Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.123 views

Si OBOR yang Tersohor, Kolonisasi Cina terhadap Indonesia

Di bawah ini tulisan dari seorang Muslimah yang berusaha membahasakan bahasa politik tingkat tinggi dengan bahasa yang bisa dijangkau oleh para perempuan. Selamat membaca. 

-----------------------------------------

Media lagi rame bahas OBOR. Sebagai anggota komunitas emak berdaster yg kerjaannya muter melulu di dapur-kasur-sayur, naluri kepo akhirnya muncul juga.

Yang pertama terlintas adalah obor yg semacam kayu dan mudah terbakar, biasa digunakan untuk penerangan. Eh tapi ternyata obor ini bukan yang itu, ya.

OBOR yang sedang tersohor ini adalah One Belt One Road (OBOR). Disebut juga Belt and Road Inisiative (BRI). OBOR adalah proyek 
Cina untuk menghubungkan perdagangan antar negara di Asia dan Eropa, menjadi satu jalur besar seperti jalur sutera (The Silk Road) di masa lampau.

Ide OBOR berawal dari Presiden Xi Jinping untuk meggunakan simpanan devisa Cina yang melimpah untuk memberi pinjaman, -alias utang-, kepada negara berkembang. Pinjaman utang ini diberikan dalam bentuk proyek pembangunan infrastruktur yang akan melibatkan perusahaan-perusahaan Cina. Dengan demikian, cadangan devisa menjadi lebih produktif, di samping industri Cina juga bisa memiliki pasar baru.

Dalam 13th Five-Year Plan, dijelaskan bahwa OBOR bertujuan untuk membangun masyarakat Cina makmur pada 2020 dengan output per-kapita dua kali lipat dari 2010 ke 2020. Harapannya, ini mewujudkan ‘China’s dream’, yakni dalam konteks internasional mewujudkan ‘the great revival of the Chinese nation’.

OBOR diluncurkan pada waktu yang tepat, dimana mayoritas negara-negara Asia memang sedang membutuhkan pembangunan infrastruktur demi memperlancar perekonomian. Long story short, Indonesia ikut ngiler juga dengan pinjaman dari Cina ini, yang katanya adalah 'pinjaman lunak'. Di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-2 OBOR, 26 April lalu, Indonesia resmi menandatangani 23 kesepakatan kerjasama antara pemerintah Cina dan Indonesia.

Terus masalahnya apa?

Pertama adalah soal hukum dalam pandangan Islam. Halah, udah belasan tahun tinggal di Barat, kok masih aja ngomongin agama Islam? Iya lah, kan kita muslim. Mau di Indonesia, di Makkah, di London-Paris-Berlin, muslim tetep kudu terikat syariat Islam. Dalam Islam, utang dengan riba sudah jelas haram.

Kedua, adalah soal siapa yang diuntungkan. Cina jelas untung, minimal dalam 3 hal; 
1. Dana devisa yang diputer jadi pinjaman tersebut tetap produktif. 
2. Tersedia lapangan kerja baru untuk tenaga kerja Cina yang melimpah, untuk dipekerjakan di proyek-proyek di negara-negara penerima utang. 
3. Memperkuat pengaruh Cina dalam geopolitik global. Iya, lah, mana ada orang yang ngutang lebih berkuasa dan berwibawa daripada yang ngasih utang?

Nah, untuk Indonesia sebetulnya OBOR ngga ada keuntungannya. Kecuali untuk segelintir orang, seperti pibumi makelar proyeknya.

Karena:

1. Proyek-proyek tersebut mensyaratkan kerjasama dengan perusahaan Cina. Alat mesin, barang-barang produksi, semua dari Cina. Harus melibatkan tenaga kerja Cina. Kerjasama semacam ini disebut sebagai Turnkey Project. Pemerintah setempat tinggal “menerima kunci,” karena semuanya sudah dibereskan Cina.

2. Selain membanjirnya tenaga kerja Cina, proyek OBOR juga banyak menimbulkan petaka bagi negara bantuan. Fenomena ini disebut sebagai jebakan utang Cina (The China’s Debt Trap). Misalnya Sri Lanka.

Ceritanya, pada 2013, Sri Lanka membangun Mattala Rajapaksa International Airport (MRIA). Pembangunan bandara ini didasari atas kebutuhan bandara baru untuk menggantikan bandara Colombo yang sudah melampaui batas kemampuannya. Bandara ini kemudian dibangun dengan pelabuhan, kawasan industri dan proses ekspor, pusat eksibisi, stadion kriket dan area hotel dan liburan yang terkoneksi satu sama lain dengan jalan tol terbaik di Sri Lanka.

Setelah beberapa bulan berjalan, ternyata permintaan akan penerbangan tersebut hanya sedikit. Menurut data pemerintah, pada 2014 hanya ada 3.000 penerbangan dan melayani 21.000 penumpang, atau hanya sekitar 7 penumpang per penerbangan. Keadaan serupa terjadi juga di pelabuhan.

Sebagai konsekuensi karena gak mampu bayar pokok utang maupun bunganya, Juni 2016, Pemerintah Sri Lanka membuat perjanjian dengan Pemerintah Cina berupa ekuitas (menyerahkan lahan untuk disewa) pelabuhan selama 99 tahun kepada Cina. Bandar udara akhirnya dijual kepada India untuk membayar pinjaman kepada Cina, namun menilik mekanisme ekuitas, bukan tidak mungkin di masa depan kedua infrastruktur ini akan jatuh ke tangan Pemerintah Cina secara penuh. Protes terus didengungkan oleh penduduk sekitar karena kuatir pelabuhan akan dijadikan pangkalan militer oleh Cina untuk mengontrol kawasan di Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

Di Malaysia, PM Mahathir juga ngebet pengen melepaskan Malaysia dari jeratan utang RRC. Dia malah sempat bilang kepada Presiden Filippine, Rodrigo Duterte, agar menghindar dari jebakan utang Cina. Mahathir menyatakan Najib Razak menggadaikan Malaysia kepada China.

Malangnya, Malaysia sendiri akhirnya tak bisa lepas dari cengkeraman Cina. Paling banter Mahathir hanya bisa merundingkan kembali proyek-proyek besar itu untuk memperkecil biayanya. (Baca: Malaysia Cannot Escape From China, It's Too Late; Forbes, 20/4/2019).

Di Afrika, Cina juga berhasil mengambil-alih sebuah pelabuhan di Djibouti karena tidak bisa membayar utang. Langkah ini membuat waspada Amerika Serikat (AS) karena Djibouti adalah pangkalan utama pasukan AS di Afrika.

3. Jadi wilayah jajahan baru. Tanpa upaya memahami penjajahan Cina melalui OBOR, maka nasib Indonesia terancam hanya akan jadi pemasok bahan mentah bagi produsen-produsen global. Akhirnya, Indonesia hanya jadi konsumen, bukan produsen.

4. Penguasaan sumber daya alam dan ekonomi. Jika OBOR dibiarkan, dalam jangka waktu ke depan, Indonesia berpotensi besar terperangkap dalam orbit ekonomi Cina. Terkurasnya kekayaan alam Indonesia, banjirnya produk Cina hingga mematikan produk lokal, menyempitnya lahan dan lapangan pekerjaan bagi anak bangsa ini, bisa terjadi akibat ekspansi ekonomi Cina.

Sikap Sebagai Muslim

Muslim di Indonesia sepatutnya tidak menghalalkan riba demi pembangunan infrastruktur. OBOR membuka ancaman besar bagi Indonesia, yaitu tergadainya negeri ini ke dalam jebakan utang dan hegemoni asing penjajah. Indonesia adalah negeri kaya sumber daya manusia dan sumber daya alam, semestinya dikelola berdasarkan syariah Islam.

Begitu pun orang-orang kafir tidak boleh diberi jalan untuk menjajah dan menguasai Indonesia. Allah Swt berfirman: “Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang mukmin” (An-Nisa’ [4]: 141)

Sudah saatnya Indonesia dikelola berdasarkan syariah Islam, untuk menyelamatkan umat, mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat, dan hidup berkah dalam ridho-Nya.

*Diringkas dari Kolonisasi China Melalui OBOR Sudah Berjalan (Mustafa A. Murtadlo, Forum Komunikasi Ulama Aswaja Jabodetabek; dengan perubahan dan tambahan di beberapa bagian) oleh Fira (Colchester, UK). (rf/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

Selasa, 27 Oct 2020 08:39

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Selasa, 27 Oct 2020 08:07

Rezim Ngotot dan Bandel

Rezim Ngotot dan Bandel

Senin, 26 Oct 2020 23:54

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

Senin, 26 Oct 2020 22:50

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Senin, 26 Oct 2020 22:45

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Senin, 26 Oct 2020 22:40

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Senin, 26 Oct 2020 20:30

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

Senin, 26 Oct 2020 19:45

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Senin, 26 Oct 2020 18:26

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Senin, 26 Oct 2020 17:56

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Senin, 26 Oct 2020 17:30

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Senin, 26 Oct 2020 17:09

Proyek Gagal Film “My Flag”

Proyek Gagal Film “My Flag”

Senin, 26 Oct 2020 16:38

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Senin, 26 Oct 2020 12:14

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Senin, 26 Oct 2020 09:38

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Senin, 26 Oct 2020 08:25

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Ahad, 25 Oct 2020 17:15

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Ahad, 25 Oct 2020 15:45

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Ahad, 25 Oct 2020 15:25

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Ahad, 25 Oct 2020 13:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X