Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.308 views

Tes Baca Al-Qur'an, Level Presiden?

Oleh : Ifa Mufida*

 

PERHELATAN politik menjelang Pemilu 2019 kian memanas. Kubu petahanan Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiago Uno terus berusaha menunjukkan kelebihan masing-masing. Berbagai cara dan upaya dilakukan untuk meraup suara. Mulai dari bagi-bagi angpau, menyebar foto berkunjung ke pesantren, menyebar foto menjadi imam sholat para kyai, pamer foto infrastruktur jalan tol, dan masih banyak lagi. Di pembuka tahun ini, mengawal masa kampanye pertengahan bulan ini muncul juga ide untuk mengetes paca calon capres dan cawapres untuk membaca Al-Qur'an secara terbuka.

Ide tes membaca Al-Qur'an yang dicetuskan oleh Ikatan Dai Aceh bagi para capres dan cawapres menuai pro dan kontra di kalangan tim kemenangan masing-masing  capres tokoh masyarakat ataupun di masyarakat secara umum. Sebagian masyarakat berpendapat setuju dengan ide ini, dengan anggapan bahwa untuk menguji kualitas calon pemimpin juga untuk mengakhiri polemik tanda tanya soal keislamam bagi Capres dan Cawapres. Ada juga yang tidak setuju karena tidak relevan dan terlalu masuk dalam ruang privat.

Ketika saya mendengar tes baca Al-Qur'an saya langsung terbayang anak-anak SD yang harus dites bacaan Al-Qur'an nya ketika masuk ke sekolah yang baru. Terbayang juga anak-anak usia 3-5 tahun yang belajar dan menghafal Al-Qur'an di Rumah Tahfidz Balita. Pada se-usia mereka memang wajar mengenalkan Al-Qur'an untuk dipelajari cara membaca yang benar atau menghafalkan. Karena jika diajari makna Al-Qur'an secara mendalam baik terjemah, tafsir, atau bagaimana mengamalkan Al-Qur'an pastilah mereka belum mampu. Karena saat usia tersebut mereka masih dalalm proses berkembangnya proses berfikir.

Nah, jika tes baca Al-Qur'an ini diperuntukkan untuk level presiden atau kepala negara, apakah ini relevan? Apakah ini cocok? Yang pada hakikatnya seharusnya level negara itu yaa sudah level bagaimana menerapkan aturan syariat yang ada di dalam Al-Qur'an. Saya justru khawatir jika tes membaca Al-Qur'an akan dijadikan sebagai batu loncatan agar memenangkan suara dalam pemilu dengan mengabaikan isinya. Apalah artinya lancar dalam membaca Al-Qur'an bagi seorang kepala Negara, tapi mereka menolak apa yang diajarkan Al-Qur'an. Apalah artinya jika Al-Qur'an hanya dibaca tetapi para capres-cawapres tidak mau mengambil solusi Islam untuk mengatur tata Masyarakat Indonesia, bahkan justru ada rasa islamophobia kepada Islam, bahkan represif terhadap dakwah Islam?

Ide-ide seperti ini sebenarnya menjadi salah satu bukti bahwa dalam sistem demokrasi saat ini Al-Qur'an hanya sebatas menjadi alat dalam permainan politik untuk memenangkan persaingan di satu sisi, dan keberadaannya dianggap tidak penting di sisi yg lain. Terlebih jika itu hanya sebagai ajang untuk menonjolkan politik identitas, semisal pembuktian bahwa dia seorang muslim, meski di belakang publik justru mendukung kepada kemenangan kaum kafir bahkan melegalkan kebebasan orang-orang yang tidak beragama. Semoga kita dihindarkan dari pemimpin yang demikian. Na'udzubillahi min dzalik.

Al-Qur'an yang mulia adalah firman Allah SWT. Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui wahyu yang dibawa oleh malaikat Jibril, baik lafadz maupun maknanya. Membacanya merupakan ibadah, sekaligus merupakan mukjizat yang sampai kepada kita secara mutawatir. Allah SWT menghadirkan petunjuk berupa Al-Qur'an agar manusia tidak tersesat dari jalan-Nya. Maka bagi siapa yang menerapkan Al-Qur'an dalam kehidupannya, Allah SWT menjamin hidupnya akan berada di dalam kebenaran. Sebagaimana firman Allah SWT : “Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus….” (Q.S Al-Isrâ`: 9).

Begitu juga dalam ayat yang lain, “Dan sebenarnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur'an) untuk mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang beriman ”. ( Q.S Al-A’râf : 52). Demikianlah, Al-Qur'an diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi petunjuk dan rahmat bagi manusia. Tentu saja Rahmat ini akan diwujudkan jika isi Al-Qur'an dilaksanakan dalam seluruh segi kehidupan. Memang, membaca Al-Qur'an adalah berpahala, namun tuntutan Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tapi harus difahami untuk diamalkan.

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia sudah seharusnya menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dan petunjuk bukan sebatas aksesoris keislaman semata. Justru tugas pemimpin negara tak hanya sekedar dituntut untuk membacanya akan tetapi wajib mengaplikasikan isi Al-Qur'an secara kaffah dalam mengurusi rakyatnya. Dalam Islam kepemimpinan dan kekuasaan adalah tanggung jawab. Oleh karena itu besarnya tanggung jawab dan tugas seorang pemimpin di dalam Islam, Allah SWT mempersiapkan balasan yang besar bagi mereka yang mampu menunaikannya dengan baik.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan yang Allah akan dinaungi dalam naungan-Nya pada hari tidak perlindungan kecuali dari-Nya. Dan diantaranya adalah imam yang adil.” (HR Bukhari Muslim). Sebaliknya, Rasulullah SAW menyatakan bahwa kepemimpinan bisa jadi penyesalan di hari kiamat. Beliau berkata kepada Abu Dzar terkait kepemimpinan, “Sesungguhnya (kepemimpinan) itu adalah amanah. Pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi mereka yang menunaikan amanah tersebut sesuai haknya dan menjalankan kewajibannya.” (HR Muslim).

Seorang pemimpin dalam islam memiliki tugas mengimplementasikan Al-Qur'an dengan cara menerapkan syariatNya dan kalimat Allah menjadi yang tertinggi dan ibadah hanya diperuntukkan untuk Allah. Pemimpin yang menerapkan syariat Islam secara kaffah akan Allah turunkan keberkahan di negeri kita tercinta ini, seperti firman Allah SWT: “Andai penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari di langit dan bumi”. (QS Al-Araf :96)

Oleh karena itu, Al-Qur'an tidak sepatutnya hanya digunakan sebagai ajang untuk meraup suara dalam pemilu. Tapi sejatinya yang lebih penting pada capres-cawapres ditanya mau apa tidak kalau mengambil ekonomi Islam dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi, misalnya. Bukan hanya sebatas tes superfisial "membaca" Al-Qur'an. Maka, mari kita campakkan sistem demokrasi sekuler yang jelas secara nyata hanya menjadikan agama sekedar permainan saja bukan sebagai pedoman hidup. Sudah saatnya kita beralih kepada hukum Al-Qur'an untuk menerapkan Islam secara kaffah. Wallahu a’lam bishawab.*Penulis praktisi kesehatan dan pemerhati masalah keumatan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Rusia Uji Coba Rudal Nuklir Antar Benua Selama Latihan Militer di Arktik

Rusia Uji Coba Rudal Nuklir Antar Benua Selama Latihan Militer di Arktik

Jum'at, 18 Oct 2019 15:45

Optimisme Di Tengah Kesulitan

Optimisme Di Tengah Kesulitan

Jum'at, 18 Oct 2019 14:58

Turki Jeda Operasi Anti-Teror di Suriah Utara, Beri YPG Waktu  5 Hari untuk Mundur dari Zona Aman

Turki Jeda Operasi Anti-Teror di Suriah Utara, Beri YPG Waktu 5 Hari untuk Mundur dari Zona Aman

Jum'at, 18 Oct 2019 14:48

Tahfidz akan Diusulkan Jadi Program Nasional

Tahfidz akan Diusulkan Jadi Program Nasional

Jum'at, 18 Oct 2019 14:46

Dandim yang Terdzalimi

Dandim yang Terdzalimi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:55

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Mardani: Janji Ekonomi Tumbuh 7 Persen Harus Dituntaskan Periode Kedua Jokowi

Jum'at, 18 Oct 2019 12:32

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Antara Joker dan Isu Radikalisme

Jum'at, 18 Oct 2019 11:10

Keangkuhan Jenderal

Keangkuhan Jenderal

Jum'at, 18 Oct 2019 10:46

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Hari Pertama Penerapan UU Jaminan Produk Halal, Kantor BPJPH Sepi

Jum'at, 18 Oct 2019 10:18

Prabowo yang Semakin Jauh

Prabowo yang Semakin Jauh

Jum'at, 18 Oct 2019 08:42

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Ceramah UAS Tidak Selaras dengan Jati Diri UGM, Mungkinkah?

Jum'at, 18 Oct 2019 04:39

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dakwah

Kamis, 17 Oct 2019 23:31

Kampus yang Diobok-obok

Kampus yang Diobok-obok

Kamis, 17 Oct 2019 22:36

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Para Pendukung Kelompok Teroris YPG Lukai Warga Negara Turki di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 22:15

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut  Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Gelandang Arsenal Mesut Ozil Sebut Rasisme Masih Jadi Masalah Utama di Jerman

Kamis, 17 Oct 2019 21:45

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

HMK Gelar Launching dan Bedah Buku Sejarah Pemikiran dan Gerakan Politik Persis

Kamis, 17 Oct 2019 21:30

Penyanyi Mualaf Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Penyanyi Mualaf Amerika Serikat Della Miles Dukung Operasi Anti-Teror Turki di Suriah Utara

Kamis, 17 Oct 2019 21:15

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Kamis, 17 Oct 2019 20:41

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Apa Kabar Ali Mochtar Ngabalin?

Kamis, 17 Oct 2019 19:31

Laporan: Israel, Yordania dan Palestina Perkirakan Hamas Akan Menangkan Pemilu

Laporan: Israel, Yordania dan Palestina Perkirakan Hamas Akan Menangkan Pemilu

Kamis, 17 Oct 2019 18:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X