Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
29.470 views

Mengapa SBY Mendapat Penghargaan Dari Rabbi Arthur Schneier?

NEW YORK (voa-islam.com) - Sungguh sangat luar biasa Presiden SBY mendaptkan penghargaan dari sebuah lembaga yang didirikan oleh Rabbi Schneier. Di mana, pada 30 Mei 2013 Appeal of Conscience (ACF) New York, AS, memberikan Penghargaan Negarawan Dunia (World Stateman Award/WSA) kepada Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI.

Alasan penganugrahan penghargaan ini ialah “Sebagai Presiden yang pertama kali dipilih secara langsung di negara penduduk muslim terbanyak di dunia. Ia juga terkenal dengan upaya-upayanya menciptakan perdamaian dan menolong Indonesia berkembang menjadi masyarakat demokratis dan menjadi dan membatasi gerak kaum ekkstrimis.

ini merupakan pengakuan atas prestasinya di kancah internasional dalam menciptakan perdamaian dan sebagai motivasi untuk memajukan HAM, kebebasan beragama, dan kerjasama antar agama, yang menjadi tujuan utama ACF di seluruh dunia”.

Negarawan lain pernah mendapatkan penghargaan ACF ialah Stephen Harper, Perdana Menteri Kanada (2012), Lee Myung-bak, Presiden Republik Korea (2011), Gordon Brown, Perdana Menteri Inggris (2008), dan Nicolas Sarkozy, Presiden Perancis (2008).

ACF didirikan Rabbi Arthur Schneier pada 1965, bergerak dalam bidang HAM, kebebasan dan kerukunan antarumat beragama, menggagas kerjasama antarpimpinan umat beragama, penguasa, dan pengusaha di dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, dan resolusi berbagai konflik yang terjadi di berbagai belahan bumi.

ACF dalam misinya meyakinkan bahwa kebebasan, demokrasi, dan HAM adalah nilai-nilai dasar yang mengilhami berbagai bangsa dan negara untuk mencapai kehidupan yang damai, sejahtera, dan bermartabat. Menurut ACF, ‘tindakan kriminal atas nama agama merupakan bentuk kejahatan paling bertentangan dengan agama’ (a crime committed in the name of religion is the greatest crime against religion).

Perjuangan hak asasi manusia dan toleransi sesuatu yang harus diperjuangkan terus menerus dan itu dapat dilakukan melalui usaha dialog terbuka dan pengertian saling mendalam antara satu sama lain. Pasca-kejadian 11 September, ACF mengunggulkan sejumlah tokoh yang dinilai berjasa meredam kekerasan dan terorisme dan menggalang toleransi dan perdamaian.

ACF mengutus delegasinya kepada tidak kurang dari 30 negara, berjumpa dengan tokoh-tokoh agama dan pemerintah setempat. Di antara negara-negara tersebut ialah Albania, Argentina, Armenia, Bulgaria, RRC, Cuba, Republim Czech, El Salvador, Jerman, Hungaria, India, Indonesia, Irlandia, Jepang, Marocco, Panama, Polandia, Romania, Rusia, Republik Slovakia, Switzerland, Spanyol, Turki, Ukraina, Inggris, dan negara-negara bekas Yugoslavia. Tentu saja kunjungan delegasi ACF dengan standard kerja professional yang mereka miliki.

Rabbi Arthur Schneier, pendiri dan sekaligus Presiden ACF mempunyai reputasi internasional dan dikenal luas sebagai tokoh kawakan interfaith dialog. Ia banyak terlibat langsung memperjuangkan kebebasan beragama dan HAM khususnya di Cina, Rusia, Eropa tengah dan negara-negara Balkan.

Ia dilahirkan di Vienna, Austria, 20 Maret 1930, pernah hidup di bawah pendudukan Nazi Budapest selama Perang Dunia II, kemudian ia hijrah ke AS pada 1947. Tahun lalu sebuah Polling memasukkan namanya salah seorang di antara 100 tokoh berpengaruh di AS. Posisi Rabbi Arthur Schneier lebih tinggi pengaruhnya daripada Presiden Obama di polling itu.

Ia pernah ditunjuk Presiden Clinton menjadi satu di antara tokoh agama yang menjadi penasehatnya, terutama menjadi counter part dialog interfaith dengan Presiden RRC dan pemimpin Cina lainnya. Ia yang menggagas sebuah resolusi tentang perlindungan agama-agama di PBB (Resolution for the Protection of Religious Sites) dan diterima pada 2001.

Ia termasuk tokoh Yahudi yang moderat, karena itu ia diminta menjadi anggota Delegasi AS di dalam The Stockholm International Forum for the Prevention of Genocide, Swedia (200). Ia berkali-kali dimintai jasanya menjadi delegasi PBB dalam urusan perdamaian dunia. Reputasi intelektualnya juga tidak diragukan, karena ia telah mendapatkan penghargaan dan Doktor Honoris Causa dari beberapa Universitas besar.

Pendiri dan sekaligus Presiden ACF beranggotakan tidak kurang dari 40 orang tokoh dari berbagai agama yang dikenal luas dalam dunia internasional, antara lain Muhtar Kent dan Imam Yahya Hendi yang sehari-hari sebagai Professor Islamic Studies di Georgetown University, yang Desember 2012 datang ke Indonesia bersama lima Rabbi, empat pendeta, dua pastor, dua muslim termasuk dirinya.

Nama-nama besar lainnya seperti Cardinal Theodore E. McCarrick, Wakil Presiden ACF, di AS pernah menjadi Uskup Agung di Washington, Pastor Joseph A. O'Hare, S.J, juga Wakil Presiden ACF, mantan Presiden Jesuit Fordham University, Cardinal Dr. Christoph Schnborn (Uskup Agung Wina dan pernah diunggulkan menjadi Paus dan juga pernah mengunjungi Indonesia, dan Pastor Daniel L. Flaherty, S.J, yang memimpin America Magazine, majalah Rpmoromo Yesuit Amerika yang disegani para pejabat public di AS.

Nama-nama besar berikut reputasi internasional mereka tidak mungkin dipertaruhkan dengan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang tidak tepat.ACF juga bukan lembaga baru kemarin tetapi sudah berkipra secara profesional selama 48 tahun.

Perlu diketahui bahwa biasanya hadiah atau penghargaan Internasional, seperti halnya Hadiah Nobel dan lain-lain, bukan semata-mata karena pribadi atau institusi tetapi boleh jadi kombinasi antara keduanya. ACF tidak hanya melihat adanya tokoh berpengaruh di balik penurunan drastis sebuah bencana kemanusiaan tetapi juga merupakan motivasi dan insentif untuk lebih aktif terus meningkatkan perbaikan kualitas dan taraf hidup kemanusiaan di masa depan.

Penganugrahan ACF Award kepada Pak SBY, baik sebagai pribadi maupun sebagai Presuden, sebaiknya kita mengambil beberapa hikmahnya.Pertama, kita dapat mengapresiasi secara positif penghargaan ini sebagai prestasi kolektif anak bangsa Indonesia. Karena prestasi sosial itu biasanya tidak berdiri sendiri melainkan akumulasi prestasi yang melibatkan banyak unsur di dalamnnya, termasuk keringat Romo Magnis Suzeno yang juga kita kenal sebagai salah satu icon interfaith dialog di Indonesia.

Kedua, kalaulah itu mungkin Award itu kurang atau tidak layak diterima, mengingat masih adanya bengkalai problem yang belum sempat terselesaikan semuanya, seperti yang diakui sendiri oleh Pak SBY selaku pemerintah, masih ada sejumlah titik krusial sebagaimana ditunjukkan Romo Magnis dalam suratnya, justru penerimaan Award ini diharapkan menjadi motivasi dan mrndorong keberanian untuk menuntaskan bengkalai problem tersebut.

Kita bisa membenarkan sejumlah alasan kelompok yang bersikap kritis terhadap Award ini tetapi kita juga harus obyektif melihat bahwa Pak SBY sendiri tidak penah mengharapkan Award ini, bahkan memimpikan pun juga mungkin tidak. Lagi pula, Award ini tidak akan memberikan banyak efek pada dirinya karena sekarang sudah berada pada masa akhir dalam periodenya yang kedua. Tentu Pak SBY tidak hanya melihat berapa usulan yang menolak tetapi juga harus adil melihat berapa komponen masyarakat yang merasa punya hak untuk menyetujui usulan itu.

Soal dugaan adanya diskriminasi terhadap kelompok minoritas yang diukur melalui kesulitan membangun rumah ibadah, justru boleh jadi menunjukkan kebalikannya. Menurut data dari Litbang Kementerian Agama, jumlah masjid/mushalah yang terhalang pembangunannya di NTT, Papua,Bali, dan DKI Jakarta jauh lebih banyak jumlahnya dari pada gereja atau rumah ibadah lainnya.

Dasar penolakan tersebut sesungguhnya bukan dipicu konflik antar umat beragama tetapi karena IMB dari Pemda setempat. Statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah masjid/mushallah dari tahun ketahun jauh lebih kecil di banding rumah-rumah ibadah lain. Data Litbang Kemenag menunjukkan pertumbuhan rumah ibadah selama 27 tahun terakhir yang didata: Mesjid/mushalah (64,22%), Gereja Kristen (131,30%), Gereja Katolik 152,00%), Wihara Budha (268,09%), dan Pura Hindu (475,25%).

Sekecil apapun populasi sebuah agama, seperti Kong Hu Cu, tetap mendapatkan hari libur nasional dan Kepala Negara selalu hadir di dalam acara-acara besarnya. Ini mungkin yang tidak bisa ditemukan di negara manapun.

Memang tidak salah Rabbi Scheier memberikan penghargaan kepada Presiden SBY, dan sama halnya para Rabbi di Amerika memberikan penghargaan Presiden Abdurrahman Wahid yaitu 'Medal of Velor', atas jasa-jasanya membangun prularisme di Indonesia. SBY memberikan gelar kepada Abdurrahman Wahid sebagai 'Bapak Pluralisme'. Jadi SBY  dan Abdurrahman Wahid itu, 11 -12. (jj/dbs/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Rabu, 17 Jul 2019 10:15

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Rabu, 17 Jul 2019 08:36

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Rabu, 17 Jul 2019 07:58

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Rabu, 17 Jul 2019 05:56

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Rabu, 17 Jul 2019 04:50

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X