Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.752 views

Bebaskan Indonesia Dari Penjajahan dan Perbudakan Cina?

JAKARTA (voa-islam.com) - Bagaimana memahami perubahan politik, dan kecenderungan baru, serta proses rekayasa yang sistematik, serta tujuannya ingin menguasai dan menjadikan Indonesia sebagai koloni alias jajahan baru.

Dengan usainya pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, dan menempatkan Jokowi menjadi presiden, berlangsung sebuah proses pengabilalihan Indonesia oleh Cina. Ini bukan tanpa sengaja. Tapi melalui sebuah langkah rekayasa yang sangat sistematik.

Tahapan-tahapannya sangat jelas. Di mulai sejak Orde Baru. Di mana Soeharto yang memiliki 'kroni' sejumlah 'taoke' Cina, yang masuk dalam lingkaran dalam kekuasaan Soeharto, dan kemudian menjadi 'backbone' (tulangpunggung) Order Baru.

Melalui lembaga think-thank seperti CSIS, yang didirikan oleh sejumlah keturunan Cina (Katolik), seperti Sofyan Wanandi,  sekarang berada di belakang Yusuf Kalla, berhasil menguasai Indonesia.

Sekarang menurut berbagai sumber, bersamaan dengan  keberadaan Jenderal Luhut Panjaitan, yang diangkat menjadi Kepala Staf Kepresiden, dan lebih 'powerfull', mengarahkan Jokowi kepada kebijakan yang lebih statagis. Termasuk re-orientasi kebijakan luar negeri Indonesia.

Luhut yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura, dan Menteri Perdagangan di zaman Abdurrahman Wahid, sekarang  dia termasuk menjadi penentu kebijakan luar negeri Indonesia, yang lebih condong kepada Cina.

Pergeseran kekuasasan (powershif) secara global yang terjadi dari  Amerika Serikat kepada Cina, baik dari segi ekonomi, politik, dan militer, menjadi faktor penentu perubahan arah kebijakan luar negeri Indonesia.

Jadi, jika Jokowi dalam pidatonya di KAA (Konferensi  Asia dan Afrika), berani mengkritik lembaga multilateral, seperti IMF, World Bank, ADB, dan PBB, semata karena hanya memang kekuatan Amerika Serikat di Asia Pasific sudah surut, dan Indonesia mencari patron (majikan) baru, yaitu Cina.

Jokowi berani menendang  IMF,  Wolrd Bank, dan PBB, karena sudah memiliki 'reserve' yang akan menjadi pendukung pemerintahannya,  yaitu Cina. 

Perginya Perdana Menteri Jepang Shinso Abe, kembali ke negaranya, ini hanya menunjukkan indikasi, Jepang yang menjadi sekutu Amerika sudah tidak lagi merasa 'inhome' (nyaman) dengan dekatnya Indonesia kepada Cina. Ini menunjukan indikator baru. Perubahan kebijakan poliltik luar negeri Indonesia.

Meskipun, Jepang merupaka negara yang paling  besar investasisnya di Indonesia, tapi dengan penyerahan semua proyek infrastruktur oleh Jokowi kepada Presiden Cina Xi Jingping, hanyalah sebuah penegasan kepada dunia internasioanl, bahwa Jokowi sudah beralih patron (majikan) dari Washington ke Beijing.

Tentu, segalanya akan mempunyai implikasi yang serius bagi masa depan Indonesia. Indonesia akan menjadi tanah jajahan Cina. Cina berarti bukan saja menguasai politik, tapi ekonomi, sumber daya alam, dan bahkan militer. Ini bisa dilihat lebih jauh relasi antara para pejabat sipil, militer dan kepolisian dengan fihak Cina.

Tahapan sekarang, sebagai tahap keempat, kekuasaan Cina daratan yang sudah 'menggenggam' Indonesia, belum perlu langsung mendudukan orang Cina menjadi presiden, tapi sementara orang-orang yang menjadi 'kepercayaannya' menjadi pemegang kekuasaan dan kedaulatan di Indonesia.

Orang seperti Jokowi yang dibantu  oleh Luhut, sudah cukup melakukan konsolidasi, dan sampai tahap kelima nanti, langsung seorang keturunan Cina menjadi Presiden Indonesia?

Dibagian lain, di Timur Tengah, terjadi 'powershif', di mana Amerika bergandeng tangan dengan Syi'ah (Iran). Perjanjian antara Barat dengan Iran dibidang nuklir, nampaknya menjadi sinyal yang jelas.

Implikasinya Indonesia membangun kerjasama lebih kuat dengan Iran. Dengan tujuan memberantas radikalisme. Hal ini, pasti akan mempengaruhi eksisten kominitas Syi'ah di Indonesia.

Disisi lain, di Jakarta dimunculkan 'kaleng rombeng', orang seperti Ahok, yang terus mengaduk-aduk emosi umat dan para ulama, sehingga mereka tidak lagi bisa memikirkan masalah yang penting dan stretagis.

Perlahan-lahan umat dan para  tokoh Umat letih dengan berbagai masalah, tanpa bisa berbuat apapun menghadapi persekongkolan antara para pelaku politik  domestik (lokal) dengan para penguasa Cina daratan  yang sudah menguasai Indonesia.

Di  tengah letihnya umat dan ulama itu, sektor perdagangan, perbankan (hilir dan hulu ekonomi moneter), industri, sekarang sektor Infrastruktur serta perkebunan dan migas (hilir dan hulu ekonomi real) mereka kuasai. Sempurna penguasasan  oleh Cina atas Indonesia. Indonesia di jajah oleh Cina.

Lihat sekadar dampaknya bagi kehidupan rakyat. Semua kebutuhan pokok rakyat naik, dan mencekik  rakyat. Beras, gula, terigu, kacang/kedelai, dan semua bahan kebutuhan pokok, sudah dikuasai oleh kartel Cina.

Rakyat menjadi objek para 'taoke' Cina, dan harus selalu menerima beban kenaikan harga. Akiba seluruh sektor ekonomi dan perdagangan sudah di tangan mereka. Apalagi menjelang Ramadhan. Harga-harga kebutuhan pokok mencekik rakyat.

Sementara itu,  sektor media untuk mengendalikan opini publik, yang mengubah pikiran rakyat, menjadi lebih sekuler, pragmatis. Media berhasil mengubah pikiran rakyat, dan terpilihnya Jokowi, salah satu hasil  kerja media dan media sosial yang menjadi jaringan kepanjangan tangan Cina. 

Selain itu, bersamaan dengan hegemoni  Cina atas Indonesia, berdampak bangkitnya kekuatan PKI di Indonesia. Seperti dilansir oleh berbagai pengamat politik, di mana sekarang dengan sangat kuat kegiatan politik kader komunis, dan mereka melakukan konsolidasi. Ini bisa menjadi ancaman ideologi, terutama bagi Indonesia.

Masalahnya, mengapa bangsa ini rela dan menerima perbudakan dan penjajahan oleh Cina? Vietnam dan Fiji berhasil membebaskan negara mereka dari genggaman tangan Cina. Tak layak  250 juta rakyat Indonesia menyerahkan tanah tumpah darah mereka kepada Cina.

Presiden Soekarno pernah melarang orang-orang Cina melakukan aktifitas ekonomi dan bertempat tinggal di kota Kabupaten melalui PP No.10. Tapi, itu hanyalah di zaman Soekarno, dan sekarang itu hanyalah tinggal sebuah cerita lama.

Jika mengacu kembali kesadaran ideologi politik Soekarno, maka bangsa Indonesia harus berazam (bertekad), kembali  membebaskan negaraya. Bebaskan Indonesia dari penjajahan dan perbudakan Cina! Walllahu'alam.

*mashadi/dtta

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

Senin, 30 Nov 2020 23:50

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Senin, 30 Nov 2020 09:14

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Senin, 30 Nov 2020 07:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X