Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.132 views

Moderasi atau Liberalisasi?

Oleh: Zaqy Dafa (Pemerhati Pemikiran Islam)

Entah bagaimana, akhir-akhir ini jika ada Muslim yang ingin memperjuangkan pengamalan Syari’ah Islam sesuai kemampuan masing-masing selalu saja mendapat cap buruk dari orang-orang yang dikenal sebagai “kaum kepala dingin.”

Mereka dengan sikap “moderat”, “elegan”, dan “paling NKRI”-nya selalu mengajak orang untuk menyebarkan yang adem-adem saja, meski di lain pihak mereka juga sangat tekun mengumbar cap intoleransi, radikal, anti nasionalis, bahkan cap makar secara gebyah uyah. Pokoknya orang yang tidak mengucapkan kata “NKRI harga mati” sudah pasti dia radikal dan anti-NKRI.

Padahal, yang ngomong begitu belum tentu ketika peringatan 17 Agustus mau mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya dan malas melihat upacara bendera di tivi maupun di dekat rumahnya. Mental “paling NKRI” macam apa itu?

Belum lagi orang yang karena kepentingannya menggembosi Syari’ah, dia begitu suka berdalil ini itu sesuai dengan keinginan mereka. Sampai-sampai ada seorang “intelektual” yang menulis bahwa suhu panas perpolitikan Indonesia sekarang ini disamakan dengan suhu politik Khalifah Ali-Muawiyah zaman dahulu. Padahal, faktanya di Indonesia tidak ada perang fisik apalagi pengerahan massa secara massif untuk menggulingkan pemerintah. Bukankah ini berlebihan, atau memang tujuan mereka agar umat Islam mau melemas?

Yang paling menyakitkan dia menulis, “Kubu ‘Ali memainkan high politics dengan berusaha mempertahankan idealisme dan nilai luhur Islam dengan tidak terjebak pada politisasi agama, meski pada akhirnya mereka menyerah pada desakan sebagian pendukungnya yang kemudian membelot, sehingga mereka dikalahkan oleh kecerdikan ‘Amru ibn al-‘Ash, juru runding kubu Mu’awiyah. Kubu Mu’awiyah lihai memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya, sehingga mudah meraih simpati masyarakat dengan segudang prestasi dan kebobrokannya sekaligus.”

Padahal, bagi mayoritas umat Indonesia yang ngakunya paling Ahlussunnah wal Jama’ah itu termasuk akidah paling mendasar bagi Aswaja adalah hormat terhadap seluruh Shahabat Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama. Meski mereka bukanlah manusia yang maksum, Aswaja meyakini bahwa mereka selalu bertaubat sebelum ajal menjemput mereka. Lha ini ada orang pintar malah menuduh Muawiyah “memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya”? Tulisan yang seperti ini dia awali dengan menulis judul tentang “moderasi”. Moderasi model apa ini? Mana akidah Aswaja yang katanya Anda junjung-junjung tinggi itu?

Muawiyah tidak ada niatan untuk menggulingkan pemerintahan sah pada waktu perang Shiffin. Jika memang Muawiyah berniat begitu, padahal beliau baru diangkat khalifah setelah dilantik oleh Sayyidina Hasan yang menjadi khalifah pengganti ayah beliau Sayyidina Ali. Akan tetapi dukungannya terhadap kelompok kudeta yang akhirnya menjadi Khawarij merupakan kebijakan yang keliru, karena perang tersebut telah menimbulkan instabilitas negara dan banyaknya umat Islam yang terbunuh karena alasan yang sebenarnya dapat ditempuh penyelesaiannya melalui jalur diplomasi dan kerjasama. Memang diakui, propaganda para pemberontak yang didalangi Yahudi ini berhasil mempengaruhi pikiran banyak shahabat.

Perlu diketahui, setelah peristiwa Tahkim antara Abu Musa al-Asy’ari dan Amr bin Ash Sayyidina Ali tetap menjabat sebagai khalifah hingga beliau syahid dibunuh oleh kaum pemberontak yang akhirnya menjadi Khawarij.

Jadi jangan karena Shahabat tidak maksum, lalu Anda dengan seenaknya mengatakan bahwa Muawiyah itu “memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya”. Kalau Anda mau bicara soal moderasi, mestinya gunakan pandangan-pandangan yang moderat pula sesuai akidah Aswaja. Kalau Anda begini, bukan moderasi yang Anda tawarkan tapi geraman umat Islam melihat tingkah Anda.

Tentang sikap Ibnu Umar yang Anda tawarkan, tentu hal ini baik dan patut ditiru agar umat Islam tidak melulu bertikai dalam hal politik. Hal ini kita dapatkan contoh dari beberapa ulama sepuh kita yang memilih tidak berkomentar apapun dengan kondisi politik, karena bagaimanapun juga pangkat adalah amanah. Tanggung jawabnya dunia akhirat. Tidak mendapat pangkat itu mestinya lebih baik dan patut disyukuri.

Akan tetapi, Anda tidak dapat menyalahkan orang-orang yang berjuang dalam politik untuk menegakkan Syari’ah Islam sesuai konstitusi yang ada. Memang harus ada orang-orang seperti mereka. Jika semuanya ikut mengucilkan diri dari politik kemudian negara dikuasai oleh orang-orang yang tak paham agama, lalu bagaimana solusi Anda sebagai umat Islam?

Mari kita semua ngaji yang benar dan serius, agar masalah-masalah seperti ini dapat dipahami secara jernih. Meluruskan niat adalah yang utama, segala hal yang kita lakukan diusahakan semata-mata karena ikut aturan Allah dan mengabdi kepada Allah.

Tujuannya agar kita selamat dunia akhirat dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Ta’ala. Hidup ini hanya sebentar, tingkah laku kita semua akan dihisab kelak di akhirat. Kita selalu sadar tiap hari selalu melakukan dosa besar maupun kecil, sengaja maupun tidak.

Jika orientasi berpikir dan bersikap kita sebagai umat Islam sudah seperti ini, maka tidak akan ada lagi orang yang bertindak anarkis-teroris maupun liberal-sekularis, apalagi sampai berkata “Muawiyah memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya”. WaLlahu A’lam[syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Usai shalat asar dalam perjalanan pulang, pria ini dituduh mencuri ampli mushalla. Tanpa pembuktian dan pengadilan, ia dianiaya, dikepruk, ditelanjangi dan dibakar hingga tewas....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Latest News
Dalam 3 Hari 59 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS di Raqqa

Dalam 3 Hari 59 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS di Raqqa

Jum'at, 18 Aug 2017 17:00

Setelah 'Mangkrak' Hampir 2 Tahun, SBG Akan Lanjutkan Lagi Proyek Perluasan Masjidil Haram

Setelah 'Mangkrak' Hampir 2 Tahun, SBG Akan Lanjutkan Lagi Proyek Perluasan Masjidil Haram

Jum'at, 18 Aug 2017 15:40

Hari Kemerdekaan, Pikulbareng.com Diluncurkan untuk Lepas Jeratan Riba Pengusaha Muslim

Hari Kemerdekaan, Pikulbareng.com Diluncurkan untuk Lepas Jeratan Riba Pengusaha Muslim

Jum'at, 18 Aug 2017 13:32

(Video) Suara Hati Mualaf Merry Sinaga, Rela Tinggalkan Keluarga Demi Pertahankan Iman

(Video) Suara Hati Mualaf Merry Sinaga, Rela Tinggalkan Keluarga Demi Pertahankan Iman

Jum'at, 18 Aug 2017 13:25

Sebut Kebijakan FDS Langgar Hak Anak, KPAI Didesak Minta Maaf

Sebut Kebijakan FDS Langgar Hak Anak, KPAI Didesak Minta Maaf

Jum'at, 18 Aug 2017 13:24

Kasus First Travel: Peringatan keras bagi Jamaah, Pengusaha Umroh, dan Pemerintah

Kasus First Travel: Peringatan keras bagi Jamaah, Pengusaha Umroh, dan Pemerintah

Jum'at, 18 Aug 2017 11:12

Selain Paparkan Kemajuan, Pidato Jokowi Harusnya Juga Jawab Keresahan Rakyat

Selain Paparkan Kemajuan, Pidato Jokowi Harusnya Juga Jawab Keresahan Rakyat

Jum'at, 18 Aug 2017 10:57

Doa ustadz Bachtiar Nasir di HUT RI: Tanah Indonesia adalah Bagian dari Akidah Kami

Doa ustadz Bachtiar Nasir di HUT RI: Tanah Indonesia adalah Bagian dari Akidah Kami

Kamis, 17 Aug 2017 22:13

Pesan Bung Hatta: Tiada Guna Merdeka jika Tak Bahagiakan Rakyatnya secara Jasmani & Rohani

Pesan Bung Hatta: Tiada Guna Merdeka jika Tak Bahagiakan Rakyatnya secara Jasmani & Rohani

Kamis, 17 Aug 2017 21:31

1 Tentara AS Tewas dalam Operasi yang Menargetkan Pejuang IS di Timur Afghanistan

1 Tentara AS Tewas dalam Operasi yang Menargetkan Pejuang IS di Timur Afghanistan

Kamis, 17 Aug 2017 20:52

Perjuangan Melawan 'Penjajahan'  Harus Dilanjutkan

Perjuangan Melawan 'Penjajahan' Harus Dilanjutkan

Kamis, 17 Aug 2017 18:42

Raja Salman Perintahkan Buka Perbatasan Saudi untuk Izinkan Masuk Jamaah Calon Haji Qatar

Raja Salman Perintahkan Buka Perbatasan Saudi untuk Izinkan Masuk Jamaah Calon Haji Qatar

Kamis, 17 Aug 2017 16:49

Satgas PA Sebut Ada Oknum Gunakan KPAI untuk Kepentingan Politik Terkait FDS

Satgas PA Sebut Ada Oknum Gunakan KPAI untuk Kepentingan Politik Terkait FDS

Kamis, 17 Aug 2017 15:35

Dakwaan JPU Tidak Cermat, Alfian Tanjung dan Pengacara Ajukan Keberatan

Dakwaan JPU Tidak Cermat, Alfian Tanjung dan Pengacara Ajukan Keberatan

Kamis, 17 Aug 2017 15:04

Sudahkah Kita

Sudahkah Kita "Merdeka"?

Kamis, 17 Aug 2017 13:16

Merdeka Sesungguhnya Harus PIKULBARENG Beban Bersama-sama! Gabung Yuk

Merdeka Sesungguhnya Harus PIKULBARENG Beban Bersama-sama! Gabung Yuk

Kamis, 17 Aug 2017 12:50

Koordinator ITJ Pusat: Umat Islam Sudah Memberikan Segalanya bagi Kemerdekaan Indonesia

Koordinator ITJ Pusat: Umat Islam Sudah Memberikan Segalanya bagi Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 17 Aug 2017 12:32

Pemberontak Syi'ah Houtsi Usir Paksa Para Pasien dari Rumah Sakit di Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Usir Paksa Para Pasien dari Rumah Sakit di Yaman

Kamis, 17 Aug 2017 11:56

72 Tahun Indonesia Merdeka, Sejarawan Muslim: Umat Islam Harus Rapatkan Barisan Jangan Terprovokasi

72 Tahun Indonesia Merdeka, Sejarawan Muslim: Umat Islam Harus Rapatkan Barisan Jangan Terprovokasi

Kamis, 17 Aug 2017 10:23

Sebab Anak Soekarno, Megawati Terpilih sebagai Dewan Pengarah UKP-PIP, Politisi: Apakah Pancasilais?

Sebab Anak Soekarno, Megawati Terpilih sebagai Dewan Pengarah UKP-PIP, Politisi: Apakah Pancasilais?

Kamis, 17 Aug 2017 09:53


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X