Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.598 views

Toleransi Dalam Islam bukan Sekadar Ilusi

Oleh: Intan Alawiyah

Setelah publik diramaikan dengan hasil survei Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengatakan bahwa terdapat 41 masjid di Jakarta yang terpapar radikalisme, kembali publik diramaikan dengan hasil riset yang dilakukan oleh Setara Institute yang mengelompokkan kota-kota toleran dan intoleran. Dari survei yang dilakukannya, dinyatakan bahwa dari 94 kota yang dinilai Setara Institute, DKI Jakarta berada di urutan 92, di atas Tanjung Balai dan Banda Aceh.  

Urutan sepuluh kota dengan predikat toleransi terendah adalah Tanjung Balai dengan skor 2,81;  Banda Aceh 2,83; Jakarta 2,88; Cilegon 3,42; Padang 3,45; Depok 3,49; Bogor 3,53; Makassar 3,63; Medan 3,71; dan Sabang 3,75. (CNNIndonesia.com)

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, kajian tersebut bertujuan agar dapat memicu kota-kota di Tanah Air untuk turut menjunjung tinggi praktek toleransi di wilayahnya.

Sesungguhnya, toleransi bukanlah hal yang baru di dalam Islam. Jauh sebelum wacana ini dihembuskan, Islam adalah agama pertama yang menerapkan sikap toleransi ini.

Islam agama yang mengajarkan toleransi

Sebelum ajaran Islam hadir di muka bumi dengan dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, bangsa Arab hidup dalam berbagai pertikaian, permusuhan, dan berbagai keterpurukan moral yang menjangkiti masyarakatnya. Mereka saling berselisih satu dengan yang lainnya, saling mengkotak-kotakkan suku, ras, dan warna kulit masing-masing. Sehingga banyak sekali permusuhan yang merebak di antara mereka.

Allah mengutus Nabi Muhammad SAW. sebagai seorang Rasul dan membawa ajaran Islam  dengan seperangkat aturan yang datang dari-Nya. Sejak itulah tatanan kehidupan bangsa Arab yang saling bertikai dan tidak saling menghargai satu sama lain pun sirna. Kedamaian dan kerukunan menyelimuti bangsa Arab, baik Muslim maupun non muslim.

Islam mengajarkan untuk tidak membedakan kasta atau etnis. Tidak pernah ada warga kelas dua, dan tidak pernah ada sentimen mayoritas terhadap kaum minoritas. Alhasil kaum non muslim yang hidup di Negara Islam dan tunduk patuh pada kekuasaan Islam dalam batas-batas tertentu mendapatkan perlakuan yang sama sebagaimana yang dirasakan kaum Muslim.  Harta dan jiwa mereka dilindungi. Hal tersebut dilakukan semata-mata karena kaum Muslimin menjalankan syariat Islam.

Rasulullah SAW. pernah bersabda, "Barangsiapa membunuh seorang mu'ahid (orang non muslim yang mendapatkan jaminan keamanan) tanpa alasan yang haq, maka ia tak akan mencium wangi surga, bahkan dari jarak empat puluh tahun perjalanan sekalipun." (HR. Ahmad)

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Imam Qarafi, "Kaum Muslim memiliki tanggung jawab terhadap ahlu dzimmah untuk menyantuni, memenuhi kebutuhan kaum miskin mereka, memberi makan mereka dengan baik, bahkan memaafkan kesalahan mereka dalam kehidupan bertetangga. Sekalipun kaum muslim memang memiliki posisi yang lebih tinggi dari orang-orang non muslim. Umat Islam juga harus memberikan masukan-masukan pada mereka berkenaan dengan masalah yang mereka hadapi dan melindungi mereka dari siapapun yang bermaksud menyakiti mereka, mencuri harta mereka, atau merampas hak-hak mereka."

Beginilah indahnya toleransi yang diciptakan dalam Negara Islam ketika hukum Islam diterapkan. Pemerintah Islam memperlakukan semua rakyat dengan adil baik muslim maupun non muslim, baik rakyat jelata maupun pejabat negara. Meskipun umat Islam memimpin baik dari segi kekuasaan dan juga jumlahnya, tidak ada kezaliman yang menindas kaum minoritas di dalam negara Islam.

Keindahan toleransi yang diterapkan dalam negara Islam, diutarakan oleh TW. Arnold dalam bukunya "The preaching of Islam."

"Sekalipun orang Yunani lebih banyak dari jumlah orang Turki di berbagai provinsi Khilafah yang ada di bagian Eropa, toleransi keagamaan diberikan kepada mereka, dan perlindungan jiwa dan harta yang mereka dapatkan membuat mereka mengakui kepemimpinan Sultan atas seluruh kaum Kristen."

Arnold pun mengatakan, "Perlakuan pada warga kristen oleh pemerintahan ottoman selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani, telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa. Kaum Kalvins Hungaria dan Transilvania, serta negara Unitaris (kesatuan) yang kemudian menggantikan kedua negara tersebut juga lebih suka tunduk pada pemerintahan Turki daripada berada di bawah pemerintahan Hapsburg yang fanatik. Kaum protestan Silesia pun sangat menghormati pemerintah Turki, dan bersedia membayar kemerdekaan mereka dengan tunduk pada hukum Islam. Kaum Cossack yang merupakan penganut kepercayaan kuno dan selalu ditindas oleh Gereja Rusia, menghirup suasana toleransi dengan kaum kristen di bawah pemerintahan sultan."

Begitulah kepuasan yang dirasakan rakyat non muslim atas kepemimpinan umat Islam yang menerapkan hukum-hukum Islam.  Walau mereka tidak menganut agama Islam, namun keadilan, kesejahteraan dan keharmonisan dapat mereka rasakan.

Meski toleransi sangat diperintahkan di dalam Islam, tidak serta merta umat Islam diperbolehkan bertoleransi dalam hal-hal yang menembus batas syariah. Toleransi dalam Islam hanya dibolehkan dalam kehidupan yang menyangkut masalah-masalah sosial. Tidak dibenarkan di dalam Islam untuk bertoleransi dalam hal yang menyangkut akidah dan syariah. Sebab, dua hal ini tidak bisa ditolerir dan tidak boleh diubah hanya karena mengikuti perkembangan zaman.  

Sehingga jika ada umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran agamanya dengan tidak mengucapkan selamat pada hari-hari besar umat non muslim, tidak ingin dipimpin oleh orang non muslim, dan ingin menerapkan syariat Islam, bukan berarti mereka intoleran. Sebab, sikap demikian adalah hal yang wajar dilakukan umat Islam dalam menjalankan seluruh perintah Rabb-Nya. Jadi, tidak dibenarkan jika ada pihak-pihak yang mengatakan umat Islam sebagai intoleran hanya dikarenakan mereka memegang teguh prinsip agamanya.

Sebagaimana yang pernah dialami di zaman Rasulullah dan para khalifah sesudahnya. Sebagaimana toleransi seperti yang telah  dicontohkan Rasulullah saat empat pemuka kafir Quraisy yakni Al-Walid bin Mughirah, Al-Ash bin Wail, Al-Aswad ibnul Muthalib, dan Umayyah bin Khalaf datang menemui Rasulullah seraya berkata, "Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (Muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami, kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, jika ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya." (Tafsir Al-Qurtubi/14:425)

Sebagai jawaban dari perkataan mereka, kemudian Allah menurunkan surat Al-Kafirun ayat 1-6 yang menegaskan bahwa tidak ada toleransi dalam hal yang menyangkut akidah.

Allah SWT berfirman:

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

(TQS. Al-Kafirun: 6)

Sikap toleransi pun dijelaskan oleh Allah dalam Alqur'an surat Al-Mumtahanah ayat 8-9,

"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim." (TQS. Al-Mumtahanah: 8-9)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah kalian berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil." (Tafsir Alqur'anul 'Azhim, surat ke 7 ayat 247)

Inilah toleransi yang  diajarkan di dalam Islam. Allah  telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bertoleransi pada orang-orang di luar Islam. Namun demikian, sikap toleransi tidak boleh dipraktikkan dalam hal yang menyangkut akidah.

Dengan pemaparan di atas, terbukti bahwa umat Islam adalah umat yang sangat menjunjung tinggi sikap toleransi. Penerapan hukum-hukum Islam dalam Daulah Islam di tengah-tengah masyarakat. tidak terbukti bahwa umat Islam adalah umat yang intoleran. Malah sebaliknya, kepemimpinan yang berlandaskan aturan-aturan Islam akan mewujudkan kehidupan antar umat beragama yang harmonis penuh dengan toleransi. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Umat Islam Bali Kembali Semarakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Umat Islam Bali Kembali Semarakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Senin, 22 Apr 2019 02:24

Lembaga Survei Ditentang karena Berpolitik

Lembaga Survei Ditentang karena Berpolitik

Senin, 22 Apr 2019 01:45

Samakah Perlakuan Dunia Jika Masjid Al-Aqsa Terbakar Sebagaimana Notre Dame!?

Samakah Perlakuan Dunia Jika Masjid Al-Aqsa Terbakar Sebagaimana Notre Dame!?

Senin, 22 Apr 2019 00:30

Lembaga Survei Merusak Demokrasi?

Lembaga Survei Merusak Demokrasi?

Ahad, 21 Apr 2019 23:45

Hari Kartini, Narasi Feminisme dan Upaya Pengaburan Sejarah

Hari Kartini, Narasi Feminisme dan Upaya Pengaburan Sejarah

Ahad, 21 Apr 2019 23:13

Tidak Ada Tertulis di UU Polisi Pegang Salinan C1

Tidak Ada Tertulis di UU Polisi Pegang Salinan C1

Ahad, 21 Apr 2019 22:45

IS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Serangan di Kementerian Komunikasi Afghanistan di Kabul

IS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Serangan di Kementerian Komunikasi Afghanistan di Kabul

Ahad, 21 Apr 2019 22:15

Demokrasi dan Kebobrokan Pemilu Seharga 25 Triliun

Demokrasi dan Kebobrokan Pemilu Seharga 25 Triliun

Ahad, 21 Apr 2019 21:45

Kosovo Pulangkan 110 Warganya dari Zona Perang Suriah

Kosovo Pulangkan 110 Warganya dari Zona Perang Suriah

Ahad, 21 Apr 2019 21:45

Sebut Idiot Ahmad Dhani Dipenjara, Bagaimana dengan Istri Andre Taulany yang Sebut Sinting?

Sebut Idiot Ahmad Dhani Dipenjara, Bagaimana dengan Istri Andre Taulany yang Sebut Sinting?

Ahad, 21 Apr 2019 21:07

Pihak Berwenang Sudan Tahan Anggota Partai Presiden Terguling Omar Al-Bashir

Pihak Berwenang Sudan Tahan Anggota Partai Presiden Terguling Omar Al-Bashir

Ahad, 21 Apr 2019 21:00

Politisi Demokrat Gelorakan People Power

Politisi Demokrat Gelorakan People Power

Ahad, 21 Apr 2019 20:45

Fahri ke Lembaga Survei: Jangan Ikut Tendang Bola

Fahri ke Lembaga Survei: Jangan Ikut Tendang Bola

Ahad, 21 Apr 2019 19:45

Polisi Baca UU, bukan Baca Politik

Polisi Baca UU, bukan Baca Politik

Ahad, 21 Apr 2019 18:45

Menipu Pilpres 2019 dengan Software Lama

Menipu Pilpres 2019 dengan Software Lama

Ahad, 21 Apr 2019 18:45

Ustaz Yusuf Mansur Potong Foto Kolase Dirinya dengan UAS dan Aa Gym

Ustaz Yusuf Mansur Potong Foto Kolase Dirinya dengan UAS dan Aa Gym

Ahad, 21 Apr 2019 18:24

Safari Dakwah Ustaz Rifky Ja’far Bin Thalib  di Bali, Bedah Tema “Kesalahan Penuntut Ilmu”

Safari Dakwah Ustaz Rifky Ja’far Bin Thalib di Bali, Bedah Tema “Kesalahan Penuntut Ilmu”

Ahad, 21 Apr 2019 17:55

Sebut Prabowo Sinting, Istri Komedian Andre Taulany Dilaporkan Polisi

Sebut Prabowo Sinting, Istri Komedian Andre Taulany Dilaporkan Polisi

Ahad, 21 Apr 2019 16:42

Pakistan Minta Iran Tindak Gerilyawan yang Berada di Balik Pembunuhan 14 Orang di Baluchistan

Pakistan Minta Iran Tindak Gerilyawan yang Berada di Balik Pembunuhan 14 Orang di Baluchistan

Ahad, 21 Apr 2019 15:45

137 Orang Tewas Akibat Ledakan di Hotel-hotel Kelas Atas dan Gereja di Sri Lanka

137 Orang Tewas Akibat Ledakan di Hotel-hotel Kelas Atas dan Gereja di Sri Lanka

Ahad, 21 Apr 2019 15:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X