Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.951 views

Mengukur Obyektifitas Pembubaran Ormas HTI

Oleh Muhamad Akbar Ali*

DI TENGAH kegentingan utang negara dalam suasana melambung dan di perparah stabilitas ekonomi yang monoton bahkan cenderung merosot, negeri ini dihebohkan oleh Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Rabu, 19 Juli 2017 pemerintah resmi mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Artinya organisasi HTI resmi dibubarkan. Dalam konferensi pers 8 Mei 2017, Menkopolhukam Wiranto mengatakan bahwa landasan utama pembubaran HTI ada tiga poin. Pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, asas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Ketiga, aktifitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

 

Tidak Obyektif

Sangat menarik untuk dicermati alasan pemerintah membubarkan HTI. Penulis akan mencoba menganalisis satu persatu. Pertama, bahwa HTI tidak berperan positif dalam pembangunan Nasional. Perlu diketahui bahwa HTI adalah Partai politik yang menjadikan Islam sebagai Ideologi atau asas gerakanya.

Kedudukanya sama dengan partai-partai lainya yang ada di Indonesia. HTI bukan lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan atau yang sejenisnya. Lebih dari itu, HTI dalam aktivitasnya adalah dakwah pemikiran tanpa kekerasan.

Dan selama ini banyak kita menemukan HTI sangat gencar melancarkan kritik tanpa pandang bulu terutama kepada kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat atau dominan yang bertentangan dengan Islam. Kritik cerdas yakni bukan hanya menunjukan kesalahan atau kekeliruan pemerintah dalam mengambil kebijakan tetapi di ikuti pula dengan solusi yang solutif.

HTI juga secara berkala mengsosialisasikan bahaya laten yang mengancam Indonesia. Dan setiap kegiatan HTI selalu berjalan tertib dan tidak pernah menimbulkan keributan di tengah-tengah masyarakat. HTI pula tidak ketinggalam ikut andil dalam musibah yang menimpa negeri ini seperti bencana alam, gempa bumi, banjir dan lain-lain.

Dengan demikian sangat tidak logis dan tidak relevan ketika ada oknum yang mengatakan bahwa HTI tidak ikut andil positif dalam pembangunan Indonesia. Ini salah besar. Dan sangat disayangkan pernyataan tersebut keluar dari pemerintah sebagai pengayom rakyat. Seharusnya pemerintah mendukung gerakan HTI.

Karena pengaruh keberadaanya sangat positif dan ikut andil dalam mengotrol suasana pemerintah dalam ancaman-ancaman penjajah. Kedua, HTI dinilai bertentangan dengan pancasila UUD 1945. Pernyataan ini patut kita cermati lebih mendalam dan menyeluruh. Mengapa demikian? Karena HTI adalah organisasi yang berasaskan Islam. Dimana kita pahami bersama, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa negara ini mengakui akan adanya Tuhan atau berdiri atas dasar rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

Dan apa yang dilakukan oleh HTI adalah upaya implementasi sila pertama, yakni menjalankan ajaran agama Islam. Mengajak kaum muslimin Indonesia untuk beragama dengan sempurna, baik dari segi individu, sosial, maupun negara.

Ucapan pemerintah, HTI bertentangan dengan Pancasila sangat tidak berdasar. Pernyataan yang sangat keliru dan tidak obyektif. Pemerintah seharusnya tahu diri, selama ini banyak kebijakan mereka yang bertentangan dengan Pancasila. Sebut saja misalnya saat negara menggadaikan aset-aset negara kepada asing, draft undang-undang pesanan asing, OPM yang tumbuh subur di papua, SDA yang diserahkan kepada asing dan banyak gelagat pemerintah yang bertentangan dengan Pancasila.

Patut dicurigai agenda untuk membubarkan HTI adalah bagian konspirasi invisible hand dengan memperalat pemerintah untuk tujuan jahat mereka. Ketiga, menurut Wiranto sebagai menkopolhukam, HTI telah menimbulkan benturan di tengah-tengah masyarakat, dan mengancam NKRI.

Alasan ini tidak tepat dan jauh dari fakta. Aktivitas HTI tidak pernah ditemui menimbulkan keresahan apalah lagi sampai pada kericuhan. Dan jika membaca kitab-kitab HTI tidak pernah ada ajaran untuk melakukan kekerasan atau tindakan terorisme.

Bahkan seruan HTI mengajak pada kedamaian. Mengajak untuk bersama menyelamatkan negeri Indonesia dari ancaman penjajah, neoliberalisme maupun neoimperialisme. Jadi lagi-lagi pemerintah salah kaprah dalam menilai HTI. Sikap membubarkan HTI tersebut jika ditelisik menyeluruh menunjukan bahwa pemerintah sangat anti Islam.

Hal ini berangkat dari fenomena sebelumnya sampai pada hari ini oleh pemerintah. Sebut saja pada kasus kriminalisasi ulana, perda miras, perda syariah, kasus ahok, khutbah dimesjid, dan masih banyak sikap pemerintah yang kontra terhadap Islam. Perihal ini tidak boleh di biarkan.

Umat Islam adalah bagian dari negeri ini yang berjuang tanpa pamrih saat mengusir penjajah. Maka sudah saatnya Umat Islam bersatu padu memegang konsisten pemikiran Islam. Dan melawan para komprador yang merongrong persatuan umat Islam untuk menegakan agamanya. Lebih dari itu, perihal ini sebagai konsekuensi keimana kepada Allah SWT. Allahu Akbar. *Penulis adalah Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X