Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.393 views

Benarkah Nabi Tidak Marah Jika Agama Allah Dihina?

Oleh: Zaqy Dafa (Pemerhati Pemikiran Islam)

Beberapa waktu lalu ada sebuah artikel menarik di sebuah situs Islam nasional, tajuknya adalah “Benarkah Nabi Marah Jika Agama Allah Dihina?”. Artikel ini ditulis sebagai tanggapan atas beredarnya Hadits Rasulullah yang menunjukkan bahwa beliau marah ketika agama Allah dilanggar. Berikut kutipan teksnya:

‎كان صلى الله عليه وسلم لا يغضب لنفسه فإذا ا تنتهكت حرمات الله لم يقم لغضبه شيء

Lalu diterjemahkan sebagai berikut:

"Nabi SAW tidak marah untuk kepentingan (pribadinya). Namun jika agama Allah dihina (ajaranNya dilanggar), maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa tegak di hadapan kemarahan beliau."

Penulis tersebut menilai penerjemahan teks Hadits diatas “cukup keliru” dan “tendensius”, meski dia mengakui kesahihan Hadits diatas karena ada riwayat senada dari riwayat Imam Bukhari.

‎٦٢٨٨ - حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَا خُيِّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَأْثَمْ فَإِذَا كَانَ الْإِثْمُ كَانَ أَبْعَدَهُمَا مِنْهُ وَاللَّهِ مَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ فِي شَيْءٍ يُؤْتَى إِلَيْهِ قَطُّ حَتَّى تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللَّهِ فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ

"Rasul memilih perkara yg ringan jika ada dua pilihan selama tidak mengandung dosa. Jika mengandung dosa, Rasul akan menjauhinya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi, tapi jika ajaran Allah dilanggar maka beliau menjadi marah karena Allah (lillah)."

Penulisnya menyalahkan jika makna “ajaran Allah dilanggar” sama dengan “ajaran Allah dihina”. Seakan jika orang melanggar aturan Allah maka Rasulullah marah, namun jika agama Allah ‘hanya’ dihina saja beliau tidak marah. Padahal, orang tua kita saja dihina saja kita marah besar dan berusaha membela mati-matian. Ini Tuhan dihina kita mau marah tidak boleh, dikata tidak ikut Haditsnya Kanjeng Nabi. Logika aneh bin ajaib.

Akal-akalan mudah saja. Salahkah menganggap penghinaan dan penistaan Tuhan dan agama dianggap sebagai melanggar aturan? Kita menghina presiden atau lambang negara saja dipastikan melanggar aturan negara tentang penistaan dan pasti dipenjara. Ini Allah dan agamanya dihina kita umat Islam tidak boleh marah dan dianggap bukan melanggar aturan agama? Keadilan berpikir dimana?

Selanjutnya, penulis artikel diatas sepertinya tidak memahami makna “Hurumat” dalam hadits diatas. Disangkanya “Untuhikat HurumatuLlah” maknanya hanya “dilanggarnya ajaran Allah”. Padahal, “Hurumat” dalam keterangan pensyarah Hadits artinya tidak hanya larangan namun juga meliputi berbagai kewajiban dan perkara yang wajib ditegakkan menurut agama (Muhammad Humaidi, Tafsir Gharib ma fi al-Shahihain, juz 1 hlm. 191), termasuk di dalamnya kewajiban amar ma’ruf nahi munkar ketika terjadi perusakan ataupun penghinaan agama. Barangsiapa yang merusak atau melecehkan “HurumatuLlah” baik perintah maupun larangannya, maka Rasulullah akan marah terhadapnya. Itu makna Hadits tersebut. Lha sekarang Anda bersikeras Islam dihina tidak perlu dibela. Ghirah Islamiyyah Anda dimana?

Sekarang masuk ke ranah Fiqih. Penghinaan terhadap ajaran Islam merupakan tindakan extraordinary crime dalam Islam yang berkonsekuensi sangat serius dunia akhirat. Jika pelakunya adalah Muslim, maka hal itu mengantarkannya menjadi seorang murtad dimana amal perbuataannya sewaktu di dunia hangus semua tidak ada sisa, sekaligus wajib bagi pemerintahan untuk mendesak dan memeranginya hingga dia bertaubat. Jika pelakunya adalah non-Muslim, maka penistaan tersebut dapat menjadikannya seketika berstatus sebagai kafir harbi atau yang konfrontasi terang-terangan kepada umat Islam.

Maka sudah sewajarnya dan seharusnya umat Islam marah dan membela jika agamanya dihina dan dinodai baik oleh sesama Muslim sendiri maupun lainnya. Ini sebagai langkah menghentikan perbuatan mereka agar mereka berhenti, syukur jika mau bertaubat. Lha kok malah dilarang dengan alasan “Tuhan tidak perlu dibela”? Ngaji lagi yang serius.

Selanjutnya, kami ingin berdiskusi dengan beberapa alasan yang dikemukakan dalam masalah ini yang mewakili kelompok “kepala dingin”.

Pertama, kata penulis artikel diatas, “Rasulullah marah bukan karena Allah dihina. Tapi marah kalau kebenaran/ajaran Allah dinodai dengan cara melanggar atau mendustai ajaran Islam itu sendiri. Jadi marahnya Rasul itu semata karena Allah, bukan karena dendam pribadi apalagi karena urusan politik pilpres dan pilkada di TPS (tempat pemungutan suara).”

Sudahlah, tidak perlu kami jelaskan keanehan berpikirnya lagi karena sudah kami jelaskan diatas. Tambahan saja, Anda tidak bisa memukul rata ribuan umat Islam yang menyalurkan aspirasi dan pembelaan mereka kepada Islam lewat media manapun bahkan hingga harus turun ke jalan berkali-kali saking terlalu “dinginnya” kepala orang-orang yang dikritik dan diingatkan itu tidak ikhlas, hanya karena kepentingan politik, ataupun diperalat politik saking lugunya. Seakan Anda menganggap kelompok yang kontra atau tidak senang dengan yang mereka lakukan itu sudah yang paling ikhlas, paling adem, paling toleran, dan seterusnya. Itu namanya stigmatisasi tanpa dasar, dan itu bukan tipe orang yang “kepalanya dingin” karena menuduh orang serampangan tanpa mikir dulu.

Kedua, kata penulis itu “Kita marah, terus kita sok penting seakan-akan Allah juga ikutan marah. Emang siapa kita sih?! Terus kita marah-marah dengan kutip sana-pelintir sini, biar disangka Allah ikutan marah juga.” Terus Anda mengajak orang tidak marah, adem-adem saja melihat agama sendiri dihina. Kira-kira Allah lebih marah kepada siapa? Kepada orang yang membela agama yang memang diperintahkan Allah menjaganya, atau kepada orang yang berlagak elegan melihat agamanya digempur sana-sini?

Namun marah juga memang harus di-manage. Jangan sampai marah kita menjadikan kita tidak terkendali hingga kita juga jatuh dalam caci maki dan anarkisme, bahkan sampai melintir-melintir dalil. Melawan kejahatan tidak bisa dengan kejahatan pula, harus dilawan dengan kebaikan meskipun harus dilakukan secara keras. Jangan mau kita jadi seperti mereka yang sok kepala dingin itu, tapi di belakang paling hobi memperkosa dalil dan keterangan ulama.

Ketiga, kata penulis tadi “kasih sayang Allah itu melebihi murkaNya! Kalau kita terbalik: marahnya kita sampai ke ubun-ubun hingga lepas kontrol mengeluarkan kosa kata yang tidak pantas, dan marahnya terus berkepanjangan dari 2014 sampai 2019.” Jadi jutaan orang yang berkumpul membela agama, contoh saja soal penistaan agama Ahok dan keharaman memilih pemimpin non-Muslim, menurut Anda hanya karena mereka kalah pilpres tahun 2014 dan berkepanjangan hingga 2019?

Duh Gusti (pake “G” besar), umpama orang yang kontras dengan kepentingan mereka adalah kyai-kyai dan santri-santri pesantren apalagi pesantren salaf yang tiap harinya makan nasi dua ribu rupiah per makan dan tidak pernah sama sekali ikut makan uang partai, masihkah Anda berani menganggap mereka mempunyai kepentingan politik? Dimana logika “dingin” dan nurani “adem” Anda dan teman-teman pendukung Anda?

Kami tidak akan putus-putusnya mengingatkan sebagai sesama Muslim untuk selalu berjalan yang bener-bener saja sesuai aturan Allah. Pedoman kita adalah Al-Quran Sunnah dan kitab-kitab ulama sebagai penjelasnya yang otoritatif dan dapat dipercaya.

Anda mau menuduh tidak ikhlas, kepentingan politik, itu hak Anda sebagai bagian penyampaian aspirasi dan dialog, tapi mbok ya mikir dulu sebelum menuduh. Kami hanya selalu berusaha menyesuaikan dengan pedoman tersebut dalam kehidupan kami. Semoga saja dihitung amal shalih dan meningkatkan keikhlasan kami kepada Allah Ta’ala. Amin. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X