Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.760 views

Pembicaraan Intra-Afghanistan: Musuh Bebuyutan Dengan Tujuan Yang Bertentangan

DOHA, QATAR (voa-islam.com) - Pembicaraan damai antara negosiator Taliban dan pemerintah Afghanistan tidak menawarkan jalan yang mudah untuk menjembatani perpecahan ideologis yang dalam dan menyelesaikan warisan pahit dari perang selama dua dekade.

Inilah masalah utamanya:

Kenapa sekarang?

Perang Afghanistan telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat jutaan orang mengungsi, menewaskan sekitar 2.400 tentara AS dan merugikan pembayar pajak Amerika lebih dari $ 1 triliun (-+Rp 15.000 trilyun).

Jengkel dengan apa yang dia gambarkan sebagai "perang gila dan tak berujung" Amerika, Presiden Donald Trump telah berulang kali menyatakan tekadnya untuk mencapai sebuah penarikan keluar militer penuh dari Afghanistan.

Pembicaraan damai "jelas didorong oleh keinginan AS untuk melepaskan diri dari Afghanistan", kata Kate Clark, wakil direktur Jaringan Analis Afghanistan.

"Tujuan utama AS adalah pergi, atau pergi tanpa meninggalkan kekacauan yang lebih besar."

Washington menandatangani kesepakatan dengan Taliban pada Februari yang membuka jalan bagi semua pasukan asing untuk menarik diri dari Afghanistan pada Mei 2021.

Sebagai gantinya, Taliban - yang menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan - memberikan jaminan keamanan dan janji untuk mengadakan pembicaraan dengan Kabul setelah menyelesaikan pertukaran tahanan yang lama.

Apa agendanya?

Kedua belah pihak terpisah dalam hal jenis Afghanistan apa yang mereka inginkan, dan pada tahap ini, tidak ada agenda tertentu.

"Taliban selalu jelas tentang apa yang mereka inginkan dan itu adalah pemerintahan Islam murni, yang tidak sesuai dengan tatanan politik demokratis liberal saat ini," kata Nishank Motwani, wakil direktur di Unit Penelitian dan Evaluasi Afghanistan.

Taliban menyatakan "kemenangan" setelah menandatangani kesepakatan dengan AS dan sering menyatakan tujuan maksimal: mereka menganggap diri mereka sebagai pemimpin sah Afghanistan dan ingin kembali berkuasa.

"Para pemimpin, jajaran dan barisan Taliban pada dasarnya percaya bahwa kemenangan adalah milik mereka dan sebagai pemenang, mereka tidak akan mengklaim kekurangan kekuasaan," kata Motwani.

Namun, dalam opini New York Times yang diterbitkan pada bulan Februari, wakil pemimpin Taliban Sirajuddin Haqqani menyatakan optimisme atas "pembicaraan intra-Afghanistan".

Beberapa pengamat menyarankan para jihadis dapat menawarkan untuk merundingkan kesepakatan pembagian kekuasaan.

"Jika kita bisa mencapai kesepakatan dengan musuh asing, kita harus bisa menyelesaikan perselisihan antar-Afghanistan melalui pembicaraan," tulis Haqqani.

Para juru runding Kabul ingin Taliban mengakui pemerintah, yang oleh jihadis dilihat sebagai "boneka" AS.

Mereka juga ingin Taliban menyetujui gencatan senjata, mengakui hak-hak perempuan, dan mengakui pencapaian lain dalam dua dekade terakhir.

Semua itu angan-angan, kata Motwani.

Akankah pembicaraan berhasil?

Didorong oleh kesepakatan mereka dengan Washington, Taliban diharapkan tidak menawarkan konsesi dalam pembicaraan yang diharapkan menjadi pembicaraan yang panjang.

Tetapi mereka menghadapi pertanyaan sulit seperti apakah akan mengumumkan gencatan senjata dan menyetujui tatanan politik yang pluralistik.

Sementara kesepakatan atas masalah-masalah utama dapat meningkatkan prospek perdamaian jangka panjang, gangguan bisa membawa negara itu ke dalam perang saudara baru.

Masih harus dilihat apakah Taliban menyetujui pembicaraan hanya untuk meminimalkan kehadiran musuh utama mereka, Amerika, kata Clark.

Sedangkan untuk Kabul, mereka hanya menunda (keseluruhan proses). Mereka lebih suka pasukan AS tetap tinggal, ”tambahnya.

"Pihak-pihak yang berkonflik harus memiliki tujuan yang sama, yaitu perdamaian ... Saya khawatir kali ini tidak benar-benar terjadi." (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Ahad, 07 Mar 2021 14:08

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Sabtu, 06 Mar 2021 21:05

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Sabtu, 06 Mar 2021 20:00

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Sabtu, 06 Mar 2021 19:19

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Sabtu, 06 Mar 2021 13:15

Kajian Ilmu FUUI:

Kajian Ilmu FUUI: "Mengharamkan yang Dihalalkan dan Menghalalkan yang Diharamkan oleh Allah SWT"

Sabtu, 06 Mar 2021 09:50

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Sabtu, 06 Mar 2021 09:30

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Jum'at, 05 Mar 2021 18:43

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Jum'at, 05 Mar 2021 16:05

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 15:59

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Jum'at, 05 Mar 2021 15:52

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Jum'at, 05 Mar 2021 15:35

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Jum'at, 05 Mar 2021 02:28

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08


MUI

Must Read!
X