Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.463 views

Maskapai Asing Mengudara di Penerbangan Domestik, Ada Apakah?

 

Oleh: Hasrianti*

Baru-baru ini Presiden Joko widodo kembali mengeluarkan statement perihal maskapai asing yang akan beroperasi di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan harapan kehadiran maskapai asing mampu mengatasi melonjaknya harga tiket dijalur domestic, terlebih di momen lebaran lalu.

Mahalnya tiket secara langsung akan berdampak pada  kestabilan ekonomi negara seperti yang terjadi pada beberapa bandara yang penumpanganya menurun drastis. Berdasarkan data BPS melansir data terbaru penumpang pesawat pada bulan april sebanyak 5,7 juta orang. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan banyaknya penumpang pesawat turun menjadi 6,26% dibanding bulan sebelumnya (10/6/2019).

Bisnis penerbangan di Indonesia saat ini dikuasai oleh dua perusahan besar yakni Garuda dan Lion, diantara dua maskapai ini terjadi persaingan. Hal tersebut disinyalir menjadi penyebab naiknya harga tiket. Kebijakan ini tentu mengundang kontoversi dari berbagai pihak. Salah satu dampak yang ditimbulkan ketika memberi izin maskapai asing beroperasi yakni kerugian pasar lokal, ketimpangan pasar, rupiah melemah,dan memberikan ruang bagi asing untuk menjarah keuntungan besar.

Polemik Transportasi Domestik

Pengamat penerbangan sekaligus mantan KSAU, Chappy Hakim menyebutkan, mengundang maskapai asing bukan solusi tepat. Bahkan dapat mengganggu kepentingan nasional terutama di sektor perhubungan udara (liputan6.com, 15/6/2019).

Kebijakan Kementerian Perhubungan yang menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat pun tampaknya tak banyak memberikan perubahan signifikan pada biaya angkut si burung besi ini (tirto.id, 20/6/2019)

Ketidakaturan transportasi domestik di Indonesia khususnya penerbangan berawal dari kesalahan dasar dimana sistem aturan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan paradigma dasar. Kesemrawutan transportasi tidak bisa diselesaikan dengan  mengambil jalan pintas mengundang maskapai asing.

Keterlibatan maskapai asing dalam penerbangan domestik sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang baru. Namun, sebelumnya rute yang diambil hanyalah rute penerbangan luar negeri. Kisruh transportasi penerbangan Indonesia  tiada henti-hentinya menuai komentar baik dari kalangan elit politik maupun masyarakat pada umumnya.

Seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah  dalam memberikan fasilitas pelayanan publik yang tidak  memberatkan. Melihat fakta yang terjadi pembangunan yang berasaskan ekonomi kapitalistik akan menghasilkan kerusakan, berbagai kebijakan yang ada perlu dipertanyakan apakah menguntungkan rakyat atau para korporasi?

Sistem pemerintahan kapitalisme biang masalah menyebabkan kesulitan dalam menyelesaikan polemik negara. Bahkan solusi yang ditawarkan merugikan rakyat. Kapitalisme bagaikan gurita rakus yang seluruh tentakelnya terus membelit Indonesia dan  menghisap dengan segala bentuk eksploitasi.

Ketika rakyat mengeluh menanggapi kasus mahalnya tiket pesawat.  Menteri perhubungan dan Presiden saling lempar tanggung jawab. Menteri BUMN pun angkat tangan merasa tidak mempunyai wewenang atas masalah tersebut. Polemik penerbangan Indonesia bak lingkaran setan yang tak berujung (www.tirto.id.com 206/2019). Bisa dilihat bagaimana sikap pemerintah yang acuh, lalu siapakah sebenarnya yang harus bertanggungjawab ?

Hal Ini menjadi bukti beragam kebijakan yang dilakukan pemerintah  belum memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan rakyat, terkhsusus pada penuruan harga tiket.

Islam Mengatur Transportasi

Islam adalah agama yang sempurna memiliki seperangkat aturan, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Hari ini di era modern kapitalisme telah menjadi petaka bagi kehidupan manusia.              

Kondisi ini berbanding terbalik dan jauh berbeda dengan  cara Islam mensejahterakan rakyat. Dalam Islam menjadi seorang pemimpin memiliki tanggungjawab yang  sangat besar, tak hanya dari sudut pandang duniawi tetapi juga akhirat kelak dan harus mempunyai kapabilitas untuk memimpin.

Pelayanan publik khususnya transportasi umum dan infrastruktur lainnya akan dipenuhi tanpa dipungut biaya. Hal ini pernah diterapkan di masa kekhalifahan Umar bin al-khatab. Beliau sangat  khawatir apabila ada seekor keledai yang terperosok di kota Bagdad akibat jalan yang rusak.

Beberapa pencapaian besar mampu diraih seperti perluasan wilayah Islam, penataan struktur pemerintahan, pembangunan infrastruktur,  dan baitul mal.  Masa kemuduran pun tugas pemerintah tidak berlepas diri begitu saja. Hal ini terjadi pada masa kepemimpinan Khalifah Utsmani pada tahun 1900, khalifah berhasil mengembangkan alat tranportasi kereta api yang menjadi kendaraan jamaah haji.

Paradigma Islam  dalam mengurus dan melindungi umat sudah menjadi hal yang mutlak. Islam juga memiliki prinsip dalam pembangunan.

Pertama, pembangunan infrastruktur termasuk penerbangan menjadi tanggungjawab penuh negara, tidak boleh diserahkan ke pihak swasta.

Kedua, sebelum melakukan pembangunan terlebih dahulu dilihat wilayah yang cocok dan strategis. Seperti yang ada di kota Baghdad sebagai ibukota kekhilafahan, setiap bagian pembangunan dalam kota  diproyeksikan hanya untuk jumlah penduduk tertentu. Misalnya pembangunan sekolah, masjid, perpustakaan, taman, industri gandum, area komersial, pemakaman, hingga permandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Semua tertata dengan baik tanpa ada saling menganggu antara satu area bangunan dengan yang lainnya.

Sistem Islam mewujudkan pembangunan yang mampu mensejahterakan rakyat secara merata melalui penerapan sistem ekonomi islam. Hal ini juga secara otomatis akan mencegah terjadinya praktek bisnis layanan publik yang merugikan rakyat. Pembangunan infrastruktur juga tidak boleh dijadikan lahan bisnis. Negara tetap konsisten mengurusi rakyat, tak lupa pula penerapan hukum-hukum Allah s.w.t yang lain wajib ditegakan.

Hal inilah yang menjadi kunci keberhasilan Islam dalam mengurusi umat selama kurun waktu  1400 tahun yang lalu. Namun, pada dasarnya semua pencapaian Islam pada masa khilafah tidaklah mungkin bisa diterapkan dalam sistem kapitalisme neoliberal kecuali dengan perubahan secara total kepada sistem Islam. Wallahualam bishowab. (ef/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswi P.Kimia UHO

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Jum'at, 20 Sep 2019 17:05

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Jum'at, 20 Sep 2019 17:04

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Jum'at, 20 Sep 2019 12:56

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Jum'at, 20 Sep 2019 10:16

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Kamis, 19 Sep 2019 22:03

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 21:56

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Kamis, 19 Sep 2019 21:05

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kamis, 19 Sep 2019 21:00

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Kamis, 19 Sep 2019 20:47

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Kamis, 19 Sep 2019 20:35

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

Kamis, 19 Sep 2019 20:00

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kamis, 19 Sep 2019 19:42

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Kamis, 19 Sep 2019 19:15

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 18:30

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Kamis, 19 Sep 2019 18:24

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

Kamis, 19 Sep 2019 17:44

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X