Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.446 views

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Oleh : Miranda Anugrah Usman* 

‘Tren mabuk menggunakan air rebusan pembalut‘. Ya, itulah salah satu judul artikel yang sempat menghebohkan warga net beberapa hari yang lalu. Bagaimana tidak, judul besar artikel tersebut sudah menggambarkan dengan jelas kondisi remaja bangsa saat ini.  

Mengerikannya, tren mabuk menggunakan air rebusan pembalut ini ternyata tak hanya terjadi di Jawa Tengah. Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Arman Depari, menyatakan bahwa pihaknya juga menemukan tren ini terjadi di sejumlah daerah lain yaitu Jawa Barat bahkan di Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan keterangan Arman, para remaja ini diduga menggunakan air rebusan pembalut sebagai pengganti narkoba. Efek ketergantungan dan kecanduan lah yang membuat para remaja yang berusia kisaran 13-16 tahun ini nekat menggunakan air rebusan pembalut wanita sebagai alat untuk ngefly dengan harga yang murah (Wowkeren.com 8 nov 2018).

Masih dikutip dari sumber yang sama, Psikolog Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Indra Dwi Purnomo, menjelaskan mengenai efek mengerikan dari tren ini. Banyak remaja yang akhirnya berhenti pada percobaan kedua karena merasakan efek seram yang tidak bisa mereka definisikan itu (7/11).

Kontribusi Sistem Sekuler Pada Kerusakan Remaja

Kenakalan remaja tentu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekuler yang telah memberikan kebebasan kepada para remaja sehingga mereka dapat mengakses apapun yang ingin mereka ketahui.

Sifat penasaran dan selalu ingin mencoba hal baru sudah sangat melekat pada diri seorang remaja sebagai suatu fitrah yang memang harus disalurkan. Akan tetapi bila sifat penasaran ini terjadi tanpa adanya bimbingan orang tua dan pengawasan dari negara, maka tinggal tunggu waktu saja. Rusaknya remaja saat ini akan lebih parah di masa yang akan datang.

Negara sekuler/bebas telah melahirkan para remaja yang bersifat bebas pula. Mereka sangat jauh dari nilai-nilai agama. Bagaimana tidak, fokus negara hanya disalurkan pada infrastuktur,perekonomian global dan lain-lain dengan menafikkan hal-hal internal negara. Walaupun memang tidak dapat kita pungkiri bahwa hal-hal tersebut memang penting tetapi seharusnya diimbangi dengan urusan internal masyarakat.

Tak terlihatnya keterlibatan penuh pemerintah dalam menangani kasus ini sontak saja membuat kecewa beberapa pihak. Padahal seharusnya jika saja Negara mau turut andil dengan sempurna dalam memberantas kasus rusaknya mental generasi ini, tentu saja semua akan mudah dilakukan.

Cara Islam Menyelamatkan Generasi Muda

Di dalam sistem Islam, penanganan kenakalan remaja tak dilakukan hanya pada saat kasus telah terjadi, melainkan dilakukan di awal atau dengan cara pencegahan.

Penanaman nilai-nilai akidah Islam akan membuat seorang hamba tak terkecuali para remaja menyalurkan rasa penasaran tersenbut ke dalam kegiatan yang positif. Sehingga ketakwaan inilah yang menjadi tameng agar remaja takut melakukan maksiat.

Penanaman akidah dan keimanan yang kuat inilah yang seharusnya ditanamkan kepada diri seorang anak dimulai dari lingkungan keluarga, mengingat bahwa lingkungan keluargalah benteng utama pelindung anak. Sehingga peran Orang Tua dan keluarga merupakan faktor yang sangat penting dalam penanganan rusaknya generasi saaat ini.

Lalu bagaimana bila ternyata lingkungan keluarga yang ada justru menjadi sumber rusaknya para generasi tersebut? Banyak survei telah dilakukan yang menunjukkan bahwa ternyata para remaja yang melakukan kenakalan tersebut berasal dari keluarga Brokenhome. Sehingga mereka mencari kesenangan lain di luar sana yang tentunya tanpa pengawasan orang dewasa.

Maka dari itu, di sinilah peran Negara yang seharusnya mengajak, mengayomi dan memberikan edukasi kepada para Orang Tua agar dapat mendidik anaknya sesuai dengan akidah Islam. Sehingga para remaja tersebut akan merasa nyaman bersama dengan Orang Tua maupun keluarganya yang tentunya dekat dengan sentuhan Islam.

Selain itu, dakwah merupakan salah satu ujung tombak yang dapat menghentikan laju kenakalan remaja saat ini. Dengan sering menasehati kawan, kita menyampaikan amar ma’ruf nahi mun’kar di tengah-tengah ummat, Cara ini bisa menjadi salah satu cara jitu untuk berdakah. Islam mengajarkan agar kita selalu saling menasehati dalam kebaikan, mengajak dalam kebenaran dan menyeru pada ketaatan. Apabila seluruh ummat manusia saling menasehati maka akan menurun dengan sendirinya angka kenakalan remaja.

Ingat, Rasulullah Saw. Pernah bersabda, "Barang siapa yang melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu. Apabila belum bisa, maka cegahlah dengan mulutmu, apabila belum bisa, cegahlah dengan hatimu, dan mencegah kemungkaran dengan hati adalah pertanda selemah-lemahnya iman.”

Sejarah pergolakan dakwah Islam di dunia juga mencatat bahwa pemuda memegang peranan penting. Dalam Al-qur’an sangat banyak kisah heroik tentang pemuda. Pada masa nabi Muhammad Saw misalnya, ada Ali Bin Abi Thalib yang umurnya masih 8 tahun. Beliau mempunyai kecerdasan dan kepiawaian dalam menyusun strategi perang serta menjadi khilafah pada usia muda. Ada Saad Bin Abi Waqqash yang menjadi panglima perang dan menundukkan Persia pada usia 17 tahun. Jangan lupa nama Muhammad Al-Fatih yang mampu menaklukkan Konstantinopel pada usia 24 tahun. Serta masih banyak pemuda-pemuda pada masa kejayaan Islam yang banyak menorehkan prestasi luar biasa.

Walhasil, berbicara persoalan generasi muda bukanlah pencapaian dari sisi akademis namun miskin ruh Islam. Islam adalah agama yang sempurna yang di dalamnya terdapat mualajat musykilat (pemecahan problematika) termasuk membina generasi muda agar sesuai dengan aturan Allah SWT. Wallahu’alam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswi Universitas Haluoleo.

Ilustrasi: jawapos

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Sabtu, 20 Apr 2019 03:15

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Jum'at, 19 Apr 2019 23:27

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Jum'at, 19 Apr 2019 23:23

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Jum'at, 19 Apr 2019 23:22

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Jum'at, 19 Apr 2019 23:20

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Jum'at, 19 Apr 2019 23:13

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 suara

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 suara

Jum'at, 19 Apr 2019 22:41

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Jum'at, 19 Apr 2019 22:35

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Jum'at, 19 Apr 2019 22:09

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Jum'at, 19 Apr 2019 22:03

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Jum'at, 19 Apr 2019 22:00

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:35

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Jum'at, 19 Apr 2019 21:34

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

Jum'at, 19 Apr 2019 21:22

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Jum'at, 19 Apr 2019 21:10

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:06

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

Jum'at, 19 Apr 2019 20:23

Rombong Barokah Diserbu Jamaah

Rombong Barokah Diserbu Jamaah

Jum'at, 19 Apr 2019 20:22

KPU Tak Bertanggungjawab terhadap Kegiatan Lembaga

KPU Tak Bertanggungjawab terhadap Kegiatan Lembaga "Quick Count"

Jum'at, 19 Apr 2019 19:49

Jangan Anggap Enteng Protes Kecurangan dari Rakyat

Jangan Anggap Enteng Protes Kecurangan dari Rakyat

Jum'at, 19 Apr 2019 18:47


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Rabu, 17/04/2019 19:42

Tolak Klaim Kemenangan Jokowi