sangat terkejut melihat perubahan yang bersangkutan akhir-akhir ini.

Terpanggil oleh harus bisa membuktikan rasa cinta kepada sesama mukmin seperti mencintai diri sendiri (Al Hadist) juga demi terhindar diri dari ancaman "lafii khusrin", maka saya laksanakan kewajiban "tawaa shau bil haq" kepada saudara Ma'ruf Amin terkait beberapa dari sekian banyak sikap dan pernyataannya yang mudah-mudahan hanya lahir dari kekhilafan akibat terlalu semangatnya mengejar mimpi jadi wapres.

Saudara Ma'ruf Amin...

Beberapa sikap dan pernyataan "aneh" saudara yang karenanya saya merasa wajib untuk mengingatkan saudara, di antaranya :

PERTAMA: Saya sangat terkejut membaca pernyataan saudara ketika dimintai tanggapan terhadap hasil Ijtima Ulama II, yang secara resmi menyatakan dukungan sepenuhnya kepada pasangan bakal Capres-cawapres Prabowo-Sandi, dimana saudara menyatakan "Ya saya kira enggak ada masalah" karena para Ulama yang mendukung Jokowi-Ma'ruf adalah orang-orang yang memiliki keilmuan tentang Islam" Ulamanya benar-benar Ulama, Kiyai dan itu mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, jadi enggak ada masalah " (REPUBLIKA, Senin 17 September 2018, hal.3 kol.2)

"Mafhum mukholafah" atau - pengertian yang terkandung di balik pernyataan saudara tersebut, bahwa para Ulama, Kiyai yang tergabung dalam Ijtima Ulama, bukanlah Ulama dan kiyai yang sesungguhnya.

Hinaan terhadap para Ulama seperti ini tentu saja tidak layak dinyatakan oleh seorang Ulama. Saya yakin, hinaan sekeji itu tidak akan pernah saudara lakukan jika saja saudara tidak dalam posisi seperti sekarang sebagai cawapres, karena sebagian dari para Ulama yang saudara rendahkan tersebut adalah mereka yang sebelumnya sangat setia berjuang bersama saudara di MUI.

Jika hinaan tersebut dimaksudkan untuk agar ummat tidak memilih Capres-cawapres saingan saudara dan tetap memilih saudara, maka sikap tersebut menurut hemat saya malah justru yang akan menyebabkan sebagian ummat yang dulu mengagumi dan mendukung penuh akan berbalik seratus delapan puluh derajat!

Di lapangan, saya menyaksikan sendiri, betapa banyaknya ummat yang sudah meninggalkan bahkan mencemooh saudara. Semua itu disebabkan karena mereka melihat saudara semakin kehilangan "jati diri" sebagai Ulama yang pernah melekat dengan diri saudara sebelumnya.

KEDUA: Dengan sangat fasih dan terkesan tanpa beban sedikit pun, saudara kini mengucapkan selamat natal. Sesuatu yang boleh jadi seumur hidup belum pernah saudara ucapkan. Bahkan saudara dulu pernah mengarahkan ummat untuk tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut.

Sebagai orang yang sekian lama berada di MUI bahkan sempat menjadi Ketua Umum MUI, tentunya saudara sangat mafhum konsekuensi syariat Alloh SWT dari ucapan tersebut. Bisa terancam akidah, jika diucapkan dengan penuh keyakinan bahwa mereka selamat dengan memperingati kelahiran Isa al Masih sebagai anak Tuhan.

Haram, jika diucapkan tanpa keyakinan mereka selamat dengan keyakinan seperti itu. Boleh, jika terpaksa karena mengancam nyawa, bukan hanya sekedar mengancam jabatan,apalagi mengancam jabatan yang baru menjadi harapan atau bahkan hanya sebatas impian.

KETIGA: Pengadilan telah menetapkan Ahok bersalah karena terbukti menghina Al Maidah 51. Saudara saat itu bahkan sempat menjadi sosok sentral yang menggerakkan para ulama dan ummat agar ber "jihad" untuk mempidanakan Ahok. Saudara sendiri begitu bersemangat merealisasikan "Jihad" yang saudara kumandangkan, di antaranya dengan hadir sebagai saksi ahli yang memberatkan.

Kini, "naudzubillah" saudara malah dengan menampakkan wajah penuh penyesalan, meminta maaf kepada Ahok dan menyatakan kekecewaan dan penyesalan saudara telah menjadi salah seorang saksi Ahli yang memberatkan Ahok sehingga yang bersangkutan masuk penjara.

Artinya, saudara ingin menyatakan Ahok atau siapa pun tidak layak dihukum karena menghina ayat suci Al Qur'an? Benarkah pernyataan ini keluar dari hati sanubari saudara? Jika benar, tidak takutkah akidah saudara terancam di mata Alloh SWT?

Sejauh inikah syahwat kekuasaan telah mengantarkan keimanan meluncur dari standar keimanan yang paling mendasar, kewajiban mencintai Alloh dan Rasulnya, mengalahkan cinta kepada dunia dan segala isinya (Al Baqarah 165, At Taubah 24) menjadi sebaliknya?

KEEMPAT: Terkait dengan dukungan terhadap Capres-cawapres, saudara di antaranya menyatakan, Saya kira semua orang boleh (mendukung Capres-cawapres tertentu) itu (pilihan) masing-masing kan; "Jadi, kita masing-masing saja ya, lakum dinukum wa liya din, bagimu agamamu, bagi kami agama kami, lakum capresukum, walana capresuna, bagimu capresmu, bagi kami capres kami" Pernyataan yang saudara ungkapkan di kediaman saudara di Jl.Situbondo 12 Menteng, Senin 5 November 2018, membuat saya semula kurang percaya jika itu keluar dari mulut saudara.

Bagaimana mungkin seorang Ma'ruf Amin membuat qiyas - analogi - sesat seperti ini, dengan menganalogikan pemilihan Capres-cawapres seperti memilih Agama? Saudara harusnya mafhum, jika seruan dalam surah Al Kafirun itu tertuju kepada orang-orang kafir, bahwasanya jika mereka tetap memilih kafir, maka Alloh SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk menyatakan "Lakum dinukum wa liya din" lalu apakah dengan analogi ngawur tersebut saudara ingin menyatakan yang memilih Jokowi-Ma'ruf adalah orang-orang yang beriman, sementara yang memilih Capres-cawapres Prabowo Sandi adalah orang-orang kafir? Atau sebaliknya? Ya Alloh..apa sebenarnya yang terjadi dengan diri saudara?

KELIMA: Menjadi cawapres adalah pilihan saudara yang harus dihormati oleh semua pihak. Namun pilihan yang konon sangat "memaksakan diri" itu seharusnya tidak mengubah sedikit pun kepribadian saudara sebagai muslim apalagi sebagai Ulama.

Setiap mu'min pasti bercita-cita ingin bisa mengakhiri hidup kelak dalam husnul khotimah. Saya dan insya Alloh ummat berharap mudah-mudahan saudara kelak husnul khotimah.

Karenanya sebagai saudara seiman yang mencintai saudaranya semata-mata karena Alloh SWT, izinkan saya menyampaikan nasihat saya yang mungkin terakhir:

Bertaubatlah, lalu berusahalah meraih harapan menjadi wapres (yang boleh jadi hanya sebuah mimpi) dengan tetap istiqomah di jalan Alloh SWT. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Ahad, 25 Aug 2019 01:48

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Ahad, 25 Aug 2019 00:20

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Sabtu, 24 Aug 2019 23:58

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Sabtu, 24 Aug 2019 23:57

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

Sabtu, 24 Aug 2019 22:52

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Sabtu, 24 Aug 2019 22:48

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Sabtu, 24 Aug 2019 22:05

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Sabtu, 24 Aug 2019 21:45

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Sabtu, 24 Aug 2019 21:39

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Sabtu, 24 Aug 2019 21:30

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

Sabtu, 24 Aug 2019 21:15

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Sabtu, 24 Aug 2019 20:45

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 20:38

Membangun Militansi Indonesia

Membangun Militansi Indonesia

Sabtu, 24 Aug 2019 20:32

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Sabtu, 24 Aug 2019 20:15

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 20:10

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Sabtu, 24 Aug 2019 19:31

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

Sabtu, 24 Aug 2019 19:23

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Sabtu, 24 Aug 2019 19:03

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 18:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X