Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.039 views

Sriwedari dan Ambruknya Benteng Jokowi

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Solo itu kota asal Jokowi. Dikenal pula sebagai kandang banteng. Solo juga identik dengan PDIP dan warna merah. Dari Solo Jokowi ke Jakarta. Tepatnya ke balaikota, lalu ke istana.

Semua berawal dari Solo. Kota kecil dengan penduduk sekitar 300 ribu saat Jokowi jadi walikota. Dan di Solo ini nama Jokowi cemerlang sebagai walikota. Dua periode, kendati tak tuntas.

Mobil Esemka juga lahir dari Solo. Soal tak jadi diproduksi, itu hal lain. Sudah 12 tahun belum ada kabarnya. Itu bukan urusan presiden, kata Jokowi. Yang jelas, dengan naik mobil Esemka, Jokowi bisa sampai ke Jakarta. Apakah mobil Esemka hanya didesign khusus untuk mengantarkan Pak Jokowi ke Jakarta? Entahlah. Silahkan tanyakan sendiri. Itu di luar kapasitas saya untuk menjelaskan.

Ini semua adalah cerita lama. Nostalgia masa lalu. Jokowi dielu-elukan masyarakat Solo. Putra daerah yang sukses jadi gubernur DKI, lalu presiden dengan modal mobil Esemka. Bagaimana dengan sekarang?

Cerita Jokowi 2019 sepertinya tak seindah dulu. 2010 sukses menjabat kedua kalinya sebagai walikota Solo. 2012, berhasil duduk sebagai gubernur DKI. Dan 2014, memenangkan pilpres. Setiap dua tahun, Jokowi naik posisinya. Luar biasa. 2019?

Di 2019, heroisme Jokowi nampaknya sudah mulai redup. Gelombang pujian tak lagi segenap gempita tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Jokowi banjir para pemuja, tahun 2019 ini Jokowi banjir para pencela. "Aku akan lawan" kata Jokowi. Kepada siapa? Tentu kepada para pencela itu. Siapa mereka? Rakyat yang kecewa terhadap kepemimpinannya.

Sepinya pengunjung di acara kampanye Jokowi itu tanda, Jokowi sudah benar-benar redup. Eranya sudah selesai. Masyarakat Solo seolah ingin mengatakan: Pak Jokowi, cukup sampai disini. Kami tak lagi menginginkanmu.

Kesimpulan ini tentu hasil analisis setelah melihat jumlah massa di acara kampanye Jokowi begitu sepi. Jokowi orang Solo, pernah jadi Walikota Solo. Tapi kenapa sepi pengunjung ketika kampanye? Ini boleh jadi indikator bahwa masyarakat Solo tak lagi mendukung Jokowi. Bener tidaknya analisis ini, tetap yang paling akurat adalah hasil "real count" setelah pencoblosan 17 April nanti.

Sehari setelah Jokowi kampanye di Solo, giliran Prabowo berkampanye. Bagaimana jumlah massanya? Jika dibanding kampanye Jokowi, massa Prabowo jauh lebih besar.

Di kampanye Prabowo, turut hadir sejumlah jenderal, para ketua dan pengurus partai koalisi, dan juga para ulama, diantaranya Ustadz Bachtiar Nasir. Selain Habib Rizieq, Ketua Majlis Pelayan Indonesia (MPI) ini tercatat oleh sejarah sebagai inisiator 212 dan salah satu penggerak massa paling sukses. Ada Ustadz Sambo, guru spiritual Prabowo, Ustadz Yusuf Martak, ketua GNPF dan Adhyaksa Dault, Komandan LASKAR TPS, mantan menpora dan KaKwarnas. Dihadiri pula oleh ulama-ulama lokal Solo yang satu persatu disebutkan namanya oleh Prabowo. Jumlahnya cukup banyak.

Hadir pula mantan Wagub Jateng, yang juga kader PDIP, Rustiningsih. Dalam sambutannya, Rustiningsih bercerita tentang "banteng-banteng tua" (kader-kader PDIP senior) yang sudah beralih dukungan ke 02. Ini artinya terjadi migrasi dukungan di Jateng; dari Jokowi ke Prabowo.

Jika tanggal 9 April kampanye Jokowi di Solo sepi, maka tanggal 10 April, kampanye Prabowo membludak. Jumlahnya bahkan lebih dua kali lipat dari massa Jokowi.

Kalau lihat angka, nilai 10 memang lebih tinggi dan lebih sempurna dari nilai 9. Ah, ini hanya bercanda. Supaya anda gak terlalu tegang membaca. Saya juga gak paham soal "misteri angka".

Dalam kampanyenya di Sriwedari Solo, Jokowi didampingi Megawati, ketua umum PDIP. Juga Puan Maharani. Jokowi juga membawa Ian Kasela, band Radja dan Nella kharisma, penyanyi dangdut. Ibarat tim, ini lengkap. Ada presiden, ketum partai terbesar, menko, dan juga artis. Apakah tim yang lengkap ini berhasil menghadirkan massa yang besar? Ternyata tidak. Malah boleh jadi, jika Jokowi tak hadir, massa akan lebih banyak. Karena mereka ingin nonton Ian Kasela, dan berjoget bersama Nella Kharisma. Karena Jokowi hadir, jadi sepi.

Sepinya massa yang hadir di kampanye Jokowi di Solo ini merupakan tamparan keras terhadap kubu Jokowi. Bagaimana mungkin di kandang sendiri, putra daerah tak mendapat sambutan dan dukungan meriah dari masyarakatnya. Seharusnya, hadirnya Jokowi sebagai presiden dan capres menjadi kebanggaan masyarakat Solo. Ini putra daerah loh.

Kalau ini terjadi di tempat lain, tidak ada masalah. Tapi, ini terjadi di daerah sendiri. Tempat lahir, besar dan berkarir Jokowi. Tempat dimana Jokowi menjadi terkenal dan akhirnya bisa ke Jakarta. Kenapa masyarakat Solo tak bangga dengan putra daerahnya sendiri? Kenapa masyarakat Solo tak mau hadir di kampanye Jokowi? Apa yang salah dengan Jokowi? Apa dosa Jokowi? Kok gue jadi ikutan kesel ya? Hehehe...

Sepinya massa kampanye Jokowi tidak saja akan jadi beban bagi Jokowi dan timsesnya, tapi akan memviralkan pengaruh terhadap persepsi dan pilihan politik publik. Kalau di kandang sendiri kalah massa, bagaimana di kandang orang lain? Begitulah kira-kira persepsi yang akan terbentuk di kepala publik.

Ibarat main sepakbola, kalah di kandang sendiri itu memalukan. Begitu juga di dunia politik. Itu bisa merontokkan dukungan kepada Jokowi secara nasional.

2012 masyarakat Solo mengelu-elukan Jokowi. Suara ini nyaring dan didengar oleh publik secara nasional. Dan akhirnya, Jokowi pun diterima rakyat Indonesia. Berawal jadi gubernur DKI, lalu presiden. Super cepat dan super mudah. Ini semua berawal dari suara masyarakat Solo sebagai juru iklannya Jokowi.

Suara itu sekarang tak terdengar lagi. Kalau toh terdengar, suara itu sudah berubah. Bukan lagi Jokowi, tapi Prabowo. Suara Prabowo lebih nyaring. Setidaknya di Sriwedari saat kampanye. Apakah suara ini juga didengar oleh publik secara nasional? Boleh jadi iya.

Melihat jumlah massa kampanye antara Prabowo dan Jokowi, masyarakat Solo nampaknya telah beralih dukungan ke Prabowo. Apakah ini pesan sekaligus peringatan bahwa benteng Jokowi di Solo sudah benar-benar ambruk? [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 11/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Kemenag: Pengibaran Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi Tidak Terkait HTI

Kemenag: Pengibaran Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi Tidak Terkait HTI

Senin, 22 Jul 2019 08:45

Liberalisme Seks Berbungkus Film Dua Garis Biru

Liberalisme Seks Berbungkus Film Dua Garis Biru

Senin, 22 Jul 2019 07:36

Kekeringan Bukan Sekadar Fenomena Alam

Kekeringan Bukan Sekadar Fenomena Alam

Senin, 22 Jul 2019 06:31

SMK Bubar

SMK Bubar

Senin, 22 Jul 2019 05:57

Munas Golkar untuk Memastikan Porsi Kabinet dan Ketua MPR

Munas Golkar untuk Memastikan Porsi Kabinet dan Ketua MPR

Senin, 22 Jul 2019 04:50

Penegak Hukum atau Karyawan Hukum?

Penegak Hukum atau Karyawan Hukum?

Senin, 22 Jul 2019 03:51

12 Mahasiswa ADI Aceh Lulus ke STID Mohammad Natsir

12 Mahasiswa ADI Aceh Lulus ke STID Mohammad Natsir

Senin, 22 Jul 2019 02:21

"Warning" Aplikasi FaceApp Mengalihkan Duniamu

Senin, 22 Jul 2019 01:10

Dinilai Bertentangan dengan Norma, Aksi Tolak RUU PKS Membesar

Dinilai Bertentangan dengan Norma, Aksi Tolak RUU PKS Membesar

Senin, 22 Jul 2019 00:26

Resmikan Pondok Tahfizh, KH. Aceng Zakaria: Jadikan Al-Quran sebagai Kurikulum Kehidupan

Resmikan Pondok Tahfizh, KH. Aceng Zakaria: Jadikan Al-Quran sebagai Kurikulum Kehidupan

Ahad, 21 Jul 2019 23:57

Kapitalisme, Pajak Diperas SDA Dilepas

Kapitalisme, Pajak Diperas SDA Dilepas

Ahad, 21 Jul 2019 23:40

MIUMI Aceh: Game PUBG dan Sejenisnya Haram

MIUMI Aceh: Game PUBG dan Sejenisnya Haram

Ahad, 21 Jul 2019 23:34

Visi pada Investasi, Mengokohkan Imperialisme Asing?

Visi pada Investasi, Mengokohkan Imperialisme Asing?

Ahad, 21 Jul 2019 23:22

SMA Ar-Rohmah Putri Malang Raih Akreditasi A

SMA Ar-Rohmah Putri Malang Raih Akreditasi A

Ahad, 21 Jul 2019 22:48

CIIA: Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Pulangkan Eks Pendukung ISIS ke Indonesia

CIIA: Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Pulangkan Eks Pendukung ISIS ke Indonesia

Ahad, 21 Jul 2019 22:00

Jabar Juara Tingkat Pengangguran

Jabar Juara Tingkat Pengangguran

Ahad, 21 Jul 2019 21:55

2 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Orang Bersenjata di Dekat Perbatasan Pakistan

2 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Orang Bersenjata di Dekat Perbatasan Pakistan

Ahad, 21 Jul 2019 21:30

Oman Serukan Iran Bebaskan Kapal Tanker Berbendera Inggris yang Mereka Tawan

Oman Serukan Iran Bebaskan Kapal Tanker Berbendera Inggris yang Mereka Tawan

Ahad, 21 Jul 2019 19:48

Pendukung Dapat Kursi, Gerindra Tetap Bisa Oposisi

Pendukung Dapat Kursi, Gerindra Tetap Bisa Oposisi

Ahad, 21 Jul 2019 17:09

Ketika Penyebutan Tiongkok Dianggap SARA Hanya karena Soal Bambu

Ketika Penyebutan Tiongkok Dianggap SARA Hanya karena Soal Bambu

Ahad, 21 Jul 2019 16:09


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X