Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.560 views

NKRI Hilang, Asing pun Senang

 

oleh: Ade Noer Syahfitri  

"Selama 57 tahun kami telah memperjuangkan hak kami untuk menentukan nasib sendiri, hak kami untuk menentukan nasib kami sendiri," ujar Benny

Sejak 19 Agustus 2019 beberapa kota di provinsi Papua dan Papua Barat, Indonesia, melakukan aksi protes yang sebagian diikuti  kerusuhan. Aksi unjuk rasa tersebut merupakan respon rakyat Papua atas  penangkapan sejumlah mahasiswa asal Papua oleh aparat kepolisian dan tentara di beberapa tempat di Jawa Timur pada tanggal 17 Agustus 2019.

Ucapan rasis yang dilontarkan kepada rakyat Papua terus menjadi semburan api yang berkepanjangan hingga akhirnya tuntutan untuk memisahkan diri dari Indonesia pun diserukan. Sebelumnya kita ketahui bagaimana puluhan  mahasiswa Papua dengan berani mengibarkan Bendera Bintang Kejora di depan Istana. Dengan suara lantang mereka terus gaungkan tentang referendum Papua. Sebagaimana yang dilakukan  oleh Benny Wenda Ketua Gerakan United Liberation Movement For West Papua yang  mendesak Presiden Joko Widodo dan Menteri Politik, Hukum, Keamanan Wiranto mengadakan referendum untuk Papua Barat. Sikap itu dianggap sebagai upaya meredakan konflik yang saat ini tengah berlangsung.(http://nasional.tempo.co)

Papua membara meminta merdeka dari Indonesia adalah bukan yang pertama dan entah kapan berakhir padam selamanya. Pembangunan infrastruktur yang dibanggakan pemerintah nampaknya sama sekali tidak berpengaruh atau bahkan salah sasaran. Gelontoran uang dalam otonomi khusus yang diberikan pun tidak berhasil membuat perubahan ekonomi dan kesejahteraan pada rakyat Papua.

Melihat Lebih Jauh Tuntutan Referendum di Papua

"Timor Leste sudah mencontohkan kepada kita bahwa merdeka tidak menjamin kesejahteraan seperti yang dibayangkan sebelumnya," kata Markus Koordinator Aksi Pergerakan Mahasiswa Pemersatu Bangsa (jpnn.com)

Apa yang terjadi di Papua hari ini seolah membangkitkan kembali ingatan kita tentang wilayah yang dulu  pernah menjadi bagian dari Indonesia,  yakni  Timor-Timur. Setelah bersama 22 tahun Timor-Timur menjadi bagian dari NKRI melalui UU Nomor 7 Tahun 1976, tertanggal 17 Juli 1976. Status hukumnya juga diperkuat melalui Ketetapan MPR No VI/MPR/1978, namun masyarakat internasional tetap tidak mengakui Timor-Timur sebagai bagian dari NKRI.

Hingga akhirnya PBB pun campur tangan dalam hal ini, bersama tokoh kemerdekaan Timor-Timur menawarkan referendum sebagai solusinya. Di sisi lain Indonesia masih konsisten mempertahankan Timor-Timur dan menawarkan otonomi khusus yang diperluas. Namun nampaknya tawaran Indonesia tentang otonomi khusus tetap tidak membendung teriakan-teriakan menagih referendum. Hingga akhirnya Timor-Timur pun lepas pada tahun 1999 melalui jalan referendum yang sekarang dikenal dengan nama Timor Leste.

Sayangnya setelah 20 tahun referendum tak menjadikan kondisi Timor Leste menjadi lebih baik, masih banyak warga Timor Lesteyang tinggal di camp-camp pengungsian dengan nasib tidak jelas. Dari sisi ekonomi Timor Leste dikelompokkan sebagai ekonomi berpendapatan rendah oleh Bank Dunia. Tak hanya itu  Timor Leste menempati peringkat ke-158 dalam Indeks Pembangunan Manusia, peringkat rendah dalam indeks tersebut, 20% penduduknya pengangguran, dan 52,9% penduduknya hidup kurang dari US$1,25 per hari, sekitar separuh penduduk Timor Leste buta huruf. (http://www.wikipedia.com)

Selain itu fakta yang tidak bisa dinafikan lagi bahwa tatkala Timor Leste memisahkan diri menjadi negara mandiri justru menjadi sasaran empuk bagi barat untuk menggerogoti kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Timor Leste.  Maka mungkin apa yang terjadi di Papua lebih dari persoalan rasial ataupun sekedar keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan, yakni adanya kepentingan asing untuk menguasai bumi Papua.

Sistem Demokrasi yang diberikan barat kepada Indonesia bagai bom waktu yang siap meledak kapan saja. Referendum dan isu HAM yang menjadi bagian dari demokrasi itu sendiri adalah mantra sihir yang siap memecah suatu negeri. Bayangkan jika setiap wilayah di Indonesia menuntut hak untuk menentukan nasib sendiri, menuntut untuk merdeka, maka bisa jadi jajaran pulau-pulau yang dibanggakan akan berdiri menjadi negara-negara kecil yang lemah dan tak berdaya, sehingga mempermudah barat untuk mengekploitasi sumber daya alam Indonesia.

Hanya Islam yang Serius Menjaga Persatuan

“Akarnya adalah pada rapuhnya integrasi itu sendiri. Ini menunjukkan semua faktor yang selama ini dianggap cukup ampuh untuk mengintegrasikan wilayah Papua ke dalam Indonesia seperti peningkatan kesejahteraan, pemberian otonomi khusus, hingga pendekatan keamanan, termasuk soal nasionalisme ternyata tidaklah cukup memuaskan warga Papua” Ismail Yusanto Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (Media Umat Edisi 249)

Apa yang terjadi di Papua tidak menutup kemungkinan akan menjalar ke berbagai wilayah lainnya, selama ketidakadilan dan ketimpangan sosial antar wilayah masih dilakukan oleh penguasa negeri. Memberlakukan sistem kehidupan yang rusak yakni demokrasi kapitalisme adalah upaya mengubur NKRI itu sendiri. Kita sadari bahwa tidak ada satu pun ikatan yang mempersatukan kita saat ini, Bhinneka tunggal ika yang menjadi semboyan bangsa masih terkalahkan oleh nafsu pengkhianat bangsa. Mereka adalah orang-orang yang konsisten untuk menyebarkan paham kapitalis radikal, sekuler radikal, liberalisme sehingga menjadikan bangsa ini begitu mudah didikte oleh asing penjajah berwajah manis.

Saat ini umat membutuhkan sebuah ikatan yang mengakar dan tertancap kuat, yakni Islam. Bukan hanya umat Islam yang membutuhkan ikatan ini melainkan seluruh umat. Karena hanya Islamlah satu-satunya yang serius dan berdiri tegak menentang segala bentuk ketidakadilan dan menghapus segala bentuk perbedaan. Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, satu-satunya pemersatu seluruh umat yang telah terbukti selama 13 abad lamanya baik sebagai pemersatu seluruh warganya yang muslim ataupun nonmuslim, warna kulit, ras, suku bangsa,  dan segala latar belakang mereka. sebagaimana firman Allah dalam surat Al-anbiya’ ayat 107:

Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (bagi jin dan manusia denganmu-risalah Islam yang dibawa Nabi Muhamad. (Al-anbiya [21]: 107).

Tidak hanya itu integrasi hanya akan kokoh dalam Islam, sebab dalam Islam menjaga keutuhan wilayah adalah suatu kewajiban, maka memisahkan diri haram hukumnya. Hal ini didasarkan pada hadis: Dari Junadah bin Abi Umayyah ia berkata: aku pernah datang kepada Ubadah bin Shamit ketika ia sedang sakit. Aku berkata: “semoga Allah memperbaiki keadaanmu, sampaikan kepadaku hadis yang membuat Allah memberi manfaat kepadamu”. Ubadah berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

 “Suatu ketika Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil kami, lalu kami mengucapkan baiat (janji setia) kepada beliau untuk menjalankan segala sesuatu yang diwajibkan, kami berbaiat kepada beliau untuk selalu mendengar dan taat, baik suka ataupun tidak suka, baik sulit ataupun mudah dan tidak mencabut ketaatan dari orang yang wajib untuk ditaati, kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata yang bisa kalian pertanggungjawabkan buktinya di hadapan Allah” (HR. Al-Bukhari).

Berpikir dan Bergerak untuk Negeri

Sudah banyak solusi yang kita coba untuk mengobati negeri ini namun hasilnya justru menyayat hati. Tidak lelahkah kita tertipu dengan solusi sistem kehidupan saat ini? atau apakah akal kita sudah tertutup oleh doktrin-doktrin penjajah negeri? Satu solusi yang sudah terbukti selama 13 abad, satu solusi yang senantiasa ditawarkan setulus hati oleh orang-orang yang peduli dengan negeri , namun sayangnya dan hingga kini tidak pernah diterapkan justru dimonsterisasi.

Sudahilah kebodohan diri yang acapkali mudah dibohongi oleh sihir para pembenci. Ambillah langkah dengan berani, bergerak selamatkan negeri. Negeri ini tidak butuh teori para kafir haluan kanan ataupun kiri, tapi butuh Islam sebagai satu-satunya solusi hakiki. Wallahu’alam bi shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Kamis, 23 Sep 2021 19:37

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

Kamis, 23 Sep 2021 19:30

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59


MUI

Must Read!
X

Rabu, 22/09/2021 21:56

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini