Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.432 views

Jokowi Bisa Terjerat Kasus Korupsi Jika Salahgunakan Dana Haji

 
Oleh :
DR. Ismail Rumadan*
 
 
KONTROVERSI terkait kepastian pengelolaan dana haji untuk infrastruktur bisa atau tidak kini terjawab sudah dengan pelantikan 14 anggota Badan Pengelolaan.  Sebab pada awalnya dana ini mau dikelola namun terkendala dengan belum terbentuknya BPKH sebagaimana amanat undang-undang.
 
Namun suara-suara protes terkait dengan penggunaan dana haji ini masih tetap bermunculan, bahkan konon kabarnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa haram hukumnya untuk penggunaan dana haji bagi pembangunan infrastruktur karena tidak sesuai peruntukannya.
 
Jika benar bahwa MUI sudah mengeluarkan fatwa, maka hal ini menjadi peringatan keras bagi Presiden Joko Widodo agar hati-hati dalam menggunakan dana umat tersebut. Paling tidak Jokowi harus memberikan alasan yang logis dan mendasar secara hukum kepada masyarakat terutama ummat Islam terkait kebijakan penggunaan dana haji tersebut. 
 
Sebab dana haji atau dana abadi umat itu jumlahnya terbilang besar.
Kejelasan penggunaan dana haji ini sangat penting untuk dikemukakan terkait beberapa hal; 
 
1. Bahwa dana ini adalah dana Ummat Islam dan peruntukannya harus berkaitan degan kepentingan ummat Islam; Pertanyaannya infrastruktur yang mau dibangun adalah infrastruk apa? Harus jelas apakah infrastruktur yang dibangun adalah terkait dengan gedung sekolah Islam, masjid atau yang lainnya?
 
2. Kedua adalah terkait status penggunaan dana tersebut apakah sifatnya pinjaman atau yang lain? Jika pinjamanpun harus dikonversi ke dalam APBN atau APBNP, agar jelas, kemudian bagimana model pengembaliannya?
 
Bahwa, Pasal 46 ayat(3) UU No. 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. "Dalam melakukan penempatan dan/atau investasi harus sesuai dengan prinsip syariah."
 
Oleh karena itu, penggunaan dana haji oleh Presiden dituntut untuk mengedepankan “the right to receive” dan tujuan penggunaan dana tersebut. Konsekuensi yuridis dengan adanya kebijakan yang tidak didasarkan pada tujuan, peraturan perundang-undangan yang jelas akan berakibat terjadinya tindakan sewenang-wenang dan penyalahgunaan wewenang.
 
Dapat dipahami bahwa dana haji ini adalah dana yang dikategorikan sebagai dana non bageter. UU No. 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negara secara tegas melarang seluruh pejabat dan aparatur negara mengelola dana yang tidak tercancum dalam dokumen APBN (non-budgeter). Semua anggaran (pendapatan, pengeluaran, penerimaan, dan pembiayaan) haruslah tercatat dalam APBN sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
 
Tindakan sewenang-wenang dapat terjadi apabila pemerintah tidak memiliki cukup rasionalitas sebagai parameter, misalnya: terhadap perlunya penggunaan dana haji tsb. Pada sisi lain, tindakan ini dapat berakibat penyalahgunaan wewenang yang didasarkan pada parameter tujuan pemberian wewenang yang disalahgunakan. Namun, jika alasannya rasional, maka hal ini bisa diperbolehkan.
 
Patuhi Beberapa Prinsip
 
Budaya "korupsi berjamaah" secara sadar maupun tidak sadar sudah menjadi sebuah praktik rutin di instansi pemerintah. Tujuan penggunaan dana Haji termasuk kategori dana off-budget untuk kepentingan yang baik/legal maupun yang tidak baik/ilegal pada prinsipnya tetap melanggar ketentuan yang ada. Tapi dalam praktiknya memang sangat sulit untuk dihindari.
 
Pada dasarnya penggunaan dana haji yang merupakan dana umat (publik) harus didasarkan pada beberapa prinsip anggaran publik, antara lain:
 
Pertama, otorisasi legislatif. Penggunaan dana haji haruslah mendapatkan otorisasi (pemberian kuasa) dari legislatif terlebih dahulu sebelum eksekutif dapat membelanjakan anggaran tersebut.
 
Kedua, prinsip non discretionary appropriation. Bahwa Presiden tidak serta merta bisa seenaknya bebas menentukan untuk apa pembagian peruntukan dana yang telah dikuasakan kepadanya. Jumlah yang akhirnya nanti disetujui oleh dewan legislatif ini, harus benar-benar ditekankan agar termanfaatkan secara ekonomis, efektif, dan efisien.
 
Ketiga, prinsip kejelasan. Dana haji hendaknya jelas terinci namun sederhana, dapat dipahami masyarakat terutama umat Islam, dan tidak membingungkan. Tidak diperkenankan adanya pembiayaan pembangunan atau infrastuktur yang tidak jelas mekanismenya.
 
Keempat, diketahui publik. Penggunaan dana haji harus diinformasikan kepada masyarakat umat Islam secara luas. Yang dilandaskan pada UU Keterbukaan Informasi Publik.
 
Oleh karena itu, Presiden Jokowi harus berhati-hati dalam menggunakan dana haji yang sifatnya non bageter, sebab banyak kasus penggunaan dana non bageter yang telah mejerat pejabat ke meja hijau karena terlibat praktik korupsi akibat penggunaan dana tersebut tidak tepat.  Sebut saja kasus dana non bageter Bulog dan dana bantuan Brunei yang berujung pada lengsernya Presiden Abdurahman Wahid.
 
Oleh karena itu, himbawannya adalah Presiden sebaiknya berhenti untuk berwacana terkait rencana penngunaan dana haji untuk pembangunan infrastuktur. Dekan Fakultas Hukum Unas, Jakarta dan Sekjen MASIKA-ICMI

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
IUMS Kecam Pembantaian Warga Sipil Suriah oleh Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur

IUMS Kecam Pembantaian Warga Sipil Suriah oleh Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur

Jum'at, 23 Feb 2018 09:36

Miris, Pemimpin Buta Sejarah Bangsa Sendiri

Miris, Pemimpin Buta Sejarah Bangsa Sendiri

Kamis, 22 Feb 2018 23:03

Politik Ibadah vs Politisasi Ibadah

Politik Ibadah vs Politisasi Ibadah

Kamis, 22 Feb 2018 22:36

Bangladesh Percepat Rencana Relokasi 100.000 Muslim Rohingya ke Pulan Terisolir

Bangladesh Percepat Rencana Relokasi 100.000 Muslim Rohingya ke Pulan Terisolir

Kamis, 22 Feb 2018 22:30

Dalam 3 Hari, Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur talah Tewaskan 250 Warga Sipil

Dalam 3 Hari, Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur talah Tewaskan 250 Warga Sipil

Kamis, 22 Feb 2018 22:15

Mesir Vonis Mati 21 Orang Karena Terkait Islamic State

Mesir Vonis Mati 21 Orang Karena Terkait Islamic State

Kamis, 22 Feb 2018 22:00

Israel Beri Lampu Hijau Pembangunan 3000 Unit Rumah bagi Warga Yahudi di Tanah Palestina

Israel Beri Lampu Hijau Pembangunan 3000 Unit Rumah bagi Warga Yahudi di Tanah Palestina

Kamis, 22 Feb 2018 21:37

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Kamis, 22 Feb 2018 19:18

PBB Tidak Diloloskan KPU, Politisi Demokrat: Ini Zaman Edan

PBB Tidak Diloloskan KPU, Politisi Demokrat: Ini Zaman Edan

Kamis, 22 Feb 2018 19:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Kamis, 22 Feb 2018 15:20

Syetan Tersiksa dengan Suara Adzan

Syetan Tersiksa dengan Suara Adzan

Kamis, 22 Feb 2018 12:10

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

Kamis, 22 Feb 2018 11:21

Catat! Besok PBB Siap Melawan KPU

Catat! Besok PBB Siap Melawan KPU

Kamis, 22 Feb 2018 11:05

5 Cara Pengusaha Meningkatkan Produktivitas yang Patut Ditiru

5 Cara Pengusaha Meningkatkan Produktivitas yang Patut Ditiru

Kamis, 22 Feb 2018 11:00

[VIDEO] Gedung Pernikahan Baru di Bekasi, Konsep Garden Party dan Vintage

[VIDEO] Gedung Pernikahan Baru di Bekasi, Konsep Garden Party dan Vintage

Kamis, 22 Feb 2018 10:12

Ulama Diserang, Ini Pesan Gatot ke Polri

Ulama Diserang, Ini Pesan Gatot ke Polri

Kamis, 22 Feb 2018 05:43

Marak Proyek Roboh, Fahira Idris: Berdampak Turunkan Daya Saing Jasa Konstruksi Indonesia di ASEAN

Marak Proyek Roboh, Fahira Idris: Berdampak Turunkan Daya Saing Jasa Konstruksi Indonesia di ASEAN

Kamis, 22 Feb 2018 05:29

Dont Worry be an Entreupreneur

Dont Worry be an Entreupreneur

Rabu, 21 Feb 2018 22:47

Hamas Sebut Israel Siksa Anggota Parlemen Palestina Yang Mereka Tahan

Hamas Sebut Israel Siksa Anggota Parlemen Palestina Yang Mereka Tahan

Rabu, 21 Feb 2018 21:36

Banyak Ambruk, Keamanan Infrastruktur Rezim Jokowi Dipertanyakan

Banyak Ambruk, Keamanan Infrastruktur Rezim Jokowi Dipertanyakan

Rabu, 21 Feb 2018 21:17


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X