Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.593 views

Kriminalisasi Jilid II Habib Bahar bin Smith

 

Oleh:

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H.

Direktur HRS Center dan Ahli Hukum Pidana

 

PENCABUTAN asimilasi terhadap Habib Bahar bin Smith patut dipertanyakan. Sebagaimana diketahui, Ditjen Pemasyarakatan menyatakan bahwa dicabutnya asimilasi menunjuk pada dua alasan. Pertama, melakukan tindakan yang dianggap telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Kegiatan dimaksud, berupa ceramah bernada provokatif, menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah. Video ceramah yang kemudian viral, disebutkan menimbulkan keresahan di masyarakat. Kedua, melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mengumpulkan orang banyak dalam kegiatan ceramahnya.

Terhadap kedua alasan di atas, maka dipandang perlu untuk ditanggapi dengan mendasarkan pada dalil-dalil hukum positif, agar menjadi perhatian. Pada yang tersebut pertama, alasan yang menimbulkan keresahan di masyarakat adalah sangat bias. Keresahan yang bagaimana yang dimaksudkan dalam hukum positif? Hukum pidana tidak ada menjadikan keresahan di masyarakat sebagai unsur delik. Di sisi lain, justru banyak sekali kebijakan/regulasi pemerintah di masa pandemi Covid-19 yang telah membuat resah dan gelisah masyarakat. Sebutlah antara lain, baru-baru ini acara konser musik yang digelar BPIP dan MPR, walaupun tujuannya baik untuk amal korban Covid-19, namun tidak memperhatikan protokol kesehatan. Kondisi demikian, tidak mengindahkan anjuran pemerintah sendiri, jelas suatu ironi. Terlebih lagi, dilakukan di bulan suci Ramadhan, seharusnya yang dilakukan secara virtual adalah berdoa bermunajat kepada Allah SWT. Selain itu, adanya kenaikan iuran BPJS kesehatan yang berlaku surut. Ditambah lagi, pembukaan kembali bandara bagi orang asing, pelarangan dibukanya Masjid untuk shalat berjamah, sementara mal-mal tetap dibuka juga telah terjadi kerumunan orang, dan lain-lain. Ceramah juga disebut bernada provokatif, menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah, juga tendensius. Di sini telah terjadi pelanggaran terhadap asas “praduga tidak bersalah” dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Pada dasarnya, ceramah tersebut besifat kritik. Patut dicatat, tidak ada satu pasal pun dalam hukum positif yang menyebutkan pemerintah sebagai pihak (korban) dengan adanya ujaran kebencian atau permusuhan.

Pada yang tersebut kedua, menyangkut pelanggaran PSBB terkait dengan kehadirannya memberikan ceramah, juga tidak ada sanksi hukum yang mengaturnya. Pembatasan kegiatan di luar rumah dalam konteks PSBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 sama sekali tidak mengandung norma hukum larangan terhadap apa yang menjadi alasan pencabutan asimilasi. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan – yang menjadi dasar belakunya Peraturan Pemerintah 21 Tahun 2020 – tidak pula ditemukan adanya norma hukum larangan dimaksud. Begitu pun dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Oleh karena itu, terhadap masyarakat (in casu Habib Bahar) yang tidak mengindahkannya tidak dapat kenakan sanksi hukum, termasuk menjadi alasan pencabutan asimilasi. Lalu atas dasar apa pencabutan itu dilakukan?

Dengan demikian, alasan hukum pencabutan asimilasi yang berdasarkan ketentuan Pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Syarat Dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, Dan Cuti Bersyara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Permenkumham Nomor 18 Tahun 2019 tidak memiliki kekuatan hukum. Memberlakukan kebijakan tanpa dasar ketentuan hukum yang jelas, merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang (abuse of power). Dapat dikatakan telah terjadi perampasan hak asasi terhadap diri Habib Bahar sebagai warga negara.

Sepertinya, pencabutan asimilasi ini tidak berdiri sendiri. Diduga kuat adanya pengaruh (intervensi) kekuasaan. Hal ini semakin mendalilkan bahwa Indonesia sebagai negara hukum tidak berlaku secara empirik, kita sudah menjadi negara kekuasaan. Kondisi ini bukan hanya terjadi dan dialami oleh Habib Bahar, namun juga berlaku kepada para tokoh ummat dan aktivis yang dianggap sebagai lawan politik oleh rezim.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
[VIDEO] Ustaz Felix Siauw Dituding Dakwah Tak Bersanad

[VIDEO] Ustaz Felix Siauw Dituding Dakwah Tak Bersanad

Senin, 13 Jul 2020 22:39

Menjadi Ayah Tunggal Efek Gaul Bebas, Kisah Ini sebagai Renungan

Menjadi Ayah Tunggal Efek Gaul Bebas, Kisah Ini sebagai Renungan

Senin, 13 Jul 2020 21:57

Melacak Jejak Perbedaan Indonesia Versus Turki

Melacak Jejak Perbedaan Indonesia Versus Turki

Senin, 13 Jul 2020 21:07

Save the Children: 9,7 Juta Anak Terancam Tidak Akan Kembali Ke Kelas AKibat Dampak COVID-19

Save the Children: 9,7 Juta Anak Terancam Tidak Akan Kembali Ke Kelas AKibat Dampak COVID-19

Senin, 13 Jul 2020 21:05

Tidak Usah Sakit Hati, Aya Shofiya Urusan Dalam Negeri Turki

Tidak Usah Sakit Hati, Aya Shofiya Urusan Dalam Negeri Turki

Senin, 13 Jul 2020 19:21

Ciut Nyali Denny Siregar Usai Dipolisikan

Ciut Nyali Denny Siregar Usai Dipolisikan

Senin, 13 Jul 2020 18:05

Mimpi Basah, Namun Tidak Menemukan Basah Mani

Mimpi Basah, Namun Tidak Menemukan Basah Mani

Senin, 13 Jul 2020 17:21

[VIDEO] Piagam Jakarta Umat Islam Mengalah, Tolak RUU HIP Umat Islam Tak Boleh Mengalah

[VIDEO] Piagam Jakarta Umat Islam Mengalah, Tolak RUU HIP Umat Islam Tak Boleh Mengalah

Senin, 13 Jul 2020 17:11

Sistem Pertahanan Udara Terbaru S-500 Rusia Diklaim Mampu Manghancurkan Satelit dan Meteor

Sistem Pertahanan Udara Terbaru S-500 Rusia Diklaim Mampu Manghancurkan Satelit dan Meteor

Senin, 13 Jul 2020 17:05

Iran Salahkan Radar yang Tidak Selaras dan Kesalahan Manusia Atas Penjatuhan Pesawat Ukraina

Iran Salahkan Radar yang Tidak Selaras dan Kesalahan Manusia Atas Penjatuhan Pesawat Ukraina

Senin, 13 Jul 2020 16:45

Ayasofya Camii!

Ayasofya Camii!

Senin, 13 Jul 2020 16:31

Wabah Virus Corona Baru Telah Menewaskan Lebih dari 20.000 Orang di Timur Tengah

Wabah Virus Corona Baru Telah Menewaskan Lebih dari 20.000 Orang di Timur Tengah

Senin, 13 Jul 2020 16:25

Siapa Tonjok Jokowi?

Siapa Tonjok Jokowi?

Senin, 13 Jul 2020 15:21

Penularan Covid Masih Tinggi, Muktamar Persis Ditunda Sampai April 2021

Penularan Covid Masih Tinggi, Muktamar Persis Ditunda Sampai April 2021

Senin, 13 Jul 2020 15:20

Gerak Jabar Siap Mengawal Maklumat MUI Soal RUU HIP

Gerak Jabar Siap Mengawal Maklumat MUI Soal RUU HIP

Senin, 13 Jul 2020 15:14

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Senin, 13 Jul 2020 11:25

Mulai dari Rieke Pitaloka

Mulai dari Rieke Pitaloka

Senin, 13 Jul 2020 05:18

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Ahad, 12 Jul 2020 21:45

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Ahad, 12 Jul 2020 21:22

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

Ahad, 12 Jul 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X