Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.864 views

Mengembalikan Peran Mulia Seorang Ibu

 
Oleh: Winda Yusmiati, S.Pd*
 
IBU, satu kata yang begitu simple. Tapi jika diartikan, ibu mempunyai banyak makna. Berbicara soal ibu, tidak akan habis-habisnya kita bahas. Bagaimanapun kita ketahui, betapa pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu itu begitu besarnya. Mulai dari harus mengandung, melahirkan, merawat dan menjaga anak-anaknya. Begitu muliannya posisi ibu dalam membangun generasi pemimpin bangsa.
 
Namun, bagaimanakah potret ibu masa kini? Apakah seorang ibu masih melaksanakan peran mulia tadi? Potret kaum ibu saat ini sangatlah memprihatinkan. Kebanyakan wanita (ibu) yang hidup di zaman kapitalis seperti sekarang, lebih banyak memilih untuk bekerja di luar rumah daripada mengurus rumah tangga dan anak-anaknya di rumah.
 
Hal ini terlihat dari data Badan Statistik (BPS) pada bulan Februari 2017. Menurut kepala Badan Statistik Suhariyanto, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan mengalami kenaikan sebesar 2,33 persen, sementara TPAK laki-laki justru mengalami penurunan sebesar 0,41 persen. (Tempo.com 5 Mei 2017). Hal ini menunjukkan begitu banyaknya para ibu yang bekerja di ranah publik. Status ibu yang disandangnya hanya sebatas "gelar" saja karena telah melahirkan anak-anaknya, sementara perannya sebagai seorang ibu dialihkan kepada pengasuh bayi (baby sitter) atau pembantu.
 
Tempat Penitipan Anak atau day care pun menjadi incaran. Dan tidak sedikit juga yang menitipkan anak mereka kepada orang tua. Akhirnya anak lebih dekat dengan orang lain daripada dengan ibunya sendiri. Seorang ibupun berlomba-lomba mencari harta untuk hanya sekedar memenuhi "life style" untuk bisa membeli peralatan make up, belanja, hingga jalan-jalan ke luar negeri. Sungguh miris!
 
Semua ini terjadi karena sistem kapitalisme. Kapitalisme adalah sebuah peraturan hidup yang lahir dari ide sekuler (pemisahan agama dari kehidupan), sistem ini sangat berorientasi pada materi (uang, harta dll) dan menjadikan ide liberal (kebebasan) sebagai pijakan kehidupan. Uang adalah segalanya. Materi tujuan utama hidupnya. Sistem kapitalisme-liberalis lah yang menjadi penyebab utama bergesernya peran ibu yang sangat mulia. Banyak para ibu yang tidak sadar terjebak dalam ide ini.
 
Padahal sesungguhnya tugas seorang ibu itu bukan sekedar menyediakan materi untuk anak. Tugas ibu adalah sebagai ummun warobatul bait (ibu pengatur rumah tangga). Ibu hakekatnya adalah pengatur rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda yang artinya "seorang suami adalah pengembala dalam keluarganya dan dia diminta bertanggungjawab atas gembalaanya. Isteri adalah pengembala dalam rumah suaminya, dan dia diminta bertanggungjawab atas gembalaannya.." (Riwayat Al-Bukhori dan Muslim). 
 
Selain itu juga, ibu mempunyai peran yang mulia yaitu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Dari didikan ibu yang sholehah akan melahirkan anak-anak yang bersyaksiyah Islam (kepribadian Islam), generasi pemimpin ummat. 
 
Para ibu yang memegang aturan Allah akan mendidik anak-anaknya agar taat kepada Allah pula. Jika generasi mudanya berkualitas, maka negara akan menjadi negara yang kuat yang menerapkan aturan Allah secara kaaffah. Hanya sistem Islam-lah peran mulia ibu akan dihidupkan kembali sebagaimana fitrahnya.
 
 
Sudah saatnya kita mencampakkan sistem kapitalisme-sekuler dan mengembalikan peran mulia seorang ibu sebagai ummun warobatul bait pencetak generasi tangguh yang dapat meneruskan kembali kehidupan Islam di dunia. Semoga para ibu dan calon ibu menyadari peran dan tugas mulia seorang ibu sebagai ummun warobatul bait dan pendidik generasi. [syahid/voa-islam.com]
 
*penulis adalah seorang ibu rumah tangga bertempat tinggal di purwakarta.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News

Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 17/09/2019 11:15

Karhutla, HTI, FPI, dan Istana