Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
25.788 views

GEMPUR: Ada Dugaan Korupsi Emirsyah Sattar & Istri di Garuda Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - Seruan aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Indonesia (GEMPUR) kepada Seluruh Rakyat Indonesia untuk menangkap dan seret Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Sattar dan istrinya Sandrina Abubakar pada hari Selasa tanggal 6 Mei 2014 jam 10.30 Wib - Selesai.

Diduga Emirsyah Sattar dan istrinya Sandrina Abubakar melakukan tindakan korupsi pada Garuda Indonesia. Demikian laporan GEMPUR

Massa menuntut KPK untuk menangkap Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Sattar dan orang dekatnya, Junaidi, karena terindikasi melakukan korupsi dalam transaksi pembelian 11 Pesawat Jenis Boeing dan Airbus sebesar US$ 1,7 milyar via ICBC Limiten China. Menurut koordinator aksi Mato Mony, dalam pembelian itu, ES menerima komisi sebesar US$ 55 juta atau Rp 650 milyar.

“Ada lagi kasus korupsi Emirsyah Sattar dan Junaidi dalam transaksi pengadaan pesawat Baling Turboprop jenis ATR sebanyak 25 Unit sebesar US$ 870 juta. Emirsyah diduga terima kic back sebesar US$ 25 juta,” kata Mony di depan gedung KPK.

GEMPUR Merilis daftar korupsi sebagai berikut:

1) Ada dugaan korupsi Emirsyah Sattar dan Junaidi pada pembelian 11 pesawat Boeing / Airbus sebesar USD 1.7 miliar via ICBC Limited China. Sattar terima komisi USD 55 juta atau Rp. 650 miliar. 

2. Korupsi Emirsyah Sattar dan Junaidi pembelian 25 ATR72-600 USD 870 juta, Emirsyah Sattar cs diduga terima kick back USD 25 juta.

3. Emirsyah Sattar terima suap bermodus no claim bonus USD 3.5 juta dari Budi Tjahjono Dirut PT  Jasindo per tahun.

4. Sandrina Abubakar istri Dirut Garuda terlibat monopoli ticketing, promosi dan iklan di Garuda. Gayanya mengalahkan Ibu Negara Ani Yudhoyono hanya gara-gara pernah suap Ibu Negara lukisan seharga Rp. 3 miliar. Sandrina terkenal ikut campur dan menentukan promosi para karyawan Garuda. Menentukan pemenang tender proyek dan jadi Ratu Garuda Indonesia.

5. Emirsyah Sattar dan istrinya Sandrina menikmati uang haram hasil korupsi di Garuda 700 miliar lebih dgn naik ferari seharga 4.8 miliar, pesta wine dan cigar, beli rumah mewah jutaan USD di London, Sydney, Singapura, dll

6. Untuk amankan korupsinya, Dino Pattidjalal, Gita Wirjawan, M Lutfi dan keluarga cikeas disumpal suap oleh Emirsyah sattar.

7. Disebut-disebut Emirsyah Sattar suap Ibu Ani SBY dengan lukisan seharga Rp. 3 miliar Itulah sebagian penderitaan Garuda Indonesia selama dipimpin raja emir sattar dan ratu sandrina sampai saham garuda anjlok, garuda rugi dan menuju bangkrut. Gantung Sattar dan Sandrina!!! Selamatkan Garuda!!!

Selamatkan Indonesia!! -GEMPUR Indonesia-Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamkan dirinya Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Indonesia (GEMPUR) menggelar demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (7/5).

Dalam aksinya itu, mahasiswa menuntut agar KPK menindak direktur Garuda Indonesia Emirsyah Sattar, dan Junaidi (orang dalam Garuda) diduga korupsi atas pembelian 11 pesawat Boeing / Airbus sebesar USD 1.7 miliar via ICBC Limited China. Sattar diduga terima uang komisi USD 55 juta atau Rp 650 miliar.
 
Ketua Gempur Ibnu Misbakhul Hayat mengatakan, pihaknya meminta kepada pimpinan KPK untuk segera mengambil alih dugaan praktek korupsi tersebut.
 
Selain Sattar, Ibnu juga membeberkan bahwa istrinya Sandrina Abubakar terlibat monopoli ticketing, promosi dan iklan di Garuda. Gayanya mengalahkan Ibu Negara Ani Yudhoyono hanya gara-gara pernah suap Ibu Negara lukisan seharga Rp3 miliar.
 
"Sandrina terkenal ikut campur dan menentukan promosi para karyawan Garuda. Menentukan pemenang tender proyek dan jadi Ratu Garuda Indonesia," bebernya kepada Aktual.co di depan gedung KPK.
 
Ibnu mengatakan, dugaan korupsi yang dilakukan Sattar di Garuda Indonesia terbilang banyak. Namun kata dia, skandal tersebut tidak pernah di ungkap ke publik.
 
"PT garuda saat ini mengalami kebobrokan, dimana kita liat saham perhari ini anjlok sahamnnya, untuk itu kita mensuarakan supaya KPK harus segera mengusut dan segera menangkap Satar dan istrinnya sandrina," terangnya.
 
Ibnu menambahkan, gerakan hari ini yang pertama, tetapi akan menggelar aksi lanjutan hingga kasus ini di tangani oleh KPK.
 
"Kita akan melakukan aksi lanjutan, hari ini kita sedang menyusun data-data terkait kasus tersebut, dan akan kita serahkan data itu ke pimpinan KPK untuk di pelajari," tutupnya.
 
Diketahui, Gempur akan melanjutkan aksinya ke kantor BUMN dan titik akhir aksi ke Istana Negara. [gempur/am/aktual/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Sabtu, 17 Apr 2021 20:46

Benteng Ummat Islam

Benteng Ummat Islam

Sabtu, 17 Apr 2021 13:14

Berharap kepada Allah

Berharap kepada Allah

Sabtu, 17 Apr 2021 12:59

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Sabtu, 17 Apr 2021 12:44

Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa

Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa

Sabtu, 17 Apr 2021 12:27

MUI dan PKS Disebut Miliki Kesamaaan Ruh Perjuangan dalam Melayani Umat

MUI dan PKS Disebut Miliki Kesamaaan Ruh Perjuangan dalam Melayani Umat

Sabtu, 17 Apr 2021 12:02

Ramadhan, Momentum Pas Berhenti Merokok

Ramadhan, Momentum Pas Berhenti Merokok

Sabtu, 17 Apr 2021 11:40

Silaturahim Kebangsaan PKS dan PPP Hasilkan 7 Poin Kesepahaman Bersama

Silaturahim Kebangsaan PKS dan PPP Hasilkan 7 Poin Kesepahaman Bersama

Sabtu, 17 Apr 2021 11:35

Percepat Layanan Halal, BPJPH-LPPOM MUI Siapkan Integrasi SIHALAL-CEROL

Percepat Layanan Halal, BPJPH-LPPOM MUI Siapkan Integrasi SIHALAL-CEROL

Sabtu, 17 Apr 2021 11:25

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Sabtu, 17 Apr 2021 06:28

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Jum'at, 16 Apr 2021 23:56

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Jum'at, 16 Apr 2021 23:10

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Jum'at, 16 Apr 2021 22:05


MUI

Must Read!
X