Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.394 views

Film "Dua Garis Biru", Promosi Seks Bebas atau Seks Edukasi?

 

Oleh:

Ifa Mufida

Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Masalah Sosial

 

"Dua Garis Biru" saat ini menjadi film bioskop yang sedang ramai dibicarakan. Pasalnya, film ini sempat menuai protes dari beberapa pihak pasca dirilisnya teaser trailer 1 bulan yang lalu sebegai bentuk promosi. Salah satunya adalah petisi yang digagas Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (GaraGaraGuru) agar film bergenre romansa remaja yang masih dalam tahap editing ini dikritisi ulang sebelum diloloskan sensor. Menurut mereka, ditinjau dari beberapa adegan, ada pesan implisit yang ingin diberikan kepada penonton dan dinilai bisa merusak generasi muda. Seperti penggambaran sepasang remaja berduaan di dalam kamar.

Namun, ternyata film ini tetap lolos sensor dan telah ditayangkan serentak di seluruh bioskop di Indonesia sejak tanggal 11 Juli lalu. Menurut Produser Chand Parwez bahwa film ini mendapat respon positif dari masyarakat. Terbukti seluruh tiket untuk penayangan perdana di semua kota di jawa habis dalam waktu singkat dan ada beberapa kota yang bahkan ditambahkan jadwal penayangannya dan masih tetap habis terjual tiketnya.

Beberapa pihak melihat bahwa film ini bermuatan seks edukasi. BKKBN misalnya, telah mengadakan acara nonton bersama dengan John Hopkins Center for Communication Program (JHCCP) dan Forum Genre Indonesia (FGI) bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya remaja terkait kesehatan reproduksi, penyiapan kehidupan berumah tangga dan penyiapan kehidupan bermasyarakat akan pentingnya kualitas SDM. Dari sisi BKKBN, film ini dianggap jadi media untuk menyebarkan kesadaran tentang perilaku berisiko remaja yang menjadikannya rentan mengalami pernikahan di usia dini, kehamilan tidak diinginkan dan terinfeksi penyakit menular seksual sehingga aborsi yang tidak aman (detikNews.com).

Saya cukup tercengang ketika mengetahui bahwa film ini dianggap sebagai sarana untuk edukasi seks. Pasalnya, edukasi seks yang telah dilakukan di lembaga pendidikan saat ini nyata tidak memberikan efek yang berarti untuk mencegah peningkatan seks bebas di kalangan remaja. Bahkan, secara nyata hari demi hari seks bebas semakin merebak di kalangan remaja kita, dengan segunung problematika ikutan akibat seks bebas ini semakin mengkhawatirkan. Jika dicerna lebih lanjut,  edukasi seks yang ada selama ini justru memunculkan solusi-solusi pragmatis yang dianggap legal oleh remaja.

Misalnya berkenaan dengan pencegahan penyakit menular seksual yang merupakan salah satu materi yang diberikan pada seks edukasi maka dipromosikan dengan slogan ABCD. Slogan ini bila dijabarkan mengandung pesan bahwa jika remaja ingin selamat dari infeksi menular seksual salah satunya AIDS maka remaja solusinya adalah A (abtinensia) yakni tidak melakukan hubungan seksual. Jika tidak bisa solusi A maka bisa dicoba solusi B (be faithful) yakni setia pada satu pasangan. Jika tidak bisa B maka solusi adalah C (condom) bermakna jika tidak bisa setia maka bisa menggunakan kondom. Intinya boleh melakukan seks dengan siapa pun, dengan beberapa pasangan sekaligus, baik pasangan sejenis atau tidak sejenis asal menggunakan C tadi.

Dari sedikit contoh ini saja, bisa dibayangkan akan terbentuk adanya pemahaman bahwa melakukan seks itu adalah tidak masalah asal menggunakan pengaman C. Nyata, sejak digelontorkan program seks edukasi, bukannya menekan prevalensi seks bebas di kalangan remaja, tetapi justru semakin merebak seks bebas hingga saat ini kita bisa melihat sampai pada batas yang sangat mengkhawatirkan, bahkan bisa saya katakan dalam kondisi titik kritis. Lalu, pertanyaannya, apakah bisa keberhasilan program edukasi seks akan didongkrak dengan ajakan menonton film "dua garis biru" ini?

Jika kita mau berfikir  lebih mendalam  tentang film garis biru ini, maka jelas  tergambar bahwa film ini memberi pesan kepada penonton bahwa berpacaran boleh saja asal tidak sampai kebablasan. Kemudian, misal sudah kebablasan dan si cewek hamil maka tidak menjadi masalah asal si laki-laki mau bertanggung jawab. Maka ditonjolkan bagaimana atas nama cinta seolah kondisi apapun tidak menyurutkan kesetiaan dua sejoli. Hingga kemudian  hamil di luar nikah tidak lagi menjadi hal yang tabu karena seks bebas adalah sebuah kewajaran dilakukan oleh muda mudi yang pacaran.  

Nampak nyata bahwa dalam film ini, sudut pandang agama tidak lagi dijadikan sebagai tolak ukur dalam menghukumi sebuah perbuatan. Terlebih Indonesia adalah negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam seolah dituntun untuk tidak lagi menggunakan Islam sebagai syariat yang mengatur tata kehidupan dan digiring untuk mau menerima pandangan dari kebanyakan masyarakat. Jika masyarakat tidak menganggap hal tabu atau asusila maka boleh-boleh saja berpacaran, seks aman, hamil di luar nikah, dst.

Padahal, dalam pandangan Islam, perbuatan berpacaran dan hubungan seks adalah perzinaan yang merupakan salah satu dosa besar dan Islam memiliki sanksi keras bagi para pelakunya. Dalam Al-Qur'an surat An Nur (24) ayat 2 disebutkan bahwa: " Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allâh , jika kalian beriman kepada Allâh dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman."

Oleh karena itu, sangat disayangkan film semacam ini diijinkan tayang dibioskop oleh Lembaga Sensor Indonesia padahal menuai pro kontra di tengah masyarakat. Lebih ironis lagi,  film yang secara implisit mengandung seruan untuk menghalalkan pacaran justru mendapatkan apresiasi dari lembaga pemerintah dan terus dipromosikan agar semakin banyak remaja yang menonton karena film ini dianggap mengandung unsur pendidikan seks.

Beginilah wajah masyarakat dan negara yang tegak atas sekulerisme. Maka tata aturan (syariat) Allah tidak pernah dijadikan pijakan. Di dalam Islam, pendidikan seks atau seks edukasi merupakan pendidikan yang terintegrasi dalam pelaksanaan syariat Islam mulai dari rumah, masyarakat dan negara. Dari rumah, seluruh anggota terikat syariat Islam untuk menutup aurat pada batas-batas yang diperbolehkan mahrom memandang. Ada syariat pengaturan tempat tidur anak-anak yang harus dipisahkan sejak usia 7 tahun. Sejak kecil, anak-anak dididik sesuai dengan jenis kelaminnya dan fitrahnya. Fitrah seorang anak perempuan berbeda dengan fitrah anak laki-laki maka stimulasi dalam pendidikan juga berbeda. Anak-anak juga diajarkan bagaimana menutup aurat, bagaimana menundukkan pandangan, diajari untuk meminta izin di waktu-waktu yang sudah ditentukan syariat ketika masuk di area pribadi orang tua.

Di dalam masyarakat, kontrol terhadap perbuatan yang melanggar syariat Islam adalah sesuatu yang wajib diwujudkan. Kontrol masyarakat ini dalam bentuk ketidakrelaan ketika melihat dua sejoli berduaan, tidak memperbolehkan adalah ikhtilath (campur baur), mengajak orang sekitar untuk senantiasa menutup aurat. Masyarakat dalam Islam, akan senantiasa mendorong untuk saling beramar ma'ruf  nahi mungkar sehingga segala amal perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam akan bisa dicegah untuk tidak terjadi, salah satu contoh adalah penolakan terhadap penayangan film yang mengandung pornografi pornoaksi.

Sedang negara adalah pelindung paripurna yang akan melarang setiap media yang mempertontonkan hal yang melanggar syariat Islam termasuk pornografi pornoaksi yang ditonjolkan dalam hiburan film. Media sosial akan dioptimalkan untuk sarana edukasi ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Negara juga yang akan memberlakukan sistem pendidikan yang membentuk masyarakat berkepribadian Islam unggul secara kualitas.

Negara juga akan memberlakukan hudud bagi para pelaku zina, sehingga tata aturan ini akan memberikan efek jera, penghapusan dosa, sekaligus pendidikan bagi masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan dosa serupa. Tata pergaulan juga dijaga oleh negara dengan pengaturan tidak adanya khalwat dan ikhtilath. Negara juga akan mencegah adanya pandangan dan program yang merusak sebagaimana seks edukasi ala kapitalisme-sekuler yang memang berasal dari program global sejak adanya konferensi ICPD 1994.

Demikianlah, seks edukasi dalam Islam yang sejatinya diberikan dalam lingkup kecil hingga lingkup negara. Seks edukasi juga dikenalkan sejak manusia dalam kandungan hingga pendidikan awal di dalam rumah-rumah keluarga muslim. Maka, sudah sepantasnya kita meninggalkan tata kehidupan yang sekuler ini yang nyata kerusakannya dan mengambil Islam sebagai tata aturan yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat, insya Allah.Wallahu a'lam bi shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38

Peluang Jokowi Jadi Ketum PDIP

Peluang Jokowi Jadi Ketum PDIP

Kamis, 16 Jan 2020 16:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X