Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.359 views

Agama Menjadi Sumber Konflik?

 

Oleh:

Ainul Mizan*

 

IDENTITAS sebagai muslim terlihat semakin menguat di tengah kaum muslimin di Indonesia. Fragmen brutal pelecehan terhadap Islam dan ajarannya, justru menjadi bara yang membakar ke-Islaman. Umat Islam berkumpul dalam satu ikatan aqidah. Segala halang dan rintang takluk oleh langkah – langkah perkasa umat.

Mereka lupa bahwa umat ini tidak mati. Mereka ingin bermain – main dengan umat Islam. Dulu di tahun 1918 M, 20 ribu umat Islam pernah bergerak di bawah komando HOS Cokroaminoto untuk memprotes Koran Djawi Hisworo yang menurunkan artikel penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW. Apakah sekarang umat Islam ‘segarang’ masa lalu?

Di tahun 2016, Ahok dengan pongahnya melakukan penghinaan terhadap ayat ke-51 surat al Maidah. Melihat hal itu, umat Islam bergerak bagai air bah memenuhi Jakarta. Mereka menuntut Ahok diadili. Diskusi – diskusi yang mengerucut kepada keharusan membela al Qur’an memenuhi ruang dengar umat. Tugu Monas menjadi saksi akan momen bersatunya umat dalam satu tujuan dan satu landasan. Setelah momen itu, Ahok harus terjungkal dari kursi gubernur DKI Jakarta.

Pertemuan akbar tersebut menjadi ajang reuni tahunan umat Islam Indonesia. Bukan sekadar reuni. Akan tetapi momen akbar tersebut telah menjadi monumen dan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.

Ruh persatuan hakiki berlandaskan akidah telah merontokkan sentimen – sentimen primordialisme. Beragamnya suku bangsa dan adat istiadat tidak menghalangi persatuan umat.

Kurang puas dengan gejala yang terlihat, isu pengalihan menuju lambang – lambang teroris segera dijalankan. Pembakaran bendera tauhid di Garut menjadi pengokoh persatuan umat. Dengan semboyan “Satu dibakar, Sejuta berkibar” telah menjadi nyata. Niat hati ingin menjauhkan umat Islam dari Bendera Tauhid-nya, justru umat Islam semakin rindu akan benderanya. Saat ini umat Islam tidak canggung lagi untuk membawa Bendera Tauhid, minimal mereka memilikinya walau hanya disimpan di lemari. Bendera Tauhid sudah kembali kepada pemiliknya, yakni Umat Islam. Tinggal satu langkah lagi umat Islam kembali kepada al – Khilafah.

“Jangan Suriahkan Indonesia”, menjadi istilah viral seketika. Narasi yang ingin dibangun adalah ketika umat Islam kembali kepada al Khilafah, tentunya akan melahirkan konflik kebangsaan. Perang saudara akan bisa muncul di Indonesia. Masyarakat berpecah belah.

Demi memperkuat alibinya, skenario memperkusi ulama dilakukan dengan membabi buta. Yang terbaru, Ustadz Hanan Attaki, Lc, harus legowo untuk batal mengisi kajian. Begitu pula sebelumnya, Ustadz Felix Siauw yang berusaha digagalkan acara tabligh akbarnya, baik yang di Balai Kota Jakarta ataupun yang di Lamongan.

Pendek kata, agama dipandang sebagai pemicu konflik antar suku dan bangsa. Nilai Bhinneka Tunggal ika diyakini lebih cocok bagi Indonesia yang beragam.

Kalau kita menilik sejarah perlawanan terhadap penjajahan di Indonesia, tentunya akan didapat kesimpulan jujur bahwa aqidah Islam menjadi sumber energi yang tiada habisnya. Teriakan takbir mampu menggelorakan semangat jihad melawan penjajahan Belanda, Portugis, dan Inggris. Adalah pengakuan jujur tatkala di dalam pembukaan UUD 1945 di alinea kedua disebutkan dengan redaksi : “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa …

Ketika disodorkan demikian, mereka berkelit dengan mengemukakan bahwa betul hanya dengan Islam, umat ini bisa Berjaya. Akan tetapi bukan Islam Timur Tengah, yang tepat adalah energi Islam Nusantara yang menjadikan negeri ini bebas dari belenggu penjajahan. Walhasil, berkah Islam Nusantara ini dilembagakan menjadi Islam Nusantara dengan terminology yang direduksi dari ajaran – ajaran Islam yang dianggap mengandung kekerasan.

Sesungguhnya konflik dan berbagai tindak kekerasan dalam sejarah kehidupan manusia bukan disebabkan ketika umat Islam berpegang teguh dengan agamanya. Di jaman jahiliyah dulu, dunia Arab diliputi konflik dan perang saudara antar kabilah satu dengan yang lainnya. Perang al Basus yang terjadi antara Bani Bakr dengan Bani Taghlib, dikarenakan sentimen wibawa kabilah. Begitu pula terjadi perang Buats antara Suku Aus dan Khazraj. Padahal keduanya masih dalam satu garis keturunan.

Ketika Islam datang, sentimen sektarian primordialisme dihapuskan, digantikan dengan landasan Aqidah Islamiyyah. Dengan tegas Rasulullah SAW menyatakan:

ليس منا من دعا الى عصبية وليس منا من قاتل على عصبية

Bukanlah termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru kepada ashobiyyah, dan bukanlah golongan kami, siapa saja yang berperang atas dasar ashobiyyah.

Ashobiyyah bermakna saling tolong menolong di dalam kedholiman dan berbuat dosa.

Bukankah membiarkan asing dan aseng dengan seenaknya mengeksploitasi kekayaan Indonesia ini, termasuk tindakan ashobiyyah? Pemerintah yang membuka kran membanjirnya tenaga kerja asing khususnya China di tengah angka pengangguran dan kemiskinan rakyat sendiri, bukankah ini adalah tindakan ashoniyyah? Bukankah segenap upaya yang menghalangi kembalinya Syariat Islam untuk mengatur negara termasuk tindakan ashobiyyah?  Tindakan ashobiyyah, sesungguhnya yang berpotensi untuk memecah belah bangsa dan menimbulkan konflik.

Bukankah Islam mempunyai solusi yang mampu menyelesaikan masalah ekonomi seperti kesenjangan ekonomi, eksploitasi asing atas kekayaan Indonesia dan lainnya? Bukankah Islam yang menyatukan bangsa Arab Jahiliyyah hingga berubah menjadi bangsa terkemuka yang membawa ajaran keselamatan dari Allah SWT? Bukankah Islam yang telah mempersatukan Aus dan Khozroj hingga Madinah mencapai kemajuannya? Bukankah Islam yang mampu menuntaskan persoalan kejahatan dengan sangsi uqubat yang tegas dan tidak pandang bulu? Bukankah hukum Islam itu hanya bisa diterapkan oleh al Khilafah?

Lantas mengapa upaya penerapan Islam secara paripurna dalam wadah Khilafah justru dipersekusi? Padahal Islam dan Khilafah merupakan paket komplit yang akan menebarkan rahmat di muka bumi.

Tinggal satu persoalan lagi. Ketika Indonesia telah berubah menjadi Negara Islam, apakah rakyat dipaksa masuk Islam? Sesungguhnya rakyat di dalam sejarah KeKhilafahan Islam, niscaya terdapat keanekaragaman. Baik dari sisi agama, suku bangsa dan lainnya. Adapun dari aspek penyelenggaraan pemerintahan tetap menggunakan sistem hukum Islam. Alasannya karena sistem hukum Islam mampu melahirkan keadilan dan kesejahteraan. Buktinya Khilafah Islam mampu menaungi hampir 2/3 dunia selama sekitar 1300 tahun. Sebuah prestasi persatuan dan kesatuan yang tidak akan pernah bisa dicapai oleh peradaban apapun di dunia ini.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Tidak Bermaksud Menghina, Jyllands-Posten Tolak Minta Maaf Ke Cina Terkait Kartun Satir Virus Corona

Tidak Bermaksud Menghina, Jyllands-Posten Tolak Minta Maaf Ke Cina Terkait Kartun Satir Virus Corona

Selasa, 28 Jan 2020 21:45

Beberapa Anak Tewas Akibat Serangan Bom Pasukan Haftar Bom di Kompleks Sekolah di Tripoli

Beberapa Anak Tewas Akibat Serangan Bom Pasukan Haftar Bom di Kompleks Sekolah di Tripoli

Selasa, 28 Jan 2020 21:17

MUI Akan Bahas Omnibus Law Jika Draft RUU Sudah di DPR

MUI Akan Bahas Omnibus Law Jika Draft RUU Sudah di DPR

Selasa, 28 Jan 2020 21:04

Meski Harga Elpiji 3 Kg Batal Naik, FPKS Akan Terus Kawal

Meski Harga Elpiji 3 Kg Batal Naik, FPKS Akan Terus Kawal

Selasa, 28 Jan 2020 19:51

Mantan Imam Masjidil Haram Mentweet Doa Minta Perlindungan dari Virus Mematikan Cina

Mantan Imam Masjidil Haram Mentweet Doa Minta Perlindungan dari Virus Mematikan Cina

Selasa, 28 Jan 2020 15:00

Badan Intelijen Israel Shin Bet Tangkap Warga Israel Karena Jadi Mata-mata Hamas

Badan Intelijen Israel Shin Bet Tangkap Warga Israel Karena Jadi Mata-mata Hamas

Selasa, 28 Jan 2020 14:00

Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Selasa, 28 Jan 2020 13:41

Militer AS Akui Pesawatnya Jatuh di Afghanistan, Bantah Ditembak Taliban

Militer AS Akui Pesawatnya Jatuh di Afghanistan, Bantah Ditembak Taliban

Selasa, 28 Jan 2020 13:00

The Next Muhammad Al Fatih

The Next Muhammad Al Fatih

Selasa, 28 Jan 2020 12:49

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Selasa, 28 Jan 2020 12:16

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Selasa, 28 Jan 2020 11:44

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Selasa, 28 Jan 2020 11:00

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Selasa, 28 Jan 2020 10:39

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Selasa, 28 Jan 2020 10:15

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Selasa, 28 Jan 2020 09:35

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Selasa, 28 Jan 2020 08:28

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Selasa, 28 Jan 2020 07:22

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Selasa, 28 Jan 2020 06:56

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

Selasa, 28 Jan 2020 05:59

Senjata Makan Tuan China

Senjata Makan Tuan China

Senin, 27 Jan 2020 23:40


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X