Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.232 views

Pilpres Deadlock, Ini Solusinya

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beberapa daerah telah tuntas merekapitulasi suara. Sejumlah media sudah umumkan hasilnya. Tapi, tak semua pihak setuju dengan hasil itu. Sejumlah saksi tak mau tanda tangan. Artinya? Tak mengakui. Rekapitulasi dipertanyakan akurasi dan kejujurannya.

Isu kecurangan terus merebak. TSM menjadi kata sandi yang semakin populer di telinga publik. TSM itu terstruktur, sistematis dan masif. Ada yang bilang malah TSMB. B itu brutal. Itulah potret pemilu kali ini menurut sejumlah pihak.

Kata TSM atau TSMB menyebar seperti obat kuat yang memompa semangat mereka yang prihatin dan kecewa atas proses pemilu kali ini. Demo dan protes terjadi dimana-mana. Satu-persatu kecurangan dibuka datanya. Foto, situng dan video yang diduga sebagai indikasi kecurangan dipertontonkan ke publik lewat medsos. Medsos menjadi ruang satu-satunya yang tersisa bagi rakyat untuk mengekspresikan kekecewaan. Di saat televisi mati suri dan media mainstream tiarap, medsos menjadi ruang terbuka dimana setiap anak bangsa bisa leluasa berinteraksi. Memposting dan mengakses informasi.

Kendati rekapitulasi suara di KPU Pusat belum tuntas, masing-masing paslon telah mengklaim sebagai pemenang. Ucapan selamat datang kepada kedua belah pihak, baik dalam bentuk baliho, video maupun pajangan bunga. Klaim ini telah meramaikan suasana, bahkan menciptakan ketegangan.

Isu kecurangan yang dianggap sudah masuk dalam level TSM atau TSMB ini membuat sebagian rakyat menuntut agar KPU dikartu merah dan salah satu paslon didiskualifikasi. Pasalnya, KPU dan salah satu paslon "dicurigai oleh mereka" berkomplot untuk mengalahkan paslon yang lain. Ditambah lagi kematian hampir 600 petugas pemilu yang makin memperkuat kecurigaan, dugaan, dan tuduhan itu. Potensi korbannya masih bisa terus bertambah jumlahnya. Karena yang berbaring sakit kabarnya masih ribuan orang.

Sejumlah tokoh, termasuk Rizal Ramli, menganggap pemilu kali ini paling buruk di sepanjang sejarah demokrasi di negeri ini. Kematian ratusan petugas pemilu adalah tragedi nasional. Sambil menunggu ucapan duka dari "sang presiden" sebagai kepala negara, amburadulnya proses pemilu memang layak jadi keprihatinan masional.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah bahwa KPU telah kehilangan legitimasi dari rakyat. Dampak yang mungkin akan terjadi: apapun hasil pilpres, tak diterima rakyat. Ini bahaya! Lampu kuning, dan hampir lampu merah!

Kalau rakyat tak akui KPU, artinya presiden yang diumumkan KPU juga tak diterima rakyat. Ini tentu tak kondusif bagi presiden terpilih, siapapun itu, untuk menjalankan pemerintahan kedepan. Sebab, dimungkinkan akan terus ada ketegangan-ketegangan selama pemerintah tidak mampu meyakinkan rakyatnya. Apalagi jika komunikasi politik pemerintah dengan rakyat buruk. Ini hampir bisa dipastikan akan mendorong gelombang ketegangan semakin besar sebagaimana yang selama ini terjadi.

Untuk mengurai ketegangan ini ada tiga alternatif yang bisa dijadikan pilihan dan solusi. Pertama, rekapitulasi ulang suara hasil pilpres. Gagasan ini juga diusulkan oleh M.H. Ainun Najib, budayawan kawakan asli Jombang yang tinggal di Jogja.

KPU perlu melakukan rekapitulasi ulang secara nasional, dan disiarkan semua televisi. Data-data KPU, terutama C1 ditampilkan. Semua C1 Plano dipasang kembali di setiap TPS dan masyarakat melihatnya langsung sambil melakukan koreksi terhadap proses rekapitulasi nasional. Ini ruang bagi semua rakyat untuk melakukan pencocokan dan verifikasi. Ada media teleconference yang disiapkan KPU. Melalui video call misalnya, KPU bisa langsung cek ke petugas KPPS terkait dengan TPS yang sedang dihitung suaranya. Itu soal teknis, dan sangat mudah untuk bisa dilakukan. Hanya sedikit butuh waktu, karena jumlah TPS ada 800 ribu lebih.

Ini kesempatan bagi setiap paslon, terutama 01 untuk menepis tuduhan kecurangan yang selama ini diarahkan kepadanya. Mestinya tak ada yang keberatan, khususnya paslon 01 untuk melakukan perhitungan ulang secara nasional.

Kalau gagasan ini tak disepakati, maka pemilu ulang bisa jadi alternatif kedua. Apakah tak terjadi kecurangan TSM atau TSMB lagi sebagaimana yang dituduhkan dan dikhawatirkan banyak pihak selama ini? Belajar dari pemilu saat ini, segala sesuatunya lebih mudah untuk diantisipasi. Tentu, petugas pemilunya harus diganti. Kok diganti? Ah, pakai nanya lagi!

Kalau cara kedua deadlock? Maka kemungkinan ketiga yang akan terjadi. Apa itu? Adu kuat massa. Ini sulit dihindari. Rakyat sering menyebutnya dengan istilah "people power". Dan sekarang sedang berjalan. Demo merebak dimana-mana. Tidak saja di Jakarta, tapi di banyak wilayah. Aceh, Sumut, Surabaya, Madura, Ciamis, Semarang dan sejumlah daerah yang lain sudah pecah. Kekecewaan, bahkan kemarahan massa sepertinya tak mudah untuk diredam. Adu kuat ini akan berhenti jika alternatif pertama atau kedua disepakati.

Kalau saja terjadi adu massa, tragedi 1998 terbuka untuk terulang kembali. Benturan pendukung Sidang Istimewa yang dikendalikan oleh Pamswakarsa dengan yang menolak Sidang Istimewa pernah melukai sejarah bangsa ini. Sejumlah nyawa melayang yang seharusnya tak perlu terjadi. Sekali lagi, tak perlu terjadi.

Tentu, kita semua tak ingin 1998 terulang kembali di 2019. Karenanya, alternatif pertama atau kedua perlu jadi renungan dan dipikirkan bersama. Tundukkan ego dan redam ambisi. Ini untuk dan demi masa depan bangsa ini. Jika alternatif ketiga yang dipilih, kita gak tahu apa yang akan terjadi untuk Indonesia kedepan.  [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 13/5/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Terpapar Radikalisme versus Terpapar 'Abu Janda'

Terpapar Radikalisme versus Terpapar 'Abu Janda'

Ahad, 20 Oct 2019 23:19

100 NGO dari 40 Negara Kumpul di Istanbul Bahas Krisis Kemanusiaan NNegara Muslim

100 NGO dari 40 Negara Kumpul di Istanbul Bahas Krisis Kemanusiaan NNegara Muslim

Ahad, 20 Oct 2019 21:09

Bangladesh Klaim Pengungsi Rohingya Setuju Direlokasi ke Pulau di Teluk Benggala

Bangladesh Klaim Pengungsi Rohingya Setuju Direlokasi ke Pulau di Teluk Benggala

Ahad, 20 Oct 2019 21:00

Berpesan Aa Gym untuk Jokowi-Ma'ruf: Dekatlah dan Berlaku Adilah kepada Semua Masyarakat

Berpesan Aa Gym untuk Jokowi-Ma'ruf: Dekatlah dan Berlaku Adilah kepada Semua Masyarakat

Ahad, 20 Oct 2019 20:18

Penunjang Keilmuan Auditor Syariah

Penunjang Keilmuan Auditor Syariah

Ahad, 20 Oct 2019 20:10

Teori Abu Zahara dan Praktik Audit Lembaga Keuangan Islam

Teori Abu Zahara dan Praktik Audit Lembaga Keuangan Islam

Ahad, 20 Oct 2019 19:58

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh?

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh?

Ahad, 20 Oct 2019 19:42

Menangani Cross Hijaber

Menangani Cross Hijaber

Ahad, 20 Oct 2019 19:16

PKK Biayai Kejahatan di Turki dengan Uang yang Didapat dari Aktivitas Ilegal di Eropa

PKK Biayai Kejahatan di Turki dengan Uang yang Didapat dari Aktivitas Ilegal di Eropa

Ahad, 20 Oct 2019 19:15

Panggung Politik Ala Artis

Panggung Politik Ala Artis

Ahad, 20 Oct 2019 18:19

India dan Pakistan Terlibat Baku Tembak dengan Mortir dan Senapan Serbu di Kashmir

India dan Pakistan Terlibat Baku Tembak dengan Mortir dan Senapan Serbu di Kashmir

Ahad, 20 Oct 2019 18:15

Pentagon: Semua Pasukan AS yang Ditarik dari Timur Laut Suriah Akan Pindah ke Irak Barat

Pentagon: Semua Pasukan AS yang Ditarik dari Timur Laut Suriah Akan Pindah ke Irak Barat

Ahad, 20 Oct 2019 17:15

PKS: Banyak Janji Periode Pertama Jokowi yang Belum Dituntaskan

PKS: Banyak Janji Periode Pertama Jokowi yang Belum Dituntaskan

Ahad, 20 Oct 2019 16:07

Al-Qassam Ingatkan Israel bahwa Tentara Mereka Masih (Ditahan) di Gaza

Al-Qassam Ingatkan Israel bahwa Tentara Mereka Masih (Ditahan) di Gaza

Ahad, 20 Oct 2019 14:00

Studi: Lemak Juga Bisa Menumpuk di Paru-paru

Studi: Lemak Juga Bisa Menumpuk di Paru-paru

Ahad, 20 Oct 2019 12:38

Aisyiyah Siap Sebarkan Mubalighot di Seluruh Pelosok Tanah Air

Aisyiyah Siap Sebarkan Mubalighot di Seluruh Pelosok Tanah Air

Ahad, 20 Oct 2019 10:34

Buku Merah

Buku Merah

Ahad, 20 Oct 2019 09:26

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Sabtu, 19 Oct 2019 23:46

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Sabtu, 19 Oct 2019 22:00

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Sabtu, 19 Oct 2019 21:07


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X