Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.458 views

Seandainya Hakim Marzuki Jadi Hakim MK

Oleh:

M Nigara, Wartawan Senior

 

INI hanya kisah pengulangan. Kisah yang sempat viral melalui unggahan facebook Noviani Zaini dan diturunkan oleh Tribunjambi.com (7/9/16). Tapi sayang kisah itu tenggelam oleh hiruk-pikuk kehidupan.

Hari ini, Sabtu (6/7/19), tepat sepuluh hari pasca sembilan hakim MK yang dengan gagah telah 'melaksanakan tugas dan fungsi sungguh mulia' - karena Hakim adalah wakil Tuhan di dunia - dengan menolak seluruh tuntutan Bambang Wijoyanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah dan kawan-kawan yang menjadi Kuasa Hukum paslon Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Atas nama konstitusi, Hakim MK telah pula memvonis setidaknya 62-70 juta rakyat Indonesia pemilih Prabowo-Sandi menjadi orang-orang bodoh.

Saya sengaja mengangkat kembali kisah *Hakim Marzuki vs Nenek Pencuri Singkong di Jambi* agar menjadi bahan renungan bagi kita. Marzuki, sungguh-sungguh telah mengambil 'peran Tuhan' dalam menegakkan keadilan. Marzuki, harusnya membuat malu bukan hanya para hakim di MK, tapi juga para pejabat yang nyata-nyata tidak sesuai dengan kemuliaan.

Di bawah ini cuplikan dari Tribunjambi, judulnya saja membuat kita merinding: 

Hakim Menangis saat Menjatuhkan Vonis pada Nenek Ini, Ia Berkata Maafkan Saya!

Kita jadi teringat pembukaan sidang sengketa Pilpres:

Sidang Ini disaksikan Allah dan para Malaikat. Rasanya...adeeem banget. Tapi hasilnya seperti bumi dengan lagit.

 

Mata Hati

Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus di luar tuntutan Jaksa PU, “maafkan saya,” katanya sambil memandang nenek itu,.

Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda Anda Rp 1 jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU.”

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Hakim Marzuki tiba-tiba mencopot topi. Ia membuka dompetnya kemudian mengambil dan memasukkan uang sejumlah Rp 1 jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin…

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada setiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar Rp 50 ribu rupiah, sebab menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang seperti nenek ini kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya. Termasuk anda dari PT... yang tetap ingin menuntut meski nyata-nyata sang nenek mencuri karena keterpaksaan!" tegas Hakim Marzuki.

Seluruh pengunjung sidang terkesiap, Jaksa Penuntut juga ikut terperanjat, dan perwakilan perusahaan yang menuntut dengan alasan untuk membuat jera, jadi tersipu malu. Dan kisah diakhiri dengan _happy ending,_ uang denda Rp 1 juta terbayar dari Hakim Marzuki, dan sang nenek pulang dengan senyum karena membawa sumbangan sebesar Rp 3,5 juta untuk mengobati anaknya yang sakit dan dapat memberi makan sang cucu.

Marzuki sungguh telah bukan saja mengedepankan mati hati. Namun, ia juga menegakkan keadilan.

Kisah ini juga mengingatkan kita pada kisah Sayyidina Ali, 'pencuri' baju besi, dan Hakim Syuraih. Kisahnya yang sempat dikutip oleh saksi akhli 01, seorang profesor yang keliru berat. Rasulallah memang sempat membebaskan seorang pencuri karena bersyahadat, tapi tidak ada kaitannya dengan kisah baju besi Ali.

Akhir dari kisah Hakim atau Qadhi Syuraih, Ali, dan pencuri Yahudi juga indah. Hukum ditegakkan, padahal Syuraih adalah mantan murid Ali, dan Ali adalah Khalifah. Baju besi sebagai barang bukti, juga secara sah dan meyakinkan memang milik Ali. Tapi, ketika saksi kurang satu, maka hukum benar-benar tak berpihak. Buah dari kejujuran dan keadilan itu, si Yahudi menjadi mualaf.

Sayang makna dua kisah indah itu tak jadi dasar dalam sengketa pilpres. Sayang Marzuki dan Syuraih tidak ada di MK. Tapi, dari dua kisah itu, kita tahu mana Hakim yang mampu menegakkan keadilan, mana yang jauh dari keadilan.

Kalau saja Hakim Marzuki ada di MK, keadilan bukan tidak mungkin bisa ditegakkan. Kalau saja Hakim Syuraih masih ada, mungkin kita tak perlu ragu tentang keadilan. Sayang keduanya bukan Hakim MK. Maka keraguan, sakwasangka, kecurigaan, dan ketidakpercayaan menjadi bagian dari keputusan MK.

Menarik disimak, hadis yang sangat populer yang dirawikan oleh para pengarang kitab Sunan bahwa para Hakim itu hanya tiga orang. *Satu orang di surga dan dua lainnya di neraka*. Seorang yang di surga adalah Hakim yang mengetahui kebenaran, lalu menetapkan hukum dengan kebenaran itu. Ia di surga. Seorang lagi, Hakim yang mengetahui kebenaran, tapi culas. Ia tidak menetapkan hukum berdasarkan kebenaran. Ia di neraka. Yang satu lagi, Hakim yang bodoh, tidak tahu kebenaran, dan menetapkan hukum atas dasar hawa nafsu. Ia juga di neraka. (HR Abu Daud).Semoga Allah memberikan jalan untuk kita semua. Aamiin.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Rabu, 15 Jul 2020 07:17

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Rabu, 15 Jul 2020 06:17

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Selasa, 14 Jul 2020 22:35

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Selasa, 14 Jul 2020 20:55

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 20:30

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Selasa, 14 Jul 2020 20:00

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 19:41

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Selasa, 14 Jul 2020 18:15

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Selasa, 14 Jul 2020 17:55

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Selasa, 14 Jul 2020 16:49

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

Selasa, 14 Jul 2020 15:59

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Selasa, 14 Jul 2020 11:51

Islam Apa?

Islam Apa?

Selasa, 14 Jul 2020 11:44

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

Selasa, 14 Jul 2020 10:41

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

Selasa, 14 Jul 2020 10:23

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Selasa, 14 Jul 2020 09:29

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Selasa, 14 Jul 2020 09:02

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Selasa, 14 Jul 2020 08:55

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Selasa, 14 Jul 2020 08:12

Berorientasi Industri, Pendidikan Minus Visi?

Berorientasi Industri, Pendidikan Minus Visi?

Selasa, 14 Jul 2020 07:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X