Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
28.625 views

Abu Mohammad Al-Maqdisi: Menentang Perang Salib di Timur Tengah

AMMAN (voa-islam.com) - Pemerintah Jordania mengambil langkah sangat hati-hati dengan menahan seorang tokoh jihadis, Abu Mohammad al-Maqdisi. Al-Maqdisi ulama jihadis yang sangat berpengaruh, dan sikapnya sangat menentang hegemoni Amerika di Timur Tengah.

Penahanan terhadap al-Maqdisi ini sebagai langkah pemerintah Jordania, mengantisipasi semakin membanjirnya dukungan kepada kelompok jihadis, terutama ISIS melalui internet.

Tindakan pasukan keamanan Jordania menangkap tokoh jihadis yang sangat berpengaruh ini, Abu Mohammad al Maqdisi, karena dituduh melakukan kampanye 'terorisme' melalui internet, dan mendapatkan dukungan yang sangat luas, kata sumber keamanan di ibukota Jordan, Amman.

Para pejabat keamanan Jordan, mengatakan Maqdisi diperintahkan untuk ditahan selama 15 hari, dan Al-Maqdisi dipanggil untuk diinterogasi oleh jaksa keamanan negara. Al-Maqdisi didakwa dengan tuduhan telah menggunakan internet untuk mengkampanyekan dan menghasut mendukung organisasi-organisasi teroris dan kelompok jihad.

Ulama yang sangat terpandang di Jordania, dipandang sebagai mursyid (pembimbing) spiritual dari pemimpin kelompok Al-Qaidah di Irak, Abu Musab Al-Zarqawi, dan kalangan think tank di akademi militer West Point (AS), menilai, Al-Maqdisi sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia Arab, saat ini.

"Al-Maqdisi tak lama ditangkap, dan kemudian muncul di kantor kejaksaan dan diinterogasi," kata seorang sumber keamanan kepada Reuters. Al-Madisi dalam beberapa bulan terakhir telah mengkritik ISIS. Namun, Al-Maqdisi berubah sikap dan bersimpati kepada ISIS, bersamaan dengan serangan udara AS terhadap kelompok ISIS di Irak dan Suriah.

Meskipun Al-Maqdisi tidak secara terbuka mengkritik pemerintah Jordania dan beberapa negara Teluk dipimpin oleh Arab Saudi yang bergabung dalam koalisi AS yang memerangi ISIS. Al-Maqdisi menggambarkannya sebagai Perang Salib melawan Islam. Kritikan terhadap pemerintah Jordania dan Arab serta sejumlah negara Teluk, yang ikut memerangi ISIS, membuat pemerintah Jordania terganggu.

"Jangan bersukacita ketika salah satu saudara kita menderita akibat agresi tentara Salib," kata Maqdisi dalamnya suratnya terakhir.

Betapapun Al-Maqdisi sangat marah dengan dunia Arab yang sekarang ini membantu AS memerangi ISIS, dan bahkan membiarkan Muslim Sunni dihancurkan oleh tangan AS dan Arab, dan memberi kemenangan kepada Syi'ah, seperti yang terjadi di Yaman.

Al-Maqdisi menghabiskan masa lima tahun di sebuah penjara di Jordania karena dituduh mendukung kelompok jihadis di berbagai negara, dan baru dibebaskan pada Juni lalu. Beberapa pejabat Jordania menyarankan agar pihak berwenang, yang sangat takut terhadap kelompok jihadis, membiarkan para jihadis melintasi perbatasan Jordania menuju Suriah, dan membebaskan Al-Maqdisi demi kepentingan keamanan Jordania.

Al-Maqdisi mengkritik proklamasi ISIS yang mendirikan Khilafah, dan mengatakan itu hanya memperdalam pertikaian diantara kelompok-kelompok jihad. Meskipun sekarang sesudah serangan udara AS dan koalisi Arab terhadap ISIS, al-Maqdisi berubah pendirian, dan berbalik menyerang negara-negara Arab yang berkoalisi dengan AS.

Namun, fihak keamanan pemerintah Jordania mulai mengkhawatirkan, ketika al-Maqdisi dan para ulama lainnya di seluruh wilayah Timur Tengah, berjuang  menengahi konflik diantara kelompok jihadis, dan mencoba menghentikan konflik, sejak  awal bulan lalu. Ini dipandang akan menguntungkan kelompok jihadis.

Pemerintah Arab, sangat mengkawatirkan langkah al-Maqdisi berserta ulama lainnya, yang mencoba dengan sungguh-sunggun ingin mengakhiri konflik di antara para kelompok jihadis, ungkap sebuah sumber yang dekat dengan keamanan Jordania.

Para pemimpin Arab yang sudah ikut dalam koalisi dengan AS, tidak ingin melihat adanya persatuan diantara kelompok mujahidin. Usaha-usaha melemahkan mereka terus dijalankan. Dengan cara mengadu-domba, sampai terjadi perang diantara kelompok jihadis.

Pemerintah Jordania bukan hanya menahan Al-Maqdisi, tapi juga melakukan penangkapan besar-besaran terhadap sejumlah ulama dan aktifis di Jordania yang cenderung simpati kepada ISIS. Meskipun dukungan mereka baru sebatas melalui internet. 

Seorang diplomat dan pejabat di Jordania mengatakan, dalam dua bulan terakhir, dinas intelijen Jordania telah memperketat keamanan di sekitar zona sensitif pemerintah dan meningkatkan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang dituduh sebagai 'fundamentalis'.

Sejak Raja Husien berkuasa, Jordania menjadi sekutu utama AS. Hubungan bilateral dengan Zionis-Israel pun dibuka. Sekarang Jordania, dipimpin Raja Abdullah, anak dari Raja Husien, dan meneruskan kebijakan pemerintahannya yang pro-AS.

Jordania yang separuh penduduknya warga Palestina sangat berhati-hati dan selalu mengambil langkah keras, terutama menghadapi kelompok-kelompok Islam yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah Jordania, termasuk Jamaah Ikhwanul Muslimin.

Tapi, bersamaan dengan perkembangan regional, dan munculnya gerakan jihad yang bermula dari invasi AS di Irak, lahir kelompok-kelompok jihadis di Timur Tengah. Sekarang ribuan warga Jordania yang ikut terjun ke medan jihad di Suriah dan Irak.

Ini tidak telepas dari peran tokoh jihadis, di antaranya Al-Maqdisi. Inilah konsekuensi dari tindakah invasi AS di Irak, yakni melahirkan kelompok jihad. Sejak AS meninggalkan Baghdad, maka berikutnya terjadi perang antara kelompok Sunni dan Syi'ah.

AS sudah mencoba membuat skenario dengan melengserkan Perdana Menteri Irak, Nuri Al-Maliki, yang sangat fanatik, dan digantikan Haedar Al-Abadi dan mengakomodasi kelompok Sunni dalam pemerintahannya. Tapi ini tidak menghentikan perang yang sudah berkecamuk antara Sunni-Syiah di Irak dan Suriah. Karena akar konflik sudah sangat dalam.

Sekarang, justru negara-negara Arab Sunni berkolaborasi dengan AS dan Syiah, ikut menghancurkan Muslim Sunni. Karena para pemimpin Arab melihat kelompok-kelompok Sunni, yang sekarang membentuk kelompok-kelompok jihad yang bertujuan membebaskan negara-negara Arab Islam dari ancaman perang Salib, mengancam kekuasaan mereka.

Raja, Pangeran, dan Perdana Menteri, semua mereka takut kehilangan kekuasaan, sehingga bergabung dengan koalisi pimpinan AS. Mereka menjadi alat AS, dan memerangi saudara mereka sendiri Muslim. Wallahu'alam.

mashadi1211@gmail.com  

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Kamis, 02 Apr 2020 23:59

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negri?

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negri?

Kamis, 02 Apr 2020 23:50

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Kamis, 02 Apr 2020 23:28

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Kamis, 02 Apr 2020 23:27

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Kamis, 02 Apr 2020 23:00

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Kamis, 02 Apr 2020 22:26

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Kamis, 02 Apr 2020 22:19

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Kamis, 02 Apr 2020 22:17

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Kamis, 02 Apr 2020 21:45

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

Kamis, 02 Apr 2020 21:15

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 20:59

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Kamis, 02 Apr 2020 20:48

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kamis, 02 Apr 2020 20:38

Pakistan Batalkan Hukuman Mati Jihadis Pembunuh Wartawan AS Daniel Pearl

Pakistan Batalkan Hukuman Mati Jihadis Pembunuh Wartawan AS Daniel Pearl

Kamis, 02 Apr 2020 20:30

Menteri Kesehatan Israel Positif Terinfeksi COVID-19

Menteri Kesehatan Israel Positif Terinfeksi COVID-19

Kamis, 02 Apr 2020 20:00

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Kamis, 02 Apr 2020 18:51

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Kamis, 02 Apr 2020 18:40

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Kamis, 02 Apr 2020 18:08

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Kamis, 02 Apr 2020 17:44

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Kamis, 02 Apr 2020 16:35


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 02/04/2020 22:19

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB