Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.072 views

Suvei oh Survei: Antara Denny JA dan Litbang Kompas

 
Oleh:
Dr Syahganda Nainggolan, Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC)
 
 
"Den, lu ngerti arti Margin of Error nggak"? demikian balasan japri saya ke Denny JA yang memposting saya tulisan dia berjudul "Apakah Survei Litbang Kompas Berpolitik?".
 
Tanggapan saya ke Denny terkait pernyataannya yang menyatakan Kompas kurang terbuka informasi  dalam metodologi dan salah penarikan kesimpulan.
 
Soal metodologi terkait 1) survei menggunakan simulasi kertas suara atau tidak? 2) tidak ada keterangan response rate, 3) tidak jelas soal kontrol kualitas. Khususnya men check jawaban responden. Terkait ini Denny mengajari Litbang Kompas, " Tanpa cek dan recheck secara cukup dan random, peneliti yang berpengalaman bisa saja hanya mendatangi responden sebagian. Sisa responden, ia isi sendiri di bawah pohon atau di bawah warung." Sebuah kecurigaan tendensius.
 
Soal salah menarik kesimpulan, 1) kompas salah menyatakan adanya trend Jokowi turun karena hanya menampilkan dua survei, harusnya lebih.  2) Salah Litbang Kompas dalam menarik kesimpulan dari turunnya elektabilitas Jokowi dari 52,6,% ke 49,2%. Dengan MoE 2,2% maka rentang margin adalah 4,4%. Turunnya Jokowi, kata Denny, masih dalam rentang MoE, yakni 3,4%. Itu bukan suatu penurunan.
3) Kesimpulan Kompas salah degan menyatakan Prabowo cukup dengan menambah elektabilitas 6% bisa jadi pemenang.
 
Selain soal metodologi dan kesimpulan yang kacau, Litbang Kompas juga menurut Denny terpengaruh kedekatan pemrednya Ninuk Pambudi dengan Prabowo. Selain itu Denny menuduh juga Kompas sedang "Repositioning". Meski menuduh, Denny mengatakan ini hanya bumbu saja.
 
Kritik Denny terhadap Kompas sebenarnya menarik. Namun, ketika dia menggunakan Margin of Error (MoE) untuk menganalisa tidak ada penurunan elektabilitas Jokowi, saya jadi ragu kemampuan Denny soal survei kuantitatif ini. Sebelumnya, juga saya suka melihat Denny rancu antara pengetahuan dia soal Quick Count vs. Survei Opini. Kalau ada pihak yang mempertanyakan kesalahan prediksi dia dalam survei di Jakarta (dukung AHY), yang gagal, lalu salah prediksi dengan selisih besar di Jabar dan Jateng, Denny malah membanggakan keberhasilan dia dalam Quick Count. Padahal survei opini itu bukan hal eksakt seperti quick count.
 
Penggunaan MoE jangan disalah artikan.  MoE itu adalah tingkat kesalahan yang terjadi dalam rentang tertentu pada tingkat keyakinan (confidential level) tertentu. Artinya lebih lanjut, misalnya, jika kita tentukan MoE 2,2% pada Confidential Level 95% artinya, dari 100 kali kita mensurvei maka kita meyakini 95 kalinya, benar hasil survei berada pada rentang: hasil (+/-) 2,2%.
 
Karena kita bukan men sensus maka "sampling error" sebuah  keniscayaan. Keniscayaan itu dibatasi dalam MoE. Dan MoE itu terlait dengan "confidential level". Bagaimana menentukan MoE, jumlah sample dan Confidential Level? Semua itu ada teori yang baku dan dapat diakses di internet, misalnya calculator sample di www. raosoft.com
 
Menggunakan rentang MoE seperti Denny jika dilakukan, maka range yang ada juga bukan 4,4%. Denny tidak mengalikan dengan Confidential Level. Seharusnya, 4,4%x 0,95 = 0,418.  Perubahan elektabilitas Jokowi sendiri 3,4 % ada pada dua survei. Bukan antara survei dengan faktual.
 
Jika pada survei yang berbeda, posisi angka elektabilitas Jokowi di survei sebelumnya dapat saja lebih besar jika di tambah MoE x Confidential Level. Sehingga sulit membandingkan dengan faktor MoE sebagaimana dilakukan Denny.
 
Kembali pada penggunaan MoE, seperti yang dilakukan Denny, tidak dilakukan pada evaluasi lembaga survei di Amerika.
 
Dalam evaluasi atas kegagalan prediksi pilpres Amerika, padahal selisih kemenangan hilary pada popular vote 1%, antara 3% vs. fakta 2%, Pew Research dalam  "An Evaluation of 2016 Election Polls in the U.S." tidak mengatakan bahwa angka 1% itu masih dalam rentang MoE. Melainkan mereka menyatakan ada selisih dan mencari sebab2 selisih itu.
 
Keraguan saya terhadap kemampuan Denny JA dalam metodologi survei kuantitatif, bukan berarti kritik Denny terhadap Kompas tidak perlu dilakukan. (catatan: Saya juga bingung kenapa Kompas memunculkan prediksi ekstrapolatif via Arithmatics Mean?. Kurang lazim jika Kompas sudah yakin tentang surveinya)
 
Namun, apakah kritik Denny terhadap Kompas seperti sebuah refleksi diri bagi Denny? Mengapa?
 
1) Kecurigaan Denny bahwa survei dapat diisi sendiri di bawah pohon oleh pensurvei, bagaimana membuktikannya? Apakah semua peneliti lembaga survei perlu diwajibkan menggunakan GPS untuk mengetahui kordinat mereka dan responden? 2) Apakah perlu membuktikan autentik keberlangsungan survei?
 
Jika Denny JA meragukan Litbang Kompas, bagaimana masyarakat mempercayai lembaga2 survei lainnya?
 
3) Berhakkah Denny menghakimi Litbang Kompas karena tidak menggunakan alat peraga dalam survei? Bagaimana kalau survei dengan mode tanpa tatap muka seperti di Amerika? (via phone, internet, dlsb)
 
4) Berhakkah Denny menghakimi Kompas yang terlihat Denny ke tengah atau repositioning? Sehingga Kompas sudah tidak netral?
 
Dari pertanyaan di atas terlihat bahwa persoalan survei, hasil survei dan lembaga2 survei ini menjadi sumber ketidakpastian bagi masyarakat dalam melihat situasi yang nyata. Sehingga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun kalangan akademis perlu ikut berembug bagaimana menselaraskan kehadiran lembaga2 survei ini bagi kepentingan demokrasi, bukan sekedar alat propagandis.
 
Penutup
 
Situasi ketidak pastian yang diciptakan lembaga survei selama ini tampak nyata. Semakin kacau karena "Bapak" lembaga survei Denny JA malah menyerang Litbang Kompas, sesama lembaga survei. Padahal Litbang Kompas selama ini mempunyai kredibilitas yang cukup disegani.
 
Semoga serangan Denny ke Kompas dapat menghasilkan sebuah kesepakatan baru bagaimana lembaga survei berperan di masyarakat.**

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Sabtu, 21 Sep 2019 17:44

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Sabtu, 21 Sep 2019 15:26

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Sabtu, 21 Sep 2019 14:27

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Sabtu, 21 Sep 2019 13:14

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Sabtu, 21 Sep 2019 13:13

Sandiwara Sepatu Kotor

Sandiwara Sepatu Kotor

Sabtu, 21 Sep 2019 12:27

Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Sabtu, 21 Sep 2019 11:14

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Sabtu, 21 Sep 2019 11:09

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Sabtu, 21 Sep 2019 10:27

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Sabtu, 21 Sep 2019 10:15

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Sabtu, 21 Sep 2019 09:55

Kerja Seorang Muslim

Kerja Seorang Muslim

Sabtu, 21 Sep 2019 09:51

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Sabtu, 21 Sep 2019 09:02

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Jum'at, 20 Sep 2019 23:07

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Jum'at, 20 Sep 2019 22:15

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Jum'at, 20 Sep 2019 22:09

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Jum'at, 20 Sep 2019 21:25

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Jum'at, 20 Sep 2019 21:05

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Jum'at, 20 Sep 2019 21:00

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Jum'at, 20 Sep 2019 20:51


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X