Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.612 views

Akhiri Kezaliman terhadap Pasien Covid-19

 

Oleh:

Irma Setyawati, S.Pd 

Aktivis Muslimah Pasuruan

 

DATANGNYA musibah covid-19 adalah sesuatu yang di luar kekuasaan kita sebagai manusia sebagaimana musibah banjir, tanah longsor, gempa bumi, dll yang tidak memandang siapapun bisa menjadi korbannya, baik itu orang yang baik maupun orang yang buruk. Maka tidak selayaknya kita menyaksikan adanya diskriminasi terhadap pasien, keluarga dan tenaga medis berupa cap negatif, pengucilan dan pengusiran dari kos hingga penolakan jenazah covid-19 karena takut tertular.

Diskriminasi ini terjadi  tidak lepas dari minimnya pemahaman yang benar di tengah  masyarakat terhadap virus covid-19 itu sendiri dan  bagaimana cara-cara penyebarannya hingga status positif covid-19 ketika meninggal apakah jenazahnya masih berpeluang untuk menularkan virus  ke yang hidup,dll. Kepanikan berlebihan itulah yang menimpa masyarkat saat ini sehingga mereka berhalusinasi terhadap sesuatu tanpa ada bukti  ilmiyahnya.

Dalam kondisi yang seperti ini perlu ada pemberian edukasi yang massif dan merata di tengah masyarakat yang di lakukan oleh negara lewat perangkat dan aparaturnya untuk memberi gambaran jelas hakikat covid-19, penularannya dan pencegahannya. Termasuk bagaimana memperlakukan jenazah covid-19. Sehingga masyarakat tidak mencari sendiri-sendiri lewat media social yang tentunya diragukan kebenarannya.

Selain pemahaman akan hakikat secara ilmiah tentang covid-19. Masyarakat juga harus mendapatkan edukasi berupa pemahaman-pamahaman agama tentang bagaimana orang yang terkena wabah dan bagiamana orang yang sehat memposisikan saudaranya yang terkena wabah. Maka Syariat Islam mengajarkan bahwa yang terkena wabah dia harus ridlo mengkarantina dirinya agar tidak menularkan virus kepada yang lainnya. Bahkan ada pahala syuhada jika dia mengkarantina diri.

Dan bagi yang sehat, di satu sisi  Islam mengajarkan untuk tidak berinteraksi secara fisik dengan yang terkena wabah . Akan tetapi di sisi yang lain Islam mendorong bersikap ta’awun (saling tolong menolong) untuk memabantu pemenuhan kebutuhan saudaranya yang terkena wabah. Sehingga secara fisik dan psikis orang yang terkena wabah dan masyarakat yang sehat sama-sama merasakan ketenangan.

Selain itu juga perlu ada pandangan positif yang di bangun di tengah-tengah masyarakat terhadap orang yang meninggal karena terkena wabah. Agar mereka memuliakannya, bukan malah menghinakannya. Apalagi sampai menolak pemakamannya. Karena Allah SWT sendiri menyebut orang yang meninggal karena terkena wabah, mereka adalah syuhada’ akhirat (jika mereka muslim dan meninggal dalam keadaan terikat dengan aturan Allah SWT).

Syuhada akhirat adalah orang yang meninggal tidak karena  berperang di jalan Allah SWT di dunia. Akah tetapi di akhirat dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang meninggal di jalan Allah SWT. Maka sudah selayaknya mereka di hormati.

Sebagaimana layaknya jenazah yang lainnya, jenazah covid-19 harus mendapat perlakuan dan hak-hak yang sama dari orang yang masih hidup yaitu di mandikan, di kafani, di sholati dan di makamkan. Walaupun protokolnya berbeda dengan jenazah selain covid-19 sebagai bentuk kehati-hatian saja. Walaupun hingga hari ini tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa jenazah covid-19 akan tetap bisa menularkan virusnya ke orang yang masih hidup.

Tentunya agar tidak terjadi kezaliman di tengah masyarakat terhadap ODP, PDP, positif covid-19 hingga jenazahnya. Maka dibutuhkan peran masyarakat, ulama’ bahkan negara yang tentunya memiliki perangkat seperti media massa, aparatur negara ,dll yang mengedukasi bahkan menjerat secara hukum ketika ada di tengah masyarakat yang main hakim sendiri terhadap mereka-mereka yang terkena wabah.

InshaAllah dengan edukasi dan pengawalan ketat oleh  negara sebagai penjaga keamanan dan ketenangan di tengah masyarkat, maka musibah covid ini segera berakhir, termasuk musibah berupa diskriminasi. Wallahu a’lam bis shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X