Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.981 views

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Kementerian Agama (Kenenag) mengajukan pinjaman pada Bank Dunia senilai US$250 juta (Rp3,5triliun). Dinyatakan bahwa dana ini untuk mendukung program peningkatan mutu madrasah dasar dan menengah melalui proyek Realizing Education's Promise. Melalui proyek ini pemerintah akan membangun sistem perencanaan dan penganggaran elektronik berskala nasional untuk mendorong belanja yang lebih efisien.

Saat ini Indonesia memiliki setidaknya 48 ribu madrasah dengan jumlah siswa mencapai 8 juta. Untuk memajukan madrasah, dibutuhkan bantuan dari pemerintah. Namun bantuan yang diperoleh dari pinjaman justru akan mendatangkan bahaya. Berikut bahaya pinjaman untuk madrasah :

1.  Utang Indonesia akan makin besar. Saat ini utang luar negeri Indonesia mencapai Rp5.400triliun. Jika ditambah lagi dengan pinjaman Kemenag ke Bank Dunia, utang luar negeri Indonesia akan makin besar. Akibatnya, beban yang ditanggung rakyat untuk membayar utang plus bunganya juga makin berat.

2. Dosa riba. Utang kepada World Bank bisa dipastikan mengandung bunga (riba). Padahal di madrasah, siswa diajarkan untuk taat pada perintah Allah subhanahuwata'ala. Termasuk menjalankan isi Alqur'an surah Al Baqarah ayat 285 tentang keharaman riba. Lalu bagaimana mungkin siswa disuruh taat sementara penguasa justru memberi contoh menggunakan dana ribawi.

3. Jebakan utang. Kwik Kian Gie dalam tulisannya yang berjudul "Para Perusak Ekonomi Negara-negara Mangsa" menyampaikan bahwa John Pilger, Joseph Stiglitz dan masih banyak ekonom AS kenamaan lainnya menyatakan bahwa utanglah yang dijadikan instrumen untuk mencengkeram Indonesia. John Perkins dalam Buku "The Confessions of an Economic Hitman" menyatakan bahwa dirinya sebagai perusak ekonomi Indonesia ditugaskan untuk membangkrutkan negara yang menerima utang agar selamanya tercengkeram oleh krediturnya. Sehingga negara pengutang (Indonesia) menjadi target yang empuk.

4. Adanya persyaratan dalam pemberian utang agar Indonesia menjalankan kemauan World Bank terkait arah pendidikan di madrasah. Jika IMF sudah terbukti meliberalkan ekonomi Indonesia ketika memberi utang di masa krisis moneter 1998, bukan tak mungkin World Bank akan meliberalkan madrasah Indonesia. Padahal anak yang disekolahkan di madrasah ditujukan agar memiliki aqidah nan lurus, bertaqwa dan berakhlaq mulia. Jika diliberalkan maka tujuan pendidikan madrasah tak akan tercapai dan justru bisa muncul generasi Islam nan liberal. Naudzubillahi mindzalik.

Solusi untuk Memajukan Madrasah

Pendidikan adalah hak dasar warga negara. Pemerintah wajib untuk memenuhinya. Sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dulu menjadikan tebusan bagi tawanan perang adalah mengajar penduduk Madinah tentang baca dan tulis. Artinya rakyat Madinah mendapat pendidikan secara gratis, namun berkualitas. Negara harus berfungsi sebagai raa'in (pengurus) dan mas'ul (penanggung jawab) atas pemenuhan kebutuhan pendidikan. Negara tak boleh abai, apalagi menyerahkan urusan pendidikan pada asing. Karena Allah subhanahu wata'ala telah melarang kaum muslim dikuasai oleh orang kafir sebagaimana dalam surah An Nisa' : 41.

Lantas darimana mendapat dana untuk memajukan madrasah? Ada yang mengusulkan dari dana haji. Namun hal ini tidak tepat, karena aqad dana haji adalah untuk keperluan jamaah haji semisal pembangunan hotel atau asrama haji. Ada juga usulan agar diambilkan dari zakat karena potensi zakat di Indonesia sangat besar. Namun Allah subhanahuwata'ala telah membatasi mustahiq zakat hanya delapan golongan saja sebagaimana dalam Alquran surah At Taubah ayat 60 yakni : [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan. Maka dana zakat tidak bisa dipakai untuk program memajukan madrasah.

Satu teladan yang bisa kita ikuti dari ijma' sahabat adalah ketika Umar bin Khatab radhiyallahu anhu menggunakan kharaj sebagai hasil bumi nan subur di Iraq untuk memenuhi kemaslahatan umat, termasuk urusan pendidikan. Indonesia yang subur dan sekaligus kaya akan bahan tambang bisa membiayai madrasah dari hasil pengelolaan alamnya. Syaratnya, berbagai kekayaan alam yang terkategori milik umum harus dikelola negara, tidak diserahkan ke asing.

Sumber pembiayaan lain adalah wakaf, saat ini wakaf identik dengan masjid. Padahal di masa khilafah Abbasiyah wakaf bisa berupa gedung untuk pendidikan, laboratorium, asrama dan lain-lain. Namun wakaf ini harus dikelola negara dan dipastikan tidak ada dana yang bocor karena dikorupsi. Memang sudah seharusnya negara memajukan pendidikan dengan daya kekuatan sendiri, tak boleh bergantung pada asing.

Sebagaimana peribahasa "tak ada makan siang gratis" yang bisa diartikan "tak ada utang tanpa tendensi". Lebih baik bersikap hati-hati dan waspada terhadap utang dari pihak asing, daripada menggadaikan masa depan Indonesia. Wallahu a'lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

*) Wali murid dan pengasuh MT Al Bayyinah Sidoarjo

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Ahad, 25 Aug 2019 01:48

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Ahad, 25 Aug 2019 00:20

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Sabtu, 24 Aug 2019 23:58

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Sabtu, 24 Aug 2019 23:57

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

Sabtu, 24 Aug 2019 22:52

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Sabtu, 24 Aug 2019 22:48

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Sabtu, 24 Aug 2019 22:05

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Sabtu, 24 Aug 2019 21:45

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Sabtu, 24 Aug 2019 21:39

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Sabtu, 24 Aug 2019 21:30

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

Sabtu, 24 Aug 2019 21:15

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Sabtu, 24 Aug 2019 20:45

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 20:38

Membangun Militansi Indonesia

Membangun Militansi Indonesia

Sabtu, 24 Aug 2019 20:32

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Sabtu, 24 Aug 2019 20:15

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 20:10

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Sabtu, 24 Aug 2019 19:31

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

Sabtu, 24 Aug 2019 19:23

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Sabtu, 24 Aug 2019 19:03

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 18:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X