Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.403 views

Penata Kata Masyarakat Dunia

 

Oleh:

Faris Ibrahim

Mahasiswa jurusan Aqidah- Filsafat Universitas al- Azhar Kairo

SEORANG buruh dari Jerman dapat kesempatan mengadu nasib di Siberia (baca: pertempuran Moskwa). Ia khawatir surat- surat yang dikirimkannnya kepada teman-temannya disadap oleh pemerintah setempat. Mengetahui hal itu, akhirnya ia coba terka jalan keluarnya dengan berusaha mengakalinya.

Berkumpul di suatu tempat, si buruh dan teman- temannya akhirnya bersepakat untuk menyusun suatu siasat. "Ayo kita buat sebuah kode,” dedas si buruh, “kalau surat yang kalian terima saya tulis dengan tinta berwarna biru tandanya suratnya benar, kalau tintanya merah, tandanya suratnya palsu."

Arkian, teman- temannya akhirnya menerima surat yang ditulisnya untuk pertama kali. Kebetulan surat yang ditulisnya itu tintanya berwarna biru, bunyinya: "segalanya menyenangkan di sini: toko-tokonya lengkap, kulinernya aneka cita rasa, apartemennya luas dilengkapi penghangat, wanita- wanitanya jelita. Semuanya bagus, namun sayang satu yang saya tidak temukan di sini: tinta merah. "

Lelucon ini sejatinya Slavoj Žižek tulis untuk menggambar kondisi dunia yang dikuasai oleh sistem kapitalis. Utamanya untuk menyentil sejawatnya yang sosialis untuk bangkit melawan. Dunia memang sedang tidak baik- baik saja di bawah tatanan kapitalisme. Namun karena 'tinta merah' memang sengaja dibuat tidak tersedia, aib- aib kapitalisme menguap begitu saja‒ lenyap.

Aib- aib itu kedap tersiar di media. Kapitalisme mengatur cara manusia berkata- kata. Penulis- penulis kritis tanpa sadar dituntun untuk menjabarkan sisi- sisi yang mesti dituliskan dengan 'tinta biru' saja. Akhirnya manusia dininabobokan oleh rasa merdeka yang palsu. Manusia merasa bebas memang karena tak kuasa menemukan kata- kata untuk mengungkapkan ketidakbebasannya.

Semua yang berkuasa memang belum berasa digdaya kalau belum menguasai kata- kata. Apalah artinya pemenang perang kalau sekadar mengeruk kekayaan alam lalu pulang. Penjajah mesti mengucap salam perpisahan yang membekas di hati sebelum pergi. Memang tidaklah lazim, namun begitulah penjahat‒ selalu meninggalkan jejak sepertimana digubah di cerita- cerita misteri.

Jejak yang sengaja dicetak itu boleh jadi adalah kata- kata yang dimuarakan di pita suara. Penjajah memang sentiasa berusaha sekuat tenaga menata kata- katanya agar selaras dengan kata korbannya. Sepertimana lagu Happy Birthday to You yang dinyanyikan oleh masyarakat dunia beragam bahasa dengan nada yang sama. Begitulah cara Patty Hill dan Mildred J. Hill menempatkan Amerika sebagai penguasa kata- kata di dunia.  

Masyarakat yang menyaru lagu Happy Birthday to You pasti pernah (atau bahkan masih)  melewati masa- masa kelam bersama Amerika. Di setiap perhelatan ulang tahun manusia di seluruh dunia selalu ada paman Sam yang bertepuk tangan di kursi paling belakang. Sambil menyungging senyum kecut, Sam terlihat begitu senang mendengar kata- katanya abadi memperdayai mereka yang bertambah umurnya setiap tahunnya.

Para pemenang perang adalah konduktor di orkestra kata- kata masyarakat dunia. Mereka memandu paduan suaranya untuk melengkingkan kata- kata yang bernada hina. Gambaran itu mengemuka dengan jelas sebagaimana digubah oleh Pramoedya Ananta Toer di Bumi Manusia-nya; ketika Tirto Adhi Soerjo dilecehkan dengan sematan Minke yang merupakan plesetan dari satu jenis binatang.

Penjajah memang terbiasa menyemai kata hina. Saat Mālik bin Nabī bersambang ke sebuah taman di Shanghai‒ tergantung sebuah papan di gerbangnya yang bertuliskan: “tidak boleh masuk ke taman ini: anjing- anjing, dan orang- orang Cina.” Pemerintah Cina sengaja membiarkan papan itu menggelantung begitu saja sebagaimana mestinya‒ sebagai saksi bisu betapa buruknya tutur kata para penjajah yang menyamaratakan anjing dengan bangsanya.   

Kata memang punya kuasa, oleh sebab itu penjajah berusaha mengotak- ngatik kata jajahannya. Tujuannya seperti yang Žižek sampaikan; agar jajahan kehilangan 'tinta merah' untuk menggelorakan pemberontakannya. Kata- kata mereka jadi tidak punya makna di dunia nyata. Kata Malik bin Nabi: “setiap kata yang tidak mengandung embrio vitalitas tertentu hanyalah omong kosong.. yang terkubur di suatu kuburan bernama kamus”

Kata- kata manusia merdeka akhirnya kehilangan kekuatannya. Kata- kata mereka tidaklah menggerakan trinitas sosial yang jadi mesin setiap peradaban. Trinitas itu adalah: manusia (man), pikiran (idea), dan materi (thing). Ketika imam bilang: “lurus dan rapatkan shaf-nya,” bapak- bapak patuh bergerak penuh kesadaran. Sayangnya kesadaran itu tidaklah tercelup ke dalam posisi mobil- mobil mereka di luar masjid‒ yang semraut tidak karuan menghambat jalan.   

Di zaman di mana kata- kata dikuasai oleh pemenang perang, sudah selayaknya setiap persona di dunia bersandar pada kata- kata yang disucikannya. Kata- kata pemenang perang penuh kepalsuan. kata- kata suci adalah satu- satunya yang luhur abadi menjamin kebebasan. Maka dari itu persona- persona Islam harus berpulang pada “kalimatullāhi hiyal ulyā. Dengan kata- kata itulah jaminan kebebasan mereka bisa ternyatakan.

Alih- alih harus meng-islamkan manusia, hari ini persona Islam juga dituahkan untuk meng-islamkan kata- kata. Semangat itulah yang digelorakan Syed Naquib al- Attas menceritakan dakwah Islam di masa- masa permulaannya. Islamisasi bahasa adalah keniscayaan yang mesti terulang di masa kini, kata al- Attas:

“Bahasa pertama yang mengalami Islamisasi adalah bahasa Arab itu sendiri. Di mana bahasa Arab setelah turunnya al- Qur’an menjadi bahasa Arab “baru” dan tersempurnakan, yang memuat konsep- konsep dasar Islam, yang tidak berubah dan dipengaruhi perubahan sosial.”  

Kata adalah dutanya pemikiran. Para penjajah mewariskan kata pada jajahan agar pemikirannya tetap tinggal walaupun tank- tank mereka telah angkat kaki pergi. Maka dari itu, warisan kata yang mereka tinggalkan haruslah disucikan. Hanya dengan cara itulah persona- persona Islam dapat menggariskan 'tinta- tinta merah'-nya untuk dapat bangkit melawan ketidakadilan yang ditelurkan oleh mereka para penguasa kata- kata.

Sampai tiba waktunya kata- kata Islam kembali berkuasa, saat itulah pemenang perang akan menyadari usahanya ternyata sia. Kata- kata yang mereka paksakan lekat di pita- pita suara pemuda yang berpandangan alam Islam (worldview of Islam) hanya akan membentur kehampaan. Semua kata- kata manusia yang beredar di muka bumi pada akhirnya hanyalah nisbi. Semesta kata manusia akan berbondong- bondong tunduk pada kata- kata suci yang dijanjikan menang.

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang- orang musyrik membencinya.” (As- Shaf: 9)

Allāhu A’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Selasa, 19 Jan 2021 00:28

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Senin, 18 Jan 2021 23:34

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

Senin, 18 Jan 2021 22:59

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Senin, 18 Jan 2021 22:34

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Senin, 18 Jan 2021 22:28

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Senin, 18 Jan 2021 22:15

Zainab bint Jahsy, Sang Ummul Mukminin yang Produktif

Zainab bint Jahsy, Sang Ummul Mukminin yang Produktif

Senin, 18 Jan 2021 22:10

Setiap Jiwa Milik Allah

Setiap Jiwa Milik Allah

Senin, 18 Jan 2021 22:02

Yayasan Waqaf Haroen Aly Gelar Pelatihan dan Workshop Perangkat Pembelajaran

Yayasan Waqaf Haroen Aly Gelar Pelatihan dan Workshop Perangkat Pembelajaran

Senin, 18 Jan 2021 21:53

Menakar Vaksinasi Sebagai Solusi

Menakar Vaksinasi Sebagai Solusi

Senin, 18 Jan 2021 21:49

Khawatir Serangan Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Yang Terlibat Pengamanan Pelantikan Biden

Khawatir Serangan Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Yang Terlibat Pengamanan Pelantikan Biden

Senin, 18 Jan 2021 21:47

Kapal Kemanusiaan untuk Darurat Bencana

Kapal Kemanusiaan untuk Darurat Bencana

Senin, 18 Jan 2021 21:38

Awal Tahun Bencana Beruntun, Mana Relawan Gerak Cepatnya?

Awal Tahun Bencana Beruntun, Mana Relawan Gerak Cepatnya?

Senin, 18 Jan 2021 16:29

DPR Harus Bongkar Komitmen Cakapolri Tak Kerja Demi Penguasa

DPR Harus Bongkar Komitmen Cakapolri Tak Kerja Demi Penguasa

Senin, 18 Jan 2021 14:32

Pembunuhan Politik

Pembunuhan Politik

Senin, 18 Jan 2021 14:26

Turki Berencana Buka Kembali Sekolah Mulai 15 Februari

Turki Berencana Buka Kembali Sekolah Mulai 15 Februari

Senin, 18 Jan 2021 14:00

Gubernur Mandera: Al-Shabaab Kuasai Sebagian Besar Timur Laut Kenya

Gubernur Mandera: Al-Shabaab Kuasai Sebagian Besar Timur Laut Kenya

Senin, 18 Jan 2021 13:23

Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Batasi Kepemilikan Lahan

Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Batasi Kepemilikan Lahan

Senin, 18 Jan 2021 09:52

Fraksi PKS Kembali Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana

Fraksi PKS Kembali Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana

Senin, 18 Jan 2021 09:15

Cintai Ibumu Tanpa Tapi, Tanpa Nanti

Cintai Ibumu Tanpa Tapi, Tanpa Nanti

Senin, 18 Jan 2021 08:57


MUI

Must Read!
X