Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.540 views

IMM: UU MD3 Lonceng Kematian Demokrasi

JAKARTA (voa-islam.com), Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM),Muhammad Solihin menilai pensahan revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) adalah kematian demokrasi di Indonesia.

"Lonceng kematian demokrasi telah diperdengarkan dalam rapat paripurna yang resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3)," kata Solihin dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menurut Solihin, pengesahan UU MD3 terkesan sangat terburu-buru dan menghasilkan  suatu produk hukum yang cenderung prematur.

Hal itu, katanya, dibuktikan dengan munculnya berbagai penolakan dan perlawanan dari masyarakat, ormas, termasuk diantaranya oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Lebih dari, lanjutnya, hasil rapat paripurna akan menjadikan DPR sebagai Lembaga super power yang sulit disentuh oleh proses hukum. Anggota DPR tidak dapat diperiksa tanpa adanya izin Presiden dan pertimbangan dari MKD. Hal itu tertuang dalam Pasal 245. 

"Selain itu, kewenangan DPR diperkuat dalam Pasal 74 yang mengatur wewenang memberikan rekomendasi dan berhak melayangkan hak interpelasi, hak angket, serta hak menyatakan pendapat dan mengajukan pertanyaan bila rekomendasi itu tak dilaksanakan,"jelasnya.

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) juga bisa mengambil langkah hukum apabila ada yang merendahkan kehormatan Dewan atau anggotanya. Anggota, hal tersebut diatur dalam Pasal 122 huruf K. Berikut adalah kutipan pasal tersebut:

"Mengambil langkah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR,"kutipnya.

Selain itu, sambung Solihin, DPR juga punya hak imunitas diatur dalam Pasal 224 ayat 1 UU MD3, yakni tidak bisa dituntut di depan pengadilan karena pernyataannya, pertanyaan, dan atau pendapat yang dikemukakan secara lisan atau tertulis di dalam rapat DPR atau di luar rapat DPR yang berkaitan dengan fungsi serta wewenang dan tugas DPR.

"Beberapa kewenangan di atas sangat bertentangan dengan prinsip negara demokrasi yang menjamin hak rakyat untuk menyampaikan pendapat dimuka umum,"tukasnya.

Solihin menegaskan, harus dipahami bahwa hukum yang efektif adalah hukum yang bersumber dari respon publik, dan salah satu respon publik dapat tersampaikan melalui kritik baik itu secara lisan ataupun tulisan.

Ia berpendapat revisi UU MD3 ini terkesan otoriter dan anti kritik, sehingga cenderung menggambarkan bahwa demokrasi telah mati di Republik Indonesia.

"Kriminalisasi terhadap masyarakat yang kritis, ketimpangan penegakan hukum, adalah fenomena yang akan terjadi dimasa yang akan datang seiring dengan disahkannya Undang-undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) pada rapat paripurna, Senin (14/2/2018),"bebernya.

Akhirnya,  IMM mengajak kepada segenap masyarakat yang peduli terhadap bangsa ini agar mengambil langkah konkrit untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi sebagai bentuk upaya pemenuhan rasa keadilan yang mulai dikebiri oleh para elit politik, mulai menutup ruang komunikasi dengan cara mengesahkan UU MD3.


Poin Substansi UU MD3

Berikut adalah 14 point substansi yang dimuat dalam hasil revisi UU MD3, yaitu:

1. Penambahan pimpinan MPR DPR dan DPD serta penambahan wakil pimpinan MKD.

2. Perumusan kewenangan DPR dalam bahas RUU yang berasal dari presiden dan DPR maupun diajukan oleh DPD.

3. Penambahan rumusan tentang pemanggilan paksa dan penyanderaan terhadap pejabat negara atau warga masyarakat secara umum yang melibatkan kepolisian

4. Penambahan rumusan penggunaan hak interpelasi, hak angket, hak mengatakan pendapat kepada pejabat negara.

5. Menghidupkan kembali badan akuntabilitas keuangan negara.

6. Penambahan rumusan tentang kewenangan dalam Baleg dalam penyusunan RUU tentang pembuatan laporan kinerja inventarisasi masalah di bidang hukum.

7. Perumusan ulang terkait tugas dan fungsi MKD.

8. Penambahan rumusan kewajiban mengenai laporan hasil pembahasan APBN dalam rapat pimpinan sebelum pengambilan keputusan pada pembicaraan tingkat 1.

9. Pembahasan rumusan mekanisme pemanggilan WNI secara paksa dalam hal tidak memenuhi pemanggilan panitia angke

10. Penguatan hak imunitas anggota DPR dan pengecualian hak imunitas 

11. Penamabahan rumusan wewenang tugas DPD dalam pantau dan evaluasi raperda dan perd/a

12. Penambahan rumusan kemandirian DPD dalam rumusan anggaran

13. Penambahan rumusan Badan Keahlian Dewan (BKD)

14. Penambahan rumusan mekanisme pimpinan MPR DPR dan alat kelengkapan dewan hasil pemilu 2014 dan ketentuan mengenai mekanisme penetapan. (bilal/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Pangeran Saudi yang Diasingkan Serukan Kudeta Gulingkan Raja Salman

Pangeran Saudi yang Diasingkan Serukan Kudeta Gulingkan Raja Salman

Rabu, 23 May 2018 22:53

Pasukan Teroris Assad Jarah Properti Milik Warga yang Menungsi dari Kamp Yarmouk

Pasukan Teroris Assad Jarah Properti Milik Warga yang Menungsi dari Kamp Yarmouk

Rabu, 23 May 2018 22:08

2 Rakaat Fajar Harus Dijaga di Ramadhan

2 Rakaat Fajar Harus Dijaga di Ramadhan

Rabu, 23 May 2018 17:00

Adil Menilai Social Experiment Peluk Pria Berjenggot & Wanita Bercadar

Adil Menilai Social Experiment Peluk Pria Berjenggot & Wanita Bercadar

Rabu, 23 May 2018 15:32

6 Catatan Kritis untuk Revisi UU Terorisme; Substansinya Lebih Otoriter

6 Catatan Kritis untuk Revisi UU Terorisme; Substansinya Lebih Otoriter

Rabu, 23 May 2018 15:20

Begini Cara Mendidik Anak Yang Bandel

Begini Cara Mendidik Anak Yang Bandel

Rabu, 23 May 2018 15:00

Cukur Rambut dan Potong Kuku Batalkan Puasa? Ini Jawaban Syaikh Ibnu Bazz

Cukur Rambut dan Potong Kuku Batalkan Puasa? Ini Jawaban Syaikh Ibnu Bazz

Rabu, 23 May 2018 14:29

[VIDEO] Indonesia Halal Watch: Sate Senayan Belum Bersertifikat Halal

[VIDEO] Indonesia Halal Watch: Sate Senayan Belum Bersertifikat Halal

Rabu, 23 May 2018 13:11

Masyarakat Punya Saringan Sendiri Memilih Mubaligh

Masyarakat Punya Saringan Sendiri Memilih Mubaligh

Rabu, 23 May 2018 11:25

LPAI: Negara Harus Lindungi Anak Yang Terpapar Terorisme

LPAI: Negara Harus Lindungi Anak Yang Terpapar Terorisme

Rabu, 23 May 2018 10:59

Ruang Gelap Dunia Maya

Ruang Gelap Dunia Maya

Rabu, 23 May 2018 10:55

Abu Rusydan: Aturan Apapun Tak Jalan Saat Tangani Terorisme

Abu Rusydan: Aturan Apapun Tak Jalan Saat Tangani Terorisme

Rabu, 23 May 2018 10:54

Laporan: Ekspor 'Bedak Bayi' Bantu Pendanaan Islamic State (IS) Di Afghanistan

Laporan: Ekspor 'Bedak Bayi' Bantu Pendanaan Islamic State (IS) Di Afghanistan

Rabu, 23 May 2018 08:30

HRW: Dalam 3 Bulan Militer Mesir Hancurkan 3600 Bangunan Milik Warga di Sinai

HRW: Dalam 3 Bulan Militer Mesir Hancurkan 3600 Bangunan Milik Warga di Sinai

Rabu, 23 May 2018 06:57

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Rabu, 23 May 2018 00:12

Ini 3 Bekal Manusia sejak Awal Penciptaan

Ini 3 Bekal Manusia sejak Awal Penciptaan

Selasa, 22 May 2018 23:34

Tak Ada yang Mampu Tahan Rahmat Allah

Tak Ada yang Mampu Tahan Rahmat Allah

Selasa, 22 May 2018 22:46

Demontran Palestina di Tepi Barat Lempari Delegasi AS dengan Telur

Demontran Palestina di Tepi Barat Lempari Delegasi AS dengan Telur

Selasa, 22 May 2018 18:00

Jubir Koalisi Pimpinan Saudi: 85% Yaman Telah Dibebaskan dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Jubir Koalisi Pimpinan Saudi: 85% Yaman Telah Dibebaskan dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Selasa, 22 May 2018 17:00

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Selasa, 22 May 2018 15:54


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X