Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.513 views

Mampukah Demokrasi Menjawab Aspirasi Mahasiswa?

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Mahasiswa sudah turun untuk mengoreksi penguasa, anak STM pun 'turun tangan' mendukung kakak-kakak mereka. Semua dalam rangka menggugat beberapa rancangan undang-undang yang sudah dan akan disahkan oleh DPR. Di antara rancangan undang-undang yang digugat, RUU Pertanahan, RUU Tenaga Kerja, RKUHP, dan sejumlah RUU lainnya, RKUHP dan revisi Undang-undang KPK yang menjadi gugatan utama.

Khusus untuk revisi Undang-undang KPK, mahasiswa menuntut presiden mengeluarkan Perppu untuk membatalkannya. Aksi gabungan yang dilakukan tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di kota kecil di seluruh Indonesia, menunjukkan bahwa rakyat sudah tidak bisa mendiamkan semua kezaliman yang menimpa mereka. Dan sekarang hanya menunggu, mampukah demokrasi menjawab semua tuntutan itu?

Aspirasi dalam Demokrasi

Aksi belum selesai, pemerintah melalui Menristekdikti sudah menunjukkan antipatinya menerima koreksi dari mahasiswa dengan mengancam rektor dan dosen yang mengarahkan mahasiswanya melakukan aksi dengan sanksi keras. Padahal banyak pihak yang gembira dengan 'keluarnya' mahasiswa dari kampus untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Antipati terhadap kritik juga ditunjukkan oleh aparat keamanan dengan memberi nama aksi sebagai tindakan anarkis. Senada seirama dengan itu, menkopolhukam menganggap bahwa aksi tidak perlu dilakukan dan menyarankan agar mahasiswa cukup menggelar forum diskusi dan dialog untuk memberi masukan kepada pemerintah.

Tidak cukup melarang mahasiswa menyuarakan aspirasinya, stigma negatif dan tuduhan disematkan untuk aksi mahasiswa kali ini. Dari tuduhan ditunggangi, perusuh, melawan konstitusi karena mosi tidak percaya kepada pemerintah, hingga tuduhan bahwa mereka akan menduduki gedung DPR untuk menggagalkan pelantikan DPR. Tindakan tidak akomodatif terhadap aspirasi juga dilakukan dengan menangkap 200 orang peserta aksi yang dianggap melakukan kerusuhan.

Tertutupnya telinga penguasa terlihat dari 'kengototannya' sedari awal aksi dilakukan. Salah satunya adalah dengan pernyataan presiden yang tidak akan mengeluarkan Perppu. Walaupun di akhirnya, pada pertemuan dengan tokoh bangsa di tanggal 26 September 2019, presiden sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan perppu, akan mempertimbangkan mengeluarkan perppu. Itupun hanya sebagai opsi,selain legislasi review dan yudisial review untuk membatalkan revisi undang-undang KPK.

Tertutupnya celah mendengarkan aspirasi rakyat oleh penguasa dalam sistem demokrasi adalah suatu hal yang biasa. Bila diberi kritik dan masukan, maka penguasa akan berdalih bahwa mereka melakukan itu atas amanat rakyat. Di atas segalanya, mereka berpegang teguh sudah mewakili rakyat, karena telah dipilih oleh rakyat.

Robert Michels (1959) menamakannya sebagai kedaulatan penerima mandat atas pemberi mandat, dan inilah kondisi politik oligarki. Dan ini terjadi bukan karena malpraktik demokrasi, tetapi pasti akan terjadi dalam perjalanan sistem politik demokrasi. Seperti apa yang dinyatakan oleh Adam Przeworski dalam bukunya, Sustainable Democracy (1999) bahwa demokrasi yang sempurna sekalipun secara prosedural tetap menyisakan oligarki; kuasa si kaya atas si miskin.

Aspirasi rakyat hanya laku ketika rakyat memberi suara di pemilu, yaitu pesta demokrasi yang sudah berlalu. Bila demokrasi yang berjargon suara rakyat suara tuhan, tak mampu menyerap aspirasi rakyat, kepada sistem politik apa rakyat berharap?

Kemuliaan Aspirasi dalam Islam

Selama ini, kita berpikir bahwa hanya demokrasi yang menghormati aspirasi rakyat, sementara sistem politik lainnya otoriter, mengabaikan suara rakyat. Padahal dalam sistem politik Islam pengaturan menyampaikan aspirasi kepada penguasa telah jelas bahkan telah dicontohkan sejak Rasulullah Muhammad SAW menjadi kepala negara dan dilanjutkan oleh para khalifah sesudah beliau.

Dalam sistem politik Islam, kepala negara hanya menerapkan syariat Islam yang digali dari Al Qur'an dan hadits Rasulullah SAW. Maka, masyarakat pada saat itu akan memberi masukan untuk hal-hal yang tidak tercakup dalam wahyu Allah SWT, misalnya dalam masalah teknologi dan siasat. Tidaklah mengherankan Rasulullah SAW menerima masukan dari seorang sahabat untuk memusatkan pasukan di sekitar sumber air pada saat perang Badar, karena hal seperti ini termasuk dalam siasat.

Bila seorang Khalifah salah dalam menerapkan syariat, mekanismenya cukup mudah. Dikisahkan, Khalifah Umar bin Khattab menetapkan jumlah mahar bagi calon mempelai perempuan. Pada saat itu, seorang Shahabiyah 'Khaulah binti Tsa'labah menemui Umar secara langsung dan menasehatinya untuk mengubah kebijakannya yang salah. Karena hak mahar ada pada perempuan, dan itu adalah ketetapan dari Allah SWT yang diharamkan manusia mengubahnya, meskipun seorang Khalifah.

Bilapun tercatat dalam sejarah ada beberapa Khalifah yang represif kepada para penasehat, semua itu menunjukkan kesalahan dalam penerapan syariat Islam. Karena dalam sistem politik Islam, menyuarakan aspirasi tetaplah suatu hal yang mulia. Para pengoreksi penguasa adalah orang yang beramar ma'ruf nahi munkar di hadapan penguasa, bila dia berdiri di hadapan penguasa kemudian terbunuh, Allah SWT memberi predikat dan pahala yang sama dengan para pemimpin syuhada', Hamzah Radhiyallahu anhu. Selain itu dalam al Quran surat Al Imran ayat 104, Allah SWT memberi predikat bagi kelompok yang beramar ma'ruf nahi munkar, salah satunya kepada penguasa, sebagai kelompok yang menang. Semua itu menunjukkan kemuliaan ajaran Islam, diturunkan oleh Allah SWT untuk kemuliaan hidup manusia. Wallahu A'lam bi Ash-showab. (rf/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Jum'at, 23 Jul 2021 22:29

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Jum'at, 23 Jul 2021 22:00

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Jum'at, 23 Jul 2021 21:19

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Jum'at, 23 Jul 2021 21:00

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Jum'at, 23 Jul 2021 20:20

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jum'at, 23 Jul 2021 20:14

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Jum'at, 23 Jul 2021 19:35

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Jum'at, 23 Jul 2021 15:00

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Jum'at, 23 Jul 2021 11:14

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Jum'at, 23 Jul 2021 10:54

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Jum'at, 23 Jul 2021 09:25

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Jum'at, 23 Jul 2021 08:22

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Jum'at, 23 Jul 2021 08:14

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

Kamis, 22 Jul 2021 22:06

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

Kamis, 22 Jul 2021 21:45

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Kamis, 22 Jul 2021 20:25

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Kamis, 22 Jul 2021 19:01

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Kamis, 22 Jul 2021 18:15

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Kamis, 22 Jul 2021 16:56

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Kamis, 22 Jul 2021 16:27


MUI

Must Read!
X