Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.081 views

Mewujudkan Sistem Pendidikan Berbasis Akidah Islam, Bisakah?

 

Oleh: Undiana

Wacana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah beberapa waktu lalu menuai kritik dari berbagai pihak. Bahwa di tengah kemerosotan dan dekadensi moral yang menimpa generasi milenial kekinian, ide ini dianggap menjadi hal yang paradoks.

Bagaimana tidak, penguatan nilai agama diyakini mampu menjadi filter segala bentuk pemikiran dan perilaku rusak di kalangan generasi muda khususnya pelajar. Dengan masih diajarkannya agama di sekolah saja, berbagai ragam penyimpangan perilaku dan kejahatan yang melibatkan pelajar masih banyak yang terjadi. Lalu, akan bagaimana hancurnya jika pelajaran agama dihapus?

Sekularisme vs Komunisme

Sistem sekularisme yang melingkupi kehidupan hari ini telah menempatkan agama hanya berada pada ranah privat semata. Agama hanya untuk mengatur urusan ibadah ritual. Sementara urusan kehidupan masyarakat dan pengelolaan negara dijauhkan dari aturan agama.

Kondisi ini jelas berpengaruh pada sistem pendidikan yang menjadi bagian tanggungjawab negara kepada rakyatnya. Bahwa dari asas sekularisme yang melandasi pengelolaan negara termasuk bidang pendidikan, telah menjadikan dikotomi antara pendidikan agama dan non agama sebagai hal yang tidak terelakkan.

Maka, secara kelembagaan, kita mengetahui terdapat perbedaan instansi yang menaungi bidang pendidikan. Pendidikan agama melalui madrasah, pesantren dan universitas berbasis agamadikelola oleh Kementerian Agama.Sementara pendidikan umum mulai pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah dan kejuruan dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu pendidikan tinggi umum oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.   

Selain itu, bukti nyata tentang sekulernya dunia pendidikan ini bisa dilihat dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003  Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yaitu: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagaman, dan khusus.

Berdasarkan hal tersebut nampak bahwa pelajaran agama hanya dipilih sebagai salah satu muatan mata pelajaran diantara sekian banyak mata pelajaran lainnya. Sementara pelajaran non agama seperti sains, sejarah atau budaya, dianggap tidak ada hubungannya dengan agama. Dengan kata lain, mata pelajaran sains yang dalam perspektif agama sesungguhnya bisa menjadi bukti akan keberadaan atau kekuasaan Sang Pencipta malah menjadi sebaliknya, meniadakan keberadaan Pencipta. Pada akhirnya tidak bisa menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Penciptanya.

Salah satu contohnya tentang teori hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Teori ini (dan yang sejenisnya), secara langsung telah meniadakan keberadaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu. Hal yang tentu sangat bertentangan dengan Islam, dimana tidak ada kejadian di dunia ini baik nyata maupun abstrak, yang terlepas dari penciptaan dan pengaturan Allah swt. Maka kita mendapati, seperti inilah ide sekularisme bekerja dalam mengikis keimanan dan menjauhkan generasi dari nilai-nilai agama (Islam).

Akan halnya komunisme, keyakinan dasarnya adalah agama sebagai candu bagi masyarakat. Juga tidak mengakui keberadaan Pencipta dalam kehidupan. Menurut ide ini, semua makhluk lahir dari proses evolusi yang tidak memerlukan Pencipta. Tuhan dianggap hanya rekaan dan hasil hayalan manusia yang tidak ada hakikatnya. Jadi, jika agama adalah candu dan racun bagi manusia, untuk apa harus beragama dan bertuhan? Dan untuk apa pula bejajar agama?

Maka pada dasarnya pendidikan berasas sekulerisme ataupun komunisme, sama-sama berbahaya dan tidak akan mampu melahirkan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt. Malah menjerumuskan peserta didik pada kehancuran pemikiran dan perilaku.

Jika demikian, apa yang harusnya menjadi solusi tuntas bagi sistem pendidikan untuk mewujudkan generasi cemerlang yang beriman dan beradab sehingga mampu menjadi pemimpin tangguh di masa depan?

Berbasis Akidah Islam

Dalam catatan sejarah, Islam telah menorehkan pencapaian luar biasa dalam mencetak generasi pemimpin yang cakap dalam bidang politik/pemerintahan maupun dalam militer (strategi perang/jihad). Tak hanya cakap memimpin umat, mereka juga dikenal dengan akhlak yang mulia. Sebut saja diantaranya seperti Shalahuddin Al Ayubi yang berhasil membebaskan Al Quds Palestina, juga Muhammad al Fatih yang telah membebaskan Konstantinopel di usia 21 tahun.

Selain itu, Islam juga memiliki ulama-ulama sekaliber Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Bukhari dan lainnya. Juga terukir indah dalam sejarah nama Al Khawarizmi (penemu aljabar dan pengembang algoritma),  Ibnu Sina dan Ar Razi dalam bidang kedokteran, dan Ibnu Haitsam seorang pioner optika modern.

Juga ada Al Biruni, seorang muslim polymath (menguasai beberapa bidang ilmu sekaligus). Sudah hafal Alquran sebelum usia baligh, juga telah mempelajari fiqih dasar sehingga saat usia baligh sudah memahami semua syariat yang wajib diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, menekuni bidang geografi, astronomi, geologi, juga menghasilkan karya ilmiah dalam bidang sejarah, karya sastra, kedokteran, farmakologi, dan lain-lain.

Semua ini telah menjadi bukti bahwa Islam telah sukses melahirkan para ilmuan yang mumpuni dalam bidang sains. Pada saat yang sama mereka adalah seorang alim yang menguasai hukum syariat yang menjadi standar aktivitas bagi seorang muslim.

Keberhasilan yang cemerlang ini tak bisa dilepaskan dari akidah Islam yang menjadi asas negara Islam (Khilafah) pada masa itu. Akidah ini pula yang menjadi dasar berbagai pemikiran dan pengetahuan baik tentang hukum-hukum syara’ maupun tentang sejarah, budaya sains dan teknologi.

Dengan demikian, sistem pendidikan dalam Islam tidak mengenal adanya dikotomi antara pendidikan umum dan agama. Bahkan akidah Islamlah yang menjadi dasar bagi pengajaran seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada peserta didik.

Melalui pelaksanaan inilah, Islam mampu mencetak generasi dengan kepribadian tangguh dan berakhlak mulia, siap terjun dalam kancah kehidupan dan memimpin dunia dengan penuh kegemilangan dalam rangka mengangkat martabat umat manusia menuju derajat keimanan dan ketakwaan pada Allah Sang Pencipta.   

Oleh karena itu, jika ingin mewujudkan keberhasilan dan melahirkan generasi-generasi hebat sebagaimana pada masa lalu, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan kembali menjadikan asas yang sama dengan yang digunakan pada masa lalu. Yaitu dengan menjadikan akidah Islam sebagai standar dalam seluruh bidang kehidupan, termasuk pengelolaan pendidikan dan pengajaran. Hanya dengan itu, kita akan kembali meraih kejayaan, kemandirian, dan menghasilkan generasi-generasi yang diakui bahkan hingga tingkat dunia. Wallahu’alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Himi Persis Luncurkan Buku Muslimah on Fire pada Pembukaan Muktamar ke IX

Ahad, 25 Aug 2019 01:48

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

Ahad, 25 Aug 2019 00:20

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Benarkah Indonesia Bebas dari Penjajahan?

Sabtu, 24 Aug 2019 23:58

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Turki Luncurkan Operasi Militer 'Claw 3' di Irak Utara

Sabtu, 24 Aug 2019 23:57

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

[VIDEO] Oktober 2019, Barang Gunaan di Indonesia Wajib Sertifikasi Halal

Sabtu, 24 Aug 2019 22:52

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Facebook akan Pekerjakan Beberapa Jurnalis Amerika untuk Mengkurasi Berita Global

Sabtu, 24 Aug 2019 22:48

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Dokter AS Sebut Rokok Elektrik Akibatkan Kematian karena Penyakit Paru-paru

Sabtu, 24 Aug 2019 22:05

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Maroko Tuduh UEA Berikan Dukungan Kepada Pemberontak Sahara Barat

Sabtu, 24 Aug 2019 21:45

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Kebijakan Impor Ala Keran Bocor

Sabtu, 24 Aug 2019 21:39

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Teknologi 'Artificial Intelligence' Tempatkan Dunia dalam Bahaya

Sabtu, 24 Aug 2019 21:30

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

17 Anggota Pasukan Haftar Menyerahkan Diri ke Pemerintah Tripoli

Sabtu, 24 Aug 2019 21:15

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Pemukim Ilegal Yahudi Timpuki Mobil-mobil Palestina dengan Batu di Hebron dan Nablus

Sabtu, 24 Aug 2019 20:45

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

LSM di Turki Memprotes Langkah India Terhadap Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 20:38

Membangun Militansi Indonesia

Membangun Militansi Indonesia

Sabtu, 24 Aug 2019 20:32

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Pengacara Presiden Terguling Sudan Minta Pembebasan Omar Al-Bashir dengan Jaminan

Sabtu, 24 Aug 2019 20:15

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

PBB: Lebih dari 45 Ribu Pengungsi Memasuki Eropa pada 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 20:10

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Masalah Menumpuk, Fahri: Lebih Baik Istana Diblokir

Sabtu, 24 Aug 2019 19:31

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

PW PII Jawa Barat Audiensi dengan Dinas Pendidikan

Sabtu, 24 Aug 2019 19:23

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Muslim Moro Resmi Punya Bendera Sendiri

Sabtu, 24 Aug 2019 19:03

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Pakistan Kembali Minta PBB Intervensi Kasus Kashmir

Sabtu, 24 Aug 2019 18:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X