Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.989 views

Seandainya Hakim Marzuki Jadi Hakim MK

Oleh:

M Nigara, Wartawan Senior

 

INI hanya kisah pengulangan. Kisah yang sempat viral melalui unggahan facebook Noviani Zaini dan diturunkan oleh Tribunjambi.com (7/9/16). Tapi sayang kisah itu tenggelam oleh hiruk-pikuk kehidupan.

Hari ini, Sabtu (6/7/19), tepat sepuluh hari pasca sembilan hakim MK yang dengan gagah telah 'melaksanakan tugas dan fungsi sungguh mulia' - karena Hakim adalah wakil Tuhan di dunia - dengan menolak seluruh tuntutan Bambang Wijoyanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah dan kawan-kawan yang menjadi Kuasa Hukum paslon Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Atas nama konstitusi, Hakim MK telah pula memvonis setidaknya 62-70 juta rakyat Indonesia pemilih Prabowo-Sandi menjadi orang-orang bodoh.

Saya sengaja mengangkat kembali kisah *Hakim Marzuki vs Nenek Pencuri Singkong di Jambi* agar menjadi bahan renungan bagi kita. Marzuki, sungguh-sungguh telah mengambil 'peran Tuhan' dalam menegakkan keadilan. Marzuki, harusnya membuat malu bukan hanya para hakim di MK, tapi juga para pejabat yang nyata-nyata tidak sesuai dengan kemuliaan.

Di bawah ini cuplikan dari Tribunjambi, judulnya saja membuat kita merinding: 

Hakim Menangis saat Menjatuhkan Vonis pada Nenek Ini, Ia Berkata Maafkan Saya!

Kita jadi teringat pembukaan sidang sengketa Pilpres:

Sidang Ini disaksikan Allah dan para Malaikat. Rasanya...adeeem banget. Tapi hasilnya seperti bumi dengan lagit.

 

Mata Hati

Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus di luar tuntutan Jaksa PU, “maafkan saya,” katanya sambil memandang nenek itu,.

Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda Anda Rp 1 jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU.”

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Hakim Marzuki tiba-tiba mencopot topi. Ia membuka dompetnya kemudian mengambil dan memasukkan uang sejumlah Rp 1 jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin…

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada setiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar Rp 50 ribu rupiah, sebab menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang seperti nenek ini kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya. Termasuk anda dari PT... yang tetap ingin menuntut meski nyata-nyata sang nenek mencuri karena keterpaksaan!" tegas Hakim Marzuki.

Seluruh pengunjung sidang terkesiap, Jaksa Penuntut juga ikut terperanjat, dan perwakilan perusahaan yang menuntut dengan alasan untuk membuat jera, jadi tersipu malu. Dan kisah diakhiri dengan _happy ending,_ uang denda Rp 1 juta terbayar dari Hakim Marzuki, dan sang nenek pulang dengan senyum karena membawa sumbangan sebesar Rp 3,5 juta untuk mengobati anaknya yang sakit dan dapat memberi makan sang cucu.

Marzuki sungguh telah bukan saja mengedepankan mati hati. Namun, ia juga menegakkan keadilan.

Kisah ini juga mengingatkan kita pada kisah Sayyidina Ali, 'pencuri' baju besi, dan Hakim Syuraih. Kisahnya yang sempat dikutip oleh saksi akhli 01, seorang profesor yang keliru berat. Rasulallah memang sempat membebaskan seorang pencuri karena bersyahadat, tapi tidak ada kaitannya dengan kisah baju besi Ali.

Akhir dari kisah Hakim atau Qadhi Syuraih, Ali, dan pencuri Yahudi juga indah. Hukum ditegakkan, padahal Syuraih adalah mantan murid Ali, dan Ali adalah Khalifah. Baju besi sebagai barang bukti, juga secara sah dan meyakinkan memang milik Ali. Tapi, ketika saksi kurang satu, maka hukum benar-benar tak berpihak. Buah dari kejujuran dan keadilan itu, si Yahudi menjadi mualaf.

Sayang makna dua kisah indah itu tak jadi dasar dalam sengketa pilpres. Sayang Marzuki dan Syuraih tidak ada di MK. Tapi, dari dua kisah itu, kita tahu mana Hakim yang mampu menegakkan keadilan, mana yang jauh dari keadilan.

Kalau saja Hakim Marzuki ada di MK, keadilan bukan tidak mungkin bisa ditegakkan. Kalau saja Hakim Syuraih masih ada, mungkin kita tak perlu ragu tentang keadilan. Sayang keduanya bukan Hakim MK. Maka keraguan, sakwasangka, kecurigaan, dan ketidakpercayaan menjadi bagian dari keputusan MK.

Menarik disimak, hadis yang sangat populer yang dirawikan oleh para pengarang kitab Sunan bahwa para Hakim itu hanya tiga orang. *Satu orang di surga dan dua lainnya di neraka*. Seorang yang di surga adalah Hakim yang mengetahui kebenaran, lalu menetapkan hukum dengan kebenaran itu. Ia di surga. Seorang lagi, Hakim yang mengetahui kebenaran, tapi culas. Ia tidak menetapkan hukum berdasarkan kebenaran. Ia di neraka. Yang satu lagi, Hakim yang bodoh, tidak tahu kebenaran, dan menetapkan hukum atas dasar hawa nafsu. Ia juga di neraka. (HR Abu Daud).Semoga Allah memberikan jalan untuk kita semua. Aamiin.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Ahad, 28 Feb 2021 18:20

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Ahad, 28 Feb 2021 18:18

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Ahad, 28 Feb 2021 16:45

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Ahad, 28 Feb 2021 15:48

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Ahad, 28 Feb 2021 10:52

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Ahad, 28 Feb 2021 10:48


MUI

Must Read!
X