Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.303 views

Debat Kedua, mana Capres Lebih Jujur dan Pro Rakyat?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Debat kedua lebih bermutu, juga lebih seru. Ini diantaranya karena pertama, lebih berkualitasnya pertanyaan yang disiapkan. Kedua, tema dalam debat terkait masalah-masalah yang fundamental. Yaitu pangan, energi, hutan, lingkungan dan infrastruktur. Ketiga, kesiapan masing-masing capres.

Sebagai incumben, Jokowi siap data. Wajar, karena ada pengalaman. Dalam konteks ini, Jokowi "tampak" lebih menguasai.

Disisi lain, Prabowo lebih kuat di visi kerakyatan. Filosofi yang dijadikan dasar visinya adalah program untuk rakyat, bukan rakyat untuk program. Dalam bahasa yang lebih parsial Prabowo bilang: infrastruktur untuk rakyat, bukan rakyat untuk infrastruktur. Ekonomi untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Prabowo mengoreksi semua kebijakan Jokowi menggunakan ukuran dampaknya terhadap kesejahteraaan rakyat.

Keduanya, baik Prabowo maupun Jokowi punya kekuatan, juga kelemahan masing-masing.

Diantara kelebihan Jokowi adalah bahwa ia punya data. Dan data-data itu cukup lengkap. Apakah data-data itu valid? Ini yang mesti dikoreksi. Soal akurasi dan validitas data, Jokowi seringkali punya masalah. Disinilah kelemahan Jokowi. Dan rakyat paham itu.

Jokowi bilang sejak tiga tahun ini tak ada kebakaran hutan. Faktanya, media memberitakan hasil riset PKHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada 14.604,84 Ha hutan terbakar di tahun 2016. Di tahun 2017, hutan yang terbakar ada 12.127,49 Ha. Dan tahun 2018 ada 4.666.38 Ha.

Data Citra Landsat lebih parah lagi. 2016 ada 438.361 Ha. 2017 ada 165.482. Dan hingga Agustus 2018 ada 71.958 Ha lahan hutan terbakar. Kenapa dibilang tak ada kebakaran? Inilah yang dikritik keras diantaranya oleh Greenpeace Indonesia. Disinilah kelemahan Jokowi dari dulu. Overclaim. Suka ngasal.

Begitu juga ketika Jokowi bilang bahwa 2018 kita impor 180 ribu ton jagung. Sementara data BPS mengungkapkan bahwa impor jagung mencapai 737.228 ton. Lah? Kok beda? Lalu, dari mana data itu didapatkan?

Jokowi bilang tidak ada konflik dalam pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur. Jawa Pos merilis ada 659 kasus konflik lahan di 2017. Diantaranya adalah konflik perluasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin.

Data yang diungkap Jokowi banyak terkonfirmasi salah. Apakah Jokowi lupa? Atau sengaja? Apapun faktornya, ini tak semestinya terjadi. Sebab, ia presiden dan juga calon presiden. Kesalahan data berbahaya, terutama ketika dijadikan referensi untuk program berikutnya. Maka, semua data-data itu sebaiknya memang perlu dicek ulang.

Prabowo memilih tidak banyak bicara soal angka. Ini yang harus dievaluasi timses Prabowo untuk debat berikutnya. Karena bisa menimbulkan persepsi negatif bagi publik. Prabowo akan dianggap tidak menguasai. Padahal, soal data dan angka, itu urusan tim debat dan mudah diakses. Tinggal googling, kebuka semuanya. Hanya soal mau atau tidak untuk mengungkapkannya. Tapi tetap perlu, karena debat adalah area merebut persepsi rakyat.

Prabowo kuat di aspek nasionalisme dan program kerakyatan. Inilah basis filosofi yang nampaknya ingin dijadikan prinsip dasar bagi semua program dan kebijakannya. Semua program yang diungkapkan Prabowo selalu diukur dari seberapa besar dampaknya bagi kesejahteraan rakyat.

Berulangkali Prabowo menegaskan semua program dan kebijakan harus diorientasikan untuk rakyat. Apakah itu terkait pangan, energi, infrastruktur, kebijakan masalah hutan dan lingkungan hidup mesti diukur sebesar apa keperuntukannya bagi kesejahteraan rakyat. Baik rakyat itu petani, nelayan, buruh atau pedagang yang saat ini seringkali dijadikan korban atas nama pembangunan infrastruktur.

Jika ukuran debat ini adalah visi dan orientasi kerakyatan, Prabowo unggul. Begitu juga soal kejujuran. Dalam konteks ini, Prabowo lebih jujur. Bahkan demi kejujuran itu Prabowo berani mengapresiasi dan mengakui prestasi lawan debat. Satu sisi ada yang kecewa. Tapi, ini adalah sikap kenegarawanan yang layak diapresiasi.

Dua kali Prabowo tidak memberi tanggapan karena menganggap narasi dan konsep kedua kandidat sudah dianggap cukup untuk jadi solusi program. Disini nampak orientasi Prabowo bukan pada debat itu sendiri, atau sekedar urusan kalah-menang dan memuaskan pendukung, tapi lebih pada program solutif bagi persoalan yang dihadapi bangsa. Pesan ini yang kuat.

Tapi, jika yang diukur adalah data, penampilan Jokowi "kelihatan" lebih menguasai. Dia incumben. Sayangnya, dan betul-betul sangat disayangkan, banyak data yang keliru. Ini di persepsi publik, bisa sangat fatal. Karena akan dianggap sebagai sebuah kebohongan yang hanya untuk sekedar mencari simpati rakyat. Sekedar untuk menang dalam debat.

Pelajaran yang bisa diambil dari debat kedua ini, sekaligus kritik kepada kedua capres, bahwa calon pemimpin, terutama pemimpin bangsa, mesti punya integritas kuat dan kompetensi yang memadai. Integritas titik fokusnya kepada kejujuran dan komitmen kerakyatan. Apapun program, harus pertama, berbasis  pada data yang benar. Tidak boleh ngasal, apalagi bohong. Kedua, harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Terukur dampaknya bagi kesejahteraan rakyat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sementara kompetensi menuntut Paslon paham terhadap masalah dan punya solusi strategis untuk mengatasi masalah itu. Bukan sekedar hafal angka-angka, kendati itu tetap diperlukan.

Setelah debat ini, semua akan dikembalikan kepada rakyat. Tepatnya, para pemilih. Kepada siapa mereka lebih percaya?

Apakah debat ini punya pengaruh elektabilitas? Pasti! Berapa besar? Tentu survei yang akan mengukurnya. Yang perlu disadari bahwa variabel yang mempengaruhi elektabilitas bukan cuma debat. Debat hanya salah satunya.

Banyak variabel di luar debat yang ikut berkontribusi terhadap elektabilitas. Besar kecilnya, bergantung dinamika psikologis, sosiologis dan rasionalitas para pemilih.

Pengaruh elektabilitas akan sangat ditentukan oleh kecenderungan pemilih. Rakyat yang punya kecenderungan pada kejujuran, integritas dan komitmen kerakyatan, besar kemungkinan akan pilih Prabowo. Tapi jika pemilih lebih cenderung ke pembangunan infrastruktur, maka kemungkinan akan pilih incumben.

Namun demikian, integritas dan komitmen kerakyatan, bagaimanapun tetap jauh lebih urgen dan mendasar dalam menjaga kedaulatan bangsa terutama untuk jangka panjang, dari pada kompetensi. Sebab, kompetensi bisa diasistensi oleh para pakar dan tim ahli kepresidenan. Beda dengan integritas dan komitmen, karena ini menyangkut moral dan karakter personal pemimpin. Dalam konteks ini, Prabowo lebih unggul. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Sabtu, 24 Oct 2020 18:53

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

Sabtu, 24 Oct 2020 17:11

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Sabtu, 24 Oct 2020 17:00

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Jum'at, 23 Oct 2020 19:45

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Jum'at, 23 Oct 2020 18:45

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Jum'at, 23 Oct 2020 18:24

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Jum'at, 23 Oct 2020 13:30

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Jum'at, 23 Oct 2020 11:55

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Jum'at, 23 Oct 2020 11:32

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 23 Oct 2020 11:00

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Jum'at, 23 Oct 2020 10:56

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Jum'at, 23 Oct 2020 10:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X