Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.795 views

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

 

Oleh:

KH Eeng Nurhaeni

Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Bayan, Lebak, Banten

 

BELAKANGAN muncul berbagai pertanyaan (khususnya dari generasi milenial) yang menyoal perbedaan antara pesantren tradisional dan modern. Kita seringkali menyebut istilah tradisional dengan 'salafi' sementara yang modern disebut 'khalafi'. Di wilayah Jakarta dan Banten Utara, pesantren salafi disebut 'pesantren rombeng'. Hal tersebut identik dengan julukan yang diberikan Kolonial Belanda, sebagaimana mereka menyebut mushala dengan sebutan 'langgar', artinya tempat pelanggaran.

Sesuai perkembangan dakwah Islam yang semakin membuka diri, sebutan langgar atau pesantren rombeng semakin terkikis. Dalam hal ini, 'bahasa ibu' harus mengalah demi untuk mencari padanan yang lebih manusiawi dan masuk akal. Karena bagaimanapun, persoalan bahasa adalah soal kesepakatan umum, yang merupakan hak bagi para penuturnya.

Dakwah Islam akan terus menginovasi diri sesuai dengan kultur yang berjalan. Umat Islam tak boleh berhenti untuk terus mencari bentuk-bentuk baru dari sistem dakwah yang baik, dan pada hakikatnya identik dengan perintah agar manusia tak boleh berhenti untuk belajar. Demikian halnya Rasulullah pernah mempercayakan masadepan kepada umatnya bahwa, “Kalian lebih tahu tentang persoalan yang dihadapi di masa yang akan datang.” (Antum a'lamu bi'umuri dunyakum)

Fenomena pesantren modern pada dasarnya mengacu dari ajaran Islam sendiri bahwa perubahan yang terjadi harus dihadapi dengan mengoptimalkan kemampuan berpikir yang merupakan anugerah Allah. Meskipun dalam kenyataannya, tidak setiap kiai di pesantren salafi menyukai perubahan, untuk membesarkan lembaga pendidikan Islam dibutuhkan staf dan pembantu yang dapat menunjang sistem yang akan solid dalam mengelola lembaga pendidikan itu.

Setiap pemimpin pesantren, baik salafi maupun modern, harus mengakui adanya kelebihan dan potensi yang dimiliki oleh manusia lainnya. Tetapi, kecenderungan orang yang merasa ilmunya cukup, akan mengimbas pada pola pikir yang stagnan, beku dan jumud, yang ekses-eksesnya membawa manusia pada sifat ujub dan takabur. Karena itu, Bapak Pesantren Modern (Gontor) K.H. Imam Zarkasyi pernah menyatakan pendapatnya bahwa, “Pesantren Gontor tak boleh bergantung kepada siapapun, kecuali harus berpijak pada sistem.”

Pada zamannya, banyak kiai-kiai salafi yang belum memahami apa yang terkandung di balik kata-kata bersayap itu. Namun kemudian dijabarkan bahwa pesantren yang berpijak pada figur pemimpinnya, tidak menutup kemungkinan adanya pasang-surut di mana pemimpinnya adalah makhluk Allah yang tak luput dari kekurangan dan kekhilafan. Dengan menyitir pendapat tersebut, perlu diakui bahwa memang masih terdapat di kalangan pesantren salafi yang belum siap menghadapi kenyataan bahwa sistem akan lebih besar dari dirinya.

Meski demikian, perlu diakui bahwa akhir-akhir ini semakin banyak pesantren salafi yang mengadopsi sistem yang berlaku pada pesantren-pesantren modern, hingga dapat pula dikatakan sebagai “pesantren salafi yang modern”.

“Mungkinkah lembaga pendidikan dapat maju tanpa ditunjang oleh para staf dan pembantunya? Lebih ekstrim lagi, mengapa kita tidak mengakui adanya kelebihan yang dimiliki oleh makhluk Allah lainnya?” demikian pendapat K.H. Ahmad Rifai Arief, pendiri pesantren La Tansa, Lebak, Banten.

Lebih lanjut Kiai Rifai menandaskan, bahwa pesantren La Tansa sanggup dibangun dengan kerja dan kemauan keras, daripada sibuk mengharap uluran tangan dari pihak lain. Keikhlasan dan kepiawaian Kiai Rifai yang menularkan rasa percaya diriitulah yang membangkitkan para alumni Gontor maupun La Tansa bahwa kemauan keras dapat mengubah sesuatu yang mustahil menjadi mungkin untuk diwujudkan.

Apapun yang ditempuh oleh Kiai Rifai selaku cermin dan teladan, dapat pula dikatakan sebagai “transfer nilai-nilai kebaikan” yang merupakan substansi dari makna dakwah yang sebenarnya. Dengan itu maka jelaslah napak tilas dari ungkapan bersayap yang sering dikemukakan Kiai Syukri Zarkasyi (penerus Gontor) kepada para alumni Gontor bahwa nilai ijasah yang tertulis di atas kertas hanya merupakan kuantitas dari nilai-nilai sebenarnya, yakni seberapa besar penghargaan masyarakat terhadap dirimu?

Pada kenyataannya memang bukan sekadar popularitas yang menjadi tujuan utama, juga bukan kemauan untuk memperkaya-diri, tapi bagaimana nilai-nilai kebaikan itu dapat ditransfer melalui lembaga pendidikan Islam yang merupakan sarana utama untuk mendakwahkan kebenaran dan kebaikan itu.

Karena itu, pesantren harus dijadikan suatu lembaga pendidikan untuk kehidupan yang islami. Jangan mengutamakan popularitas, sebab belum tentu yang populer itu benar, dan tidak selamanya yang benar itu populer. Tapi sebagai manusia beradab dan berbudi luhur selayaknya kebenaran itu dikedepankan daripada sibuk mengejar popularitas dengan mengabaikan nilai-nilai kebenaran itu sendiri.

Adapun setelah manusia berkreasi dan bekerja keras, lantas ia tampil dan diakui oleh sejarah, hal itu merupakan keniscayaan dalam catatan sejarah yang merupakan hak bagi dirinya. Bukankah Allah Yang Maha Adil sudah menggarisbawahi bahwa sunnatullah akan dilimpahkan bagi siapapun yang berhak memperolehnya? Di sinilah umat Islam ditantang untuk bersaing dan berlomba dalam koridor nilai-nilai kebaikan. Subhanallah.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

Rabu, 15 Jul 2020 08:31

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Rabu, 15 Jul 2020 07:17

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Rabu, 15 Jul 2020 06:17

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Selasa, 14 Jul 2020 22:35

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Selasa, 14 Jul 2020 20:55

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 20:30

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Selasa, 14 Jul 2020 20:00

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 19:41

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Selasa, 14 Jul 2020 18:15

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Selasa, 14 Jul 2020 17:55

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Selasa, 14 Jul 2020 16:49

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

Selasa, 14 Jul 2020 15:59

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Selasa, 14 Jul 2020 11:51

Islam Apa?

Islam Apa?

Selasa, 14 Jul 2020 11:44

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

Selasa, 14 Jul 2020 10:41

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

Selasa, 14 Jul 2020 10:23

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Selasa, 14 Jul 2020 09:29

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Selasa, 14 Jul 2020 09:02

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Selasa, 14 Jul 2020 08:55

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Selasa, 14 Jul 2020 08:12


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X