Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.236 views

Pertemuan IMF-WB di Bali, Heroisme yang Antiklimaks

Oleh:

Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

 

 Jokowi Sebut Asia-Afrika Tak Butuh Bank Dunia dan IMF” demikian judul yang dibuat Tempo.co, pada Rabu, 22 April 2015 12:46 WIB. Sebelumnya, hanya selisih sekitar enam menit, pada 22/04/2015, 12:40 WIB, Kompas.co menulis judul berita “Jokowi: IMF, Bank Dunia, dan ADB Tak Memberi Solusi

Selain kedua media daring  tersebut, masih banyak media lain yang membuat judul senada. Pelbagai judul ‘gagah’ tadi bersumber dari substansi pidato Presiden Jokowi saat membuka Konferensi Asia-Afrika di Jakarta Convention Center di Senayan, Rabu, 22 April 2015.

Bagian pidato Jokowi yang dianggap seksi oleh banyak kru media antara lain berbunyi begini: “Asia-Afrika harus bisa lepas dari ketergantungan pada institusi keuangan global. Pandangan yang mengatakan persoalan ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF (International Monetary Fund), dan ADB (Asian Development Bank) adalah pandangan usang yang perlu dibuang.”

Banyak kalangan menganggap ini adalah pidato terbaik Jokowi selama menjadi Presiden. Belum pernah sebelumnya juga sesudah, Presiden berpidato setara apalagi lebih baik daripada pidato tersebut. Saya sendiri menilai, sejak pidato heroik inilah saatnya Indonesia melepaskan diri dari cengkeraman neolib yang ganas dan telengas.

Tapi itu cerita dulu, pada 22 April 2015. Karena faktanya, pidato adalah satu hal dan kebijakan Pemerintah di bidang ekonomi adalah hal lain. Keduanya bisa saja berbeda, bersebarangan atau bahkan bertabrakan total. Buktinya, setelah pidato tadi, toh menteri-menteri ekonomi Jokowi masih dan terus saja menerbitkan aneka kebijakan yang sarat dengan aroma neoliberalisme. Utang-utang baru terus dibuat hingga ribuan triliun rupiah; impor produk pangan ugal-ugalan membuat petani padi, tebu, dan garam menderita; pajak digenjot membabi-buta; subsidi belanja sosial dikurangi bahkan dicabut; harga-harga dikerek ke langit, dan lain-lainnya, dan seterusnya.

Sungguh, saat membuka Konfrensi Asia Afrika empat tahun silam, Jokowi begitu heroik. Ada semangat kebebasan dan pembebasan dalam tiap kalimatnya. Tidak mengherankan, Presiden diganjar standing ovation yang meriah dan berkepanjangan. Sayang, pidato heroik itu kini antiklimaks. Lunglai, tak berdaya ditelikung oleh dogma neolib dan mental inlander.

 

Anggaran Superjumbo

Kemarin, 8 Oktober 2018, bisa disebut sebagai antiklimaks dari pidato heroik sang Presiden. Di Bali, sampai 14 Oktober ke depan, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan bersama IMF dan WB. Dan, untuk itu, negeri yang terkoyak oleh bencana susul-menyusul ini, merogoh kocek hingga Rp855,5 miliar.

Jumlah itu hanyalah anggaran patungan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (APBN) dan Bank Indonesia. Masing-masing merogoh kocek Rp672,59 miliar dan Rp137 miliar. Oya, iuran dari Bank Indonesia sudah turun dibandingkan rencana semula yang Rp243 miliar. Ketua Satuan Tugas Bank Indonesia untuk Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, Peter Jacobs, menyebut total biaya tersebut di luar anggaran infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan acara.

Peter benar. Pasalnya, Kementerian Pariwisata mengalokasikan anggaran Rp7,7 miliar sebagai tambahan. Sedangkan Kementerian Perhubungan Rp17 miliar. Dengan demikian, total anggaran mencapai Rp944,8 miliar. Tapi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pernah menyebut  Rp1,1 triliun. Itu hanya untuk biaya operasional. Belum termasuk untuk keperluan lain, semisal uang untuk memperbaiki dan membuat infrastruktur.

Masih ada pengeluaran lainnya, lho. Yaitu untuk mempercantik tujuh destinasi wisata yang akan ditawarkan kepada para delegasi. Menpar Arief Yahya menyebut angkanya mencapai Rp5,4 triliun.

Pemerintah, tentu saja, telah menyiapkan seabreg alasan pembenaran bagi digelontorkannya dana dalam jumlah superjumbo untuk membiayai IMF-WB yang kongko-kongko di Bali. Mulai dari citra dan reputasi bangsa besar yang mampu menghelat hajatan internasional, sampai dampak ekonominya bagi negeri yang terperangkap utang ribuan triliun ini. Biar tekor asal sohor.

 

Sales promotion girl IMF

Sri Mulyani menjadi orang yang berdiri di garda paling depan dalam urusan bela-membela IMF-World Bank. Beberapa bulan sebelum perhelatan berlangsung, Kementerian Keuangan yang dikomandoinya secara khusus merilis video pendek uraian Menkeu yang menyanjung-nyanjung peran penting IMF dalam perekonomian internasional. Dia juga  memaparkan manfaat join annual meeting kedua lembaga almamaternya di Bali, Oktober ini. Singkat kata, di video itu Sri jualan abis.

Politisi Golkar yang kini menjadi Ketua DPR Bambang Susatyo bahkan pernah menjulukinya sebagai sales promotion girls (SPG) IMF yang andal. Kritik teramat pedas ini dilayangkan pada 24 Mei 2011 saat nama Sri santer disebut bakal menggantikan Direktur IMF Straus-khan.

“Mungkin, teman-temannya (Sri Mulyani) di IMF menjagokan SMI karena dia dikenal sebagai SPG IMF yang andal. Jadi, wajarlah kalau SMI masuk nominasi,” sindir Bambang seraya tetap mempertanyakan peran Sri Mulyani di bank Century, seperti bisa dibaca pada laman http://www.tribunnews.com/nasional/2011/05/24/bambang-soesatyo-sri-mulyani-dikenal-spg-handal-imf.

“Namun, kita tetap meminta dua jawaban dari SMI. Pertama, tentang perannya dalam skandal Bank Century. Kedua, dia juga harus mengklarifikasi perannya sebagai SPG bagi IMF, terutama dalam memroses persetujuan pinjaman bagi Indonesia,” imbuhnya.

Sikap Sri yang terus membela IMF-WB tentu bukan hal yang mengherankan. Dia selama ini memang dikenal sebagai pejuang paling neolib paling gigih di lingkaran utama kekuasaan. Sri bahkan telah melampaui prestasi para senior yang jadi mentornya, seperti Widjojo, Emil Salim, dan Boediono. Setidaknya, perempuan yang getol menerbitkan surat utang dengan bunga supermahal itu pernah menjadi petinggi IMF dan Bank Dunia. Suatu posisi bergengsi yang belum pernah tergapai para mentornya tadi.

Selain Sri, sejumlah menteri lain juga sibuk menepis kritikan terkait penyelenggaraan sidang tahunan IMF-WB. Yang paling semangat adalah Ketua Panitia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Pensiunan jenderal ini juga sempat meradang ketika ditanya soal uang negara yang dihambur-hamburkan untuk pesta-pora pihak lain (IMF-WB) di tengah bencana bertubi-tubi melanda negeri.

Pastinya, semua menteri dan para petinggi menyuarakan koor yang sama, yaitu hajatan bergengsi tersebut bakal mendongkrak pariwisata dan investasi. Dokumen Indonesia sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan Annual Meetings IMF-World Bank 2018, menyebut beberapa keuntungan Indonesia sebagai tuan rumah: antara lain, promosi pencapaian Indonesia dalam menerapkan reformasi dan demokrasi; promosi ketahanan nasional dan kemajuan ekonomi Indonesia pasca krisis Asia; dan menunjukkan kepemimpinan dan komitmen Indonesia dalam pembahasan isu global.

Rangkaian klaim inilah yang selalu dijadikan sweetener dari pertemuan tahunan ini. Benarkah klaim itu? Siapa pun pasti tahu, ketiganya sulit dikuantifikasi. Kalau sudah begini, klaim memang bisa dianggap menjadi senjata pamungkas untuk menghalau para pengritik.

Tapi sudahlah, toh kritik dan masukan di bidang ekonomi selama ini bak anjing menggonggong kafilah berlalu. Terus saja diabaikan. Para pejabat publik di bidang ekonomi kita telanjur merasa paling mengerti dan paham soal-soal ekonomi. Terlebih lagi, garis neolib yang mereka anut memang melarang para pengabdinya mendengarkan nurani dan berpihak kepada rakyatnya sendiri. Pakem yang harus dituruti, layani kepentingan majikan yang direpresentasikan lewat IMF, WB, dan IDB.

Padahal, sejatinya perkara ekonomi terlalu penting jika hanya diserahkan bulat-bulat kepada segelintir orang belaka. Terlebih lagi jika sejarah justru dengan fasih bercerita, bahwa resep neolib yang mati-matian diterapkan tidak pernah membuat sejahtera rakyat; bukan hanya di Idonesia tapi juga di seantero penjuru dunia yang menerapkannya.

Sebagai rakyat kembali kita cuma bisa mengelus dada. Pasrah? Tentu tidak boleh. Kita lawan dengan sebait doa; semoga Allah Yang Maha Kuasa segera memberi negeri ini pemimpin yang menyayangi dan disayangi rakyatnya, pemimpin yang bekerja ekstra keras untuk menyejahterakan seluruh rakyatnya, pemimpin yang tidak tunduk kepada kekuatan dan kepentingan asing-aseng. Aamiin… [*]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Pembangunan rumah korban banjir Tasikmalaya ini masih butuh dana 14 juta rupiah untuk. Rumah ini sangat dibutuhkan warga sekitar untuk menimba ilmu agama, ibadah, aqidah, tajwid, tahfizh, akhlaq...

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Latest News
Sejumlah Wali Kota Protes Hasil Riset Setara Institute

Sejumlah Wali Kota Protes Hasil Riset Setara Institute

Jum'at, 14 Dec 2018 21:41

Erdogan: Saya Tahu Orang yang Berada Dibalik Pembunuhan Khashoggi

Erdogan: Saya Tahu Orang yang Berada Dibalik Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 14 Dec 2018 21:15

Istri Ambil Duit Suami Tanpa Sepengatuhannya

Istri Ambil Duit Suami Tanpa Sepengatuhannya

Jum'at, 14 Dec 2018 17:07

Kotak Suara dari Kardus, Apa yang Ada di Pikiran KPU dan Negara?

Kotak Suara dari Kardus, Apa yang Ada di Pikiran KPU dan Negara?

Jum'at, 14 Dec 2018 15:35

Politisi: Semakin Hari, Kubu Jokowi semakin Menunjukkan Sifat Aslinya

Politisi: Semakin Hari, Kubu Jokowi semakin Menunjukkan Sifat Aslinya

Jum'at, 14 Dec 2018 14:35

15.000 Pasukan Oposisi Suriah Siap Bergabung dalam Operasi Militer Turki Melawan YPG di Timur Efrat

15.000 Pasukan Oposisi Suriah Siap Bergabung dalam Operasi Militer Turki Melawan YPG di Timur Efrat

Jum'at, 14 Dec 2018 14:15

Pernyataan Moeldoko Dinilai Otoriter dan Miskin Empati

Pernyataan Moeldoko Dinilai Otoriter dan Miskin Empati

Jum'at, 14 Dec 2018 13:35

Bukan Rakyat yang Urusi Presiden

Bukan Rakyat yang Urusi Presiden

Jum'at, 14 Dec 2018 12:35

Keluhan Petani ke Cawapres 02

Keluhan Petani ke Cawapres 02

Jum'at, 14 Dec 2018 11:35

Paska Keliling Jatim, Andi Singgung Potong Leher

Paska Keliling Jatim, Andi Singgung Potong Leher

Jum'at, 14 Dec 2018 10:35

Aktris Israel-Amerika Terkenal Kecam Hukum Kontroversial Israel, Menyebutnya Sebagai Rasis

Aktris Israel-Amerika Terkenal Kecam Hukum Kontroversial Israel, Menyebutnya Sebagai Rasis

Jum'at, 14 Dec 2018 10:15

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Jum'at, 14 Dec 2018 10:05

Survey Abal-abal Masjid Radikal, Yuk Bangga jadi Aktivisnya

Survey Abal-abal Masjid Radikal, Yuk Bangga jadi Aktivisnya

Jum'at, 14 Dec 2018 09:33

Yang Terkenang dari 212, Peran Muslimah untuk Kebangkitan

Yang Terkenang dari 212, Peran Muslimah untuk Kebangkitan

Jum'at, 14 Dec 2018 09:04

Mantan Jubir Al-Shabaab yang Membelot ke Pemerintah Ditangkap Pasukan Somalia dan Ethiopia

Mantan Jubir Al-Shabaab yang Membelot ke Pemerintah Ditangkap Pasukan Somalia dan Ethiopia

Jum'at, 14 Dec 2018 09:00

[VIDEO] Bantahan untuk Grace Natalie, Perda Syariah Tak Langgar Aturan Negara

[VIDEO] Bantahan untuk Grace Natalie, Perda Syariah Tak Langgar Aturan Negara

Jum'at, 14 Dec 2018 07:42

[VIDEO] Habib Bahar bin Smith Dijadikan Tersangka, GNPF Ulama Tuntut Keadilan Hukum

[VIDEO] Habib Bahar bin Smith Dijadikan Tersangka, GNPF Ulama Tuntut Keadilan Hukum

Jum'at, 14 Dec 2018 04:54

[VIDEO] Boikot Berbalas Boikot

[VIDEO] Boikot Berbalas Boikot

Jum'at, 14 Dec 2018 02:43

Lifestyle kekinian: Ala Korea atau Islam?

Lifestyle kekinian: Ala Korea atau Islam?

Kamis, 13 Dec 2018 23:23

Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Kamis, 13 Dec 2018 22:08


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X