Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
996 views

Khilafah sebagai Solusi untuk Palestina, Mungkinkah?

 

Oleh: Hasrianti*

           

Dari sini terdengar gemuruh senjata berasap kabut sampai memutih di ruang Palestina. Kilat cepat dentuman mengelupaskan bumi setiap jengkalan tanah (Hokaido, penulis puisi).

Penggalan puisi di atas menggambarkan bagaimana kondisi Palestina saat ini, langit menjadi hitam akibat serangan bom disebut sebagai kado ramadan bagi   palestina khususnya Gaza. Kaum muslimin diseluruh dunia bersuka cita menyambut ramadan 1440 H, namun tidak bagi rakyat Gaza Palestina. kebahagiaan tersebut ternodai oleh serangan bengis Yahudi, Israel. Tepat pada awal ramadan, muslim Gaza Palestina kembali bersimpah darah untuk yang ke sekian kalinya.

Israel meluncurkan sebanyak 200 roket ke wilayah jalur Gaza. Penyerangan kali ini terlihat membabi buta hingga merenggut nyawa bayi, anak-anak, dan ibu hamil. Tentara Israel menggempur rumah pemukiman warga dan jalan utama. Dimana jalan-jalan tersebut penuh dengan aktivitas jual beli persiapan ramadan (www.detiknews.com 5/5/2019).

Situasi jalur Gaza  saat ini tetap mencekam karena kelompok militan dan Israel masih saling balas serangan. Jumlah korban meninggal akibat bentrokan itu dilaporkan sudah mencapai 23 orang. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda serangan akan mereda (www.cnnindonesia.com  6/5/2019).

Dibalik tragedi  mengenaskan ini tak luput dari makar Amerika serikat. Hal ini terbukti dengan pernyataan Presiden Amerika serikat  yang tak segan lagi mendukung secara terbuka pihak Israel. Sebagaimana dilansir oleh www.liputan6.com  Presiden Amerka serikat Donald Trump mendukung seratus persen Israel (6/5/2019).

Penyerangan yang dilancarkan sebagai pembalasan atas 400 roket yang ditembakkan milisi Gaza ke Israel. Sebanyak 250 dari roket itu berhasil ditangkis oleh sistem anti-rudal Iron Dome. Akibatnya empat orang warga Israel tewas (www.kumparan.com  5/5/2019).

Derita Palestina merupakan tragedi serangan berulang sejak Israel resmi menduduki wilayah Palestina pada tahun 1948. Saat inilah penderitaan kaum muslimin silih berganti. Saat Palestina tengah berjuang mendapat pengakuan internasional, Israel justru memperluas wilayah kekuasaan dengan membangun permukiman baru di tanah Palestina.

 Mantan Presiden Amerika Barack Obama di masa-masa akhir pemerintahannya pernah meminta Israel menghentikan langkah tersebut, namun tak pernah berhasil. Terlebih pasca pemilihan presiden AS keadaannya semakin memprihatinkan.

Penyerangan terus dilakukan tanpa melihat waktu, situasi dan kondisi sekalipun bulan ramadan tiba. Tanah yang dikenal senagai tanah para Nabi kini terus dirampas dengan serakah.  Saat rakyat melakukan protes atas blokade tersebut hasilnya sia-sia saja. Dunia pun seolah bungkam hanya menjadi penonton terutama Negara-negara yang notabene muslim, kini sebuah pertanyaan besar muncul siapakah yang harus bertanggungjawab ?

Disisi lain HAM  terus digaungkan namun tetap saja hal ini tak berlaku bagi Palestina.  Keberdaaan PBB terbukti tidak mampu mengatasi konflik Israel-Palestina, harusnya PBB sebagai wadah perdamaian dunia mampu mengatasi hal tersebut. Justru negara adikuasa penggerak PBB yakni Amerika condong kepada Israel memberikan dukungan untuk melancarkan serangan. Lantas apa yang bisa kita harapkan dari PBB untuk menolong rakyat Palestina.

Sesungguhnya negeri kufur Barat tidak akan pernah diam melihat kaum muslimin terbebas dari penderitaan. Sistem kapitalisme yang menjadi ideologi Barat bahkan mendominasi dunia pada dasarnya selalu membawa malapetaka bagi umat. Kapitalisme melahirkan nation state yang melahirkan ketimpangan serta menyebabkan sekat-sekat diantara negara. Tujuan dari nationstate tidak lain untuk memecah belah persatuan Islam dan kaum muslim.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia sudah semestinya menjadi pionir untuk misi pembebasan Palestina. Sementara negeri-negeri kaum muslim lainnya masih terlena berada dibalik layar. Meskipun Komunitas muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk Israel namun  tetap saja tidak berdampak apapun.

Derita yang dirasakan rakyat Palestinaterasa lebih berat dibanding masa sebelumnya. Saat ini kita bisa melihat dengan jelas bagaimana kaum muslimin mayoritas  di dunia hanya diam tanpa melakukan perlawanan fisik terhadap Israel. Melihat penderitaan Palestina tidak cukup hanya dengan mengutuk, mengirimkan doa dan bantuan. Butuh solusi fundamental untuk mengahiri derita kamu muslimin Palestina.

Tanah Palestina Milik Kaum Muslimin

            Melihat kembali sejarah Palestina dikuasai oleh umat Islam pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibnu Al-khaththab pada tahun 637 M. Dengan kekuatan Iman, militer dan strategi perang yang gemilang menghantarkan kemenangan kaum muslimin di perang Yarmuk melawan ratusan ribu kaum romawi. Inilah awal kemenangan Al-Quds, setelah dikepung selama 6 bulan oleh Abu Ubaidah, akhirnya kunci kota Al Quds diserahkan kepada Khalifah Umar oleh pemimpin gereja kristen Patriach Sophoronius dengan jaminan perlindungan.

Palestina sempat dirampas oleh pasukan salib pada tahun 1099 Masehi dengan pembantaian, dan dikuasai selama 88 tahun. Tetapi  akhirnya tanah Palestina kembali di bebaskan oleh Salahuddin Al Ayyubi pada tahun 1187 Masehi. Beliau kembali memuliakan Al Quds dan mengembalikan masjid Al Aqsa kepada kaum muslimin. Sampai saat ini umat Islam kehilangan institusi politiknya yang dihancurkan oleh kaum barat yang sangat membenci Islam, maka Palestina tidak lagi mempunyai pemimpin yang melindungi tanah kaum muslimin.

Maka lewat deklarasi Balfour orang-orang Yahudi Israel bermigrasi ketanah Palestina yang sudah mendapatkan restu dari Inggris, kemudian PBB mengumumkan pendirian negara Israel di tanah Palestina. Hingga akhirnya mereka terus mengokohkan keberadaannya. Padahal sebenarnya mereka adalah perampok yang merampok wilayah-wilayah di Palestina untuk menjadi tempat tinggal mereka.

 Disisi lain memori masa kekhilafan Sultan Abdul Hamid II salah satu bukti bahwasanya dahulu Palestina sangat dijaga.

Tanah itu bukan milikku, tetapi milik umatku. Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Karena itu, silakan Yahudi menyimpan saja harta mereka. Jika Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Namun, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah.”(Khalifah Abdul Hamid II, 1902).

Inilah  yang dilakukan oleh khalifah Abdul Hamid II untuk mempertahankan tanah Palestina saat daulah Khilafah islam masih tegak berdiri, tanah yang diklaim oleh presiden Amerika saat ini Donald Trump Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibukota Israel. Pernyataan yang dilontarkan presiden Amerika ini memicu kemarahan kaum muslim di dunia karena sejatinya Palestina adalah tanah kaum muslimin yang dimuliakan dan harus dipertahankan.

Sudah saatnya umat muslim dunia bersatu untuk membebaskan Al Quds dari cengkraman zionis Israel dengan mengambil islam sebagai solusi yang akan menolong seluruh muslim Palestina. Solusi yang ditawarkan tentu solusi yang menuntaskan sampai ke akarnya, bukan mengharapkan solusi dari PBB, OKI maupun negara muslim umumnya.

Satu-satunya solusi tuntas bagi Konflik Israel-Palestina dan seluruh  muslim dunia ialah sistem Islam Khilafah. Sebagaimana sistem ini telah terbukti pernah berhasil melumpuhkan rencana kafir untuk menduduki Palestina. Dalam kondisi carut marut kaum muslimin butuh khalifah untuk menggerakan umat.

Selama kaum muslimin bersatu maka musuh-musuh Islam akan meredup tak punya nyali untuk melawan ataupun menghinakan kaum muslimin. Penerapan Islam secara kaffah telah dijanjikan langsung oleh Allah Swt akan diraih melalui jalan dakwah yang ditempuh Rasulullah saw serta para sahabat terdahulu. Maka sudah seharusnya seluruh kaum muslimin memperjuangkannya dalam aktivitas dakwah Islam. Wallahualam bishowab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswi P. Kimia UHO.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Senin, 20 Jan 2020 14:47

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Senin, 20 Jan 2020 14:30

Pejuang Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Rusia di Latakia Dengan Drone

Pejuang Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Rusia di Latakia Dengan Drone

Senin, 20 Jan 2020 13:46

Pembukaan Lahan Rumput Laut Untuk Memandirikan Mahasiswa ADI Kupang

Pembukaan Lahan Rumput Laut Untuk Memandirikan Mahasiswa ADI Kupang

Senin, 20 Jan 2020 00:38

Kisah Cinta Pangeran Harry dan Megan, Happily Ever After?

Kisah Cinta Pangeran Harry dan Megan, Happily Ever After?

Ahad, 19 Jan 2020 21:33

Sektor Pariwisata di Iran Semakin Terpukul Menyusul Jatuhnya Pesawat Ukiraina

Sektor Pariwisata di Iran Semakin Terpukul Menyusul Jatuhnya Pesawat Ukiraina

Ahad, 19 Jan 2020 21:30

Ningsih Tinampi, Ajaran Sesat yang Berkembang Pesat

Ningsih Tinampi, Ajaran Sesat yang Berkembang Pesat

Ahad, 19 Jan 2020 21:19

Parlemen Yordania Lakukan Pemungutan Suara untuk Melarang Impor Gas dari Israel

Parlemen Yordania Lakukan Pemungutan Suara untuk Melarang Impor Gas dari Israel

Ahad, 19 Jan 2020 21:01

Iran 'Tidak Miliki Rencana' Kirim Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh ke Kiev

Iran 'Tidak Miliki Rencana' Kirim Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh ke Kiev

Ahad, 19 Jan 2020 20:19

Pengunjuk Rasa Irak Bakar Markas Milisi Syi'ah Hizbulata di Najaf

Pengunjuk Rasa Irak Bakar Markas Milisi Syi'ah Hizbulata di Najaf

Ahad, 19 Jan 2020 19:39

Remaja Mesjid Baiturrahmah Banda Aceh Gelar Aneka Lomba Islami

Remaja Mesjid Baiturrahmah Banda Aceh Gelar Aneka Lomba Islami

Ahad, 19 Jan 2020 17:24

Fakta Liputan 'Predator Seksual Setan' Reynhard Sinaga

Fakta Liputan 'Predator Seksual Setan' Reynhard Sinaga

Ahad, 19 Jan 2020 16:25

Si Melon yang Mencekik

Si Melon yang Mencekik

Ahad, 19 Jan 2020 15:17

Jilbab Ga wajib? Fix, Anda Liberal!

Jilbab Ga wajib? Fix, Anda Liberal!

Ahad, 19 Jan 2020 15:02

Tepuk Radikal

Tepuk Radikal

Ahad, 19 Jan 2020 14:56

Diklat Ummat TV Selenggarakan Pelatihan Videografer Dakwah

Diklat Ummat TV Selenggarakan Pelatihan Videografer Dakwah

Ahad, 19 Jan 2020 13:51

Pemimpin Oposisi Yunani Samakan Haftar dengan Penjahat Perang Bosnia Radovan Karadzic

Pemimpin Oposisi Yunani Samakan Haftar dengan Penjahat Perang Bosnia Radovan Karadzic

Ahad, 19 Jan 2020 10:25

Jepang Lebih Islami daripada Muslim Sendiri, Benarkah?

Jepang Lebih Islami daripada Muslim Sendiri, Benarkah?

Sabtu, 18 Jan 2020 23:34

Saat Suami Lemah Urusan Nafkah, Haruskah Istri Bersabar?

Saat Suami Lemah Urusan Nafkah, Haruskah Istri Bersabar?

Sabtu, 18 Jan 2020 23:04

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sabtu, 18 Jan 2020 20:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X