Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.786 views

Mencari Dosa Anies

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Apa dosamu Anies? Itulah pertanyaan publik yang tak berhenti hingga hari ini. Kamera TV diawasi agar wajah Anies tak muncul. Demonstrasi dikirim setiap hari di Balaikota. Media menghindar saat Anies menerima tiga kategori penghargaan dari KPK. 40 Marbot masjid diumrohkan Ahok, media gempar. Anies memberangkatkan 267 marbot, tak ada kabar beritanya. Mau bangun GOR untuk Persija di BMW, anggaran dihadang di DPRD.

Peristiwa dan drama ini adalah sebagian dari fakta yang bocor ke publik. Banyak peristiwa yang kabarnya hanya disimpan oleh Anies sendiri. Kenapa tidak dipublis? Anies seorang gubernur. Itu jabatan politik. Politisi mesti berani mengahadapi risiko politik. Anies seorang  pemimpin, Ibu Kota Jakarta lagi, pantang untuk mengeluh.

Sekali lagi, publik yang awam masih penasaran, apa dosamu Anies, sehingga harus menghadapi kekuatan-kekuatan yang terus menghambat untuk membangun prestasi Jakarta?

Dalam salah satu wawancara TV swasta, Jaya Suprana mengungkap bahwa dosa Anies terbesar adalah karena ia menjadi gubernur DKI. Seandainya di Pilgub DKI Anies kalah, nasibnya tak seperti sekarang. Jaya Suprana jujur. Ini sebuah ungkapan yang otentik. Tapi, ini baru salah satu dosa Anies. Ada dosa lainnya?

Reklamasi disegel. Alexis ditutup. Proyek-proyek raksasa yang telah direncanakan tak dapat ruang untuk dilanjutkan. Semua berhenti, karena kesempatan ijin tak ada. Ini tentu adalah ancaman. Anies adalah sumber ancaman bagi proses kapitalisasi Jakarta. Inilah dosa besar Anies kedua. Masih ada satu dosa lagi, dan ini lebih besar. Apa itu?

Publik memberi identitas bahwa Anies adalah Gubernur rasa Presiden. Dari cara bicara, bersikap dan jaga wibawa, terutama di hadapan para pemimpin internasional, Anies menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin kelas dunia. Sederhana cara mengukurnya. Bandingkan Anies dengan presiden yang ada. Akan kelihatan kelas Anies.

Yang dibutuhkan dari seorang pemimpin itu kerja, bukan bicara. Salah! Inilah yang selama ini meracuni pikiran rakyat. Kerja, kerja, kerja. Perlu diluruskan. Kerja itu penting. Bahkan sangat penting. Tapi bukan kerja yang asal kerja. Mesti kerja yang smart, terencana, dan terukur semua manfaat dan risikonya. Agar berhasil, kerja harus diawali dengan gagasan yang matang, konsep yang terukur, baru kerja bisa diwujudkan dengan baik. Soal ini, Anies telah membuktikannya. DP 0%, OK Oce dan transportasi terkoneksi adalah diantara hasil kerja yang terukur itu.

Bagi Anies, seorang pemimpin harus satu kata dan perbuatan. Menunaikan janji-janji politik yang terukur dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Jelas keberpihakannya kepada rakyat yang layak mendapatkan pembelaaan. Dan Anies secara bertahap telah mulai membuktikannya. Inilah yang mungkin disebut Anies sebagai kerja berbasis gagasan dan narasi.

Tak terlalu salah jika publik kemudian memberi julukan Anies sebagai Gubernur rasa Presiden. Julukan ini di satu sisi membanggakan bagi rakyat Indonesia. Jakarta sebagai ibu kota dan estalase Indonesia dipimpin oleh seorang gubernur sekelas presiden. Tapi disisi lain, secara politis, akan menjadi ancaman bagi pihak yang merasa terancam. Gubernur rasa Presiden adalah strata sosial-politik yang melahirkan persepsi adanya dua matahari kembar di negeri ini. Inilah yang jadi salah satu sumber kerisauan, sehingga terjadi berbagai tragedi yang seharusnya tak perlu terjadi.

Anies adalah pemimpin potensial untuk Indonesia kedepan. Pohonnya terus tumbuh dan membesar. Akarnya makin kuat. Buahnya sudah mulai bisa dinikmati di negeri ini. Ada pihak yang tak ingin pohon itu terus berbuah. Mereka ingin memotong pohon itu. Caranya? Pertama, Jauhkan Anies dari media. Tekan sebisanya agar popularitas dan hasil kerja Anies tak tampak di mata publik. Sebaliknya, viralkan info yang berpotensi men-down grade nama Anies. Lakukan terus menerus negatif dan black campign. Kedua, hambat prestasinya. Ganjal usulan program dan anggaran Anies di DPRD. Ketiga, cari terus kesalahan dan dosanya.

Jika saat ini ada yang melaporkan salam dua jari Anies ke Bawaslu, itu tak terlalu mengagetkan. Sebelumnya, Anies juga pernah dilaporkan soal "pribumi". Publik punya persepsi bahwa itu adalah bagian dari proses pencarian dosa Anies dan negatif campign.

Kenapa pelapor tidak melaporkan sejumlah kepala daerah yang memberi dukungan secara vulgar kepada petahana? Kenapa juga tak melaporkan salah seorang bupati di Jawa Barat yang mengajak camat, lurah, RW dan RT untuk mengkampanyekan Paslon tertentu? Sekali lagi, karena mereka bukan ancaman. Sementara Anies? Dosanya dibutuhkan agar Gubernur rasa Presiden ini tidak lagi merisaukan pihak istana. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Riba Harta Haram

Riba Harta Haram

Rabu, 26 Jun 2019 23:13

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Rabu, 26 Jun 2019 22:44

Usul Mustafa Bagi Mereka yang Menolak Felix Siauw Isi Kajian

Usul Mustafa Bagi Mereka yang Menolak Felix Siauw Isi Kajian

Rabu, 26 Jun 2019 22:25

Pernyataan Moeldoko Soal Teroris Akan Manfaatkan Aksi di Depan MK Dinilai Provokatif

Pernyataan Moeldoko Soal Teroris Akan Manfaatkan Aksi di Depan MK Dinilai Provokatif

Rabu, 26 Jun 2019 22:23

Syawal Menyapa, Istiqomah Tetap Menyala

Syawal Menyapa, Istiqomah Tetap Menyala

Rabu, 26 Jun 2019 22:21

Berlangsung Lancar, PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

Berlangsung Lancar, PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

Rabu, 26 Jun 2019 21:49

Felix Siauw: Korpri DKI Tak Permasalahkan Cap Penyebar Khilafah dan HTI

Felix Siauw: Korpri DKI Tak Permasalahkan Cap Penyebar Khilafah dan HTI

Rabu, 26 Jun 2019 20:57

Bagi-bagi Ayam Gratis di Yogyakarta Berlangsung Ricuh

Bagi-bagi Ayam Gratis di Yogyakarta Berlangsung Ricuh

Rabu, 26 Jun 2019 20:45

Arkeolog: Masjid Tertua di Eropa Kemungkinan Berada di Madrid Spanyol

Arkeolog: Masjid Tertua di Eropa Kemungkinan Berada di Madrid Spanyol

Rabu, 26 Jun 2019 20:37

Jangan Saling Menghujat

Jangan Saling Menghujat

Rabu, 26 Jun 2019 20:25

Tujuh Polisi Mesir Tewas dalam Serangan Gerilyawan di Sinai Utara

Tujuh Polisi Mesir Tewas dalam Serangan Gerilyawan di Sinai Utara

Rabu, 26 Jun 2019 20:24

Sebuah Kota di Lebanon Larang Muslim Beli dan Sewa Properti

Sebuah Kota di Lebanon Larang Muslim Beli dan Sewa Properti

Rabu, 26 Jun 2019 20:14

QQ HEALING 9: Sembuhkan Kanker, Ubah Masalah jadi Masya Allah ala Quranic Quantum Healing

QQ HEALING 9: Sembuhkan Kanker, Ubah Masalah jadi Masya Allah ala Quranic Quantum Healing

Rabu, 26 Jun 2019 19:50

Ramadhan 1440 H Harus Jadi Energi Umat Islam untuk Berjuang Lillah Sampai Akhir Hayat

Ramadhan 1440 H Harus Jadi Energi Umat Islam untuk Berjuang Lillah Sampai Akhir Hayat

Rabu, 26 Jun 2019 18:26

Anak Adalah Ujung Tombak Peradaban Masa Depan

Anak Adalah Ujung Tombak Peradaban Masa Depan

Rabu, 26 Jun 2019 17:55

Rekonsialisasi Partai

Rekonsialisasi Partai

Rabu, 26 Jun 2019 17:41

Soal Giant dan Krakatau Steel, MUI: Jika Dibiarkan Indonesia Terancam Krisis Ekonomi

Soal Giant dan Krakatau Steel, MUI: Jika Dibiarkan Indonesia Terancam Krisis Ekonomi

Rabu, 26 Jun 2019 16:33

Gusar Ustaz Felix Siauw Tetap Ceramah, Puluhan Banser Datangi Balai Kota

Gusar Ustaz Felix Siauw Tetap Ceramah, Puluhan Banser Datangi Balai Kota

Rabu, 26 Jun 2019 15:30

411 Pergi - 212 Datang

411 Pergi - 212 Datang

Rabu, 26 Jun 2019 15:19

Sempat Dikabar Batal, Ustaz Felix Siauw Tetap Ceramah di Masjid Balai Kota

Sempat Dikabar Batal, Ustaz Felix Siauw Tetap Ceramah di Masjid Balai Kota

Rabu, 26 Jun 2019 14:50


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X