Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.503 views

Toleransi Dalam Islam bukan Sekadar Ilusi

Oleh: Intan Alawiyah

Setelah publik diramaikan dengan hasil survei Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengatakan bahwa terdapat 41 masjid di Jakarta yang terpapar radikalisme, kembali publik diramaikan dengan hasil riset yang dilakukan oleh Setara Institute yang mengelompokkan kota-kota toleran dan intoleran. Dari survei yang dilakukannya, dinyatakan bahwa dari 94 kota yang dinilai Setara Institute, DKI Jakarta berada di urutan 92, di atas Tanjung Balai dan Banda Aceh.  

Urutan sepuluh kota dengan predikat toleransi terendah adalah Tanjung Balai dengan skor 2,81;  Banda Aceh 2,83; Jakarta 2,88; Cilegon 3,42; Padang 3,45; Depok 3,49; Bogor 3,53; Makassar 3,63; Medan 3,71; dan Sabang 3,75. (CNNIndonesia.com)

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, kajian tersebut bertujuan agar dapat memicu kota-kota di Tanah Air untuk turut menjunjung tinggi praktek toleransi di wilayahnya.

Sesungguhnya, toleransi bukanlah hal yang baru di dalam Islam. Jauh sebelum wacana ini dihembuskan, Islam adalah agama pertama yang menerapkan sikap toleransi ini.

Islam agama yang mengajarkan toleransi

Sebelum ajaran Islam hadir di muka bumi dengan dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, bangsa Arab hidup dalam berbagai pertikaian, permusuhan, dan berbagai keterpurukan moral yang menjangkiti masyarakatnya. Mereka saling berselisih satu dengan yang lainnya, saling mengkotak-kotakkan suku, ras, dan warna kulit masing-masing. Sehingga banyak sekali permusuhan yang merebak di antara mereka.

Allah mengutus Nabi Muhammad SAW. sebagai seorang Rasul dan membawa ajaran Islam  dengan seperangkat aturan yang datang dari-Nya. Sejak itulah tatanan kehidupan bangsa Arab yang saling bertikai dan tidak saling menghargai satu sama lain pun sirna. Kedamaian dan kerukunan menyelimuti bangsa Arab, baik Muslim maupun non muslim.

Islam mengajarkan untuk tidak membedakan kasta atau etnis. Tidak pernah ada warga kelas dua, dan tidak pernah ada sentimen mayoritas terhadap kaum minoritas. Alhasil kaum non muslim yang hidup di Negara Islam dan tunduk patuh pada kekuasaan Islam dalam batas-batas tertentu mendapatkan perlakuan yang sama sebagaimana yang dirasakan kaum Muslim.  Harta dan jiwa mereka dilindungi. Hal tersebut dilakukan semata-mata karena kaum Muslimin menjalankan syariat Islam.

Rasulullah SAW. pernah bersabda, "Barangsiapa membunuh seorang mu'ahid (orang non muslim yang mendapatkan jaminan keamanan) tanpa alasan yang haq, maka ia tak akan mencium wangi surga, bahkan dari jarak empat puluh tahun perjalanan sekalipun." (HR. Ahmad)

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Imam Qarafi, "Kaum Muslim memiliki tanggung jawab terhadap ahlu dzimmah untuk menyantuni, memenuhi kebutuhan kaum miskin mereka, memberi makan mereka dengan baik, bahkan memaafkan kesalahan mereka dalam kehidupan bertetangga. Sekalipun kaum muslim memang memiliki posisi yang lebih tinggi dari orang-orang non muslim. Umat Islam juga harus memberikan masukan-masukan pada mereka berkenaan dengan masalah yang mereka hadapi dan melindungi mereka dari siapapun yang bermaksud menyakiti mereka, mencuri harta mereka, atau merampas hak-hak mereka."

Beginilah indahnya toleransi yang diciptakan dalam Negara Islam ketika hukum Islam diterapkan. Pemerintah Islam memperlakukan semua rakyat dengan adil baik muslim maupun non muslim, baik rakyat jelata maupun pejabat negara. Meskipun umat Islam memimpin baik dari segi kekuasaan dan juga jumlahnya, tidak ada kezaliman yang menindas kaum minoritas di dalam negara Islam.

Keindahan toleransi yang diterapkan dalam negara Islam, diutarakan oleh TW. Arnold dalam bukunya "The preaching of Islam."

"Sekalipun orang Yunani lebih banyak dari jumlah orang Turki di berbagai provinsi Khilafah yang ada di bagian Eropa, toleransi keagamaan diberikan kepada mereka, dan perlindungan jiwa dan harta yang mereka dapatkan membuat mereka mengakui kepemimpinan Sultan atas seluruh kaum Kristen."

Arnold pun mengatakan, "Perlakuan pada warga kristen oleh pemerintahan ottoman selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani, telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa. Kaum Kalvins Hungaria dan Transilvania, serta negara Unitaris (kesatuan) yang kemudian menggantikan kedua negara tersebut juga lebih suka tunduk pada pemerintahan Turki daripada berada di bawah pemerintahan Hapsburg yang fanatik. Kaum protestan Silesia pun sangat menghormati pemerintah Turki, dan bersedia membayar kemerdekaan mereka dengan tunduk pada hukum Islam. Kaum Cossack yang merupakan penganut kepercayaan kuno dan selalu ditindas oleh Gereja Rusia, menghirup suasana toleransi dengan kaum kristen di bawah pemerintahan sultan."

Begitulah kepuasan yang dirasakan rakyat non muslim atas kepemimpinan umat Islam yang menerapkan hukum-hukum Islam.  Walau mereka tidak menganut agama Islam, namun keadilan, kesejahteraan dan keharmonisan dapat mereka rasakan.

Meski toleransi sangat diperintahkan di dalam Islam, tidak serta merta umat Islam diperbolehkan bertoleransi dalam hal-hal yang menembus batas syariah. Toleransi dalam Islam hanya dibolehkan dalam kehidupan yang menyangkut masalah-masalah sosial. Tidak dibenarkan di dalam Islam untuk bertoleransi dalam hal yang menyangkut akidah dan syariah. Sebab, dua hal ini tidak bisa ditolerir dan tidak boleh diubah hanya karena mengikuti perkembangan zaman.  

Sehingga jika ada umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran agamanya dengan tidak mengucapkan selamat pada hari-hari besar umat non muslim, tidak ingin dipimpin oleh orang non muslim, dan ingin menerapkan syariat Islam, bukan berarti mereka intoleran. Sebab, sikap demikian adalah hal yang wajar dilakukan umat Islam dalam menjalankan seluruh perintah Rabb-Nya. Jadi, tidak dibenarkan jika ada pihak-pihak yang mengatakan umat Islam sebagai intoleran hanya dikarenakan mereka memegang teguh prinsip agamanya.

Sebagaimana yang pernah dialami di zaman Rasulullah dan para khalifah sesudahnya. Sebagaimana toleransi seperti yang telah  dicontohkan Rasulullah saat empat pemuka kafir Quraisy yakni Al-Walid bin Mughirah, Al-Ash bin Wail, Al-Aswad ibnul Muthalib, dan Umayyah bin Khalaf datang menemui Rasulullah seraya berkata, "Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (Muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami, kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, jika ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya." (Tafsir Al-Qurtubi/14:425)

Sebagai jawaban dari perkataan mereka, kemudian Allah menurunkan surat Al-Kafirun ayat 1-6 yang menegaskan bahwa tidak ada toleransi dalam hal yang menyangkut akidah.

Allah SWT berfirman:

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

(TQS. Al-Kafirun: 6)

Sikap toleransi pun dijelaskan oleh Allah dalam Alqur'an surat Al-Mumtahanah ayat 8-9,

"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim." (TQS. Al-Mumtahanah: 8-9)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah kalian berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil." (Tafsir Alqur'anul 'Azhim, surat ke 7 ayat 247)

Inilah toleransi yang  diajarkan di dalam Islam. Allah  telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bertoleransi pada orang-orang di luar Islam. Namun demikian, sikap toleransi tidak boleh dipraktikkan dalam hal yang menyangkut akidah.

Dengan pemaparan di atas, terbukti bahwa umat Islam adalah umat yang sangat menjunjung tinggi sikap toleransi. Penerapan hukum-hukum Islam dalam Daulah Islam di tengah-tengah masyarakat. tidak terbukti bahwa umat Islam adalah umat yang intoleran. Malah sebaliknya, kepemimpinan yang berlandaskan aturan-aturan Islam akan mewujudkan kehidupan antar umat beragama yang harmonis penuh dengan toleransi. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Ahad, 17 Feb 2019 01:17

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Ahad, 17 Feb 2019 00:59

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

Sabtu, 16 Feb 2019 23:25

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Sabtu, 16 Feb 2019 22:25

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

Sabtu, 16 Feb 2019 22:15

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Sabtu, 16 Feb 2019 21:25

15 Tentara Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Jihadis di Sinai Utara

15 Tentara Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Jihadis di Sinai Utara

Sabtu, 16 Feb 2019 20:50

Pejabat Pakistan Klaim Mohammed Bin Salman Kemungkinan Akan Bertemu Taliban di Islamabad

Pejabat Pakistan Klaim Mohammed Bin Salman Kemungkinan Akan Bertemu Taliban di Islamabad

Sabtu, 16 Feb 2019 20:30

Industri Turun Drastis, RUU Migas Dipertanyakan Keberadaannya

Industri Turun Drastis, RUU Migas Dipertanyakan Keberadaannya

Sabtu, 16 Feb 2019 20:25

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Sabtu, 16 Feb 2019 11:33

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Sabtu, 16 Feb 2019 09:35

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X