Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.531 views

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Pembahasan buku di kelas 'One Week One Book' dengan master buku Yudha Pedyanto, kali ini suasananya berbeda. Benar, menghadapi sesuatu yang baru akan menghadirkan pemahaman yang kita miliki untuk menyikapinya. Untuk ulasan buku "The Subtle Art of Not Giving a F*ck" yang diterjemahkan menjadi "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoh Amat" karya Mark Manson, para penghuni kelas diajak untuk kembali memandang hidup dengan kacamata yang jernih. Melihat hidup sebagai fakta yang harus dihadapi, disikapi dengan nilai hidup yang benar bukan disikapi dengan drama judul apapun.

Ada sembilan bab yang dibahas, namun penghuni kelas  merangkum 6 bab menjadi prinsip hidup:

1. Ojo Ngoyo (jangan terlalu berusaha),

2. Ojo Silau Dunyo (jangan silau dunia),

3. Ojo Ndumeh (jangan mengeluh),

4. Kuwe Dudu Sopo-sopo (anda bukan siapa-siapa),

5. Ojo Salah Pilih (jangan salah pilih),

6. Plus tiga konsep terakhir, Failure is The Way  Forward (kegagalan adalah jalan untuk melangkah maju), The Importance of Saying No (Pentingnya mengatakan tidak), dan  bab terakhir...And Then You Die.

Ojo Ngoyo adalah konsep menjalani hidup apa adanya. Hidup yang kita lalui adalah hidup yang tidak perlu kita pusingkan. Lakukan saja hal yang penting dan prioritas dalam hidup kita.  Sebagai seorang muslim konsep ini 'selesai' ketika kita memahami bahwa yang prioritas dalam hidup kita adalah meraih ridlo Allah, melakukan ketaatan kepada Allah. Bukankah itu tujuan hidup kita? Karena kita sudah memperoleh fokusnya, hal lain terlihat tidak menarik lagi, ngeblur.

Bagaimana dengan kesuksesan hidup yang seharusnya diraih oleh seseorang? Kesuksesan di mata manusia yang selalu ingin memuaskan hawa nafsunya adalah kepuasan nikmat jasmani, berwujud materi. Mewahnya hidup, taraf hidup di atas rata-rata, kendaraan mewah, istri yang cantik atau suami yang tampan, dan nilai-nilai hidup sukses yang lain ala manusia sekarang, ala kapitalis. Pertanyaannya adalah, apakah semua itu cukup menciptakan kebahagiaan hakiki, bila masalah demi masalah karena mendudukkan materi di atas segalanya, selalu meresahkan manusia?

Ojo Silau Dunyo. Dalam Islam, semua kenikmatan hidup hanyalah perhiasan. Maka mendudukkannya sebagai perhiasan tidak akan melalaikan manusia. Ada dan tidaknya tidak perlu dirisaukan. Tidak memiliki rumah mewah, tetapi bersyukurlah karena memiliki keluarga yang penuh kehangatan. Bukan kendaraan mewah yang menjadi tujuan, tetapi kebersamaan dan saling menenangkan yang membawa kebahagiaan. Allah telah berjanji akan memberi rezeki kepada semua makhlukNya, bahkan untuk hewan melata yang tidak memiliki daya dan upaya. Apalagi bagi manusia yang memiliki dua kaki dan dua tangan beserta akal sebagai keistimewaannya sebagai makhluk.

Kalaupun kesulitan hidup dirasa terus menimpa, bukankah itu adalah sunnatullah? Ojo Ndumeh, jangan selalu mengeluh. Semua manusia selalu menerima ujian dalam kehidupannya, cara menyikapinya yang akan menunjukkan kejernihan pikirannya. Allah berfirman dalam Al Qur'an surat Al baqorah ayat 214, bahwa ujian akan terus menimpa agar tampak siapa yang beriman, siapa yang tidak beriman. Jadi, bila menerima ujian, sebesar apapun jangan mengajukan pertanyaan seperti di drama-drama, "Mengapa semua ini menimpaku, ya Allah?"

Tetapi katakanlah, "Semua ketentuan datang dari Mu ya Allah, berilah kemampuan kepada hamba untuk menerimanya." Karena ujian sudah pasti datang, tapi yakinlah Allah pasti akan memberi jalan keluar.

Karena manusia, sebagai makhluk tidak memiliki daya dan upaya, merasakan bahwa diri sama dengan makhluk Allah yang lain, memiliki kekurangan dan keterbatasan. Jadi proporsional dalam melihat diri dan orang lain sesuai hukum syara', adalah langkah yang tepat untuk melihat diri kita. Contohnya, selalu mengevaluasi diri akan ketaatan kepada Allah dan ingin mencapai sesuatu yang diraih oleh orang lain dalam beramal Sholih sebagai ketertinggalan diri. Jadi bertanyalah kepada diri, mengapa usia sudah lebih dari kepala empat, hafalan juz 30 saja masih tertukar-tukar. Sementara, seseorang lain yang masih berusia kurang dari dua puluh tahun, sudah hatam Al Qur'an, hatam menghafalkannya.

Sekali lagi, semua pilihan ada pada kita. Lakukanlah yang menjadi pilihan kita, bukankah semua konsekuensi kita yang akan menerimanya? Ojo salah pilih, karena tidak ada standar yang tegas kecuali hanya Syariat Islam. Standar yang sudah ditentukan tanpa perubahan waktu dan tempat, diberikan oleh Allah, Dzat Yang Maha Tahu akan ciptaanNya.

Bila ada kegagalan yang menimpa, ingat bahwa itu bukan langkah terakhir atau mundur ke belakang. Kepedihan dan kesedihan yang menimpa dakwah Rasulullah di Mekkah tidak pernah dibaca oleh Rasulullah dan para sahabat sebagai kegagalan dan berhentinya langkah. Terbukti, pertolongan diberikan oleh Allah dengan uluran tangan Ahlun nushroh dari Madinah.

Menikmati hidup dengan berbuat sekehendak hati, berjibaku dengan hawa nafsu ternyata bukanlah titik dari kepuasaan. Berbuat sesuka hati ternyata menimbulkan kekosongan dalam hati, tetapi dengan keterbatasan apa yang dinikmati, kenikmatan akan bisa dirasakan. Begitu Mark Manson mengutarakannya. Maha Suci Allah, ketika memerintahkan manusia untuk taat kepadaNya. Allah Maha Tahu akan fitrah ciptaanNya.

Menjalani manis dan pahitnya hidup, semua manusia akan menemui kematian di akhirnya. Mengingat kematian, adalah langkah cerdas untuk menjalani kehidupan. Bagi seorang muslim, kehidupan di dunia, adalah tempat 'menanam' amal. Akhiratlah tempat kembali yang abadi, tempat 'memetik' hasil 'tanamannya'. Hidup yang fana, bagi orang yang cerdas akan mengisinya dengan karya yang akan menjadi amal jariyah baginya,  manfaat dan kebaikannya bagi alam semesta dan akan menjadi bekal keridloan RabbNya di akhirat nanti. Wallahu A'lam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News
Bapack-Bapack Lyfe

Bapack-Bapack Lyfe

Jum'at, 28 Jan 2022 14:53

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Jum'at, 28 Jan 2022 09:58

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Jan 2022 20:29

Pasukan Pemerintah Yaman Tewaskan Lusinan Pemberontak Syi'ah Houtsi Di Distrik Abedia Marib Tengah

Pasukan Pemerintah Yaman Tewaskan Lusinan Pemberontak Syi'ah Houtsi Di Distrik Abedia Marib Tengah

Kamis, 27 Jan 2022 19:45

1 Tentara Filipina Tewas 2 Terluka Dalam Serangan Abu Sayyaf Di Sulu

1 Tentara Filipina Tewas 2 Terluka Dalam Serangan Abu Sayyaf Di Sulu

Kamis, 27 Jan 2022 19:00

Publikasi Daftar Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris oleh BNPT Timbulkan Kecemasan Masyarakat

Publikasi Daftar Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris oleh BNPT Timbulkan Kecemasan Masyarakat

Kamis, 27 Jan 2022 18:15

Prancis Akan Tutup Situs Web Islam Karena Bertentangan Dengan 'Nilai-nilai Nasional'

Prancis Akan Tutup Situs Web Islam Karena Bertentangan Dengan 'Nilai-nilai Nasional'

Kamis, 27 Jan 2022 18:15

Sesajen dan Seribu Dupa Mengiringi Doa, Layakkah Dilakukan?

Sesajen dan Seribu Dupa Mengiringi Doa, Layakkah Dilakukan?

Kamis, 27 Jan 2022 10:29

Peluang 2022: Kemitraan Padang Pariaman Raih Omset Puluhan Juta

Peluang 2022: Kemitraan Padang Pariaman Raih Omset Puluhan Juta

Kamis, 27 Jan 2022 07:23

Lantik Dewan Pakar, PKS Siap Bersinergi Bangun Indonesia

Lantik Dewan Pakar, PKS Siap Bersinergi Bangun Indonesia

Kamis, 27 Jan 2022 04:20

Api Bandung Menghangatkan Purnawirawan

Api Bandung Menghangatkan Purnawirawan

Rabu, 26 Jan 2022 23:14

Pernyataan Kepala BNPT Soal Pesantren Terafilisasi Jaringan Teroris Perlu Diluruskan

Pernyataan Kepala BNPT Soal Pesantren Terafilisasi Jaringan Teroris Perlu Diluruskan

Rabu, 26 Jan 2022 23:12

Legislator: Sejahterakan Rakyat, Penerimaan Pajak Akan Meningkat

Legislator: Sejahterakan Rakyat, Penerimaan Pajak Akan Meningkat

Rabu, 26 Jan 2022 23:10

Ketua MIUMI Aceh Isi Pengajian 'Urgensi dan Keutamaan Belajar Ilmu Syari' di Dayah Arun Lhokseumawe

Ketua MIUMI Aceh Isi Pengajian 'Urgensi dan Keutamaan Belajar Ilmu Syari' di Dayah Arun Lhokseumawe

Rabu, 26 Jan 2022 22:46

Israel Bersiap Untuk Evakuasi Ribuan Warga Yahudi Ukraina Di Tengah Ancaman Invasi Rusia

Israel Bersiap Untuk Evakuasi Ribuan Warga Yahudi Ukraina Di Tengah Ancaman Invasi Rusia

Rabu, 26 Jan 2022 21:45

5 Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Semenanjung Sinai

5 Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Semenanjung Sinai

Rabu, 26 Jan 2022 21:20

Kewajiban Suami dan Bapak terhadap Keluarganya

Kewajiban Suami dan Bapak terhadap Keluarganya

Rabu, 26 Jan 2022 21:00

Mahasiswa Peternakan Universitas PERSIS Berinovasi dalam Pupuk Organik

Mahasiswa Peternakan Universitas PERSIS Berinovasi dalam Pupuk Organik

Rabu, 26 Jan 2022 17:13

Ketua Kadin: PERSIS Miliki Potensi Kembangkan Ekonomi Syariah

Ketua Kadin: PERSIS Miliki Potensi Kembangkan Ekonomi Syariah

Rabu, 26 Jan 2022 17:06

Yair Lapid: Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik Dengan Indonesia Dan Saudi, Tapi Butuh Waktu

Yair Lapid: Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik Dengan Indonesia Dan Saudi, Tapi Butuh Waktu

Rabu, 26 Jan 2022 16:00


MUI

Must Read!
X