Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.676 views

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

 

Oleh:

Salsabila Maghfoor

Jurnalis, Pegiat Literasi

 

MASIH segar dalam ingatan kita, bagaimana kisruh yang tampak mewarnai media massa soal penerapan sistem zonasi yang digadang mampu menjadi solusi atas persoalan pendidikan yang terjadi di negeri kita dewasa ini. Benarkah sepenuhnya kesalahan penerapan atau justru kesalahan sistemnya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata zonasi adalah pembagian atau pemecahan suatu area menjadi beberapa bagian, sesuai dengan fungsi dan tujuan pengelolaan. Adapun pengertian sistem zonasi sekolah sesuai Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 adalah memberikan prioritas lebih kepada calon peserta didik untuk masuk sekolah yang dekat dengan zonasi tempat tinggalnya.

Berdasarkan Permendikbud nomor 51/2018 diatur PPDB melalui zonasi. Seleksi calon peserta didik baru dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan. Jarak tempat tinggal terdekat dimaksud adalah dihitung berdasarkan jarak tempuh dari Kantor Desa/Kelurahan menuju ke sekolah.

Peraturan dan kebijakan terkait dengan zonasi ini sebetulnya sudah diberlakukan semenjak 2017, namun baru-baru ini kembali mencuat mengundang keributan setelah coba untuk ditertibkan kembali oleh pemeritah. Pada awal tahun, telah diselenggarakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) yakni pada 11-14 Februari 2019. Hasil dari pertemuan tersebut, setidaknya ada 5 point penting yang kemudian menjadi sorotan dalam dunia pendidikan dan kemudian dicarikan solusi bersama. Kelima point itu antara lain yakni soal penataan dan pengangkatan guru, sistem zonasi pendidikan, revitalisasi vokasi, pemajuan kebudayaan, dan penguatan sistem perbukuan dan gerakan literasi. Pada point sistem zonasi itulah kemudian diperbaiki mekanisme zonasi yang telah berlangsung lama.

Jauh panggang dari api, apa yang diharapkan ternyata belum mulus jalannya. Disinyalir karena minim sosialisasi, alih-alih mendapatkan sambutan baik, justru akhirnya penerapan zonasi ini menjadi rancu kebijakannya. Dalam banyak liputan di lapang, ada saja persoalan yang kemudian muncul. Entah karena ketidaksiapan sekolah, ketidaksiapan masyarakat khususnya orangtua, dan banyak lagi. Ada juga muncul persoalan yang malah membingungkan, dimana zonasi yang ditetapkan malah melampaui batas mínimum zonasi yang ditetapkan, sehingga sekolah dan rumah harus ditempuh belasan kilometer jauhnya.

Pada asalnya, kebijakan zonasi ini merupakan upaya pemerintah mengurangi kesenjangan di masyarakat, dan merupakan amanat dari Nawacita Presiden dalam hal menghadirkan pemerataan akses pada layanan pendidikan. Lebih lanjut keberadaan sistem zonasi ini diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan, meniadakan diskriminasi, mendorong pemerataan serta peningkatan kualitas pendidikan.

Sayangnya, bila saja pemerintah lebih detail dan jeli mengamati, persoalan pendidikan yang mengakar di negeri kita tidaklah sesederhana itu. Sepintas memang nampak begitu banyak program yang telah dicanangkan oleh pemerintah untuk mengatasi problematika yang ada, namun tetap saja hasilnya nihil. Sebab ternyata, solusi yang ditawarkan belumlah sampai menyentuh hingga akar persoalan mendasar yang menyelimuti.

Perlu disadari bersama bahwa arah pendidikan kita dewasa ini berkiblat pada konsep Knowledge Based Economy dimana kebutuhan serta output pendidikan akan senantiasa diarahkan pada kebutuhan pasar. Hal ini tidak mengherankan, sebab negara kita seyogyanya pun menginduk pada setiap kebijakan yang dicanangkan oleh negara adidaya si pemberi arah arus utama dalam kancah perpolitikan dunia, yakni AS. Arah pendidikan yang senantiasa berkiblat pada Barat, bermuara dari Negara Demokrasi Sekuler, AS. Sebagai negara berideologi, AS akan senantiasa mengaruskan pemikirannya dalam bidang apapun untuk terus mewarnai dunia dengan ideologi kapitalis sekuler yang diembannya.

Lantas apa bahayanya? Tentu saja ini sangat berbahaya. Sebuah kekeliruan fatal ketika paradigma pendidikan yang keliru terus berjalan dan tak pernah menjadi perhatian dalam setiap upaya untuk keluar dari problem pendidikan yang ada di negeri ini. Alih-alih keluar dari problem, malah hanya sibuk melakukan hal-hal teknis yang tidak mengubah wajah pendidikan di Indonesia secara signifikan.

Bila serius untuk membenahi, mestinya dilakukan segenap upaya perubahan secara mendasar untuk kemudian sampai pada solusi yang mengakar. Bangsa ini butuh arah baru pengelolaan pendidikan. Sistem pendidikan yang berlaku nyata-nyata hanya menghasilkan output pendidikan yang hanya menguasai teknologi tapi lemah dlm menuntaskan problem-problem kemanusiaan. Padahal sejatinya, pendidikan bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang siap menyelesaikan seluruh problem manusia dari semua sisi.

Kita mesti memberikan ruang kesempatan pada mekanisme sistem pendidikan Islam, bagaimana ia bisa dengan sangat mampu menghasilkan SDM yang justru mumpuni sesuai kebutuhan zaman, dan pada saat yang sama ia terus melejit potensinya beriring kesadaran pencerdasan Umat. Sistem pendidikan Islam bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang berkepribadian Islam dan mampu menghadapi tantangan kehidupan global (berbekal ilmu-ilmu kehidupan dan tsaqofah Islam). Sistem ini memastikan output pendidikan yang memberi kebaikan bagi kemajuan peradaban. Sebab, di atas sistem ilahiyah inilah, sistem pendidikan Islam bisa terwujud.

Maka bila pemerintah memang benar- benar tulus bermaksud mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua anak bangsa, maka jalan satu-satunya adalah mencampakan sistem pendidikan sekuler berikut sistem kehidupan sekuler sebagai pemberi ruang keberadaannya. Sebab hanya Islam, yang paling sesuai bagi pengaturan manusia yang dijamin oleh Rabb-nya manusia.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
OCHA: Israel Lakukan 178 Operasi Pencarian dan Penangkapan di Tepi Barat Hampir 2 Bulan Terakhir

OCHA: Israel Lakukan 178 Operasi Pencarian dan Penangkapan di Tepi Barat Hampir 2 Bulan Terakhir

Senin, 26 Aug 2019 14:16

PBB: Israel Hancurkan 24 Bangunan Palestina dalam Waktu Kurang dari 2 Bulan

PBB: Israel Hancurkan 24 Bangunan Palestina dalam Waktu Kurang dari 2 Bulan

Senin, 26 Aug 2019 13:15

Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Senin, 26 Aug 2019 12:00

Perampok Politik

Perampok Politik

Senin, 26 Aug 2019 11:15

Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Senin, 26 Aug 2019 06:45

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Senin, 26 Aug 2019 06:10

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ahad, 25 Aug 2019 23:06

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Ahad, 25 Aug 2019 22:49

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Ahad, 25 Aug 2019 22:35

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Ahad, 25 Aug 2019 21:30

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Ahad, 25 Aug 2019 21:05

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Ahad, 25 Aug 2019 20:22

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Ahad, 25 Aug 2019 19:16

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Ahad, 25 Aug 2019 19:15

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Ahad, 25 Aug 2019 18:10

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Ahad, 25 Aug 2019 17:03

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

Ahad, 25 Aug 2019 16:54

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Ahad, 25 Aug 2019 13:53


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X