Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.908 views

KB dan Pernikahan Dini, Solusi atau Bencana?

 

Oleh:

Aishaa Rahma

Pegiat Sekolah Bunda Sholihah Malang, Jawa Timur

 

MENJADI orangtua di tengah-tengah kerusakan di segala sektor bukanlah pekerjaan yang mudah. di era ini banyak orangtua yang gagal dalam menata kehidupan pribadi dan secara kolektif gagal menata peradaban. Di era ini pula berbagai pranata kehidupan yang merusak anak remaja jauh lebih hebat dan besar dibandingkan yang mensalehkan mereka. Tayangan film, televisi, internet, majalah, sosial media dan berbagai perangkat lainnya lebih banyak menstimulasi nilai-nilai negatif ketimbang positif. Ditambah pergaulan anak remaja yang banyak mengadopsi gaya hedonis, semakin mengarah ke kegagalan hidup yang jauh dari kesuksesan dan kebahagiaan. Artinya remaja kita di masa depan akan menghadapi problem peradaban yang lebih dahsyat.

Dari pantauan detik.com. Menyikapi film Dua Garis Biru karya sutradara Ginatri S Noer, mengisahkan sepasang remaja yang melampaui batas dalam berpacaran sehingga berujung pada pernikahan usia dini. Film tersebut memberi pesan bahwa remaja harus memiliki rencana kehidupannya sejak awal hingga kelak membangun rumah tangga. Dua Garis Biru menggambarkan pernikahan di usia muda bisa merusak masa depan dan memupuskan berbagai cita-cita.

Film yang akhirnya tetap tayang di bioskop ini dinilai sangat menggambarkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam program remaja di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Menurut Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Dwi Listyawardani di Jakarta, Kamis, mengatakan film Dua Garis Biru dapat membantu BKKBN dalam menjangkau remaja Indonesia lebih luas dengan program Generasi Berencana (GenRe).

Menurut Dwi, menyampaikan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan, dan nilai-nilai lain kepada remaja memang lebih tepat dengan menggunakan media film. "Penyajiannya memang harus seperti ini, dalam bentuk ceramah orang nggak akan dengar, tapi dengan film seperti ini bisa tersampaikan," kata dia. Dwi pun mengatakan BKKBN akan membawa film Dua Garis Biru sebagai sosialisasi program agar bisa ditonton oleh remaja di seluruh provinsi. Antara-Surabaya. (18/7/2019)

Gayung bersambut, Melalui antara news.com  (19/7/2019) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang belum lama dilantik Hasto Wardoyo menargetkan lembaganya memiliki wajah baru dalam enam bulan ke depan yang targetnya menjadi dikenal lekat oleh masyarakat. Lebih spesifik lagi, Hasto menargetkan BKKBN dengan segala programnya harus mengena di hati para remaja yang mana bakal tulang punggung bangsa Indonesia di masa datang. Dalam hal ini Hasto juga meminta dukungan dari Khofifah yang juga pernah menjabat kepala BKKBN untuk mengubah ulang wajah BKKBN agar bisa dikenal oleh kalangan anak-anak muda.

Dalam konteks tugas dan fungsi BKKBN, Hasto sebagai Kepala BKKBN yang memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan mengambil peran di hulunya melalui edukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan. Lebih jauh lagi, Hasto menyasar para remaja yang kelak akan menjadi orang tua agar lebih berpengetahuan di bidang kesehatan keluarga, termasuk dalam kesehatan reproduksi.

Tantangan lain yang juga menjadi masalah dalam kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan AKI, AKB, dan kekerdilan adalah tingginya angka perkawinan dini di Indonesia yang mencapai 11,2 persen. Perkawinan dini yang mengarah pada kehamilan usia dini memiliki risiko sangat tinggi dan bisa berujung pada kematian ibu, kematian bayi, atau stunting. Antara news.com (18/72019)

Dampak lain dari bahayanya perkawinan dini yakni menyebabkan penyakit kanker mulut rahim atau kanker serviks di masa mendatang. Hasto menerangkan mulut rahim perempuan yang usianya di bawah 19 tahun sifatnya masih terbuka atau ekstropion mudah terpapar virus. Mulut rahim perempuan tersebut perlahan-lahan akan menutup dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, dan akan menutup sempurna di usia 20 tahun. Pada fase tersebut, mulut rahim wanita sudah aman untuk bisa melakukan hubungan seksual. Namun, apabila mulut rahim perempuan sudah terpapar hubungan seksual sebelum usia 19 tahun, hal itu berisiko tinggi menyebabkan kanker mulut rahim pada 15 hingga 20 tahun mendatang.

Untuk diketahui, kanker mulut rahim masih menjadi penyakit kanker nomor dua terbanyak di Indonesia yang diidap perempuan setelah kanker payudara. Lebih parah lagi, angka deteksi dini kanker serviks saat ini masih 5 persen dari seluruh perempuan Indonesia yang pernah melakukan hubungan seksual. Hasto juga memaparkan bahaya kehamilan dini atau di bawah usia 20 tahun. Dia menjelaskan bahwa ukuran panggul perempuan baru akan mencapai 10 centimeter ketika sudah mencapai usia 20 tahun. Sementara, diameter kepala bayi yang siap dilahirkan juga berukuran 10 centimeter.

Oleh karena itu akan sangat berisiko bagi perempuan yang melahirkan di bawah usia 20 tahun karena panggulnya belum mencapai ukuran sesuai kepala bayi. Perempuan di bawah 20 tahun yang melahirkan anak tidak akan bisa bersalin secara normal dan menyebabkan bentuk kepala bayi yang tidak sempurna. Lebih parah lagi hal tersebut bisa menyebabkan gangguan kecerdasan dan rendahnya IQ anak jika terjadi trauma di bagian dalam kepala atau otak.

Hasto juga mengungkap alasan kampanye program KB menganjurkan dua anak dikarenakan risiko melahirkan anak lebih dari dua yang bisa dialami ibu. Seorang ibu yang melahirkan anak lebih dari dua berisiko mengalami pendarahan yang lebih serius saat persalinan di atas anak kedua. Dalam strategi mengubah wajah baru BKKBN, Hasto secara serius ingin menggempur remaja dengan berbagai informasi kesehatan reproduksi. Tujuannya, agar menghindari perkawinan dini yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa mendatang. (Antara- Malang 17/7/2019)

 

Ada Hidden Agenda?

Menikahkan anak di usia belia dipandang kurang bijak oleh sebagian orang. Segudang alasan bisa dilontarkan seperti hilangnya kesempatan mencari ilmu, pengembangan potensi diri, sampai merampas masa bermain. Tapi kalangan penentang pernikahan dini semestinya juga melihat sisi lain dari kehidupan anak muda kita saat ini, sudah terlampau banyak penelitian dan laporan yang menunjukkan bahwa pergaulan kawula muda di negeri ini sudah kelewat permisif. Banyak hal yang dulu dianggap tabu kini jadi lifestyle remaja. Banyak orangtua yang geleng-geleng kepala melihat kelakuan remaja masa kini, pacaran, berciuman di muka umum, perzinahan, hamil diluar nikah nikah , hingga aborsi. Tak sedikit video mesum pelajar dan mahasiswa beredar di ponsel ponsel dan mudah saja diunduh melalui jaringan internet.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menemukan bahwa kehamilan pada usia kurang dari 15 tahun terutama terjadi di perdesaan, meskipun dengan proporsi yang sangat kecil (0,03%). Sementara itu, proporsi kehamilan di usia 15-19 tahun adalah sebesar 1,97 persen, dengan proporsi di perdesaan lebih tinggi daripada di perkotaan. (Sumber: Kementerian Kesehatan, Riskesdas 2013).

Terkait dengan informasi mengenai aborsi, pada laporan Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2012 ditemukan bahwa persentase remaja yang mengetahui ada orang yang melakukan praktek aborsi cenderung meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2007. Di sisi lain, dukungan terhadap praktek aborsi pun turut meningkat. Dalam studinya terhadap remaja di Indonesia, ditemukan 12,5% remaja yang tidak memiliki pemahaman tentang kespro yang menyetujui praktek aborsi. Sementara itu proporsi remaja yang memiliki pemahaman kespro yang setuju praktek cenderung lebih kecil, yaitu 9%. Analisis inferensial menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pemahaman mengenai kespro memiliki sifat permisif terhadap aborsi 0,8 kali lebih rendah daripada remaja yang tidak memiliki pemahaman mengenai kespro (LDfebui.org 2017)

Ironisnya, keadaan ini justru diterima masyarakat begitu saja. Banyak orang tua yang tidak cemas anaknya berpacaran, clubbing, bahkan tidak resah jika anaknya hamil diluar nikah. Padahal akibat kehamilan diluar nikah si anak terancam putus sekolah, kehilangan masa depan, menanggung aib, dan terancam kesehatannya jika kemudian memutuskan untuk mengaborsi kandungan mereka. jika kalangan yang kontra dengan pernikahan dini mengaku konsen dengan kesehatan dan pendidikan juga kesejahteraan para remaja, mengapa masalah seperti kenakalan remaja, aborsi jarang kita dengar dibahas untuk menegur orang tua yang permisif?

lebih tragis lagi rancangan undang-undang anti pornografi dan pornoaksi ditolak mayoritas anggota DPR dan sejumlah LSM. Meski sudah jelas pornografi kerap memicu perilaku seks bebas dikalangan anak muda, beberapa kasus pelecehan seksual dan tindak pemerkosaan malah dilakukan anak dibawah umur. Tapi sebagian besar anggota DPR menentang pengesahan RUU APP yang kini berubah menjadi undang-undang pornografi.

Saat ini remaja kita diserbu aneka informasi pergaulan mulai dari cara berpakaian up to date yang nyaris bertelanjang, cara pacaran, termasuk cara dan arti berciuman dsb. Remaja kita juga sudah diperkenalkan pada penggunaan alat kontrasepsi, ketimbang diberi pemahaman pentingnya menjaga pergaulan yang benar dan sehat, serta bagaimana caranya menjaga virginitas hingga pernikahan.

Wajar jika kalangan muslim yang peduli dengan syariat dan nasib umat mencurigai pencekalan nikah dini itu mengandung hidden agenda. Mulai dari isu mengokohkan arus budaya sekuler liberal hingga menghambat laju populasi umat muslim di negeri ini. Apalagi seiring dengan isu larangan pernikahan dini, bergulir juga RUU kesehatan reproduksi yang isinya dinilai banyak kalangan muslim kental  dengan  muatan liberal, semisal hak pengguguran kandungan dan hak penggunaan alat reproduksi yang bisa melegalkan perzinahan dan penyimpangan orientasi seksual seperti homoseks dan lesbian.

Padahal di negeri asalnya, Eropa dan Amerika, sekularisme dan liberalisme sudah menuai buah pahit sebagai dampaknya. Di AS, setiap hari lahir 3700 bayi diluar pernikahan, seperempat remaja putri berumur 15 tahun sudah berzina, setiap 30 detik terjadi kehamilan remaja diluar nikah, dan setiap 15 detik satu remaja Amerika serikat terinfeksi penyakit kelamin. (Sumber: book sex before married)

Jika pernikahan dini ditentang, bukankah semestinya pemerintah dan masyarakat juga bersikap ketat dalam aturan sosial dan memberangus budaya permisivisme? bukan malah mempersulit pernikahan bagi kalangan muda dan pura-pura tidak tahu dampak pornografi dan pornoaksi. Bukankah lebih baik jika mengamankan pergaulan anak anak muda kita atau justru mendorong mereka untuk menikah? perlu digarisbawahi hukum pernikahan anak dibawah umur yang statusnya boleh bukan berarti wajib.

Berikut pula alasan bahwa pernikahan dini mengancam kesehatan wanita sebagai pemicu kanker serviks perlu diteliti lebih jauh. Kanker ini hampir semuanya 99% disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Akan tetapi terjadinya infeksi pada kaum wanita diakibatkan pernikahan dini masih sebatas hipotesa (dugaan). Penyebab yang sudah jelas penyakit ini dominan disebabkan hubungan seks yang bergonta-ganti. jika memang ada pernikahan dini sebagai penyebab kanker leher rahim, semestinya menyertakan asal negara tempat sampel itu diambil. Jangan-jangan itu terjadi di negara atau daerah yang masyarakatnya sudah terbiasa melakukan seks bebas dan bergonta-ganti pasangan. Sebagai contoh kasus penyebaran HIV/AIDS lebih tinggi di daerah dan negeri yang sistem sosialnya bebas, banyak kawasan hiburan dan pelacuran dibandingkan kawasan dengan sistem sosial yang lebih ketat apalagi islami. Negara sub-sahara seperti Zimbabwe yang warganya terbiasa melakukan seks bebas menempati posisi puncak penyebaran HIV AIDS di dunia dengan jumlah 22 juta jiwa, lalu diikuti kawasan Asia Selatan dan tenggara yang mencapai 4,2 juta, jiwa Eropa dan Asia mencapai 1,5 juta jiwa, sedangkan kawasan timur tengah dan Afrika Utara yang masih kental budaya Islamnya hanya mencapai 380ribu orang pengidap HIV/AIDS. (AIDS Epidemic Update)

Di tanah air, kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua, DKI Jakarta, Riau, Bali, dan Jawa timur. Kawasan yang memang sarat dengan pergaulan bebas dan subur lokalisasi. keberadaan tempat hiburan malam ditengarai menjadi faktor penyebab tingginya penderita HIV/AIDS di wilayah tersebut. Artinya, hipotesa bahwa pernikahan dini adalah salah satu faktor pemicu kanker leher rahim patut dipertanyakan. Jika itu terjadi di kawasan sekuler liberal maka wajar karena remajanya sudah terbiasa dengan aktivitas seks sebelum menikah.

 

Islam Membawa Kebaikan

Seorang muslim semestinya meyakini bahwa tidak ada secuilpun aturan Islam yang menyusahkan manusia. Tidak ada sepotong ayat pun dalam Alquran yang tidak dapat diterima manusia. Jika ada manusia yang tidak mau menerima ayat-ayat Alquran dan syariat Islam, bisa dipastikan dalam hatinya terdapat penyakit dan keragu-raguan terhadap agamanya sendiri sebab aturan dalam Islam memberikan kemudahan.

Perintah menikah bertujuan menjaga kesucian umat manusia dan mendapatkan keturunan yang jelas nasabnya. Sementara berzina adalah perbuatan keji, merusak rumah tangga dan tatanan sosial, serta melahirkan anak-anak yang tidak jelas nasabnya. Bukan sekali dua kali kita mendengar dan membaca kasus bayi yang dibuang dan dibunuh orang tuanya karena hasil hubungan gelap. Dengan merebaknya perzinaan besar kemungkinan terjadi pernikahan senasab. Sebab itulah Allah memudahkan aturan pernikahan bagi setiap insan. Tidak ada syarat yang mustahil untuk diwujudkan, dan semuanya pun bernilai ibadah.

Akan tetapi manusialah yang justru senang mempersulit diri sendiri. Membuat aturan berdasarkan selera dan hawa nafsu. Memudahkan orang melampiaskan syahwat dengan cara laknat, tapi mempersulit kesempatan beribadah lewat pernikahan. Jika mentalitas yang menjadi persoalan bagi pernikahan dini, jawabannya bukanlah dengan menutup pintu pernikahan dini, tapi memperbaiki kualitas pendidikan mereka. Menjadikan para remaja dewasa tepat pada saat mereka memasuki fase pubertas. Sehingga tumbuh sebagai generasi yang siap memikul tanggung jawab pribadi, keluarga dan umat.

Akan tetapi bila konsep pendidikan kaum muda tetap seperti saat ini, maka sampai usia berapa pun mereka tidak akan pernah dewasa. Jangankan menikah di usia muda, di usia paruh baya pun tetap akan bermasalah. Karena dewasa itu tidak ditentukan oleh usia seseorang namun oleh pola sikap dan pola pikirnya.

Dan kegagalan menciptakan anak muda yang bermental dewasa sebenarnya dimulai dari dalam gagalnya pendidikan dalam keluarga. Banyak orang tua muslim yang hanya berperan sebagai pabrik anak, bukan membina anak. Anak-anak muslim dilahirkan ke dunia tanpa dipersiapkan lebih dulu konsep kehidupan yang shahih. Dibiarkan tumbuh seperti sebatang kayu yang mengalir di air sungai yang deras. Padahal orangtualah yang bertanggung jawab memoles kepribadian anak mereka sendiri.

Sedangkan dunia pendidikan formal hanya mengedepankan aspek akademik, ketimbang pembentukan karakter. Para pelajar dinyatakan baik bila memenuhi standar akademik seperti nilai rapor, hasil ujian atau IPK, tapi minim pembentukan kepribadian Islam.

Meskipun telah cukup umur, para pemuda kita pun masih dihadang hambatan lain yang menyulitkan pernikahan, yakni soal nafkah. Sistem perekonomian saat ini yang demikian materialistik membuat banyak orang tua khawatir melepas anaknya untuk menikah di usia muda. Khawatir tidak sejahtera dalam rumah tangga, apalagi dalam sistem kapitalisme sekarang ini, negara juga berlepas tangan dari pemenuhan kebutuhan hidup rakyatnya. Umat seperti lupa bahwa agama ini telah mengajarkan jika Allah adalah maha pemberi Rizki. Allah juga menjanjikan siapa saja yang menikah dalam rangka melaksanakan syariatNya dan menjaga kehormatan diri maka akan dicukupkan Rizkinya. (Sesuai dalam FirmanNya QS. an-Nur: 32)

Sudah saatnya kaum muslimin disadarkan bahwa sistem sosial yang mereka pergunakan hari ini telah menyebabkan aneka malapetaka termasuk bagi anak dan cucu mereka kelak. Patut diingatkan kepada mereka bahwa sebenarnya umat telah punya sistem sosial yang jauh lebih baik dan terbukti menyelamatkan umat manusia sejak belasan abad. Wallahu a'lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Selasa, 28 Jan 2020 06:56

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

Selasa, 28 Jan 2020 05:59

Senjata Makan Tuan China

Senjata Makan Tuan China

Senin, 27 Jan 2020 23:40

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Senin, 27 Jan 2020 23:25

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

Senin, 27 Jan 2020 22:55

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Senin, 27 Jan 2020 22:48

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Senin, 27 Jan 2020 22:44

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

Senin, 27 Jan 2020 22:40

Pemimpin Islamic State Ancam Jadikan Israel Target Utama Dalam Gelombang Serangan Baru

Pemimpin Islamic State Ancam Jadikan Israel Target Utama Dalam Gelombang Serangan Baru

Senin, 27 Jan 2020 22:26

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Senin, 27 Jan 2020 22:05

Doa Berlindung dari Wabah Penyakit Mematikan

Doa Berlindung dari Wabah Penyakit Mematikan

Senin, 27 Jan 2020 21:11

Akhirnya Jhony Indo Dimakamkan Secara Islam dan Tanpa Peti

Akhirnya Jhony Indo Dimakamkan Secara Islam dan Tanpa Peti

Senin, 27 Jan 2020 20:02

ADI Aceh Gelar Pelatihan Kepemimpinan

ADI Aceh Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Senin, 27 Jan 2020 19:52

Antisipasi Virus Corona, Penerbangan dari dan ke China Diminta Ditutup Sementara

Antisipasi Virus Corona, Penerbangan dari dan ke China Diminta Ditutup Sementara

Senin, 27 Jan 2020 18:41

Cawagub DKI Alot, Kenapa?

Cawagub DKI Alot, Kenapa?

Senin, 27 Jan 2020 17:00

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Mematikan Cina Melonjak Jadi 80 Orang, Lebih 2700 Terkonfirmasi

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Mematikan Cina Melonjak Jadi 80 Orang, Lebih 2700 Terkonfirmasi

Senin, 27 Jan 2020 11:19

Tanggapi Mahfud MD, Ustaz Tengku: Yang Haram Itu Sistem Pemerintahan Firaun dan Namrud

Tanggapi Mahfud MD, Ustaz Tengku: Yang Haram Itu Sistem Pemerintahan Firaun dan Namrud

Senin, 27 Jan 2020 10:06

Israel Resmi Izinkan Warganya Kunjungi Arab Saudi untuk Berbisnis Dan Haji

Israel Resmi Izinkan Warganya Kunjungi Arab Saudi untuk Berbisnis Dan Haji

Senin, 27 Jan 2020 09:57

Jubir FPI: Jika Akhir Hayat Johny Indo Muslim, Jenazahnya Wajib Diurus Secara Islam

Jubir FPI: Jika Akhir Hayat Johny Indo Muslim, Jenazahnya Wajib Diurus Secara Islam

Senin, 27 Jan 2020 08:29

Anak dan Istri Kedua Johny Indo: Papa Ingin Dikubur Secara Islam

Anak dan Istri Kedua Johny Indo: Papa Ingin Dikubur Secara Islam

Senin, 27 Jan 2020 08:01


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X