Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.106 views

Tak Jadi Presiden, Prabowo Tetap King Maker Handal

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Pilpres 2019 sudah berlalu. Semua rakyat tahu hasilnya. Meski kontroversial, tetap saja harus berpedoman pada konstitusi. Soal Prabowo ucapin selamat atau tidak, itu bukan hal yang fundamental. Megawati juga dua periode kalah, tak mengucapkan selamat kepada SBY. Bertemu saja tidak. Ini hanya masalah situasi saja. Untuk menjaga psikologi para pendukung. Prabowonya sendiri tak ada masalah.

Ucapan selamat tak perlu diributkan. Negara gak cacat tanpa ucapan selamat. Keputusan MK dan ketetapan KPU juga gak batal karena tak ada ucapan selamat. Toh mantan danjen kopassus ini sudah secara intens menjalin komunikasi dengan sejumlah elit istana. Kabarnya sudah berulangkali melakukan pertemuan. Sudah ketemu? Kapan? Sama LBP? Sama BG? Ah, kepo lu!

Tidakkah ini bagian dari i'tikad untuk rekonsiliasi? Rekonsiliasi dalam pengertian memulihkan hubungan agar normal kembali setelah agak tegang selama pilpres berlangsung. Rekonsiliasi dalam pengertian bagi-bagi kursi? Itu kan belum ada keputusan. Ente aja suka manas-manasin. Emang kalau gabung, ente juga mau minta jatah kursi? Hehe... Bercanda.

Soal kenapa rakyat, khususnya para pendukung Prabowo belum bisa terima hasil pilpres, ini menjadi PR bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Mesti ada upaya untuk melakukan: Pertama, pemerintah perlu bersikap dan berkomunikasi lebih persuasif. Merangkul bukan memukul. Jangan biarkan orang-orang yang sedang cari muka untuk bertindak seolah-olah membela dan melindungi Jokowi dengan gaya komunikasi yang keras dan kasar. Tindakan represi hanya akan menidurkan kemarahan rakyat untuk sementara waktu. Dalam jangka panjang kemarahan yang tertekan itu akan bangun dan meledak. Ini hanya soal momentum saja.

Kedua, tunjukkan kemampuan pemerintah menyelesaikan problem negara. Kalau negara aman-aman saja; ekonomi stabil, harga stabil, rakyat gak kelaparan, lapangan pekerjaan tersedia, listrik, tol dan TDL gak naik, maka ini bisa jadi obat yang menyembuhkan luka akibat Pilpres. \

Ketiga, sikap adil. Sebagaimana Jokowi dalam sambutan kemenangannya mengungkapkan; ia adalah presiden seluruh rakyat Indonesia. Saatnya membuktikan, bahwa ia bisa bersikap dan berprilaku adil terhadap semua rakyatnya. Terutama adil di aspek hukum. Tak lagi ada dikotomi antara pendukung dan non pendukung. Semua dilayani dan diperlakukan sama di depan hukum.

Jika tiga poin ini mampu direalisasikan Jokowi-Ma'ruf, dengan sendirinya rasa simpati dan respek rakyat akan tumbuh. Gak perlu ngajari rakyat bagaimana cara mengapresiasi. Gak perlu juga ada ancaman-ancaman. Cukup lakukan komunikasi yang baik, bersikap adil, dan tunjukkan prestasi dalam mengurus negara ini, rakyat dengan sendirinya akan mengapresiasi. Simpel!

Di sisi lain, bagimana dengan nasib Prabowo? Tetap sebagai ketua partai besar. Yaitu Gerindra. Meski belum bernasib baik untuk menang dalam pilpres, jasa Prabowo harus diakui cukup besar untuk negeri ini. Terutama keberhasilannya melahirkan tokoh-tokoh potensial untuk menjadi pemimpin di negeri ini. Ridwan Kamil adalah salah satu hasil tangan dingin Prabowo. Setelah Gerindra kasih tiket, Ridwan Kamil jadi walikota Bandung. Dan sekarang jadi gubernur Jawa Barat.

Jokowi, juga hasil dari jerih payah Prabowo membawanya ke Jakarta. Plus tiket partai dan biaya nyagub. Meski akhirnya dua kali mengalahkan Prabowo di pilpres 2014 dan 2019. Seorang mentor mesti bangga jika anak asuhnya bisa melampaui prestasi dan karir dirinya. Curang kok bangga? Di Mahkamah Konstitusi gak ada kecurangan. Setidaknya, itu secara konstitusional. Secara moral? Silahkan berdebat!

Anies Baswedan, tokoh yang pernah berseberangan politik di pilpres 2014 ini akhirnya dimentori oleh Prabowo untuk maju di Pilgub DKI. Dan Anies berhasil mengalahkan anak asuh Prabowo yang dianggap mbalelo, yaitu Ahok. Anies sadar itu. Karenanya, Anies jaga loyalitas dan tak akan pernah mau menghianati Prabowo. "Cukup orang lain saja yang berkhianat, tapi bukan saya," kata Anies. Makanya, ketika Anies dirayu dan dibujuk oleh sejumlah partai, bahkan juga oleh ormas terbesar di Indonesia untuk maju di pilpres 2019, dengan tegas Anies menolak. Kenapa nolak Nis? "Saya tak ingin menghianati Pak Prabowo", jawabnya tegas.

Sebagai King Maker, peran dan kelihaian Prabowo tak diragukan. Dia punya partai dan tak segan rogoh kocek pribadi untuk biayai anak asuhnya nyalon jadi kepala daerah. Tidak hanya anak asuh di partainya, tapi juga kader-kader bangsa terbaik di luar Gerindra. Dan semua itu dilakukan tanpa pamrih, dan tak ada "undertable transaction". Ini yang juga diakui oleh Ahok dan Ridwan Kamil. Juga oleh Anies Baswedan. Hanya Jokowi yang masih ditunggu kerendahan hatinya untuk mengakui itu. Sampai disini, ungkapan Gus Dur bahwa Prabowo adalah salah satu tokoh yang paling ikhlas, telah mendapatkan buktinya.

Setelah pilpres, Prabowo dihadapkan dua pilihan. Oposisi, atau gabung ke Jokowi-Ma'ruf. Kalau Prabowo gabung, para pendukung kecewa dan akan balik kanan. Lalu mengucapkan "goodbye Jenderal".

Para pendukung umumnya, atau malah semuanya, menginginkan Prabowo oposisi. Sembari sebagai oposisi, Prabowo kembali jadi King Maker. Menyiapkan kader untuk menjadi kepala-kepala daerah. 2020 besok ada 60 pilkada. Juga untuk menjadi pemimpin nasional lima tahun kedepan. Prabowo mesti mulai mengidentifikasi siapa kader-kader potensial yang tidak hanya punya integritas, kapasitas dan loyalitas, tapi juga punya peluang untuk menang. Butuh kerja yang terencana.

Untuk di tingkat nasional, Prabowo punya Anies Baswedan, gubernur DKI yang lagi naik daun. Rakyat bilang Anies adalah rising star. Tokoh yang jadi harapan masa depan rakyat. Saat ini, rakyat menjuluki Anies sebagai "Gubernur Indonesia".  Integritas, kapasitas dan loyalitas tak diragukan. Potensi kemenangannya juga besar. Ini fakta di sejumlah hasil survei.

Apakah Prabowo akan benar-benar menyiapkan Anies Baswedan untuk menyembuhkan luka kekalahannya dua kali dari Jokowi? Kita tunggu. Sebab, pilihan ini nampaknya kedepan paling rasional buat Prabowo dan Gerindra.

Di bawah asuhan Prabowo sebagai mentor dan king maker, Anies sangat berpeluang menjadi calon terkuat di pilpres 2024 nanti. Apalagi jika PKS tetap berada dalam persekutuannya dengan Gerindra. Maka, soliditas para pendukung Prabowo akan semakin kuat dan efektif sebagai mesin kemenangan.

Jika Anies terpilih jadi presiden 2024 dari Gerindra, maka akan meneguhkan kembali prestasi Prabowo sebagai "King Maker" handal. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 11/7/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Sabtu, 25 Jan 2020 22:15

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Sabtu, 25 Jan 2020 22:06

Uyghur Vs Hantu Corona China

Uyghur Vs Hantu Corona China

Sabtu, 25 Jan 2020 21:20

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Sabtu, 25 Jan 2020 19:46

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Sabtu, 25 Jan 2020 18:13

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Sabtu, 25 Jan 2020 18:00

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

Sabtu, 25 Jan 2020 17:59

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

Sabtu, 25 Jan 2020 17:41

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Sabtu, 25 Jan 2020 17:04

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Sabtu, 25 Jan 2020 16:55

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Sabtu, 25 Jan 2020 16:49

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

Sabtu, 25 Jan 2020 14:52

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Sabtu, 25 Jan 2020 13:48

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Sabtu, 25 Jan 2020 12:35

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Sabtu, 25 Jan 2020 11:29

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Sabtu, 25 Jan 2020 10:17

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Sabtu, 25 Jan 2020 09:21

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Sabtu, 25 Jan 2020 08:25

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

Sabtu, 25 Jan 2020 07:01

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Sabtu, 25 Jan 2020 06:49


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X