Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.871 views

Rohingya: Nestapa Umat Tanpa Persatuan

Oleh: Amalidatul Ilmi

(Mahasiswi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Ampel Surabaya)

Siapa yang tak geram, marah hingga naik darah apabila orangtua, saudara atau keluarganya yang dilukai? Pasti tidak akan tahan untuk meminta pertanggungjawaban bahkan balasan setimpal atas perbuatan yang telah dilakukan. Apalagi jika yang dilukai tidak melakukan kesalahan. Ya ini adalah hal yang wajar, karena tak bisa dipungkiri rasa keinginan akan keadilan selalu ada bagi siapapun.

Begitu banyak berita yang berseliweran di berbagai media tentang pembantaian di Rohingya. Mulai dari orang tua, remaja, anak-anak, hingga bayi semua menjadi sasaran kebiadaban tentara Myanmar. Tanpa ada rasa belas kasihan mereka membakar pemukiman muslim Rohingya, membunuh warga secara membabi buta.

Muslim lainnya yang mampu lolos dari kejaran tentara berhamburan menyelamatkan diri. Mereka pergi meninggalkan tempat tinggalnya tanpa bekal apapun selain pakaian yang melekat dibadan. Identitas diri mereka pun tak punya. Jangankan memikirkan makanan karena perut yang lapar, mereka hanya sehela nafas antara hidup dan mati.

Coba bayangkan betapa besar rasa trauma anak-anak yang mengalami pembantaian disana? Melihat orangtua, kakak, adik atau keluarganya yang mati dihadapannya. Betapa tidak berdayanya mereka? Saya fikir semua orang tak akan sanggup melihat yang demikian itu.

Mereka tidak mendapakan kehidupan yang layak sebagaimana mestinya. Tanpa akses pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan lain sebaginya. Mereka hidup susah dengan keimanan yang terus terjaga.

 

Akar Masalah Rohingya

Hal tersebut terjadi pasti ada penyebab yang menjadi akar permasalahannya. Setidaknya ada tiga akar masalah yang menjadi penyebab utama:

1) Kolonialisme

Hadirnya Inggris yang menjajah anak Benua Asia yang terbentang dari India hingga Burma (Myanmar) menjadi awal penderitaan Muslim Rohingya. Inggris melakukan politik adu domba antara Muslim dengan Hindu India dan antara Muslim, Kristen, Budha di Burma. Maka ketika Inggris memberikan kemerdekaan kepada Burma tahun 1948, bibit ini (adu domba) yang dilakukan Inggris menjadi konflik yang berkepanjangan hingga mengarah kepada etnic cleansing.

 

2) Nasionalisme dan Kepentingan Nasional (National Interest)

Sekat ini menjadikan solidaritas sesama muslim di dunia tidak terbangun. Negara-negara terdekat menjadi enggan membantu. Berbagai upaya masyarakat yang menuntut tindakan bantuan kongkrit dari pemerintah di negeri-negeri muslim lainnya juga dianggap seperti angin lalu. Justru ada yang mengatakan jangan membawa konflik luar negeri jadi beban Negara. Seolah ini bukan masalah serius yang harus ditangani oleh kekuatan global.

Padahal jelas Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an di surah Al-Anfal 72

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

 

3) Sekularisme

Racun mematikan yang selalu di kedepankan hanyalah masalah humanity. Tidak boleh ada solidaritas agama. Padahal umat Budha di Myanmar mendiskriminasi Muslim Rohingnya karena alasan solidaritas Agama. Jadi, ini bukan sekedar masalah kemanusian.

Apabila ingin menyelesaikan masalah dengan tuntas maka cabut hingga akarnya. Bantuan donasi tidak akan cukup karena belum bisa menjamin terhentinya pembantaian Muslim Rohingya. Umat Islam harus segera sadar akan pentingnya bersatu dibawah kepemimpinan yang satu. Dipimpin oleh pemimpin yang rela berjuang demi umat bukan karena uang. Agar penderitaan Muslim dimanapun takkan pernah ada kembali. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

Latest News
Yang Tuduh Ulama/Tokoh Islam Radikal dan Lakukan Persekusi Makin Minus Popularitas

Yang Tuduh Ulama/Tokoh Islam Radikal dan Lakukan Persekusi Makin Minus Popularitas

Jum'at, 19 Jan 2018 06:15

Kritik Nazarudin, Politisi Demokrat, Andi Arief

Kritik Nazarudin, Politisi Demokrat, Andi Arief "serang" Fahri Hamzah

Jum'at, 19 Jan 2018 05:15

Ulama Saudi Syaikh Abdul Muhsin Al-Tuwaijiri Meninggal Ditembak Saat Berdakwah di Guienea

Ulama Saudi Syaikh Abdul Muhsin Al-Tuwaijiri Meninggal Ditembak Saat Berdakwah di Guienea

Kamis, 18 Jan 2018 22:36

Gradasi dan Degradasi Filsafat Islam

Gradasi dan Degradasi Filsafat Islam

Kamis, 18 Jan 2018 22:25

Suriah Ancam Tembak Jatuh Jet Tempur Turki Jika Berani Serang Afrin dan Manbij

Suriah Ancam Tembak Jatuh Jet Tempur Turki Jika Berani Serang Afrin dan Manbij

Kamis, 18 Jan 2018 22:05

Pelecahan Seksual terhadap Muslimah di Solo Bagai Teror

Pelecahan Seksual terhadap Muslimah di Solo Bagai Teror

Kamis, 18 Jan 2018 21:56

Janji Jokowi Menata Kampung dan Becak Mulai Ditunaikan Anies-Sandi

Janji Jokowi Menata Kampung dan Becak Mulai Ditunaikan Anies-Sandi

Kamis, 18 Jan 2018 21:34

Jangan Pernah Berpikir bahwa dengan Kriminalisasi Ulama Ghirah Umat Islam Kendur

Jangan Pernah Berpikir bahwa dengan Kriminalisasi Ulama Ghirah Umat Islam Kendur

Kamis, 18 Jan 2018 21:29

Ide Radikal LGBT: Alat Politik Penjajah

Ide Radikal LGBT: Alat Politik Penjajah

Kamis, 18 Jan 2018 21:24

Ulama/Ustaz Diperiksa, Dewan Syuro PBB: Jangan Gentar, Kebatilan Pasti Tumbang

Ulama/Ustaz Diperiksa, Dewan Syuro PBB: Jangan Gentar, Kebatilan Pasti Tumbang

Kamis, 18 Jan 2018 21:03

Usai Diperiksa, Ustadz Zulkifli Diperbolehkan Pulang

Usai Diperiksa, Ustadz Zulkifli Diperbolehkan Pulang

Kamis, 18 Jan 2018 20:58

Militer Israel Keluarkan 1000 Lebih Perintah Penahanan Administratif Selama 2017

Militer Israel Keluarkan 1000 Lebih Perintah Penahanan Administratif Selama 2017

Kamis, 18 Jan 2018 20:45

Militer Filipina Peringatkan Masuknya Jihadis Asing ke Mindanao dengan Menyamar

Militer Filipina Peringatkan Masuknya Jihadis Asing ke Mindanao dengan Menyamar

Kamis, 18 Jan 2018 19:45

Ratusan Umat Islam Kawal Pemeriksaan Ustadz Zulkifli

Ratusan Umat Islam Kawal Pemeriksaan Ustadz Zulkifli

Kamis, 18 Jan 2018 16:45

FOTO: Ini Dia Suasana Dukungan Ustadz Zulkifli Ali sebelum diperiksa BARESKRIM

FOTO: Ini Dia Suasana Dukungan Ustadz Zulkifli Ali sebelum diperiksa BARESKRIM

Kamis, 18 Jan 2018 15:39

Ashraf Ghani Akui Militer Afghanistan Tidak Akan Bertahan Lebih Dari 6 Bulan Tanpa Bantuan AS

Ashraf Ghani Akui Militer Afghanistan Tidak Akan Bertahan Lebih Dari 6 Bulan Tanpa Bantuan AS

Kamis, 18 Jan 2018 15:30

[VIDEO-3] SOLUSI UI: Cerita Eep Dituduh Jatuhkan Jokowi Dengan Video Editan

[VIDEO-3] SOLUSI UI: Cerita Eep Dituduh Jatuhkan Jokowi Dengan Video Editan

Kamis, 18 Jan 2018 15:12

[VIDEO-2] Diskusi SOLUSI UI: Survei Cuma 30%, Perlu Tingkatkan Kualitas Parpol Islam

[VIDEO-2] Diskusi SOLUSI UI: Survei Cuma 30%, Perlu Tingkatkan Kualitas Parpol Islam

Kamis, 18 Jan 2018 15:08

[VIDEO-1] Diskusi SOLUSI UI 2018: Menakar Kekuatan Politik Islam 2018-2019

[VIDEO-1] Diskusi SOLUSI UI 2018: Menakar Kekuatan Politik Islam 2018-2019

Kamis, 18 Jan 2018 15:03

Ulama Kembali Dikriminalisasi, Forjim Ajak Jurnalis Muslim Lawan Diskriminasi Hukum

Ulama Kembali Dikriminalisasi, Forjim Ajak Jurnalis Muslim Lawan Diskriminasi Hukum

Kamis, 18 Jan 2018 14:31


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X