Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.500 views

Hari Raya Idul Fitri dan Pandemi Covid-19

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

Baru saja bulan Ramadhan 1441 H meninggalkan kita. Setelah sebulan penuh di bulan ini, umat Islam berpuasa dan melakukan berbagai ibadah lainnya dengan semangat dan antusias, meskipun dalam suasana pandemi covid-19. Kini telah hadir bulan Syawal menghampiri kita sebagai penggantinya.

Di bulan ini, umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal setiap tahunnya. Hari raya ini dan idul Adha 10 Zulhijjah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sebagai hari raya umat Islam yang diharamkan berpuasa padanya.

Hari raya Idul Fitri merupakan hari kebahagiaan dan kegembiraan bagi umat Islam atas kemenangan dalam "jihad" melawan hawa nafsu selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Juga atas kesuksesan dalam ujian keimanan dan ketaatan di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, hari ini dirayakan oleh umat Islam dengan antusias dan gembira sepanjang tahun. Selain memperbanyak takbir dan melaksanakan ibadah shalai 'ied (hari raya), umat Islam juga melakukan berbagai kegiatan untuk menyambut dan memeriahkan hari raya Idul Fitri.

Namun, hari raya Idul Fitri tahun ini berbeda bagi umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia. Pasalnya, Idul Fitri kali ini dirayakan di tengah pandemi Covid-19 dengan segala aturan dan kebiasaan yang baru untuk menghambat penyebaran virus. Pandemi ini sungguh mengubah kehidupan sehari-hari, terutama interaksi sosial.

Pandemi Covid-19 membuat Hari Raya Idul Fitri tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak kebiasaan atau tradisi yang mengiringi perayaan Idul Fitri mesti berubah. Mulai dari larangan mudik atau pulang kampung, Salat Id di rumah, tak bisa silaturahmi, tak bisa takbir keliling (pawai takbiran) dan masih banyak hal yang berubah.

Pandemi yang bermula dari provinsi Wuhan di Cina sejak Desember 2019 ini telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia dalam waktu yang sangat singkat dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Banyak orang yang menjadi korban virus yang ganas dan mematikan ini. Ini bencana kemanusiaan yang mengerikan. Selain itu juga telah menghancurkan perekonomian semua negara termasuk Indonesia.

Hingga hari Ahad 24 Mei 2020, virus ini telah menjangkiti 5.324.933 orang dan menewaskan 342.341 orang di seluruh dunia. Adapun di Indonesia korban positif 22.271 orang dan meninggal 1.327 orang. Jumlah ini bisa bertambah setiap hari dengan signifikan. Virus ini mampu membunuh manusia hanya dalam waktu beberapa hari dan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat. Maka virus ini sangat berbahaya. Tidak bisa dianggap enteng dan remeh.

Mengingat bahaya virus covid-19, maka para ahli medis seluruh dunia menghimbau semua orang untuk menerapkan protokol covid-19 untuk mencegah dan memutuskan rantai penyebaran virus. Di antaranya, selalu mencuci tangan dengan sanitizer atau sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak, tidak bersalaman dan kontak fisik, dan sebagainya.

 

Takbir Secara Virtual

Sejak berakhirnya bulan Ramadhan dan masuknya bulan Syawal, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak takbir sebagai rasa syukur atas nikmat Allah swt yang telah memberikan kesempatan untuk beribadah di bulan Ramadhan. Allah Swt berfirman: "...Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (Al-Baqarah: 185)

Takbir hari raya Idul Fitri disunnahkan sejak terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan sampai waktu shalat i'ed esok paginya. Inilah waktu yang disunnahkan untuk bertakbir untuk bersyukur atas nikmat Allah. Takbir menunjukkan pengagungan dan rasa syukur kepada Allah Swt sesuai dengan perintah Alqur'an. Juga menandakan berakhirnya bulan Ramadhan dan masuknya bulan Syawal. Oleh karena itu, umat Iskam melakukan takbir di masjid-masjid dan surau-surau setelah shalat Maghrib, Isya dan Shubuh hingga shalat ied.

Pandemi telah menghalangi takbir di masjid setelah shalat fardhu tersebut. Shalat berjama'ah di masjid ditiadakan, maka takbir pun ditiadakan. Begitu pula pandemi telah menghalangi kegiatan memeriahkan hari raya seperti takbir keliling (pawai takbir) dan sebagainya. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang khas dilakukan pada lebaran pada setiap tahunnya di Indonesia.

Sudah menjadi tradisi di Indonesia, malam hari raya dimeriahkan dengan kegiatan takbir keliling (pawai takbir). Kegiatan ini diadakan oleh berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia. Kegiatan takbir berjama'ah ini dilakukan dalam rangka menyambut kedatangan hari raya Idul Fitri dan memeriahkannya.

Namun karena suasana pandemi ini, maka kegiatan ini ditiadakan sesuai dengan aturan PSPB dan phisycal distancing serta protokol covid-19 yang diberlakukan oleh pemerintah. Sebagai gantinya, takbir dilakukan di rumah dan secara virtual lewat televisi, teleconference, youtube, zoom, dan sebagainya.

 

Shalat I'ed di Rumah

Pada pagi tanggal 1 Syawal, umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan shalat 'ied. Shalat i'ed merupakan sunnah Nabi saw yang tidak pernah ditinggalkan dan syi'ar agama Islam. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bahkan wajib menurut sebahagian ulama. Shalat i'ed dilakukan secara berjama'ah di masjid atau di lapangan. Namun boleh juga dilakukan di rumah bersama keluarga sebagaimana dilakukan oleh sahabat Nabi saw. Terlebih lagi pada saat pandemi ini, maka shalat i'ed lebih baik dilakukan di rumah bersama keluarga atau sendirian. Adapun khutbah i'ed hukumnya sunnat.

Kebanyakan umat Islam di dunia, termasuk di Indonesia melaksanakan shalat 'ied di rumah dengan keluarganya sesuai dengan himbauan pemerintah dan para ulama masing-masing negara. Meskipun di Indonesia ada sebagian umat Islam melaksanakan shalat i'ed di masjid dan lapangan seperti biasanya, namun dengan mengikuti aturan protokol covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak dan tidak bersalaman atau kontak fisik dan sebagainya. Kondisi ini sangat berbeda dengan shalat i'ed tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi ini telah menghalangi shalat berjama'ah di masjid, termasuk shalat i'ed yang disunnahkan dilakukan di masjid atau lapangan. Menteri agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan beberapa panduan ibadah dalam bulan Ramadhan 1441H dan Hari Raya Idul Fitri. Di antaranya, menghimbau umat Islam untuk shalat ied di rumah. Begitu pula para ulama sedunia menghimbau agar umat Islam shalat 'ied di rumah.

Para ulama sedunia telah menfatwakan kebolehan shalat berjama'ah dan Jum'at di rumah. Shalat Jum'at diganti dengan shalat zhuhur. Mereka meminta umat Islam untuk shalat di rumah untuk sementara ini selama pandemi. Inilah fatwa sedunia di antaranya Dewan Ulama Senior Al-Azhar, Dewan Ulama Senior Arab Saudi, Persatuan Ulama Dunia, Persatuan Ulama Liga Arab dan lainnya. Fatwa ini diikuti oleh Majelis Ulama Indonesia, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam.

Fatwa ini muncul merespon persoalan ibadah di masjid pada saat pandemi. Alasannya, untuk mencegah dan memutuskan rantai penyebaran covid-19. Selain itu, untuk menyelamatkan jiwa manusia dan menghindari dari hal-hal yang membahayakannya. Fatwa ini berdasarkan Alqur'an, As-Sunnah, ijma' dan qiyas. Selain itu juga berdasarkan maqashid asy-syari'ah dan kaidah-kaidah Fiqh dan Ushul Fiqh.

Sama dengan shalat berjama'ah lima waktu dan Jum'at, para ulama menghimbau agar shalat tarawih dan i'ed dilakukan di rumah dalam masa pandemi ini. Alasan yang dikemukakan oleh para ulama sama seperti alasan dibolehkannya shalat lima waktu dan Jum'at di rumah selama pandemi ini.

Jika shalat lima waktu dan Jum'at yang hukumnya wajib dilakukan dengan berjama'ah di masjid atau tempat lainnya boleh ditiadakan dikarenakan khawatir penyakit sehingga dianggap uzur syar'i meninggalkan jama'ah di masjid dan kondisi darurat, maka terlebih lagi shalat sunnat yang dilakukan secara berjama'ah seperti shalat tarawih dan shalat i'ed. Maka, boleh hukumnya boleh shalat 'ied di rumah.

Shalat 'ied di rumah pernah dilakukan oleh para shalafush shalih di antaranya Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu sebagaimana diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari, Ibnu Syaibah, Abdurrazzaq, Al-Baihaqi dan dijadikan hujjah oleh imam Ahmad serta dikuatkan oleh para ulama ahli tahqiq kontempoter seperti syaikh ad-duwaisy dan lainnya.

 

Silaturrahmi Secara Virtual

Sudah menjadi tradis umat Islam di Indonesia menjelang hari raya balik ke kampung masing-masing untuk berkumpul dengan orang tua dan keluarganya. Tradisi ini biasa disebut mudik. Namun pada masa pandemi ini, mudik dilarang oleh pemerintah. Pemerintah menerapkan aturan PSPB dan sosial distancing untuk mencegah penyebaran virus.

Pada hari raya Idul Fitri, biasanya umat Islam melakukan kegiatan silaturrahmi mengunjungi dan berkumpul dengan keluarga, karib kerabat dan kenalannya. Namun, karena pandemi ini maka kegiatan ini ditiadakan, kecuali hanya sebatas keluarga saja.

Banyak orang yang memilih berhari raya di rumahnya sendiri dari pada mencari resiko dengan mengunjungi orang lain. Mereka lebih memilih bersabar tinggal di rumah dalam kondisi ini untuk mencegah dan memutuskan rantai penyebaran virus.

Meskipun demikian, umat Islam bisa saling bersilaturrahmi dengan keluarganya dan karib kerabatnya secara virtual sebagai ganti bertatap muka langsung. Begitu pula melakukan kegiatan dalam rangka memeriahkan kegiatan hari raya. Umat saling mengucapkan selamat hari raya dan bermaaf-maafan serta berkomunikasi melalui hand phone, laptop, teleconference dan media lainnya.

Inilah suasana hari raya Idul Fitri di masa pandemi covid-19. Meskipun pandemi ini tidak menyenangkan dan banyak memberikan kesulitan dalam melakukan aktivitas ibadah dan lainnya, namun sebenarnya pandemi juga memberikan hikmah dan pelajaran. Di antaranya, pandemi telah menyadarkan manusia bahwa ia makhluk yang lemah dan Allah swt Maha Pencipta dan Maha Berkuasa. Pandemi juga peringatan dari Allah atas maksiat manusia dan mendorong untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain itu, menyadarkan manusia akan tanggung jawab terhadap keluarganya.

Bagaimapun juga, kita wajib berikhtiar untuk mencegah covid-19, bersabar di rumah dan berdoa. Berikhtiar dengan mengikuti protokol covid-19 dan stay at home (tinggal di rumah). Selebihnya, bertawakkal dan berdoa kepada Allah Swt memohon perlindungan-Nya. Inilah ajaran ahlussunnah wal jama'ah. Semoga Allah swt melindungi umat Islam dari pandemi ini. Dan semoga pandemi ini segera berlalu dan meninggalkan kita. Amin..

*) Penulis adalah Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Ketua Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) Aceh, Anggota Ikatan Ulama & Da'i Asia Tenggara, dan Doktor Fiqh & Ushul Fiqh di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kamis, 01 Oct 2020 22:18

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 22:07

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Kamis, 01 Oct 2020 21:45

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Kamis, 01 Oct 2020 20:45

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Kamis, 01 Oct 2020 20:30

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Kamis, 01 Oct 2020 20:05

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Kamis, 01 Oct 2020 19:47

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X