Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.297 views

Para Pembesar PKS Terus Membangun Mimpi-Mimpi di Milad ke 15

Jakarta (voa-islam.com) Para pembesar PKS, terutama Presiden PKS, Anis Mata, tak henti-hentinya terus membangun mimpi-mimpi dengan retorikanya di depan para kader. Dengan bermodalkan retorika yang dimilikinya, Anis Mata, berusaha membangun kembali semangat, harapan, dan harga diri dikalangan para kader PKS.

Anis memiliki obsesi yang sangat kuat, agar PKS menjadi kekuatan politik yang besar, dan mengharap menjadi tiga besar di pemilu 2014. Anis ingin PKS memiliki daya tawar yang kuat terhadap  partai-partai dan kekuasaan yang ada. Obsesi-obsesi Anis dan para  pembesar PKS itu, sekarang hanya digantungkan kepada kadernya semata.

Karena itu, Anis Mata begitu dipilih oleh DPTP (Dewan Pimpinan Tertinggi Partai) yang beranggotakan enam orang elite PKS itu, maka Anis  terus melakukan kunjungan ke daerah-daerah, dan terus berusaha membangun kembali semangat, harapan, dan harga diri para kader, yang sebagian sudah runtuh, akibat  perilaku sebagian para elitenya yang sudah korup.

Memang, satu-satunya harapan yang masih bisa diharapkan hanyalah kepada kader, yang bisa dijadikan alat politik, guna mencapai obsesi dan  ambisi para pembesar dan elite  partai. Maka,  Anis dengan kemampuan  retorikanya terus mencekoki dengan berbagai doktrin, yang menggunakan idiom-idiom "jamaah Ikhwan", guna membangun kembali semangat dan rasa memiliki serta soliditas dikalangan para kader.

Kunjungan Anis Mata ke daerah-daerah seluruh Indonesia, nampaknya menjadi momentum, guna membangun soliditas, dan kekenyalan partai, serta keutuhan partai dari kemungkinan konflik-konflik yang ada. Terutama didalam kalangan kader. Kunjungan Anis Mata ke daerah-daerah itu, diharapkan kembalinya kohesifitas para kader.

Memang, para elite PKS sangat diuntungkan dengan adanya sikap para kader PKS, yang sangat taat, tsiqoh (percaya dan yakin kepada pemimpin), tadhiiyah (berkorban), dan bahkan banyak kader yang memiliki sikap taklid, dan hanya mau mendengarkan apa  saja yang keluar dari ucapan para pemimpin mereka. Kondisi ini sangat menguntungkan para pembesar PKS.

Akhir-akhir ini, PKS mengalami limbung, dan bahkan seperti terkena tsunami politik, akibat badai korupsi yang menggerogoti partai yang lahir di era reformasi, dan dulu bercita-cita ingin memperbaiki pemerintahan yang bersih, dan membersihkan korupsi dari bumi Indonesia. Tetapi, semua itu,  hanyalah nonsense belaka.

Partai PKS yang dikenal sebagai partai dakwah,dan memiliki jargon, "bersih, peduli, dan profesional", hampir selama satu dekade, sejak tahun 2004, dan masuk koalisi dan mendukung Presiden SBY, tak lebih sebagai partai yang hanya membebek  kepada SBY. Partai PKS, yang masuk dalam koalisi, tidak pernah mengatakan tidak terhadap Presiden SBY. PKS hanya sekadar menjadi stempel atas kebijakan pemerintah SBY.

Di bulan Juni, 2008, ketika menyelenggarakan Munas di Hotel Ritz Carlton, Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, di depan Presiden SBY dan Ibu Ani, mengatakan, "Kebersamaan kami dengan Bapak Presiden SBY dalam koalisi, bukan hanya sekadar taktik dan strategi politik, tetapi merupakan iman dan aqidah kami", tegas Hilmi Aminuddin yang merupakan anak tokoh DI Danu Mohamad Hasan.

Di Hotel Ritz Carlton itulah, PKS berubah kelamin menjadi partai terbuka. Tidak lagi menjadikan penegakan Islam sebagai "ghoyah", tetapi hanya semata-mata tujuan yang ingin direngkuhnya kekuasaan. Segala daya upaya dan potensi yang dimiliki para kadernya hanya dalam rangka merebut kekuassaan lewat partai.

Kemudian, jargonya yang, "bersih, peduli, dan profesional", diganti dengan, "bekerja". Inilah awal perubahan besar yang terjadi di dalam tubuh PKS. PKS dalam segala hal menjadi pragmatig, dan cenderung oportunis.

Selanjutnya, yang terjadi perubahan paradigma atau perubahan yang bersifat asas, bukan  lagi yang menyangkut wasail (sarana). Inilah yang mengakibatkan PKS tidak berbeda dengan partai-partai lainnya.

Karakternya tidak berbeda dengan partai-partai lainnya, seperti PDIP, Golkar,  Demokrat, PPP, PKB,  PAN, dan lainnya. PKS benar-benar "pure partai-politik", yang menganut sistem  sekuler. Idiom sebagai partai dakwah sudah ditinggalkan dengan kesadaran penuh yang dilakukakn oleh para elitenya.

Tak aneh, bila sekarang ini, PKS terjerumus ikut dalam permainan kekuasaan (power game) model partai-partai sekuler. Tidak ada yang berbeda antara PKS dengan partai-partai sekuler lainnya, khususnya dalam berpolitik. Sama dan sebangun. Menghalalkan segala cara. Tujuannya hanya kekuasaan semata.

Anis Mata sekarang berusaha meyakinkan dan memompa semangat  para kader agar nanti mau "berjihad" pada pemilu 2014, termasuk dalam pilkada yang ada sekarang. Kemenangan pilkada menjadi pintu gerbang guna meraih kemenangan pemilu di 2014. Obsesi Anis Mata bagaimana PKS mendapatkan suara 20  persen di pemilu  2014 nanti. Ini tidak main-main.

Tetapi, pola-pola partai sekuler yang sekarang di "copypaste" oleh PKS ini, akhirnya membuahkan hasil, yaitu diringkusnya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak oleh KPK, dan dikenai dakwaan melakukan pencucian uang. Dengan kasus korupsi yang menimpa orang nomor "wahid" PKS itu, akhirnya mengubah jargon PKS sebagai partai yang, "tidak bersih, peduli, dan profesional".

Ini menjadi preseden yang sangat buruk sepanjang sejarah. Di mana partai Islam tokoh puncaknya harus masuk RTM Guntur, karena korupsi. Tidak pernah dalam sejarah ada tokoh atau pemimpin partai Islam yang masuk penjara karena korupsi.

Mohamad Natsir, Prawoto, Roem, Syafruddin, Agus Salim, Tjokroaminoto, dan lainnya, mereka dipenjara oleh Belanda atau pemerintah, karena mereka menentang dan karena perbedaan idelogi. Tetapi, PKS dipenjara tokohnya karena korupsi. Sungguh ini, menjadi sejarah hitam bagi pergerakan Islam di Indonesia.

Para tokoh partai-partai Islam dan pergerakan itu hidup sangat bersahaja, dan tanpa pamrih. Bandingkan dengan para  pemimpin dan elite PKS, mulai dari Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin, Anis Mata, Luthfi Hasan Ishak, dan sejumlah tokoh atau elite partai, mereka benar-benar  berubah bersamaan dengan kekuasaan dan jabatan mereka miliki.

Mereka menjadi tokoh OKB (orang kaya baru), yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menikmati kemewahan hidup yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan bahkan para kadernya sekarang ini oleh Anis Mata,  didorong agar mereka menjadi orang senang kepada kemewahan, dan bergaya "borju".

Mereka tak segan-segan melakukan praktek politik "Machiavelisme" (menghalalkan segala cara) dalam mencapai tujuan politiknya.

Mereka para elite politik PKS menikmati dengan kondisi yang  ada, tak tidak berusaha memperbaiki kondisi yang ada. Dengan sungguh-sungguh. Selama hampir satu dekade bersama dengan SBY telah menjadi pendukung "buta" SBY, dan tidak pernah bersikap kritis terhadap pemerintah.

Baik di DPR PKS tidak perform dalam segala. Tidak menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat. Kasus BLBI, Import Beras, Lapindo, dan lainnya, PKS tidak memelopori sebagai kekuatan politik terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Dua kali periode PKS memegang Departemen Pertanian, tetapi tidak nampak perubahan nasib para petani, secara agregat, tetapi petani semakin miskin.

Justeru PKS di Departemen Pertanian terlibat dalam permainan import daging, dan bidang-bidang lainnya. Akibat import daging itu, sekarang Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak harus mendekam dalam tahanan RTM Guntur.

Mestinya, PKS dalam posisi yang paling depan dalam membela para petani, yang nasibnya semakin terpuruk,akibat adanya sistem kapitalisme yang semakin mendera Indonesia, dan kalangan rakyat miskin dan para petani semakin tersisih, tanpa adanya pembelaan dari para pemimpin partai, termasuk  PKS.

Partai PKS yang lahir di era Reformasi, bahkan pernah memberikan gelar Pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto, yang menjadi penguasa Orde Baru, serta memberikan gelar sebagai guru bangsa. Tindakan ini tidak pernah dimengerti oleh siapapun atas langkah politik yang diambil oleh PKS.

Sekarang, sesudah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak, ditangkap KPK, maka PKS lewat anggotanya di DPR Fahri Hamzah memainkan kartu "Century", dan mencoba memojokkan Wakil Presiden Boediono, yang merupakan pilihan SBY. Ini merupakan politik saling "sandera" yang sekarang berjalan di Republik ini.

Mengungkit Boediono  ini, sama halnya ingin menabrak SBY, yang sekarang sudah sempoyongan. Semuanya ini hanya cara memperbaiki citra dan membuat nilai tawar kepada SBY, agar jangan ada lagi kader atau elite PKS, yang digelandang KPK.

Anis Mata sekarang sedang memainkan banyak kartu, baik ke dalam internalnya sendiri, terutama untuk membangkitkan kembali kadernya yang sudah kehilangan rasa percaya diri, dan keluar memperbaiki citra dimata publik dengan memainkan kartu Century.

Meskipun, salah seorang anggota DPR PKS, Misbachun, pernah dipenjara karena memalsu LC dari Bank Century, yang nilainya $ 20 juta dollar.

Anis Mata bertaruh dengan mimpi-mimpinya yang ingin menjadikan PKS sebagai partai besar, melebihi Partai Masyumi, yang dipimpin Mohamad Natsir, yang pernah di pemilu 1955 mendapapatkan suara 20 persen.

Akankah PKS  dapat menyamai Partai Masyumi atau justeru PKS tidak sampai mencapai PT (Parlemen Threshold) 3,5 persen di pemilu 2014 nanti? Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28


MUI

Must Read!
X