Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
64.428 views

Lelucon Jokowi & Romo Benny, Siapa Plagiat 'Revolusi Mental' di Kompas & Sindo

JAKARTA (voa-islam) - Lelucon demi lelucon terus diperagakan Jokowi, tak hanya gaya berpakaian yang terkesan merakyat tapi hatinya diselimuti kepentingan asing dan 'aseng'.

Seperti ramai diberitakan media-media, artikel opini berjudul sama 'Revolusi mental' ramai dibicarakan karena dimuat di dua media koran nasional yakni Kompas dan Sindo dengan judul yang sama yakni “Revolusi Mental” yang diterbitkan pada edisi Sabtu (10/5).

Bahkan di kaskus di komentari 'revolusi mental' ala Jokowi ini ketinggian,"
Ngajari rakyat dengan konsep "Revolusi Mental" ... itu ketinggian, bapak! Kasus ini saja, kalau ternyata merupakan sebuah plagiat, itu saja sudah menunjukkan bahwa pelakunya bermental maling, mengambil atau meng-'copy paste' idea orang lain, lalui diakui sebagai miliknya atau ideanya, tentu dengan merubah sedikit disana-sini biar kagak kelihatan betul seni tepu-menipunya!"

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/536f7169ac07e72d7e8b4570/artikel-quotrevolusi-mentalquot-jokowi-amp-benny-susetyo-di-kompas-amp-sindo-siapa-plagiat/

Benny sendiri menulis artikelnya di koran Sindo. Sementara, Jokowi menulis artikelnya di koran Kompas. Keduanya, menulis dengan judul yang sama yaitu “Revolusi Mental”.

Menurut pastor dan aktivis pendiri Setara Institute ini menjelaskan, bahwa artikel “Revolusi Mental” yang ditulisnya sudah dikirim tiga minggu sebelum diterbitkan.

“Tulisan saya sudah dikirim tiga minggu sebelumnya. Tidak tahu,  kok baru keluar Sabtu kemarin, dan berbarengan dengan tulisan Jokowi di Kompas,” tegasnya.

Beny juga menekankan, bahwa penulisan dengan judul “Revolusi Mental” di Sindo merupakan ide gagasan dari Romo Mangun.

“Coba di cek lagi.  Ide saya itu dengan tulisan Jokowi, kan berbeda,” ungkap Beny sembari tergesa-gesa pergi.

Plagiarisme Jokowi, siapa nyontek siapa ?

'Tulisan Capres PDIP Joko Widodo berjudul Revolusi Mental yang dimuat di halaman opini Kompas (Hal. 6), Sabtu (10/5/2014), ternyata berujung polemik. Bukan pada materi tulisannya, namun justru pada sisi orisinalitasnya.

Hal ini terungkap dalam postingan di dinding Facebook wartawati senior Nanik S Deyang hari ini.

Nanik mengaku terhenyak lantaran kawannya yang juga Gubernur DKI Jakarta itu sedemikian cepat belajar menulis. 'Jokowi ini yang saya kenal beberapa waktu lalu rasanya saya kok dulu belum pernah lihat dia ngetik di laptop atau kompiuter apalagi sampai begitu panjangnya.

Dulu kalau kita rapat program yang mau diomongkan untuk membenahi Jakarta saja dia paling bawa buku kecil terus mencoret-coret pakai tulisan tangan,' tulis Nanik.

Nanik menegaskan dirinya belum pernah lihat Jokowi menulis di laptop atau komputer. 'Selain waktunya tidak ada, rasanya dia bukan orang yang pandai menyusun kalimat. Tapi entahlah, mungkin setelah sy tdk bertemu 8 bulan ini, pak Gubernur yg sekarang Capres ini bisa jadi sudah lihai menulis.

Tapi sudahlah soal menulis kan bisa saja dituliskan oleh orang di sekitarnya termasuk Anggit, kawan karibnya yg jadi think tank-nya selama ini. Seperti dulu kalau menjawab pertanyaan wartawan secara tertulis,' bebernya lagi.

Nanik pun lebih kaget lagi ketika dirinya membaca koran Sindo di halaman opini juga (hal. 10). Di situ dia melihat tulisan opini dengan judul yang sama dengan yang ditulis Jokowi di Kompas, yaitu 'Revolusi Mental'. Hanya saja tulisan opini yang di Koran Sindo ditulis oleh Sekretaris Komisi HAK KWI Romo Benny Susetyo.

Menurut Nanik, memang kedua tulisan ini tidak sama persis, tapi esensinya sebetulnya sama.

'Saya iseng telepon kawan yang masih ada di seputar Jokowi dan dapat kabar ternyata Romo Benny Susetyo itu Tim Sukses Jokowi.Lantas saya berfikir jadi siapa sebenarnya yang mempunyai konsep visi -misi 'Revolusi Mental' ini?????'

Romo Benny Susetyo Bantah Plagiat Jokowi

Romo Beny Susetyo akhirnya membantah ada kesamaan dalam tulisan artikelnya yang disebut-sebut plagiat artikel Jokowi. Sebelumnya dua artikel tersebut ramai dibicarakan karena dimuat di dua media koran nasional Kompas dan Sindo dengan judul yang sama yakni "Revolusi Mental" yang diterbitkan pada edisi Sabtu (10/5/2014).

Pendiri Setara Institute itu menulis artikelnya di koran Sindo, sementara Calon Presiden Jokowi menulis artikelnya di koran Kompas. Keduanya menulis dengan Judul yang sama yaitu 'Revolusi Mental'.

Namun hal ini dibantah oleh Romo Beny Susetyo yang menyatakan ada upaya yang mengkait-kaitkan dengan Teori konspirasi.

"Jangan dikait-kaitkan, jelas subtansi berbeda dalam tulisan saya cenderung sisi pendidikan sementara Jowowi sisi politik," ujar Beny Susetyo pada wartawan usai diskusi Gerakan Dikrit Rakyat Indonesia dengan tema Mencegah Platform Tipu-tipu Capres" kata dia di Warung Dapur Selera Jl Supomo No 45 Tebet Jakarta Selatan, Minggu, (11/5/2014).

Lebih lanjut Romo Beny Susetyo menjelaskan. Menurutnya, tulisan Revolusi Mental yang ia tulisnya sudah dikirim tiga minggu sebelum diterbitkan. "Tulisan saya sudah dikirim tiga minggu sebelumnya, tidak tahu  kok baru keluar Sabtu kemarin dan berbarengan dengan tulisan Jokowi di Kompas," tegas Romo Beny.

Beny juga menekankan bahwa penulisan dengan judul revolusi mental di Sindo merupakan ide gagasan dari Romo Mangun.

Fakta Dibalik 'Revolusi Mental' Jokowi, Tokoh Asing dan Aseng

“Revolusi Mental” ala Joko Wi tidak mencakup penjelasan perihal eksistensi klas-klas sosial dalam masyrakat. “Revolusi” yang jenis ini tidak mengemukakan relasi penindasan.

Sehingga dalam “Revolusi Mental”, kaum tani harus tetap optimistik menyaksikan tanahnya diserobot perkebunan besar dan Brimob meletuskan tembakan demi melindungi tuannya.

Pun saat menyimak pernyataan Joyo Winoto (mantan Kepala BPN); 56% asset nasional dikuasai hanya oleh 0,2% penduduk dan dari asset tersebut 87%-nya berupa tanah, kaum tani pun wajib optimis menerima praktek monopoli tanah ini.

Dalam “revolusi” genre ini tiada juga relasi penghisapan, tidak ada nilai lebih. Maka kaum buruh harus terus optimistik dan giat bekerja walau ada kebijakan upah murah, PHK atau outsourcing. Pedagang bermodal cekak juga harus pandai memotivasi diri mereka guna menghadapi hyper market yang terus menjamur dimana-mana.

Mungkin “Revolus Mental” model ini akan lebih cocok buat Dedy Corbuzier,  yang tak lain merupakan seorang “mentalist”.

“Revolusi Mental” juga tidak menyinggung masalah dunia yang didominasi Imperialis, sehingga lahir negeri-negeri semi kolonial layaknya Indoensia. “Revolusi Mental” tak segan memalingkan muka dari skema Neoliberal  yang mendikte kehidupan ekonomi negeri ini.

Sehingga “revolusi” ini kiranya juga akan menganjurkan seluruh penduduk negeri untuk haram berfikir pesimistik, biarpun Freeport, Chevron dan korporasi pertambangan Imperialis lainnya, menguras habis kekayaan perut bumi Nusantara.

Dalam “Revolusi Mental” ini pula,  walau komersialisasi pendidikan terus saja menggila, anak-anak keluarga melarat  wajib sepenuh-penuhnya optimis akan memenuhi bangku-bangku perkuliahan di kampus-kampus besar.  “Revolusi Mental” yang baru saja didengungkan itu, bagusnya dilengkapi pula dengan slogan panjang pembakar semangat.

Slogannya bisa berbunyi: “Hancurkan Neo Pesimisme dan Neo Sinisme. Optimis Sampai Mati!”. 

Andai Vicky Prasetyo yang pernah kondang itu boleh ikutan mereka-reka, mungkin dia akan berujar: “Revolusi Mental adalah jalan stabilisasi kemakmuran demi mengatasi labil ekonomi agar tak terjadi kontroversi hati untuk bangsa ini.”

Dan pastinya untuk jenis “Revolusi” yang macam ini, jangankan berusaha untuk menghentikannya, Washington  mungkin akan ikut terkekeh mendengar celoteh konyol dari salah satu abdi dalem yang sedang berkompetisi menjadi presiden dengan para abdi dalem lainnya.

Jokowi Harusnya Revolusi Mental Sendiri Supaya Jujur

Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo, kembali dikritik terkait tulisan mengenai Revolusi Mental. Belakangan diakui yang bersangkutan, bahwa tulisan itu bukan karangannya sendiri.

Tulisan berjudul "Revolusi Mental" yang diterbitkan di kolom opini Harian Kompas pada Sabtu (10/5/2014) lalu, diakui Jokowi bahwa tulisan tersebut bukan hasil karyanya sendiri meski hanya mencantumkan namanya. Kepada wartawan di bandara Sultan Hasanudin, Jokowi mengakui tulisan tersebut merupakan buah karya dirinya dan tim yang ia bentuk.

"Saya kan membuat strukturnya, poin-poinnya, kemudian kita rembuk dalam tim, baru kita buat," katanya.

Mengenai hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, mengatakan seharusnya tidak hanya nama Jokowi yang dicantumkan dalam tulisan tersebut.

"Harusnya penulisnya Jokowi dan tim. Kalau dia mengklaim tulisannya sendiri, itu pelanggaran akademik. Tidak etis. Dia menulis kan bukan gagasannya sendiri. Dia tulis garis besar, yang menulis orang lain," ujar Zaki saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/2014).

"Kalau judulnya Revolusi Mental tapi modelnya sudah melanggar seperti itu, jadi bertanya-tanya. Retorika atau apa. Jokowi harusnya revolusi mentalnya sendiri supaya jujur," tuturnya.

Zaki menambahkan, seharusnya diakui saja bahwa Jokowi hanya sedikit berkontribusi dalam penulisan Revolusi Mental. Menurutnya hal itu lebih baik ketimbang mengklaim tulisan tim suksesnya sebagai tulisannya sendiri.

"Kalau yang menulis beberapa orang, tulis saja. Atau tulis tim Jokowi. Klaim seolah-olah itu tulisan dia semua, patut dipersoalkan. Hanya menulis poin-poin dan yang menulis orang lain, dia hanya sedikit berkontribusi," imbuhnya.

Sebelumnya, saat bertandang ke kantor Tribun Timur di Makassar, Jokowi kembali ditanyakan soal revolusi mental. Dalam kesempatan itu ia menyinggung soal kurangnya kurikulum pembentukan karakter di sekolah-sekolah, salah satunya adalah agar seluruh warga negara memiliki ideologi yang sama soal kemajuan bangsa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Jika karakter seorang anak hingga dewasa belum juga terbentuk, kata dia bisa saja anak itu dikirim untuk menjalani pendidikan bela negara. "Bisa saja masukin pulau, (dididik bela negara) kalau dirasa masih kurang," tuturnya.[ibrahim/berbagaisumber/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Rabu, 17 Jul 2019 10:15

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Rabu, 17 Jul 2019 08:36

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Rabu, 17 Jul 2019 07:58

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Rabu, 17 Jul 2019 05:56

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Rabu, 17 Jul 2019 04:50

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Selasa, 16 Jul 2019 22:43

Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 16 Jul 2019 22:20

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Selasa, 16 Jul 2019 22:15

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Selasa, 16 Jul 2019 22:03

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Selasa, 16 Jul 2019 21:45

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Selasa, 16 Jul 2019 21:43

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Selasa, 16 Jul 2019 21:16

Presiden 8 Tahun?

Presiden 8 Tahun?

Selasa, 16 Jul 2019 20:50

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Selasa, 16 Jul 2019 20:45

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Selasa, 16 Jul 2019 20:28


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X