Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.856 views

Pelecehan Simbol Islam, Haruskah Terus Terjadi?

KEMBALI simbol Islam dilecehkan. Perempuan kafir yang mengaku bernama Suzethe Margareth, telah gegerkan publik dengan aksinya yang memakai sepatu dan membawa anjing ke dalam Mesjid Al Munawwaroh Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu 30 Juni 2019.

Pelaku kemudian, ditahan dan berstatus sebagai tahanan Polres Bogor. Namun yang menjadi persoalan, mengapa begitu mudah simbol-simbol Islam dilecehkan. Ada kasus sampul al Quran dijadikan trompet. Lembaran al Quran dijadikan kertas petasan, atau kasus Sukmawati dan Victor Laiskodat.

Dalam sebagian kasus penghinaan simbol Islam selalu muncul alasan tidak sengaja, tidak tahu atau orang gila. Alasan ini sungguh tidak logis. Sungguh aneh jika masih ada yang tidak tahu bahwa masuk ke dalam Mesjid tidak boleh menggunakan sendal apalagi, membawa anjing dengan alasan apapun. Jadi alasan bahwa yang bersangkutan orang gila juga perlu dipertanyaan bagaimana mungkin seorang gila bisa mengendarai Mobil, membawa HP, di mana keluarganya? Jelas sulit diterima nalar. Hal senada juga disampaikan dalam konferensi pers di gedung MUI, Jakarta, Selasa (2/7). https://news.beritaislam.org.

Sering juga muncul respon yang keliru, bahkan kasus yang ada digunakan untuk menyebarluaskan ide-ide “menenangkan” misalnya seruan umat  Islam harus sabar, umat Islam jangan terlalu fanatik, umat Islam harus memperluas tolerasi dan sebagainya atau pernyataan PBNU, yang merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat khususnya umat Islam untuk memaafkan dan menyikapi persoalan tersebut secara dewasa. https://news.beritaislam.org.

Penanganan kasus juga hampir tidak pernah tuntas. Bahkan hukuman yang diberikan juga tidak membuat efek jerah. Sekedar contoh kasus Sukwamati, Victor Laiskodat sekalipun telah dilaporkan tapi sampai sekarang tidak jelas bagaimana kesudahannya. Begitu juga pembakaran bendera Tauhid, atau dikenal dengan panji Rosulullah SAW yaitu Al Liwa dan Arroyah hanya dihukum penjara 10 hari dan denda 2000 rupiah, dihukum bukan karena membakar Panji Rosul atau penistaan agama tapi karena menimbulkan kegaduhan. Bagaimana dengan kasus orang gila masuk mesjid dengan membawa anjing? Meskipun sulit diterima nalar sebagai orang gila, perlakuan istimewa pun akan diberlakukan kepadanya. Bahwa tersangka tetap dilakukan penahanan di Polres Bogor, namun demikian Jika tim dokter menyarankan tersangka untuk dirawat inap, Kepolisian akan memberikan hak kepada tersangka untuk menjalani perawatan. https://Kompas.com, Kamis 4 Juli 2019.  

 

Akar masalahnya Sekularisme

Dengan landasan sekularisme sebagai paham pemisahana agama dari kehidupan dan bernegara, paham liberalisme sebagai paham kebebasan yang tubuh subur dan ini disakralkan. Maka penghinaan terhadap simbol Islam pun lantas dibenarkan sebagai ekspresi dari kebebasan dan bagian dari hak azasi manusia.

Sekularisme mengharuskan negara sekular netral dari agama, tidak boleh memihak agama apapun dan harus melindungi kebebasan. Negara sekular tidak mungkin melindungi kemuliaan agama, khususnya Islam. Kalaupun diproses hukum terhadap penista agama bukan berarti negara berkewajiban melindungi kemuliaan Islam, namun semata-mata untuk mencegah anarkisme, meredahkan kemarahan dan sebagainya.

Namun berbanding terbalik, apabila umat Islam yang ingin melaksanakan perintah agamanya maka kebebasan dan HAM itu tidak berlaku, mereka akan dicap radikal, ekstrimis, teroris dan sebagainya. Lihat saja sikap penguasa yang memojokkan Islam, mengkriminalisasi ulama dan membungkam kebebasan berbicara, misalnya kasus Ustadz Abdul Somad dipersekusi, ustadz Felix Siauw dibubarkan kajiannya. Dimana pembelaan penguasa, dimana pembelaaan sesama muslim?  Tapi ini fakta Ideologi Kapitalis dengan paham sekularisme, liberalismenya tidak akan pernah memberikan tempat kepada umat Islam untuk menjalankan agamanya secara sempurna.

 

Solusi Islam

Negara yang berlandaskan Sekularisme, tidak akan dan tidak dapat diharapakan untuk melindungi kemuliaan Islam, simbol Islam akan terus mengalami penghinaan. Sebab Sekularisme yang menjadi akar masalahnya. Maka tidak ada pilihan, sekularisme serta ide-ide turunannya harus dicampakkan, harus dibuang.

Dalam Islam negara harus dibangun di atas landasan aqidah Islam. Negara wajib melindungi kemuliaan Islam, wajib membina keimanan dan melindungi ketakwaan individu rakyat. Karena dengan ketakwaan individu akan melahirkan sikap mengagungkan Islam, penghinaan terhadap simbol Islam atau syiar-syiar Islam itu tidak akan terjadi. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:

Demikianlah (perintah Allah). Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (TQS al-Hajj (22):32).

Hukuman bagi yang melakukan pelecahan Islam, simbol Islam atau ajaran Islam merupakan dosa besar bahkan bisa menyebabkan pelakunya keluar dari Islam, kemudian juga akan diberikan sanksi yang sangat berat.

Para ulama tidak berbeda pendapat bahwa hukuman bagi penghina Islam adalah hukuman mati jika pelakunya tidak bertobat. Jika pun bertobat, maka hukuman matinya akan gugur tetapi tetap akan disanksi sesuai ketetapan Kholifah dengan melihat tingkat penghinaannya.

Hukuman ini akan memberikan efek jerah. Pelakunya juga tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan orang lain pun juga akan tercegah dari penghinaan terhadap Islam.

Solusi Islam ini hanya akan menjadi wacana apabila tidak diterapkan, yang bisa merealisasikan semua itu hanya negara dengan kepemimpina Islam. Wallah a’lam bi ash-shawab.*

Darni Sanari, SH

Pemerhati Sosial

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X