Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.090 views

Bebaskan Indonesia Dari Penjajahan dan Perbudakan Cina?

JAKARTA (voa-islam.com) - Bagaimana memahami perubahan politik, dan kecenderungan baru, serta proses rekayasa yang sistematik, serta tujuannya ingin menguasai dan menjadikan Indonesia sebagai koloni alias jajahan baru.

Dengan usainya pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, dan menempatkan Jokowi menjadi presiden, berlangsung sebuah proses pengabilalihan Indonesia oleh Cina. Ini bukan tanpa sengaja. Tapi melalui sebuah langkah rekayasa yang sangat sistematik.

Tahapan-tahapannya sangat jelas. Di mulai sejak Orde Baru. Di mana Soeharto yang memiliki 'kroni' sejumlah 'taoke' Cina, yang masuk dalam lingkaran dalam kekuasaan Soeharto, dan kemudian menjadi 'backbone' (tulangpunggung) Order Baru.

Melalui lembaga think-thank seperti CSIS, yang didirikan oleh sejumlah keturunan Cina (Katolik), seperti Sofyan Wanandi,  sekarang berada di belakang Yusuf Kalla, berhasil menguasai Indonesia.

Sekarang menurut berbagai sumber, bersamaan dengan  keberadaan Jenderal Luhut Panjaitan, yang diangkat menjadi Kepala Staf Kepresiden, dan lebih 'powerfull', mengarahkan Jokowi kepada kebijakan yang lebih statagis. Termasuk re-orientasi kebijakan luar negeri Indonesia.

Luhut yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura, dan Menteri Perdagangan di zaman Abdurrahman Wahid, sekarang  dia termasuk menjadi penentu kebijakan luar negeri Indonesia, yang lebih condong kepada Cina.

Pergeseran kekuasasan (powershif) secara global yang terjadi dari  Amerika Serikat kepada Cina, baik dari segi ekonomi, politik, dan militer, menjadi faktor penentu perubahan arah kebijakan luar negeri Indonesia.

Jadi, jika Jokowi dalam pidatonya di KAA (Konferensi  Asia dan Afrika), berani mengkritik lembaga multilateral, seperti IMF, World Bank, ADB, dan PBB, semata karena hanya memang kekuatan Amerika Serikat di Asia Pasific sudah surut, dan Indonesia mencari patron (majikan) baru, yaitu Cina.

Jokowi berani menendang  IMF,  Wolrd Bank, dan PBB, karena sudah memiliki 'reserve' yang akan menjadi pendukung pemerintahannya,  yaitu Cina. 

Perginya Perdana Menteri Jepang Shinso Abe, kembali ke negaranya, ini hanya menunjukkan indikasi, Jepang yang menjadi sekutu Amerika sudah tidak lagi merasa 'inhome' (nyaman) dengan dekatnya Indonesia kepada Cina. Ini menunjukan indikator baru. Perubahan kebijakan poliltik luar negeri Indonesia.

Meskipun, Jepang merupaka negara yang paling  besar investasisnya di Indonesia, tapi dengan penyerahan semua proyek infrastruktur oleh Jokowi kepada Presiden Cina Xi Jingping, hanyalah sebuah penegasan kepada dunia internasioanl, bahwa Jokowi sudah beralih patron (majikan) dari Washington ke Beijing.

Tentu, segalanya akan mempunyai implikasi yang serius bagi masa depan Indonesia. Indonesia akan menjadi tanah jajahan Cina. Cina berarti bukan saja menguasai politik, tapi ekonomi, sumber daya alam, dan bahkan militer. Ini bisa dilihat lebih jauh relasi antara para pejabat sipil, militer dan kepolisian dengan fihak Cina.

Tahapan sekarang, sebagai tahap keempat, kekuasaan Cina daratan yang sudah 'menggenggam' Indonesia, belum perlu langsung mendudukan orang Cina menjadi presiden, tapi sementara orang-orang yang menjadi 'kepercayaannya' menjadi pemegang kekuasaan dan kedaulatan di Indonesia.

Orang seperti Jokowi yang dibantu  oleh Luhut, sudah cukup melakukan konsolidasi, dan sampai tahap kelima nanti, langsung seorang keturunan Cina menjadi Presiden Indonesia?

Dibagian lain, di Timur Tengah, terjadi 'powershif', di mana Amerika bergandeng tangan dengan Syi'ah (Iran). Perjanjian antara Barat dengan Iran dibidang nuklir, nampaknya menjadi sinyal yang jelas.

Implikasinya Indonesia membangun kerjasama lebih kuat dengan Iran. Dengan tujuan memberantas radikalisme. Hal ini, pasti akan mempengaruhi eksisten kominitas Syi'ah di Indonesia.

Disisi lain, di Jakarta dimunculkan 'kaleng rombeng', orang seperti Ahok, yang terus mengaduk-aduk emosi umat dan para ulama, sehingga mereka tidak lagi bisa memikirkan masalah yang penting dan stretagis.

Perlahan-lahan umat dan para  tokoh Umat letih dengan berbagai masalah, tanpa bisa berbuat apapun menghadapi persekongkolan antara para pelaku politik  domestik (lokal) dengan para penguasa Cina daratan  yang sudah menguasai Indonesia.

Di  tengah letihnya umat dan ulama itu, sektor perdagangan, perbankan (hilir dan hulu ekonomi moneter), industri, sekarang sektor Infrastruktur serta perkebunan dan migas (hilir dan hulu ekonomi real) mereka kuasai. Sempurna penguasasan  oleh Cina atas Indonesia. Indonesia di jajah oleh Cina.

Lihat sekadar dampaknya bagi kehidupan rakyat. Semua kebutuhan pokok rakyat naik, dan mencekik  rakyat. Beras, gula, terigu, kacang/kedelai, dan semua bahan kebutuhan pokok, sudah dikuasai oleh kartel Cina.

Rakyat menjadi objek para 'taoke' Cina, dan harus selalu menerima beban kenaikan harga. Akiba seluruh sektor ekonomi dan perdagangan sudah di tangan mereka. Apalagi menjelang Ramadhan. Harga-harga kebutuhan pokok mencekik rakyat.

Sementara itu,  sektor media untuk mengendalikan opini publik, yang mengubah pikiran rakyat, menjadi lebih sekuler, pragmatis. Media berhasil mengubah pikiran rakyat, dan terpilihnya Jokowi, salah satu hasil  kerja media dan media sosial yang menjadi jaringan kepanjangan tangan Cina. 

Selain itu, bersamaan dengan hegemoni  Cina atas Indonesia, berdampak bangkitnya kekuatan PKI di Indonesia. Seperti dilansir oleh berbagai pengamat politik, di mana sekarang dengan sangat kuat kegiatan politik kader komunis, dan mereka melakukan konsolidasi. Ini bisa menjadi ancaman ideologi, terutama bagi Indonesia.

Masalahnya, mengapa bangsa ini rela dan menerima perbudakan dan penjajahan oleh Cina? Vietnam dan Fiji berhasil membebaskan negara mereka dari genggaman tangan Cina. Tak layak  250 juta rakyat Indonesia menyerahkan tanah tumpah darah mereka kepada Cina.

Presiden Soekarno pernah melarang orang-orang Cina melakukan aktifitas ekonomi dan bertempat tinggal di kota Kabupaten melalui PP No.10. Tapi, itu hanyalah di zaman Soekarno, dan sekarang itu hanyalah tinggal sebuah cerita lama.

Jika mengacu kembali kesadaran ideologi politik Soekarno, maka bangsa Indonesia harus berazam (bertekad), kembali  membebaskan negaraya. Bebaskan Indonesia dari penjajahan dan perbudakan Cina! Walllahu'alam.

*mashadi/dtta

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20


MUI

Must Read!
X