Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.276 views

Syariat vs Orde Lama

Oleh: M Rizal Fadillah

Tujuh kata "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" yang menjadi bagian dari Piagam Djakarta merupakan dokumen historis yakni sejarah yang tak mungkin terhapus oleh angin zaman. Ini bukan tulisan di atas pasir, melainkan relief makna yang tertatah di logam emas.

Rumusan Pancasila yang dihasilkan dari penggodogan yang matang, pengolahan yang cemerlang, dan penyajian yang gemilang. Inilah teks Proklamasi yang diamanatkan. Betapa Agama menjadi bagian penting dari proses berbangsa dan bernegara saat itu.

Tujuh kata ini merupakan dokumen yuridis karena mengandung nilai hukum. Dekrit Presiden yang mengembalikan konstitusi pada UUD 1945 menegaskan Piagam Jakarta itu sebagai fondasi hukum kenegaraan. Piagam Jakarta menjiwai batang tubuh UUD1945. Ini artinya untuk penafsiran yang bersifat teleologis mesti merujuk pada tujuh kata tersebut.

Pada prakteknya perundangan-undangan yang ada saat ini juga mengakomodir aspek-aspek syari'ah ini. Politik hukum negara memberi porsi bagi berlakunya syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya, meski belum keseluruhan. Baru dalam hukum keluarga seperti perkawinan dan waris, hukum sosial zakat, hibah, dan wakaf, serta hukum dalam pergaulan ekonomi seperti perbankan, asuransi dan pasar modal. Obligasi syari'ah pun sudah ada.

Sebagai dokumen politis, "Tujuh Kata" menjadi aktual. Ini bisa menjadi anti tesis dari tesis "kemenangan" politik kaum kebangsaan yang berhasil menetapkan bahwa 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila. Di pemerintahan sekarang ini 1 Juni dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Pancasila dengan rumusan 1 Juni 1945 bukan kelahiran, itu adalah pidato Soekarno di BPUPKI dengan rumusan Pancasila yang masih mentah dan bahan kasar bagi pembahasan. Jika 1 Juni 1945 dianggap kelahiran Pancasila, maka artinya lahir prematur dan si ideologi bayi itu lahir dalam keadaan cacat. Baru 22 Juni lah Pancasila itu lahir sempurna.

Sebenarnya sintesis atau kompromistis sudah disepakati. Pancasila lahir 18 Agustus 1945. Ini yang mestinya kita pegang. Namun jika mereka kembali ke 1 Juni 1945 kita layani dengan 22 Juni 1945. "Tujuh Kata" yang sudah umat Islam hadiahkan, mesti diambil lagi. Mari bung rebut kembali..!

Rupanya ini filosofi rezim yang merasa menang dalam proses politik saat ini. Mencoba menempatkan sila "Kebangsaan" utama dan menjadikan "Ketuhanan" itu terakhir, belakang dan "pinggiran".

Konsekuensinya Agama dan aktivis keagamaan mesti dimarjinalisasi. policy seperti ini lah yang membuka peluang kekuatan Orde Lama maju kembali. Aktivis kiri dan Komunis bersemangat dan sangat percaya diri dalam lindungan dan suaka rezim. Kekuatan politik umat Islam mesti dilemahkan.
Sesungguhnya Ini adalah misi sesat mereka yang mesti dilawan serius.

Bagi umat Islam untuk menjalankan syariat, meski tak terumuskan, hukumnya tetap wajib. karena syariat adalah bagian dari agama itu sendiri. Akidah, syari'ah, dan akhlak. Bertahkim pada hukum Allah adalah bukti keimanan. Bahwa syariat belum dapat diberlakukan atau dijalankan keseluruhan karena sistem tidak mengakomodasikan, maka itu persoalan lain. Namun menolak syariat merupakan perbuatan dosa dan maksiat.

Syariat melekat dalam dada mu'min dan perjuangan pemberlakuannya adalah ibadah dalam kehidupan. Di tengah masyarakat yang terus menggerus nilai nilai syariat baik terang-terangan maupun halus, kita mesti meningkatkan pemahaman dan perjuangan untuk ini.

Melalui da'wah dan jihad. Berstrategi dan bersinergi dengan berbagai potensi elemen negeri yang berkhidmah untuk wibawa umah.

Jangan nistakan syariat Allah. Adzab-Nya sangat pedih. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Yakin Menang, Pendukung Bongkar Dugaan Kecurangan

Yakin Menang, Pendukung Bongkar Dugaan Kecurangan

Kamis, 18 Apr 2019 18:21

Menlu Rusia: Damaskus Harus Rebut Kembali Wilayah Utara Suriah

Menlu Rusia: Damaskus Harus Rebut Kembali Wilayah Utara Suriah

Kamis, 18 Apr 2019 17:45

Suara Sah Dihitung Manual KPU

Suara Sah Dihitung Manual KPU

Kamis, 18 Apr 2019 17:21

Kemenag dan Ormas Islam Harus Membuat Road Map Dakwah yang Jelas

Kemenag dan Ormas Islam Harus Membuat Road Map Dakwah yang Jelas

Kamis, 18 Apr 2019 17:20

Diperiksa Bawaslu, Luhut Tolak Disebut telah Lakukan Politik Uang

Diperiksa Bawaslu, Luhut Tolak Disebut telah Lakukan Politik Uang

Kamis, 18 Apr 2019 17:13

Otoritas Pemilu Turki Tetapkan Kandidat dari Oposisi Ekram Imamoglu Sebagai Walikota Istanbul

Otoritas Pemilu Turki Tetapkan Kandidat dari Oposisi Ekram Imamoglu Sebagai Walikota Istanbul

Kamis, 18 Apr 2019 17:05

Mahathir Protes Travel Warning AS ke Warganya Agar Tidak ke Malaysia

Mahathir Protes Travel Warning AS ke Warganya Agar Tidak ke Malaysia

Kamis, 18 Apr 2019 16:58

RSF: Kebencian Terhadap Jurnalis Beralih ke Aksi Kekerasan

RSF: Kebencian Terhadap Jurnalis Beralih ke Aksi Kekerasan

Kamis, 18 Apr 2019 16:47

Prabowo Mesti Menang

Prabowo Mesti Menang

Kamis, 18 Apr 2019 16:46

Yakin 02 Menang, Politisi “Hajar” QC

Yakin 02 Menang, Politisi “Hajar” QC

Kamis, 18 Apr 2019 16:21

Korban Tewas Melebihi 200 Orang dalam Pertempuran di Tripoli

Korban Tewas Melebihi 200 Orang dalam Pertempuran di Tripoli

Kamis, 18 Apr 2019 16:19

Tengahi Masyarakta, KPU dan Bawaslu Jangan Bisu

Tengahi Masyarakta, KPU dan Bawaslu Jangan Bisu

Kamis, 18 Apr 2019 15:21

Haruskah Generasi Muda Terpapar Games Online?

Haruskah Generasi Muda Terpapar Games Online?

Kamis, 18 Apr 2019 14:37

Bukti Kecurangan, Tim BPN Klaim 02 Menang

Bukti Kecurangan, Tim BPN Klaim 02 Menang

Kamis, 18 Apr 2019 14:21

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Zaman Now

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Zaman Now

Kamis, 18 Apr 2019 13:34

Allah Bersama Hamba yang Selalu Berdzikir

Allah Bersama Hamba yang Selalu Berdzikir

Kamis, 18 Apr 2019 13:24

Banyak Kecurangan di Pilpres?

Banyak Kecurangan di Pilpres?

Kamis, 18 Apr 2019 13:21

Opini Sesat dan Sejarah Quick Count

Opini Sesat dan Sejarah Quick Count

Kamis, 18 Apr 2019 12:21

Walau Merasa Banyak Dirugikan, Prabowo Himbau Pendukung Tenang

Walau Merasa Banyak Dirugikan, Prabowo Himbau Pendukung Tenang

Kamis, 18 Apr 2019 11:21

Pilpres 2019: KPU Jebol, Kedaulatan NKRI Runtuh

Pilpres 2019: KPU Jebol, Kedaulatan NKRI Runtuh

Kamis, 18 Apr 2019 11:14


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X